
Menjadi janda kedua kalinya
Sungguh berat memang perjalanan cinta Raisya. Dan kini dia kini harus menjadi seorang janda untuk kedua kalinya. Namun kali ini sangat berbeda. Ternyata lebih menyakitkan. Kehilangan orang yang di cinta dan mencintai kita karna meninggal dan pergi untuk selamanya ternyata sangat berat. Berbeda saat dulu dirinya bercerai karna sang suami menyakiti dirinya berkali-kali.
" Mas...aku kangen. Aku kangen canda tawa mu. " Ucap Raisya lirih saat melihat pigura sebuah foto berisi foto mesranya bersama sang suami.
" Ternyata rasanya lebih berat, saat dulu aku melupakan Nando mantan suamiku. Terlebih luka yang dia goreskan begitu dalam dan saat itu kamu hadir membuat aku melupakan semua rasa sakit ku. Karna kamu aku memiliki keyakinan kembali akan sebuah cinta, bahwa aku bisa mendapatkan bahagia. Dan kamu sudah mewujudkan nya.
" Aku berjanji mas padamu, bagiku kau lah cinta terakhir ku ! Aku tak ada keinginan ingin menjalin hubungan lagi. Yang terpenting bagi ku yaitu membesarkan anak-anak terlebih anak-anak sudah beranjak dewasa. Doakan aku biar kuat ya mas ! " Ucap Raisya lirih, di iringi Isak tangis yang begitu menyesakkan dada.
Sudah tepat 1 Minggu sang suami pergi meninggalkan dunia, rasanya masih seperti sebuah mimpi. Jika Raisya bisa memilih, mungkin dirinya memilih untuk sang suami terbaring koma selamanya. Meskipun sedih, tapi dirinya masih bisa melihat wajah penuh cinta sang suami.
__ADS_1
" Kenapa mas harus sadar, namun setelah itu justru pergi selamanya. Hiks...Hiks.. " Dan lagi-lagi dirinya masih menyalahkan sebuah keadaan.
Sudah satu Minggu ini, air mata tak pernah terhenti. Rasanya begitu sulit. Hingga Raisya tak bisa tertidur nyenyak dan terlihat kantung mata berwarna hitam dan mata yang sembab karna terus menerus menangis.
" Semoga dengan tidur, aku bisa melupakan sebentar dirimu mas ! " Ucap Raisya mencoba memejamkan matanya. Perlahan demi perlahan, mata Raisya mulai terpejam.
\=\=\=\=\=
Justru kini tanggung jawabnya semakin besar harus menjadi singel parent dari ke empat anaknya.
" Kalian baik-baik ya di rumah ! Mama kemungkinan sore baru pulang. Bi, tolong jaga anak-anak ya ! Hari ini buatin sop daging aja sama tempe sambel untuk anak-anak ! " Ucap Raisya sebelum meninggalkan rumah.
__ADS_1
" Bismillah...aku harus kuat ! Jika aku kuat, mas pasti bangga sama aku ! Semoga hari ini di lancarkan semua rezeki untuk anak-anak ! Amin. " Ucap Raisya saat dirinya masuk ke dalam mobil.
Kini Raisya sudah melajukan kendaraannya. Tujuannya utama adalah restoran Sunda dan baru mengunjungi cafe remaja dan usaha suaminya. Target hari ini adalah berkeliling ke semua tempat usaha, sekedar mengontrol. Selama ini Raisya sudah mempercayakan pada orang kepercayaan nya yang mengurus masing-masing usaha. Dan jika Clarissa sempat, dia lah yang mendampingi tempat-tempat usaha itu. Seperti saat dirinya dulu selalu menunggu sang suami di rumah sakit, Clarissa lah yang mengurusnya.
" Gimana sus ? Apa ada masalah di restoran selama saya tak ada ? " Tanya Raisya kepada orang kepercayaan Raisya di restoran itu.
" Alhamdulillah semua lancar Bu, malah penghasilan semakin meningkat Bu. " Sahut Susi, membuat Raisya bersyukur.
" Terima kasih ya Allah atas rezeki yang engkau berikan untuk keluarga kami. Semoga berkah.. Amin. " Gumam Raisya dalam hati.
__ADS_1