
Setelah perdebatan yang tadi terjadi, Raisya memilih untuk beristirahat kembali. Dia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan mendiamkan Nando. Karna hatinya sangat sakit sekali, Nando sudah berani menampar nya. Dia merasa sangat Kecewa, karna orang tua nya pun tidak pernah berbuat kasar terhadapnya. Apalagi Raisya itu adalah termasuk anak yang pendiam dan penurut. Dia selalu berusaha tidak mau sedikit pun membuat orang tua nya marah terhadapnya.
Dia terus meraungi nasibnya. Cinta selalu saja tidak berpihak pada dirinya. Sampai dia sudah menikah pun, dia masih saja di sakiti oleh laki-laki. Dirinya berpikir mengapa dunia tidak adil padanya, dia selalu tersakiti oleh cinta. Padahal dia tidak pernah sedikit pun berpikir untuk mengkhianati laki-laki yang sedang menjalin kasih dengannya, tetapi mengapa dia selalu mendapatkan balasan yang menyakiti dari laki-laki yang di dekatnya.
Gimana dengan Nando di luar sana?? Tentu saja dia merasa tidak pedulu. Dia benar-benar sangat tega. Bukannya dia meminta maaf atau menenangkan Raisya, dia malah memilih untuk meninggalkan Raisya bertemu Viona. Dia sudah mengirim pesan kepada Viona, bahwa dirinya akan ke sana siang ini.
Alangkah bahagia dirinya, mengetahui Nando akan menemuinya. Nando memang sangat bodoh, dia malah memilih untuk. bolos bekerja.
Nando langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, setelah selesai dia masuk ke dalam kamar untuk mengambil baju di dalam lemari yang ada di sana.
Dia melirik sekilas ke arah Raisya yang sedang tidur tengkurep sambil menangis. Dirinya tak ada perasaan bersalah sedikit pun atas perbuatannya. Padahal dia sudah mengetahui bahwa istrinya sedang hamil, seharusnya dia tidak berbuat tega menyakit hati istrinya.
Nando buru-buru memakai pakaiannya dan dia langsung keluar meninggalkan Raisya. Kemudian dirinya segera mengambil kunci motornya dan menancap gas untuk pergi bertemu Viona. Dia tidak meminta izin lebih dahulu kepada Raisya.
Raisya masih saja menangis. Dan saat dia merasa rumahnya terasa sepi banget. Dia memilih untuk keluar kamar, dan dia melihat saat itu Nando sudah tidak ada di rumah. Nando telah meninggalkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Raisya akhirnya memutuskan untuk membereskan pakaiannya, dia berniat untuk meninggalkan Nando dari rumahnya. Dia berniat akan menginap di rumah orang tuanya. Setelah siap dan mengecek semua isi rumahnya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi sekarang.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya Raisya telah sampai di rumah orang tuanya. Dia membuka pagar rumahnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Kemudian dia memberi salam dan langsung membuka handle pintu dan masuk ke dalam rumahnya.
Raisya langsung di sambut oleh mama nya dengan senang. Mama nya merasa heran mengapa Raisya tidak bekerja dan dia justru memberikan kejutan datang ke rumahnya tidak memberi kabar terlebih dahulu. Raisya juga datang sendiri dan membawa tas besar.
Meskipun keadaannya sangat sedih sekali, dia berusaha bersikap biasa. Dia tidak menunjukkan perasaan sedihnya di depan mama nya. Dia juga tidak menceritakan permasalahannya terhadap Nando, dia berusaha untuk menutupinya. Raisya memilih untuk berkata bohong. Dia beralasan saat ini Nando sedang ada tugas ke luar kota. Dan sekarang dirinya sedang hamil sehingga merasa kesepian jika di rumah sendirian. Dan untuk saat ini pun dia sedang merasa sangat mual sekali, makanya dia izin untuk tidak masuk kerja.
Mama Raisya memeluk bahagia anaknya mendengar pernyataan dari Raisya. Karna sebentar lagi dia akan memiliki cucu, ya tepat nya cucu pertama. Karna kakak Raisya sudah satu tahun menikah belum juga di karuniai anak.
Raisya berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya, dirinya beralasan badannya masih terasa lemas. Padahal sebenernya dia ingin menumpahkan kembali tangisannya yang sejak tadi dia tahan di depan mama nya.
Mama Raisya sebenarnya menaruh curiga terhadap anaknya. Dia melihat anaknya sangat lesuh seperti tidak ada semangat, namun dirinya sudah sangat mengenal sifat anaknya yang selalu menutupi setiap permasalahan yang terjadi padanya. Maka tak jarang bila nanti mamanya akan mengetahui masalah nya seiringinnya waktu dan bahkan lewat orang lain.
Raisya tidak mau menghubungi Nando duluan, justru dia malah memblokir kontak Nando agar tidak bisa lagi menghubunginya. Dia terus menyemangati dirinya agar bisa kuat menjalani kehidupan selanjutnya. Raisya mengelus-ngelus perutnya dan mencoba mengajak berbicara pada bayi di dalam kandungannya. Memang usia kandungannya baru berjalan satu bulan, baru hanya segumpal darah. Dia yakin bahwa dirinya bisa kuat untuk menjalani kehidupan barunya.
__ADS_1
Dia juga berjanji tidak akan membiarkan Nando untuk terus menempati rumah orang tuanya. Dia berencana akan mengusir Nando dari sana. Tapi bukan untuk sekarang, nanti apabila dirinya sudah merasa kuat.
Di tempat berbeda Nando telah sampai di kosan Viona. Hatinya sangat gelisah. Meskipun dirinya sedang bersama Viona, tetapi hati dan pikirannya terus terisi oleh Raisya. Terlintas ada perasaan bersalahnya kepada Raisya. Apalagi saat dirinya masuk ke dalam kamar dan melihat Raisya tidur tengkurep dan terus menangis. Viona terus memperhatikan Nando yang lebih banyak diam saat Nando masuk ke dalam kosannya. Biasanya Nando langsung menunjukkan sikap mesranya ke Viona, tetapi untuk hari ini dia justru lebih memilih untuk cuek kepada Viona.
Akhirnya Viona mencoba untuk membuka omongan duluan, menanyakan apa yang terjadi dengan Nando.
" Kamu kenapa sih dari tadi diam aja? Ada yang lagi kamu pikirkan? " tanya Viona.
Nando langsung mengangkat wajah nya dan menengok ke arah Viona dan memandang ke arah wajah Viona. Dirinya berpikir apakah dia harus menceritakan semuanya ke Viona. Viona memberikan kode, agar Nando dapat menceritakan permasalahan yang ada terhadap dirinya.
Dan melihat ketulusan Viona untuk mendengarkan permasalahnnya, Nando mulai membuka omongannya. Dia menceritakan apa ny terjadi tadi pagi, dia habis berdebat dengan Raisya dan dia kelepasan menampar Raisya.
Viona kaget mendengar Raisya yang saat ini sedang hamil. Dia menjadi ikut marah kepada Nando, karna Nando telah mengingkari janjinya. Telah menyetubuhi Raisya hingga hamil dan artinya mereka sudah melakukannya berkali-kali. Nando mencoba menenangkan Viona, dia menjelaskan bahwa dirinya kan kemarin sempat bicara akan berbuat adil terhadap Raisya juga. Wajar bila dirinya juga memberikan Nafkah batin juga terhadap Raisya, terlebih lagi Raisya itu adalah istri sah nya yang sudah halal untuk dia setubuhi. Mendengar ucapan Nando, Viona merasa tersinggung karna dia tidak ada hak untuk bertindak lebih jauh. Dirinya hanya seorang kekasih gelap untuk Nando. Viona berjanji dalam hatinya akan melakukan berbagai cara agar Nando tidak akan pernah meninggalkannya.
Viona mencoba meredamkan amarahnya, karna seharusnya dia bisa mengambil hati Nando untuk perlahan meninggalkan Raisya dan menikah dengan nya. Meskipun berulang kali Nando sudah menjelaskan kepadanya. Nando tidak akan pernah menikahi dirinya sampai kapan pun dan Nando juga tidak akan meninggalkan Raisya sampai kapanpun apalagi saat ini Raisya sedang hamil anaknya dan sebentar lagi Nando akan menjadi ayah. Dalam hal ini tanpa Nando sadari, dia telah menyakiti perasaan hati kedua wanitanya.
__ADS_1
Gemes ya sama Nando... Serakah pengen punya dua wanita di hidupnya... hehehe...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk mendukung karya author... makasih...