
Setelah Nando pergi, Raisya pun langsung pergi bersama Rani. Sesuai rencana dia akan menginap di rumah orang tua nya, dan besok dirinya baru pulang karna anak - anaknya Senin sekolah. Jujur hati nya masih merasa sedih dengan pernikahan yang selama ini dia banggakan. Pernikahan yang selama ini selalu dia pertahankan meskipun hatinya terasa sakit. Pernikahan yang selama ini dia harapkan hanya terjadi satu kali dalam hidupnya.
Selama di perjalanan ke rumah orang tuanya, Rani terus mengingatkan dirinya agar tidak tergoda lagi dengan rayuan Nando. Rani mengingatkan juga bahwa ini yang terbaik dengan hidupnya dari pada harus menjalani kehidupan bersama tetapi hidup masing - masing.
Di perjalanan Raisya terus memikirkan gimana caranya untuk mengungkapkan semuanya kepada orang tua dan mertuanya. Meskipun kondisi seperti ini , Raisya masih saja memikirkan Nando. Dia memilih akan beralasan bercerai karna sudah tidak ada kecocokan bukan karna Nando selingkuh. Dia ingin Nando tidak di pandang buruk meskipun pada akhirnya mereka bercerai. Bagaimanapun Nando adalah ayah dari anak - anaknya. Biar nanti nya Nando tetap di terima baik jika antar jemput anak mereka.
Rencananya Raisya tidak akan mengekang Nando untuk bertemu anak - anak. Meskipun dirinya bercerai nanti dia akan tetap berhubungan baik sebagai orang tua. Dia tidak ingin anaknya menjadi korban karna perceraian mereka.
Nando kini telah sampai di rumah orang tua nya , dia tidak berani mengungkapkan apa yang terjadi dengan dirinya dan Raisya. Kebetulan juga ibu nya juga sedang tidak ada di rumah. Hari ini dia masih bisa lolos dari pertanyaan ibu nya.
Nando hanya bisa termenung memikirkan pernikahannya. Dia masih terus berharap jika Raisya bisa memaafkan dirinya kembali. Dia sadar apa yang dia perbuatan kepada Raisya sangat fatal. Dirinya melakukan pengkhianatan bertahun - tahun dengan Viona. Nando terus menyesali kesalahan. Andai saja dulu dia tidak terlena dengan masa lalu , pasti dirinya masih bahagia dengan Raisya.
" Raaaaiiiiissssyyyaaa..." Teriak Nando hingga akhirnya dirinya menangis histeris.
Penderitaan nya bertambah akibat dari pengkhianatannya. Tidak mempunyai pekerjaan dan sekarang dirinya akan di ceraikan istrinya. Di tambah lagi kerja sama dengan Fikri tidak berjalan mulus , usahanya tidak berkembang bahkan kemungkinan akan bangkrut.
Raisya kini sudah sampai di rumah orang tua nya. Rani memilih untuk langsung pulang tidak mampir lagi , karna kedua anaknya sudah rewel dan sudah malam juga. Raisya berjalan masuk ke dalam rumah.
" Bunda dari mana aja sih lama banget pergi nya ? " Tanya Clarissa.
" Tadi bunda ada urusan sama Tante Rani dulu. Ade mana ? " Sahut Raisya kepada anaknya.
" Oooo...Ade udah tidur di kamar. " Jawab Clarissa.
__ADS_1
Raisya berpamitan kepada Clarissa dan orang tua nya untuk langsung mandi. Raisya berusaha untuk menyiapkan mental terlebih dulu untuk menghadapi Clarissa anaknya yang sangat kritis dan juga kedua orang tua dirinya.
Raisya rencananya akan memberitahukan perceraian dengan Nando kepada Ibu mertuanya dan juga tentang perselingkuhan anaknya. Dia akan mengungkapkan kebenaran nya, agar tidak terjadi salah paham dirinya yang di salahkan di kemudian hari.
Raisya memilih untuk beristirahat untuk malam ini, baru besok dirinya akan mengungkapkan semuanya. Raisya berusaha untuk memejamkan matanya, tapi bayang - bayang tadi terus aja menari di pikirannya.
Dan tiba - tiba handphone nya berbunyi menyadarkan dirinya untuk membuka mata membuka pesan chat yang masuk.
" Yank...please maafin aku. Aku mohon jangan lakukan itu ! Aku janji tidak akan mengulanginya , aku benar - benar menyesal ! Tolong pikirkan anak - anak kesian kalau kita berpisah , apa kamu tega menjadi korban dari perpisahan kita ? " Tulis Nando di pesan chat.
Dan Raisya langsung membalasnya....
" Lo harus terima hasil dari perbuatan Lo selama ini ke gw. Lo harus ingat gw ini manusia punya hati dan pikiran . Tolong jangan persulit perceraian kita ! Ini yang terbaik , gw ingin bahagia dan Lo juga ga perlu lagi diem - diem untuk selingkuh di belakang gw ! Gw ga akan ganggu hubungan Lo , dan tolong Lo juga ganggu hidup gw lagi ! " Balas Raisya.
Karna merasa lelah , akhirnya Raisya tertidur pulas. Keesokan harinya seperti biasa dia bangun pagi untuk menjalankan sholat shubuh. Setelah sholat dia memilih untuk bermalas - malas kembali. Raisya ingin menikmati hidup sendiri. Untungnya dia sempat terlatih beberapa tahun menjalankan kehidupan sendiri , meskipun masih satu rumah dengan Nando. Di tambah lagi luka yang di toreh Nando yang membuat dirinya mudah untuk sedikit demi sedikit melupakan sosok Nando.
Setelah jam menunjukkan pukul 07.00 pagi , Raisya memilih untuk mandi. Rencananya dia akan mengungkapkan maksud dan tujuan dirinya yang akan bercerai dengan Nando. Dia juga akan mengirim pesan chat kepada ibu mertua nya. Raisya memilih untuk memberitahu lewat pesan , karna dia malas untuk bertemu dengan Nando.
Raisya kini sedang sarapan pagi bersama anak - anaknya dan mengobrol dengan kedua orang tuanya. Obrolan pagi ini seperti biasa hanya obrolan ringan. Dan akhirnya Raisya memberanikan diri untuk mengungkapkan semua nya kepada orang tua nya.
" Ma , Pah , aku ingin bercerai dengan Nando. Rencananya besok Raisya mau izin kerja karna mau ngurus surat perceraian. " Ungkap Raisya.
" Serius kamu ? Emang nya kamu ada permasalahan apa sama Nando ? " Tanya Papa Raisya.
__ADS_1
" Iya... Raisya udah mutuskan untuk bercerai. Karna kami sudah tidak saling cocok , jadi aku memutuskan untuk bercerai dari pada harus bertengkar terus. " Sahut Raisya.
" Kamu sudah pikirkan baik - baik ? Kamu sudah yakin dengan keputusan kamu ? Kesian nanti anak - anak gimana kalau kalian pisah ? " Tanya Papa Raisya.
" Iya...Raisya udah pikirkan baik - baik. Ini yang terbaik untuk kami. Kalau masalah anak - anak kita akan urus bareng. " Ucap Raisya penuh keyakinan.
Mau tidak mau kedua orang tua Raisya menyetujui saja. Karna mereka yakin yang menjalankan dan merasakan itu Raisya. Sebagai orang tua hanya bisa berdoa untuk anaknya agar selalu mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Raisya bisa bernafas lega kedua orang tuanya mendukung saja keinginan dirinya untuk bercerai. Raisya langsung memeluk kedua orang tuanya secara bergantian. Raisya tak bisa lagi menahan kesedihannya. Bagaimanapun cobaan ini sangat berat. Dirinya harus menjalani kehidupan selanjutnya sendiri , dia harus siap menghadapi nya sendiri. Terlebih lagi terkadang image janda kadang kurang baik. Raisya selalu berdoa dan berharap jika keputusan nya ini adalah yang terbaik untuk hidupnya dan masa depan nya. Dia mencoba untuk mengikhlaskan yang sudah terjadi pada dirinya , agar dia bisa lebih tenang menjalani kehidupan selanjutnya.
Setelah pengungkapan terhadap orang tua nya , kini dirinya akan mengungkapkan semua ini kepada ibu mertua nya. Berat memang berat sebenarnya , dia sebenarnya tidak mau membuat ibu nya Nando sedih mengetahui hal ini apalagi dirinya sangat tahu kalau ibu mertua nya sangat menyayangi dirinya. Tapi Raisya berusaha untuk kuat , dia harus mengungkapkan semuanya meskipun berat.
" Assalamualaikum , Bu maaf ganggu. Aku mau memberitahu kepada ibu kalau aku sama Nando akan bercerai. Nando selingkuh Bu sama Viona. Bertahun - tahun aku berusaha untuk memaafkan Nando dan menerima Nando kembali. Tapi untuk kali ini mohon maaf aku ga bisa , aku juga ingin bahagia Bu. Hati aku udah terlalu sakit. Mohon maaf jika aku telah menyakiti hati ibu. Tapi ini semua yang terbaik untuk kami. Tolong maafkan aku ! Sampai kapan pun ibu akan selalu menjadi ibu aku meskipun aku sudah tidak menjadi menantu mu. " Tulis Raisya.
Raisya tak bisa membendung perasaan hatinya. Air mata nya terus mengalir saat mengetik pesan kepada ibu mertua nya. Dia sangat menyayangi ibu mertuanya , dia yakin pasti perceraian ini akan menjadi beban mental untuk ibu nya.
Ibu Nando merasa sedih mengetahui hal ini , dia sangat marah pada anaknya. Mengapa anaknya mengecewakan istri yang begitu baik untuknya , dan membela mantan nya yang dulu pernah ninggalin dirinya dan kini sudah berstatus istri orang. Ibu nya merasa sangat kecewa dengan anaknya yang menghancurkan rumah tangganya , bukan malah harusnya bersyukur memiliki istri yang hampir sempurna dan telah memberikan dua orang anak yang cantik, ganteng , pintar dan sehat.
Raisya menarik nafasnya panjang , dia merasa lega karna sudah mengungkapkan semua nya kepada kedua orang tua mereka. Dan kini dia tinggal mempersiapkan diri untuk mengurus perceraian nya dan melanjutkan kehidupan selanjutnya.
Tunggu episode berikutnya ya....kita lihat selanjutnya.
Jangan lupa beri dukungan untuk karyaku , tinggalkan jejak kalian ya...Terima kasih🙏🙏🙏😘😍😃😄
__ADS_1