
" Breng*** tuh nenek - nenek bikin gw emosi aja. Untung aja anak Lo masih bermanfaat untuk gw , kalau enggak udah dari dulu gw tinggalin anak Lo. Sebel banget gw di rendahin gini. Apa Mungkin karna gw kemarin - kemarin minum pil KB kali ya , makanya gw ga bisa - bisa punya anak sekarang ini. " Umpat Viona geram dalam hati.
Selama Viona menjalin hubungan dengan Nando dulu dia selalu mengkonsumsi pil KB agar dirinya aman bermain dengan Nando tanpa sepengetahuan Fikri. Tetapi selama satu tahun belakangan ini dirinya menghentikannya , dia berniat ingin memberikan seorang anak karna ibu mertua nya yang selalu ribut tentang anak.
Viona bersikap tenang meskipun dirinya kesal. Mungkin jika dia bukan ibu mertua nya , Viona pasti sudah menampar orang itu. Tapi karna ini ibu mertua nya mau ga mau dirinya harus sabar menghadapinya.
******
Baru semalam saja Viona menginap di rumah orang tua Fikri , dia merasa seperti di neraka. Memang selama dua tahun belakangan ini ibu mertua nya menjadi berubah padanya karna dirinya belum juga memberikan anak untuk anaknya. Awalnya Viona tidak mempedulikan nya karna perasaan dirinya yang lebih berat pada Nando , sehingga dirinya tetap mengkonsumsi pil KB.
Pagi ini Viona dan Fikri sudah bersiap - siap untuk sarapan dan pulang. Memang selama ini mereka selalu hanya menginap satu malam di rumah orang tua Fikri dan satu harinya di akan mampir ke rumah keluarga dari Viona dan kemudian menginap di apartemen milik mereka.
Fikri dan Viona sudah sampai di meja makan untuk makan bersama. Seperti biasa ibu mertuanya menunjukkan sikap tidak suka nya meskipun ada anaknya dia tidak peduli.
" Wah mama masak rendang , mantab ni .." Ucap Fikri sambil mengambil lauk dan nasi untuk di letakkan di piringnya.
" Kesian banget si kamu nak...Ngambil makan sendiri , udah ga bantuin bikin makanan kesukaanmu. Gimana mau punya anak , orang malas begitu kebanyakan tidur. Ga seperti anak Tante Ida si Risna rajin banget Sholeha lagi . Coba dulu mama jodohinnya sama dia. " Ujar Mama nya Fikri sambil menarik nafas panjang menunjukkan rasa kecewanya.
Viona yang merasa tidak suka , langsung membalas ucapan ibu mertuanya. Viona merasa tidak terima dengan ucapan ibu mertuanya.
" Bu tolong jaga ucapannya ya. Maksud ibu apa sih bicara seperti itu. Bagaimanapun saya ini masih istri sah anak ibu. Saya juga punya hati dan perasaan Bu. Jangan banding - bandingkan saya dengan orang lain , saya tidak terima ! " Viona meluapkan kemarahannya membentak ibu mertuanya.
" Kurang ajar ya kamu. Emang ga punya sopan santun ya kamu bicara sama orang tua. Padahal kedua orang tua kamu itu orang yang baik , ga nyangka anaknya seperti ini. " Sahut mama nya Fikri.
__ADS_1
Fikri dan ayahnya mencoba melerai perdebatan mereka. Tapi seperti keduanya sudah sangat saling kecewa hingga sulit di pisahkan. Viona merasa kesal dengan Fikri. Karna sebagai seorang suami harusnya dia membela dirinya bukan justru menasehati untuk sabar. Viona yang memiliki sifat keras kepala selalu menginginkan semua keinginan terwujud sesuai harapannya , selama ini dirinya tidak pernah peduli meskipun sikap dirinya melukai perasaan orang lain seperti yang dia lakukan kepada Raisya. Dia selalu menginginkan dirinya seperti istri pertama Nando dan Raisya istri simpanannya. Awalnya Nando memang menuruti semua kemauannya , Nando mengikuti dirinya yang selalu ingin bertemu setiap satu kali seminggu untuk memuaskan nya dan bahkan saat malam pertama dan dalam waktu beberapa bulan Nando tidak menyentuh Raisya karna mengikuti permintaan dirinya.
Viona langsung meninggalkan meja makan dan memilih untuk masuk ke kamar untuk bersiap - siap. Melihat Viona yang sudah sangat marah , Fikri masih tetap terus fokus makan. Viona merasa tidak ada pembelaan apapun dari Fikri.
" Assalamualaikum.. " Ucap tamu.
" Walaikumsallam... " Ucap Mama nya Fikri sambil berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu melihat ada tamu siapa.
" Eh mba Ida sama Risna. Ayo silahkan masuk. " Ucap Mama nya Fikri sambil mempersilakan masuk.
" Baru di omongin tadi eh orang nya datang. " Ungkap mama nya Fikri sambil tertawa ringan.
" Waduh di omongin apa ini mba kita...? " Ucap Mba Ida sambil sedikit meledek.
Mamanya Fikri berpamitan sebentar kepada Mba Ida untuk masuk ke dalam sebentar memanggil Fikri. Awalnya Fikri menolak untuk menemui teman ibu nya dan anak dari temannya. Karna meskipun Fikri cuek dia adalah tipe laki - laki setia. Selama ini dirinya tetap setiap pada Viona meskipun sudah empat tahun lebih tidak memberikan keturunan.
Fikri akhirnya mengikuti kemauan ibu untuk menemuinya. Dia menemui hanya karna menghormati ibu nya. Karna sifat Fikri yang Ramah dan mudah bergaul , jadi dia tidak pernah sulit untuk dekat siapa pun dalam waktu singkat.
Viona yang sudah siap langsung keluar mencari kebenaran Fikri untuk mengajak pulang. Tetapi yang dia dapat perasaannya tambah kesal dengan sikap Ibu dan suaminya yang tidak memiliki perasaan pada dirinya.
Melihat kedekatan mereka , Viona yang sedang tersulut api kemarahan akhirnya bertambah emosi. Dia kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil tas dan barang miliknya. Rencananya dia akan memberikan pelajaran pada Fikri dengan meninggalkannya agar suami nya peka bahwa dirinya kecewa.
Viona pergi melewati ruang tamu tanpa permisi dengan tatapan yang sangat tajam. Melihat Viona seperti itu , Fikri langsung memanggilnya membuat Viona terhenti. Viona berharap Fikri mengikuti dirinya meninggalkan ibu nya , tetapi pikiran Viona salah. Justru Fikri menghentikan dirinya karna merasa kesal dengan sikap Viona yang tidak sopan pada orang tua nya.
__ADS_1
" Kamu mau kemana ? Apa kamu udah ga nganggep aku suami kamu ? Bagaimanapun dia itu ibuku , ibu mertua kamu. Harusnya kamu hormati dia. Mungkin saja yang di ucapkan ibu benar. " Ucap Fikri.
Hati Viona tersentak dengan ucapan Fikri , matanya terus menatap tajam. Dirinya tidak percaya laki - laki yang sudah menjalani pernikahan selama lebih dari empat tahun pada hari ini menuduhnya bukan malah membela nya dalam kondisi dirinya terpojok. Viona merasa murka saat itu dengan ucapan Fikri.
" Oooo...hebat ya sekarang ucapannya. Bukan nya belain istrinya malah nambahin. Udah ngerasa bosan apa karna udah ada wanita pengganti aku ? Karna ada Wanita murahan itu yang mau di jodohkan dengan kamu ? " Ucap Viona geram
Plak..
Tanpa sadar Fikri menampar wajah Viona. Tamparan yang sangat kencang meskipun hanya satu kali tamparan tapi meninggalkan rasa panas dan merah di wajah.
" Tutup mulut kamu ! Aku ga ngerti ya kenapa mulut kamu sekarang seperti wanita ga berpendidikan. Aku kan sudah ngomong tadi sama kamu. Hormati ibu ku kalau kamu masih mau menjadi menantunya. " Sahut Fikri.
" Hey...yang seharusnya tutup mulut itu kamu ! Coba kalau kamu di posisi aku gimana ? Ga usah kamu ngancem - ngancem aku , kalau kamu sudah ga mau sama aku. Cerai...kan...aku ! " Ucap Viona dengan marah dan langsung lari meninggalkan Fikri dengan kecewa.
Viona tidak bisa lagi menahan air mata nya. Dia langsung meluapkan kesedihannya. Dia tidak pernah menyangka dirinya akan merasakan kecewa kembali dalam pernikahan. Fikri terus mengejar dan memanggil Viona. Dia merasa khawatir dengan Viona , karna bagaimana pun Viona masih istrinya.
Tapi Viona tidak mendengarkan panggilan Fikri dan justru dirinya semakin berlari kencang dengan tangisan menghindari dari Fikri . Sehingga dia tidak memperhatikan kiri kanan jalanan. Hingga akhirnya....
" Aaaaaahhhh..." Teriak Viona.
Kira - kira Viona kenapa ya ? Apa dia akan meninggal di tempat atau merasakan penderitaan selanjutnya....
Tetap tunggu episode berikutnya nya...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian , terima kasih atas dukungan kalian selama ini...🙏🙏😘😍😄