
Skip esok harinya ☀☀
Satu hari sudah berlalu, kini adalah hari di mana para putri, pangeran, tuan muda dan nona muda saling memikat dan saling menjalin hubungan.
Sementara itu.
"Hei Arnius apa kabar mu?, " tiba tiba seseorang bertanya dari belakang Arnius dengan suara yang familiar.
"Hmmm, kau bisa liat sendiri kan?, kalo bisa ga usah nanya, " ucap Arnius dingin.
"Astaga Arnius, apa kau bisa lebih lembut sedikit kepada kami?, " tanya orang yang ada di samping orang yang bertanya tadi.
"Tidak, " tolak Arnius.
"Haisss, kau ini, " ucap Kazuo mau mendesis.
"Bersabarlah Zuo, dia kan memang begitu sifatnya, " ujar Rei.
Ya, yang dari tadi bertanya adalah sahabat Arnius yaitu Kazuo dan Rei.
"Arnius, bagaimana hubungan mu belakangan ini dengan adik kandung mu itu?, " tanya Kazuo memulai obrolan.
"Tidak bagaimana bagaiamana, " sahut Arnius.
"Cik Arnius kau ini menyebalkan, padahal kami sudah bicara dengan sungguh sungguh, sekarang kau malah bercanda, " dengus Rei.
"Kalian juga bukannya terlalu ikut campur dalam hal hal pribadi ku?, " ujar Arnius tak mau kalah.
"Cik, kita kan sahabat dari kecil jadi nggak papa lah, " rayu Rei.
"Ar, lebih baik kau cobalah bicara dengan adik mu dan cobalah untuk dekat dengannua dan jangan membencinya. Bagaimana pun itu bukan sepenuhnya kesalahan adik mu jikalau ibu mu tiada, " saran Kazuo.
"Iya Kazuo benar, walau bagaimana pun juga takdir kan sudah di atur oleh Tuhan. Jika Tuhan berkehendak untuk menyuruhnya mati maka apa pun yang terjadi dia akan tetap mati, " tambah Rei.
"Akan ku pertimbangkan, " ujar Arnius.
Dan begitulah hari ini di lewati dengan begitu banyak godaan dari para perempuan maupun laki laki.
Tetapi beda halnya dengan ketiga sahabat yaitu Arnius, Rei dan Kazuo yang berusaha bersembunyi dari para perempuan yang mencoba menggoda mereka hingga selesai.
Skip setelah selesai makan malam bersama.
Arnius yang sudah selesai makan langsung pergi kembali ke kamarnya sembari memikirkan kata kata yang di ucapkan kedua sahabatnya tadi hingga tiba tiba datanglah raja kegelapan dan Dao di depannya, Arnius pun dengan refleks langsung memberi hormat sembari menahan agar tubuhnya tidak goyah dengan aura yang di pancarkan raja kegelapan.
"Salam yang mulia raja kegelapan, ada apa gerangan sampai menemui hamba yang rendah ini?, " tanya Arnius dengan gugup.
"Jangan merendah pangeran Arnius, bangunlah aku hanya ingin bertanya. Bukankah kau memiliki adik kandung pangeran Arnius?, kenapa dari kemarin aku tidak melihat kehadiran putri kedua?, "tanya raja kegelapan dengan datar dan dingin.
__ADS_1
Arnius tertegum dengan pertanyaan raja kegelapan. Ada sedikit rasa sakit yang ia rasakan kala mengingat bahwa adiknya tidak datang di acara yang begitu meriah ini.
"Ampun yang mulia, saya tidak tau apa yang terjadi dengan adik saya. Karena besok adalah hari terakhir di adakannya pesta saya akan menjemput adik saya untuk menghadiri pesta itu, " ujar Arnius.
"Hemmm, kalau begitu baiklah, selamat malam pangeran Arnius, " ucap raja kegelapan lalu segera pergi di ikuti oleh Dao.
Sedangkan Arnius segera kembali ke kamarnya dan langsung tidur dengan lelap dan tenang.
Sementara itu di tempat Miya.
Mereka sedang makan malam bersama 🍴🍗🍚🍛
"Kak boleh minta tolong nggak?, " pinta Miya.
"Apaan?, " tanya Kanao dan Miao secara bersamaan.
"Kak besok beliin makanan di pasar ya, mau ku bawa buat buah tangan ke rumah sahabat ku, " pinta Miya.
"Oke ntar tak beliin, uang nya gw ambil dari ruang dimensi ya, " ujar Kanao.
"Oke, " setuju Miya.
"Hei Miao, kau tidak melakukan apa pun kan?, bagaimana kalau kau membantu kami, gara gara tugas dari Yuli kita pusing sendiri, " ucap Shiro.
"Oke sih oke, tapi apa nggak papa?, kan kita harus melayani nona dulu, " ujar Miao.
''Oke''
Skip keesokan harinya
author be like : keknya dari tadi skip skip mulu dah -_-||
Pagi pagi sekali Miao dam Kanao sudah selesai membereskan pekerjaan rumah dan memasak untuk Miya ketika bagun nanti.
Setelah itu Kanao pergi ke pasar sambil bersenang senang sedangkan Miao langsung masuk ke ruang dimensi sementara Miya masih sibuk dengan dunia mimpi.
Sekarang ini ia sedang tidur di ranjang king sizenya menggunakan baju tanpa lengan warna putih di padukan dengan celana pendek warna coklat sembari memeluk guling kesayangannya.
Sementara itu di aula sudah mulai berdatangan para tamu undangan yang sudah selesai sarapan dan siap melihat acara terakhir begitu pun dengan raja kegelapan dan Dao yang sudah ada di tempat mereka.
Sementara itu Arnius sedang berjalan ke arah paviliun Miya. Ia merasa canggung untuk pergi ke sana karena dia tidak pernah ke sana jika bukan karena perintah ayahnya (kaisar).
Dok dok dok
Pintu dinding di ketuk keras oleh Arnius tapi tidak ada jawaban lalu dia pun kembali mengetuknya sampai ada orang yang membukakannya.
sementara itu di sisi Miya.
__ADS_1
Dok dok dok
Suara ketukan itu masih bisa si dengar oleh Miya karena indera pendengarannya semakin tajam.
Tentu saja itu mengganggu baginya karena dia masih ingin tidur. Maklum ini baru jam 7 sedangkan Miya tidur jam 1 tadi malam karena terlalu fokus nonton anime sama baca komik.
"Cik siapa sih itu yang ngetuk pintu?, kan tinggal masuk gampang ga usah ganggu tidur orang, " kesal Mita sembari turun dari tidurnya dan berjalan dengan loyo ke arah pintu dinding.
Ia bahkan belum mencuci muka dan langsung kesana.
Dok dok dok
Suara itu masih terdengar membuat Miya kesal sendiri.
"Iya iya sebentar jangan ketuk lagi, aku lagi berjalan kesana tolong sabarlah!," ucap Miya sedikit teriak agar orang yang ada di balik pintu mendengarnya.
Sementara itu Arnius yang mendapat jawaban dari dalam pun berhenti mengetuk dan mulai menunggu. Walaupun dia jarang bertemu dengan adiknya ia masih mengenali suara itu karena kadang ia mendengar suaranya ketika sang ayah sedang memarahinya.
Beberapa saat kemudian Miya membuka pintunya dengan pelan.
Belum juga pintu terbuka setengahnya Miya kembali menutupnya karena melihat sosok yang ada di balik pintu.
Tapi terlambat, sebelum Miya benar benar menutup pintu itu Arnius mengganjal pintu itu dengan kakinya dan berusaha mendorong pintu agar terbuka.
"Apa kau mau menghindari ku setelah tau siapa yang mau menemui mu?, " tanya Arnius dengan suara dingin dan datar sungguh menakutkan bagi Miya.
"Sialan, kenapa yang datang malah kakak, ku kira kak Kanao. Huhuhu serem bener ni orang emak gw mau pulang 😭," batin Miya menangis.
"Ad... Ada urusan apa kakak kemari?, tanya Miya membukakan pintunya sambil menunduk karena wajah Arnius terlalu menyeramkan dan terlalu tampan bagi Miya untuk di tatap.
"Aku datang untuk menjemput mu mengikuti pesta, raja kegelapan mencari keberadaan mu, " ujar Arnius.
"Hah?, siapa itu raja kegelapan?," tanya Miya dengan gugup menatap muka Arnius.
"Kambing, ganteng banget ni cowok, ga ku sangka dia kakak gw, " batin Miya.
Kaget!!!
Itulah yang di rasakan oleh Arnius. Ia tak percaya bahwa perempuan cantik dengan pakaian terbuka di depannya ini adalah adiknya yang dulu buruk rupa.
"Haduh serem bener ni orang, mending di suruh masuk dulu ar lah, gw juga belum mandi, " batin Miya merasa kualahan menghadapi Arnius.
"Kakak ayo masuk dulu, apakah kakak sudah makan?, " tanya Miya canggung.
"Belum, " jawab Arnius.
"Kalau begitu kakak makan lah dulu di meja makan ada makanan aku akan mandi terlebih dahulu, " ujar Miya sembari mempersilakan Arnius masuk.
__ADS_1