Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 29 bertanggung jawab


__ADS_3

"Hah, salah nonton cerita gw, lagian tu acara mbosenin bat cuma gini gini kek lagi kondanhan manten gw, "gerutu Miya yang sedang berjalan kembali ke arah aula pesta.


"Apa yang terjadi dengan mu sayang?, " pertanyaan itu terdengar dari belakang Miya seontak membuatnya merinding.


"Kambing siang siang hantunya dah maen keluar aja ni, " gumam Miya kesal sembari berbalik badan dan mendapati Ren yang sedang berdiri dengan penuh ke khawatiran.


"Ealah kak Ren kalau mau keluar bilang bilang dulu dong, assalamualaikum kum kek hai kek yang penting ngucap in salam, " nasehat Miya.


"Apa yang terjadi dengan mu?, aku tadi melihat hidung mu mengeluarkan darah apa kau baik baik saja?, " tanya Ren khawatir.


"Tadi cuma salah gizi doang kok, lagian kenapa kakak selalu memperhatikan ku?, apa kakak tau di panggil sayang itu bikin ngeri tau ga sih kayak orang pacaran aja, " ceramah Miya.


" Itu karena aku mencintaimu, bahkan aku rela pindah agama untuk mu, apakah kau tidak merasakan hal yang sama saat melihat ku?, " tanya Ren.


"Rasanya cinta itu gimana ye?, orang bilang yang bikin jantung jedak jeduk terus jadi pengen dia ada di sisi kita selamanya kan?, kalau iya aku sudah berulang kali jatuh cinta dong ๐Ÿ˜•," ucap Miya polos sukses membuat muka Ren menggelap.


"Siapa yang berhasil merebut hati mu?, katakan pada ku akan ku bunuh dia ๐Ÿ˜ก," marah Ren tidak terima.


"Oh mereka para waifu and bias ku, lagian jangan asal bunuh orang dong ga baik tauk! ๐Ÿ˜‘," ujar Miya.


"Siapa itu waifu dan bias?, kenapa nama mereka sangat aneh?, yang lebih penting dimana mereka? akan ku hajar habis habisan mereka!," tekad Ren.


"Dasar kolot waifu ama bias aje ga tau ๐Ÿ˜‘," batin Miya.


"Jangan bawa serius dong mereka juga ga nyata di kehidupan ku,'' ucap Miya.


'' Apa maksud mu?, " bingung Ren.


"Waifu itu kan semacam pacar 2d artinya cuma gambar terus ga nyata, nah bias tu oppa oppa korea yang cakep cakep tapi mereka aja ga tau kalau aku idup di dunia ini ๐Ÿ˜‘. Rasanya nyesek kalo di inget we (โ•ฅ๏นโ•ฅ)," jelas Miya.


"Jadi kau tidak benar benar menyukai mereka? ๐Ÿ˜ƒ," tanyanya.


"Ya tentu lah emang bisa jadi kenyataan?, ya enggak lah โ”(ยดะด๏ฝ€)โ”Œ," sahut Miya.


"Kalau begitu syukurlah, kau hanya milik ku seorang, " Lega Ren sembari mencium pucuk kepala Miya sesaat.


"Hah!!!! ยฐะ”ยฐ, kaget Miya.

__ADS_1


" Kak Ren bagaimana kau bisa menodai ku begini!?, apa kau tau belum pernah ada yang mencium ku kecuali para keluarga ku?, kau tega sekali kak pokoknya kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค!!!," marah Miya.


Author : ealah Mi cuma di cium tu kepala aja udah minta tanggung jawab, lu beg* apa gimana sih ๐Ÿ˜‘


Ren tersenyum senang mendengar ocehan Miya.


"Kau ingin aku bertanggung jawab?, lalu apa yang harus aku lakukan?, " tanya Ren di sertai seringaian.


" Kau harus bisa membuat kekuarga ku yang di sini dan di dunia asal ku menerima mu itu sudah cukup, " jelas Miya membuat Ren kembali menyeringai.


"Kenapa kau menyeringai?, apa aku salah meminta mu melakukan itu?, " tanya Miya.


Author : ya jelas salah lah orang cuma di cium jugak, kek gadis jual mahal lu Mi ๐Ÿ˜‘


" Tidak kok, tidak sama sekali. Kalau begitu tepati janji mu untuk menikah dengan ku dan jangan jatuh cinta pada laki laki lain," ucap Ren senang lalu menghilang di tengah hembusan angin.


"Orang aneh, ngomong ngomong gw heran orang lain nemu suami gimana sih?, gw ga ada niatan bat buat deket ama cowok selain tu orang, " ujar Miya sembari berjalan.


Skip keesokan harinya.


Hari ini adalah hari perlombaan memanah dan berpedang.


Miya bangun dengan sangat terpaksa dan menuju ke tempat lapangan pelatihan untuk melihat perlombaan.


Padahal dia kan tidak ikut bertanding jadi dia sangat malas jadi dia memutuskan untuk mengerjakan tugas yang ia minta dari gurunya setelah memberi semangat kepada para kakaknya.


Namun saat dia hendak berjalan menuju kamarnya lagi, tiba tiba seorang laki laki menghadang jalannya lalu mulai menggodanya.


"Hai Miya apa kau masih ingat dengan ku?, aku adalah mantan tunangan mu, karena kau sangat mencintai ku maka ayo kita kembali bersama, " ucap orang itu yang tak lain adalah tunangan Miki yaitu Kiwano Ko ( aneh ga sih namanya?, kalo aneh ya maap gw ga bisa ngarang nama).


ps : guys kalo latar belakang ni tokoh udah ada di episode sebelumnya di sini di rubah ya soalnya author Lupa๐Ÿ˜…


" Kau ini siapa?, kau sangat narsis, " jijik Miya.


"Ayolah Miya sayang bukannya kau sangat mendambakan ku dulu, kalau begitu ayo kita bersama selamanya, aku pasti akan merawat mu tentu kau harus memberikan tubuh mu padaku, " godanya genit.


"Jijik gw sama ni orang, padahal rambutnya item tapi kok genit mata keranjang sih, ku kira cuma cowok rambut putih kek jiraya yang mata keranjang tu ๐Ÿ˜‘," gumam Miya.

__ADS_1


"Aku punya kehormatan, siapa kau hingga membuat ku harus tunduk pada mu, " tolak Miya.


"Apa?, sayang kenapa kau berubah?, bukankah dulu kau begitu mencintai ku?, " ujar nya.


"Sial, jika bukan karena tubuh mu yang sempurna itu aku tidak akan melakukan hal seperti ini, " batinnya.


"Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Pergi kau!, jauhi adik ku jangan dekat dekat dengannya, " ucap Arnius dingin yang tiba tiba muncul sembari memeluk Miya dari samping.


"Ada apa pangeran Arnius?, ini adalah masalah kami berdua tolong jangan ikut campur, iya kan sayang?, " ucap Kiwano.


"Kakak apakah dia adalah mantan tunangan ku yang lebih memilik kak Miki itu?, " tanya Miya di balas anggukan oleh Arnius.


"Kau laki laki murahan, bukankah kau sudah punya tunangan lalu untuk apa kau mengincar ku dasar bajinga*!," marah Miya.


"Cik dasar wantia kurang ajar jika aku sudah berhasil mendapatkan mu tidak akan ku biarkan kau berkata seperti itu lagi, " batin Kiwano kesal.


"Apa yang kau bilang sayang?, kalau soal itu bukankah aku bisa membatalkan pertunangannya?, " bujuknya mecoba meyakinkan Miya.


" Siapa yang kau bilang sayang hah?!, dasar laki laki bajinga*!" ucapan yang penuh penekanan itu terdengar dari belakang Kiwano bersamaan dengan aura mematikan yang sangat pekat.


"Salam yang mulia raja kegelapan, " ucap Arnius sembari menunduk sedikit.


Sedangkan Miya hanya diam dan Kiwano ketakutan.


"Sa... salam yang mulia raja kegelapan, ada masalah apa hingga anda datang ke sini yang mulia?, " tanya Kiwano gugup.


"Ku ulangi sekali lagi, siapa yang kau panggil sayang hah!, " bentak Ren. Untung di sana tidak ada orang kalau tidak sudah jadi pusat perhatian lah mereka.


o0o


maap ye readers author lagi sibuk belajar, kalau ada typo di maafkan ya dan tolong dukung author dengan cara like, vote, dan komen.


Sebagai tanda permintaan maaf author kasih hadiah deh.



Suami khayalan mo lewat wkwkwkwk ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2