
Nia merenung untuk sesaat lalu kemudian berkata.
"Eh kalian pernah pacaran ga sih?, pernah di tembak orang berapa kali?, " tanya Nia.
"Gw pernah pacaran 3 kali terus putus, setatus gw jomblo sekarang," jawab Sintia.
"Oh dan yang pernah nembak gw ada 9 orang, " tambahnya.
"Buset banyak bener, apanya sih yang di suka mereka dari lu?, perasaan ga ada spesialnya deh, " ucap Yuli bingung.
"Kalo gw sendiri sekitar 5 orang yang nembak tapi gw tolak semua, kalo lu Ka?, " tanya Nia.
"Gw pernah 4 kali sama satu orang yang cuma suka suara gw, tapi gw tolak, " ujar Eka.
"Eh buset kalian kok gini amat?, apa cuma muka gw yang burik bat di antara kite ber empat ni?, terus kok kita jadi bahas kek gini tuh gimana ceritanya? (๏ฝกล_ล)" Yuli.
"Bentar bentar Yul emang lu di tembak cowok berapa kali?," tanya Nia penasaran.
"Dua kali, udah ke hitung ama si kak Ren, " jawab Yuli.
"Beneran Yul?, " tanya Eka.
"Hooh itu pun yang pertama cuma nembak main main, jadi gw tolak deh, " ujar Yuli.
"God job lu Yul ๐๐," ucap Sintia.
Mereka pun akhirnya melanjutkan acara ngantin plus acara ngrumpi versi para ciwi ciwi entu sebelum akhirnya bel tanda masuk pun berbunyi.
o0o
Skip pulang sekolah.
Miya segera pergi ke vilanya dan pergi mendatangi rumah ibunya ( selir kedua / Ao Minori. Hayo sapa yang dah lupa namanya? ~ )
"Ibu adik ada?, " tanya Miya setelah sampai sembari menyalimi tangan sang ibu.
"Mereka ada di dalam, pergi temuilah mereka!," ujar selir Minori lembut.
"Baik bu, terimakasih, " sahut Miya.
"Kenapa kau berterima kasih begitu?, ibu kan tidak melakukan apa pun ๐," bingung selir Minori.
"Cuma ingin bilang hehehe ๐," ucapnya ceria sembari berjalan masuk ke paviliun.
BRAKKKKKK
"Hei epribadi assalamualaikom , " teriaknya sembari membuka pintu dengan keras seketika membuat Arnius, Sachie dan Fudo terlonjak kaget.
"Kakak bisakah kau lebih sopan saat membuka rumah orang?!, " kesal Sachie.
"Maaf sudah terbiasa, " sesal Miya sambil cengengesan.
"Eh kak Arnius di sini juga?, " sapa Miya.
"En, " jawab Arnius.
"Lagi pada ngapain?, " tanya Miya.
"Sedang mengobrol, kenapa kakak datang ke sini?, " tanya Fudo.
"Oh, kalau ku ajak pergi pada mau ga?, " tanya Miya.
"Kemana?, " tanya ketiganya kompak.
__ADS_1
"Ke desa ku, besok kan ada acara di desa jadi aku berencana mengajak kalian, " jelas Miya.
Mereka bertiga saling memandang untuk sesaat lalu menjawab.
"Kami ikut!, "
"Aku ikut, " tiba tiba sesosok bayangan muncul entah dari mana sembari berkata dengan dingin membuat Miya dan lainnya kaget.
"Eh buset muncul dari mana kau kak?, kalo mau muncul kasih salam dulu napa jantung ku mau lari nih (ยฌ_ยฌ)," kesal Miya ketika tau yang datang adalah raja kegelapan.
"Maaf, " sesalnya.
"Gapapa, kak kau mau ikut?, " tanya Miya memastikan di jawab anggukan oleh raja kegelapan.
"Nanti ada banyak orang lho, ada Haru dan Vilo juga, " ujar Miya.
"Tak apa yang penting ada kamu, " ucap Ren sembari mengusap kepala Miya.
"Serah ah kalo gitu ayo pergi!, " ucap Miya semangat.
"Sekarang?, " bingung Sachie.
"Nggak tahun depan neng ๐," jengah Miya.
Oh
Ya sekarang lah bodo!
"Ya jangan ngegas dong kak ๐," kesal Sachie.
"maap lagi sensitip :v, canda deng, " ujar Miya.
Mereka pun pindah ke vila Miya dan di sambut dengan mobil besar penuh dengan barang dan juga Kanao, Miao, Haru dan Vilo yang sudah menunggu.
Dan sebenarnya pun koper yang berada di mobil hanyalah khiasan semata karna isinya kosong.
Mereka tak butuh hal itu kan bisa di simpan di cincin penyimpanan atau pergi mengambil langsung dari paviliun, mereka kan bisa memakai gate.
Itu hanyalah pelengkap dalam drama kehidupan :v
"Kalau begitu sampai jumpa di rumah, " ucap Miya sembari membuka gate yang besar dan lebar agar memungkinkan mobil itu masuk.
Mobil itu akan di pindahkan ke tempat sepi yang ada di dekat desa Miya sementara Miya sendiri pergi ke rumahnya.
"Assalamualaikum, " ucap Miya sembari memasuki rumah.
"Waalaikumsalam, " teedengar Aisyah menjawab dari dalam.
"Kak nanti mau ada tamu tolong di omongin ke bapak ya, " ucap Miya.
"Siapa yang mau bertamu?, " tanya Aldro.
"Bang Arnius ama si adek, " jawab Miya.
"Eh tumben di sini, " ucapnya lagi.
"Oh si Fani pengen makan bersama jadi ya kami kesini, " ucap Vesia yang muncul entah dari mana.
"Oh si bumil ye, kemana tu si mbak Fani?, terus ini dua tuyul kemana kok nggak keliatan?, " tanya Miya.
"Si Fani lagi tidur terus si Fardan sama Yuyu lagi main, " jawab Aisyah.
"Oh oke deh, " ujar Miya acuh sembari menghampiri lemari es dan mengambil jus jeruk yang ada di dalamnya tak lupa dengan meminta izin.
__ADS_1
"Kak ni es jeruknya gw minum ya, " pinta Miya.
"Oke tapi entar tolongin bapak kasih makan ayam, " ujar Aisyah.
"Ok, ngomong ngomong bapak di mana?, " tanya Miya.
"Lagi ke sawah, " jawab Aisyah.
Oh
O0O
Beberapa saat kemudian Fani sudah bangun dari tidurnya, sang ayah pun sudah pulang dari sawah sedangkan Miya sedanh sibuk dengan para ayam peliharaan sang ayah.
Duli saat kecil Miya dan Fani selalu bermain dengan ayam bahkan saat ayam itu akan di jual mereka menangis dan tidak tidur semalaman menjaga sanh ayam.
Itu merupakan pengalaman berharga yang di miliki Miya hingga sekarang jadi kalau cuma memberi makan ayam yang banyak itu bukan masalah baginya.
Sementara itu di depan pintu di ketuk oleh salah seorang tetangga Miya, saat Aisyah bertanya ada apa tetangga itu berkata bahwa ada yang sedang mencari rumah mereka.
Aisyah pun teringat dengan kata kata Miya dan bergegas keluar rumah.
Benar saja, di jalan depan rumahnya terparkir mobil berwarna hitam yang membawa beberapa orang dan beberapa koper besar.
Beberapa warga dan anak kecil yang sedang bermain pun sedikit berkerumun di sana karna penasaran termasuk Fardan dan Yuyu yang sedang bermain bersama di dekat rumah.
Tak lama seorang perempuan yang memegang kemudi keluar dari dalam mobil menggunakan masker berwarna hitam, rambut panjang di gerai, celana panjang berwarna hitam dan atasan putih berlengan panjang.
"Ini benar rumahnya Dwi Yulia Putri?, " tanya orang itu yang tak lain adalah Kanao.
"Ah Iya, para tamu silakan masuk dulu, " ucap Aisyah mengikuti alur drama yang di berikan Kanao.
"Baik, kalau begitu boleh kami meminjam bagasi mobilnya?, " tanya Kanak sopan.
"Tentu tentu silakan, kalian adalah teman adik ku silakan anggap rumah sendiri, " Aisyah memberi persetujuan.
"Terimakasih, " ucap Kanao sembari kembali masuk ke dalam mobil dan memasukkan mobil ke dalam bargasi.
Sementara itu para warga yang melihat orang berkulit putih masuk ke dalam rumah Miya pun bergosip entah apa.
Para anak kecil pun terlihat penasaran dengan identitas mereka hingga hendak bertanya kepada Fardan dan Yuyu tapi ternyata bocahnya sudah pergi mengikuti mobil yang masuk ke dalam rumah mereka.
Karna dengan melihat Kanao mereka tau kalau kakak mereka datang.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita hanya karangan author semata, jika ada kesalahan kata, kesamaan nama, tempat atau suasana maka itu hanya murni kebetulan.
Typo bertebaran
maaf author lama ga up ๐
__ADS_1
sekian dan terimakasih