
"Kak siapa yang datang?, " tanya Fani yang sedang dalam perjalanan kembali ke ruang keluarga dan lanjut nonton tv bersama yg lainnya.
"Itu keluarga nya si Yuli, " balas Aisyah.
"Oh, " tanpa melirik sedikit pun dia pergi sembari membawa setoples makanan.
"Ga punya sopan santun kau!, di depan ada tamu kok ga di peduliin, " marah Aisyah.
"Siapa?, " tanya raja kegelapan.
"Namanya Fani, kakak ke 3 nya Yuli, kalau aku Aisyah istri kakak pertamanya Yuli, " jelas Aisyah.
Oh
Aisyah pun membawa para tamu itu menuju ruang tamu di mana semuanya sedang berkumpul.
Saat sampai di sana yang pertama menyambut mereka adalah ayah Yuli.
Dia dengan senyum mengembang menyapa Sachie, Fudo, Haru, dan Vilo juga kepada Arnius kakak tertua.
Namun ketika melihat wajah tampan raja kegelapan yang datar namun menawan itu kebingungan pun muncul di raut wajahnya.
"Aisyah ini siapa ya?, " tanyanya pada sang menantu.
"Ayah dia......, " Aisyah ingin menjelaskan ketika ia mulai ingat bahwa dia pun tak tau namanya.
Mengetahui hal itu raja kegelapan pun mengambil alih dan menjawab.
"Raja kegelapan, tunangan Yuli, bisa di panggil Ren, " ucapnya.
Hah?
Seketika suasana hening melanda sampai tiba tiba suara Yuli terdengar.
"Pak itu ayam yang di kandang pada rebutan sarang telur tu di gimanain?, " tanyanya belum sadar.
Sesaat kemudian....
"Loh kalian dah nyampe?, kok cepet bener?, " sapa Yuli.
"Iya dong, kak kau sedang apa? ," tanya Sachie karna Yuli datang membawa ember kecil berisi makanan ayam yang lupa ia taruh.
"Ngasih makan ayam emang apa lagi?!," ujar Yuli.
"Ya kan cuma nanya, " sahut Sachie.
"Yul, ini tunangan mu?, kau sudah tunangan?, " tanya ayah Yuli setelah keluar dari rasa keterkejutannya sembari menunjuk ke arah raja kegelapan.
"Ayah lihatlah tangan ku ini masih kinclong ga ada cincinnya, tentu saja Yuli belum tunangan, " ujar Yuli.
"Lah terus tadi katanya......, " Vesia menggantung kata katanya ketika tiba tiba raja kegelapan menyahuti.
__ADS_1
"Ren menghadap ayah mertua untuk meminta restu, saya ingin menikahi putri anda, " ucap raja kegelapan to the point membuat semuanya melongo kecuali Fardan dan Yuyu yang masih kecil dan tak tau apa apa.
"Ap... Apa?, apa aku tidak salah dengar?, telinga ku masih normal kan?, " tanya Fani beruntun.
"Kau benar benar ingin melamarnya?, " tanya Faro.
"Ya, " ucap tegas raja kegelapan .
Setelah beberapa saat ia mulai mengeluarkan banyak kotak berwarna merah dengan hiasan pita merah di atasnya layaknya hadiah pernikahan.
"Buset banyak bener, sejak kapan kau menyiapkan ini kak?, " tanya Yuli kaget melihat setumpuk besar kotak memenuhi ruang tamu.
"Aku sudah mempersiapkannya sejak lama, " jawab raja kegelapan.
"Buset niat bener, " ucap Yuli dengan mata berkaca kaca.
Fani yang menyadari keanehan itu Dan lalu bertanya, " napa lu Yul?, kelilipan dedak kau gara gara ngasih makan ayam?, " tanyanya sedikit bercanda.
T/N : bagi yg tidak tau dedak tu kulit padi yg di giling halus.
"Enggak kok, " bantah Yuli.
"Lah terus?, " tanya Sachie.
"Gw ga nyangka kalo ada yang bener mau ngelamar gw hiks, gw kira gw bakalan jomblo sampe mati (╥﹏╥)," ujar Yuli
".............."
"Gitu amat lu Yul, " ujar Aldro.
Tuan Senjaya, Faro, Aldro, bagas dan Arnius duduk bersama di ruang tamu dan mendengarkan lamaran sang raja kegelapan yang memgaku bernama Naoki Ren itu. Sementara itu Fudo, Sachie, Kanao, Miao, Fardan, Yuyu, Haru, Vilo, dan Fani memilih pergi untuk sekedar berbincang atau bermain.
Sementara itu Aisyah dan Vesia menghidangkan beberapa makanan untuk raja kegelapan dan sang bintang yang sedang di lamar, si Yuli sedang gelud dengan ayam milik ayahnya.
Tuan Senjaya melihat dengan gugup dan wadpada raja kegelapan yang telah melamar putrinya ini. Sudah banyak pertanyaan ia tanyakan kepada orang ini tetapi dia bisa dengan mudah menjawabnya, bahkan jawabannya sangat meyakinkannya. Kak Aldro yang biasanya serius dan tidak mudah di bujuk pun juga teryakin kan dengan kata katanya.
"Ku dengar banyak orang mengambil selir dan gundik di dunia itu, apakah anda juga akan melakukan hal yang sama?" tuan Senjaya kembali bertanya sembari menyeruput teh yang di buat oleh anak dan menantunya.
Mendengar pertanyaan itu, wajah raja kegelapan yang memang dingin menjadi lebih dingin, dengan cepat dan tak terbantahkan dia menjawab, " Aku bersumpah hanya akan mengambil Miya sebagai istri ku, permaisuri ku dan pendamping hidupku, jika aku melanggar janji maka aku akan mati di saat itu juga dengan keadaan yang mengenaskan! "
Janji yang begitu mengerikan membuat pihak keluarga Yuli sangat teryakinkan.
"Apakah orangtua mu setuju dengan keinginan mu ini? ku dengar Yuli juga punya seorang ayah dan seorang ibu di sana, apakah mereka juga menyetujuinya? "
Raja kegelapan menjawab dengan serius, " Orangtua ku sudah tiada saat aku masih kecil jadi aku tumbuh untuk mewarisi apa yang mereka tinggalkan. Di kediaman ku keputusan ku adalah mutlak, untuk selir Minori aku sudah pernah berbicara dengannya dan tidak ada penolakan, kalau untuk kaisar Zhang...... "
"Dia bahkan tidak peduli apakah adik ku hidup atau mati, lalu untuk apa dia peduli dengan pernikahannya? palingan dia hanya akan bilang Putri Zhang Miya menikah dengan seorang pengawal karena cinta kepada dunia luar agar namanya semakin buruk. Ayah kau tidak perlu menganggap orang itu sebagai ayah Miya, ayahnya hanyalah dirimu seorang, " sebelum Raja kegelapan selesai berbicara, Arnius terlebih dulu menyela dengan berbagai kata hinaan untuk ayah kandungnya sendiri.
Dengan kesedihan yang jelas Tuan Senjaya menghembuskan nafas rendah kemudian meminta maaf kepada Kak Arnius dan Raja kegelapan karena telah menyinggung hal hal yang tidak seharusnya ia singgung.
Pada akhirnya, Tuan Senjaya, Faro, Aldro dan juga Bagas menyimpulkan dengan satu kesimpulan.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menemukan celah dalam kata kata mu, kamu boleh menikahi Yuli tapi tolong jaga dia untuk ku, itu pun jika dia mau menikah dengan mu. "
Seringai samar terlukis di bibirnya ketika dia berkata, " Ayah bisa tenang, dia tidak akan menolak ku, lebih tepatnya tidak akan ku biarkan dia menolak. "
Bertepatan dengan berakhirnya kalimat itu, datanglah si Yuli yang sudah selesai memberi makan ayam dan hendak pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya yang kotor gara gara ayam ayahnya. Ia tidak menyangka hanya beberapa puluh hari berlalu sekarang ayam ayam itu bisa menjadi sangat menyebalkan.
"Menolak apa? " tanyanya heran ketika tak sengaja mendengar kata kata terakhir.
Raja kegelapan tersenyum lembut ke arah Yuli," tidak ada. "
Tuan Senjaya, Kak Aldro, Kak Faro, Bagas, Aisyah dan Vesia yang sedang mendengarkan di samping : "............" ternyata dia juga bisa tersenyum.
Yuli, " Oh. "
Saat Yuli hendak kembali berjalan tiba tiba ayahnya memanggil namanya dan bertanya, " Yuli, apakah kau mau menikah dengan Tuan Ren? "
Dengan polos Yuli menoleh ke arah Ayahnya yang tengah menunggu jawaban dengan gugup lalu ke arah Kak Ren nya yang masih terus tersenyum kepadanya.
Setelah lama terdiam, akhirnya Yuli menjawab, " Yuli tidak keberatan, Kak Ren pernah bilang akan menikahi ku, karena saat dia mengatakan itu terdengar sangat serius, maka akan ku terima, lagi pula dia baik, lembut, tampan, dapat di andalkan dan selalu memperlakukan ku dengan baik. "
Orang orang yang telah menjadi bangkai dan menyatu dengan bumi be like : baik dan lembut dari mananya neng? ∑( ̄□ ̄;)
Jujur saja Yuli tidak pernah membayangkan dirinya akan menikah suatu hari nanti jadi jika memang ada orang sesempurna Raja Kegelapan melamarnya, untuk apa dia menolak? lagi pula dia juga suka pada kak Rennya.
Dengan jawaban Yuli sebagai hal terakhir yang di perlukan, akhirnya pernikahan antara Yuli dan Raja Kegelapan di setujui. Setelah itu Raja kegelapan segera membahas hari yang tepat untuk melaksanakan upacara pernikahan yang entah kenapa ayah Yuli merasa itu terlalu terburu buru karena akan di lakukan dalam waktu yang dekat. Tapi setelah melihat semangat antusias yang tercermin di wajah dingin Raja kegelapan dan Yuli yang tidak peduli alias bodo amat, akhirnya dia menyetujui apapun yang di katakan calon menantunya. Jujur dia memang merasa menantunya baik untuk anaknya, hanya saja.... dia terlihat sangat dingin kecuali kepada calon istrinya (⊙▽⊙|||)
Setelah selesai menetapkan tanggal dan bulan, Raja Kegelapan memberikan beberapa barang lagi kepada masing masing anggota keluarga Yuli dan segera pergi untuk mempersiapkan upacara pernikahannya. Hanya kali ini saja dia terlihat sangat senang bahkan membuat para pelayan yang tidak sengaja di lewati oleh tuan mereka melongo takjub.
"Ayah maaf, dia tidak sopan -_-||," ujar Yuli.
"Itu karena dia bersemangat hahahaha! Baiklah ini sudah mulai malam, ayo kita makan malam dan pergi tidur! "
Dengan titah dari Tuan Senjaya makan malam pun segera di gelar lalu di lanjutkan dengan beberapa obrolan sebelum akhirnya mereka tidur, bersiap untuk menyambut hari esok.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Halo aku balik nih, semoga masih ada yg baca hehe
papay