
Ia menghela nafas pelan dan mulai mengedarkan pandangannya untuk melihat keadaan di sekitar kemudian pandangannya berhenti tepat di arah depan yaitu arah di mana raja kegelapan duduk.
Miya merasa ngeri dengan aura yang di keluarkan oleh orang yang duduk di depannya itu bahkan lebih menyeramkan ketimbang kakaknya.
"Hiii sapa tu?, kok serem bener jadi orang. Udah pakaiannya serba hitam, ake topeng lagi, di tambah auranya nyeremin kek nonton film paling horor di dunia wkwkwkwk, " batin Miya segera memalingkan wajahnya karena takut ketahuan memperhatikannya dan mendapat masalah.
Tapi lagi lagi Miya terlambat memalingkan wajahnya karena sebelum ia memalingkan wajah raja kegelapan pun menatap dirinya dengan dingin dan datar membuat Miya bergidik ngeri serasa ingin menangis.
"Wadidaw gini amat nasib gw, ga ada yang lancar hari ini, yawloh serem bener tu orang serasa mau nangis gw tapi malu hiks hiks hiks 😢≥﹏≤," batin Miya berusaha untuk tidak melihat ke arah depan dan melupakan hal tadi.
Tetapi tidak berguna, aura nya yang begitu menakutkan masih membuat Miya seakan ingin ngumpet di tempat yang aman.
Karena tidak tahan lagi ia pun menyembunyikan wajahnya di jubah yang di pakai Arnius.
"Apa yang sedang kau lakukan Mimi?, " tanya Rei kepada Miya sedangkan Kazuo dan Arnius cuma menatapnya dengan tatapan heran.
"Orang itu menyeramkan, dia terus melihat ku, " cicit Miya sembari menunjuk raja kegelapan.
"Oh maksud mu raja kegelapan?, dia itu memang sangat dingin dan auranya juga menyeramkan, bahkan para kaisar saja hormat dengannya karena ia sangat kuat, " jelas Kazuo.
"Oh jadi dia yang menanyakan ketidak hadiran ku, " gumam Miya.
"Emmm, lalu sedang apa kau bersembunyi di jubah Arnius Mimi?, " tanya Rei.
"Tadi aku tidak sengaja menatap nya terus aku di tatap balik, rasanya sangat menyeramkan jadi aku sembunyi, " cicit Miya.
"Kau ini ada ada saja wkwkwkwk, " tawa Miya.
Di sisi raja kegelapan.
"Hmmm, jadi itu yang namanya putri Miya?, " gumam raja kegelapan sembari menatap balik Miya yang sedang memperhatikannya dengan tatapan bosan.
"Hemmm?, ada apa dengan nya apakah dia takut dengan ku?, " bingung raja kegelapan ketika melihat Miya ngumpet di balik jubah Arnius.
"Biasanya jika ada gadis yang ku tatap seperti ini dia pasti akan menggoda ku tetapi dia malah takut, hahahaha sangat lucu aku bisa menebak bahwa dia ketakutan sampai mau menangis, " batin raja kegelapan sembari menahan tawa akibat ulah Miya yang menurutnya begitu lucu.
Back to Miya.
Beberapa menit kemudian ⌚
"Aaaaaaaaaa, buset ni kapan kelarnya sih?, dari tadi pertunjukannya cuma meragaim jadi cacing kepanasan ga ada yang lain, " gumam Miya memakan kue bulan sembari menyangga kepalanya dengan tangan.
"Paling enggak dangdut kek yang bisa bikin goyang, lha kalo ini malah bikin tidur, " keluh Miya.
"Aaaaaa buang buang waktu, mending main hp, " ujar Miya.
Kemudian ia mengeluarkan hp dari sela sela bajunya dan juga mrngambil headset dari ruang dimensi dengan sembunyi sembunyi.
Dan pesta Miya pun di mulai sendiri. Ia menyalakan musik lalu membuka whatsapp sambip menggunakan headset.
on
Fani📱: P
Miya📱: paan? 😒
Fani📱: lagi ngapain lu Yul?
__ADS_1
Miya📱: lagi di pesta
Fani📱: pesta apaan?
Miya📱: pesta ulang tahun kaisar lah lu gimana sih?,kemaren kan udah di kasih tau! 😤
Fani📱: Sory lupa, gimana pestanya enak ga?
Miya📱: ga, bosenin malahan
Fani📱: kalo mbosenin ya pulang
Miya📱: lu tau sendiri gw gimana?, mana bernai gw pergi di tengah pesta 😑
Fani📱: udah ngasih hadiah belum lu Yul?
Miya📱: belom gw aja di paksa ikut 😒
Fani📱: Ouh, Yul Kanao nyariin tuh ( habis dapet pesan dari Kanao)
Miya📱: bilangin gw ada di aula
Fani📱: oke
Miya📱: yowes bay
...off...
Setelah puas mengobrol dengan Fani, Miya pindah ke mangatoon dan membaca komik di sana sembari nyemil kue bulan milik kakaknya hingga habis.
"Kak kue nya habis mau lagi, " ucap Miya sembari menarik narik lengan baju Arnius.
"Jangan terlalu dingin begitu dong Ar dia kan adik mu, Miya makan punya kakak ya ini, " ucap Kazuo sembari memberikan kue bulannya kepada Miya.
"Makasih, " ujar Miya.
"Sama sama 😊," balas Kazuo.
"Hei Mimi, apa yang kau pegang itu?, " tanya Rei sembari menunjuk hp yang di pegang Miya.
"Oh ini hp, emang kenapa kak?, " tanya balik Miya.
"Tidak apa apa, aku hanya penasaran karena tidak pernah melihatnya sebelumnya, " jawab Rei sedangkan Miya ber oh ria.
Sementara itu acara pemberian hadiah dan pertunjukan dari para penari telah usai, tidak ada yang mempertanyakan kenapa Miya tidak memberi hadiah karena bahkan sebagian besar dari mereka tidak merasakan kehadiran Miya alias di acuhkan.
Sekarang waktunyq para generasi muda untuk menunjukkan bakat mereka di panggung.
Mereka berlomba lomba untuk memikat hati kaisar atau para pejabat tinggi, pangeran dan putri agar bisa di jodohkan atau agar mendapat hadiah dan pujian.
"Kakak aku ingin ketoilet sebentar, aku titip hp ku sebentar, " ucap Miya sembari melepas headset nya dan meletakkannya di meja bersama dengan hpnya sekalian.
Arnius hanya mengangguk sebagai jawaban dan Miya pun pergi ke kamar kecil lewat belakang.
Di luar aula utama
"Fiuh, untung bisa keluar, " ucap Miya yang habis dari kamar kecil.
__ADS_1
"Mending di lama lama in aja wkwkwk, " ucap Miya sambil tersenyum konyol.
Ia kemudian duduk di sembarang tempat sampe teringat sesuatu.
"Oh iya hp ku kan ku tinggal, terus apa gunanya kalo di sini tapi bikin gabut 😑," ujar Miya bingung sendiri.
"Lha lu kan emang bodo, " tiba tiba suara yang familiar bagi Miya mengagetkannya.
"Astohpir, kak Kanao jangan ngagetin orang dong, " nasihat Miya.
"Oke oke sory, dari mane aje lu?, udah gw cariin ternyata malah di pesta, katanya ga mau dateng ke pestanya, " cibir Kanao.
"Kalo ga di paksa gw juga ga bakalan datang, udah mbosenin lama lagi hadeh, " ujar Miya.
"Emang lu di paksa sama siapa?, " tanya Kanao kepo.
"Ama kakak muka tembok, " jawab Miya acuh.
"Maksud lu pangeran Arnius?, " tanya Kanao lagi.
"Ya iya lah masak ya iya dong, " ucap Miya malas.
"Eh Mi, itu makanan yang lu pesen gimana?, gw udah beli tu terus sekarang udah dingin, " ucap Kanao.
"Lu makan aja terus beli yang baru, biar nanti kalau di makan masih anget, " ujar Miya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Huh dasar, ga tau usaha lu, " ucap Kanao ngambek langsung pergi.
"Kak jangan ngambek dong kan kakak jadi bisa makan sepuasnya!, " teriak Miya lalu kembali masuk ke dalam aula utama karena gabut kalo nunggu di sana mulu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC