Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 44 Lomba Agustusan


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi yang sibuk untuk menyiapkan sarapan pun datang. Karena ada tambahan beberapa orang di sini, yaitu Kanao, Miao, Haru, Vilo, Fudo, Sachie dan Pangeran Arnius, Yuli pun akhirnya juga harus bangun pagi untuk membantu kakak kakaknya memasak sarapan mereka.


Setelah selesai sarapan dan berdandan cantik, tiba tiba pintu depan rumah mereka di ketuk oleh seseorang. Fardan dan Yuyu yang kebetulan hendak keluar untuk pergi mendaftarkan diri dalam lomba tujuhbelasan membuka pintu dan mendapati ada seorang gadis yang berdiri di depan pintu.


Melihat wajah yang sangat di kenali oleh keduanya, mereka segera menyapa dengan hangat. " Halo kak Lia! Lagi Cari tante Yuli ya? Dia lagi di dalem, kakak masuk aja aku sama Fardan mau daftar lomba dulu ya! "


Selesai mengatakannya kedua bocah itu segera pergi meninggalkan pintu terbuka dan Liliana yang masih tidak belum menanggapi. Untung saja setelah mendengar kata kata Yuyu di depan, Yuli segera pergi dan mendapati Lia masih duduk di depan pintu dengan canggung.


"Kenapa ga masuk? rajin amat lu jadi muda mudi, " ujar Yuli sembari menghampiri Lia.


" Ga usah mbak aku di sini aja, udah siap belum mbak? " tanpa memperdulikan godaan Yuli, Lia menyahut dan melihat ke dalam rumah.


"Udah dong. "


Setelah kata kata ini keluar, Yuli segera keluar rumah dan meneriakkan beberapa nama secara beruntun. " Haru, Vilo, Sachie, Fudo, Kanao, Miao Bang Arnius ayo pergi! "


Suara toa khas milik Yuli segera menjangkau telinga masing masing orang sehingga mereka bergegas menampakkan wujudnya di depan pintu.


"Kita pergi sekarang ? " tanya Fudo.


Yuli, " Ya iyalah masa ya iya dong. "


Sachie," Santuy napa. "


Saat Yuli hendak kembali mengoceh, suara Lia datang dari sampingnya. " Mbak siapa orang orang ini? kok aku ngerasa ketemu artis sih. "


Dengan begitu Yuli segera memperkenalkan Lia kepada keluarganya dan dia juga memperkenalkan keluarganya kepada Lia. Setelah itu mereka bergegas pergi ke lapangan voli karena takut perlombaan akan segera di mulai.


Benar saja, mereka baru sampai di sana tetap kerumuman anak anak sudah ada di sana sini. Ada juga penjual jajanan seperti sosis, jus, bakso, dan lain lain yang siap menjual dagangannya.


Rombongan Lia dan Yuli menjadi pusat perhatian ketika mereka tiba karena wajah mereka yang tidak biasa. Pangeran Arnius dan Fudo mengenakan Kaos polos masing masing berwarna putih dan abu abu di padukan dengan celana hitam panjang. Sachie dan Vilo mengucir kuda rambut mereka dan menggunakan celana panjang berwarna hitam dan baju berlengan panjang warna merah dan merah muda dengan ujung kain lengan yang melebar. Kanao dan Miao memakai bawahan rok panjang berwarna ungu, atasan merah muda dan kerudung berwarma pink tua. Haru memakai celana pendek warna coklat berkantung dan atasan T Shirt berwarna kuning dengan tulisan The King di depan yang berhiaskan sebuah mahkota. Sedangkan Yuli, dia menggunakan Rok hitam panjang terfavorit, Baju putih dengan selang seling garis hitam dan kerudung merah muda.


"Mbak Fina kami mau daftar, " ucap Yuli setelah menghampiri meja pendaftaran.


Perempuan yang di panggil Fina tadi terlihat melongo sesaat saat melihat tampang Yuli dan kawan kawan sebelum sadar kembali dan memberikan daftar perlombaan yang akan di adakan. " Apa yang ingin kalian ikuti? katakan dan aku akan mencatatnya, " ucap Fina sembari melihat wajah wajah cantik di depannya.


"Mbak Fina biarkan saja mereka mengikuti semua lombanya," ujar Yuli tanpa memberi waktu Sachie dan kawan kawan untuk berkomentar.


Fina mengangguk patuh lalu kembali bertanya, " Jadi Yul, Siapa nama mereka? apakah mereka tau apa yang kita bicarakan? " Kabar bahwa keluarga Tuan Senjaya kedatangan tamu dari luar negeri sudah menyebar dalam semalam jadi tidak aneh jika Fina bertanya akan hal itu.


Dengan santai Yuli menepuk kepala Vilo yang ada di sampingnya dan berkata, " Tenang saja, mereka bisa berbahasa sini. "

__ADS_1


"Yang ini adalah Vilo, Ini adalah Haru, Itu adalah Sachie dan yang di sebelahnya adalah Fudo. Karena mereka berdua sudah besar kalian bisa memasukkannya bersama orang orang sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas. Aku, Lia, Kanao dan Miao akan membantu menjadi panitia dan Bang Arnius, apa yang akan kau lakukan? " tambahnya lalu menoleh ke arah Pangeran Arnius yang berdiri di belakangnya.


"Aku akan membantu. "


Oke.


o0o


Sekitar jam setengah delapan lagu lagu penyemangat di putar di area lapangan. Garis perlombaan di siapkan dan pemuda dan pemudi pun sudah mulai berkumpul. Hingga akhirnya pertandingan di mulai, semua anak dengan semangat segera masuk ke lapangan pertandingan ketika nama mereka di panggil oleh pihak panitia.


Pertandingan pertama adalah balap kelerang menggunakan sedok sambil membawa balon yang di apit di antara kedua paha. Di mulai dari jenjang tk, sd, smp dan sma/smk. Di pertandingan ini hasil akhirnya menunjukkan Haru, Vilo, Fudo dan Sachie menempati juara pertama dan kedua.


Saat mendengar pengumuman itu, Lia dari pinggir lapangan segera memuji, " Wow! mbak mereka sangat hebat! "


Yuli menutupi wajahnya dengan satu tangan dan mengintip ke arah dimana keempat orang itu berdiri dengan perasaan bangga dan sombong. "Siapa yang ga bakalan menang kalo sedari kecil fisiknya dah di latih 〒_〒 entah kenapa aku seperti melihat adik adik ku bermain curang dengan fisik kultivator mereka 〒_〒."


ooo


Pertandingan berikutnya adalah lomba memasukkan paku ke dalam botol. Seperti sebelumnya keempat orang itu kembali menempati juara pertama dan kedua.


ooo


ooo


Perlombaan selanjutnya, Kali ini adalah lomba balap karung. Karena tidak terbiasa bermain seperti ini akhirnya Sachie tidak mendapatkan juara kedua lagi, namun yang lain masih juara walau tidak menempati yang pertama.


Melihat ini para panitia di buat depresi karena semua juara di borong oleh keempat orang asing yang baru datang kemari ini. Bahkan para panitia yang sedari tadi mengisi acara dengan berbagai macam lawakan pun juga menyinggung kalau mereka adalah orang orang yang sulit di kalahkan.


Pertandingan terus berlanjut hingga perlombaan terakhir, yaitu pecah air akan di adakan. Namun karena waktu sudah berlalu sangat banyak, mereka memutuskan untuk iatirahat beberapa menit lalu melanjutkannya lagi.


o0o


Yuli menghampiri adik adiknya yang terlihat sangat ingin memakan makanan yang anak lain beli dari beberapa penjual jajanan. Yuli bukan orang yang pelit ( kadang kadang) apa lagi sekarang ini dia lagi banyak duit ( kaya mendadak sih dia, minta dikit ngapa) jadi dia memberikan dua lembar uang berwarna biru kepada mereka lalu menyuruh mereka untuk pergi membeli jajanan bersama Fardan dan Yuyu.


Setelah mereka pergi, Yuli berpisah seberntar dengan Lia dan pergi membeli Jus untuk dirinya sendiri dan sang kakak.


"Bang Arnius kau mau? " tawarnya sambil menyodorkan es jus nangka kesukaannya.


Pangeran Arnius menerimanya dengam senang hati dan meminumnya hanya untuk mendapati rasa baru masuk dalam indera perasanya.


"Bang Arnius, apakah acara ini menyenangkan? " tanya Yuli ketika mendapati bahwa kakaknya terlihat tidak sesenang adik adiknya.

__ADS_1


Dengan aktif Pangeran Arnius pun menjawab, " Ini menyenangkan, jauh lebih menyenangkan melihat semua orang bermain bersama. "


Yuli tersenyum senang dan terus melanjutkan obrolan mereka, meninggalkan Kanao dan Miao pergi mengobrol dengan Lia dan yang lainnya.


o0o


Perlombaan pencah air dimulai. Pangeran Arnius membantu untuk memasang plastik berisi air ke arena sedangkan Yuli dan kawan kawan mengikatkan penutup mata di masing masing peserta. Lagi lagi kali ini adik adik Yuli menempati juara pertama dan kedua, tidak hanya itu bahkan baju mereka pun tidak ada yang basah.


Untuk lomba terkahir ini, panitia memiliki satu putaran permainan untuk muda mudi dan memilih Lia, Yuli, Fina dan seorang laki laki pembawa acara bernama Bima.


Para peserta berdiri di garis yang sama membawa pelepah pisang sebagai pemukul dan dengan segera seseorang mengikat penutup mata di masing masing peserta. Tidak sampai mata Fina tertutup rapat, mereka segera melepas kembali penutup mata yang ada di wajah mereka dan kemudian panitia meniup peluit sebagai tanda perlombaan di mulai. Fina sebera berjalan maju dan bergegas memumul di tempat menurutnya air berada.


Sementara itu, Sachie di pinggir lapangan bingung dengan apa yang terjadi hingga tidak tahan untuk tidak bertanya, " Apa yang para orang dewasa itu lakukan? "


Belum juga ada orang yang menjawab pertanyaannya, muda mudi lain segera pergi mengambil plastik berisi air dan melemparkannya ke arah Fina. Tidak hanya itu, bahkan ada juga yang membawa tepung dan menuangkannya pada tubuh Fina hingga tubuhnya menjadi kotor.


"Apakah ini pembulian? " tugas Fudo.


Sekali lagi belum juga pertanyaannya di tanggapi orang, suara orang orang meneriakkan kata 'Selamat Ulang Tahun ' memenuhi lapangan perlombaan.


Ya, 17 Agustus adalah hari ulang tahun milik Fina.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Udah dulu entar aku di marahin bapak ku karena main hp terus :v


papay

__ADS_1


__ADS_2