Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 36 pulang ke rumah


__ADS_3

Beberapa menit kemudian.


Miya membawa sekantung plastik penuh buah raisa sembari memakannya.


"Kak gw mau balik dulu ya udah pada di tungguin tuh, oh iya ngomong ngomong ni masih ada sekantong buah kedongdongnya tolong beriin ke para kakak ku ya," ucap Miya.


"Kasih sendiri sana kita ni lagi sibuk mengajar tau nggak sih, " tolak Kanao.


"Kalo gitu Shiro, Kuro tolong dong, " pinta Miya.


"Lagi sibuk ngajar duo curut yang lu pungut!, " teriak Shiro dari kejauhan.


"Cihhh, ini sebenernya gw tuan mereka apa bukan sih?, kok di minta i tolong pada ga mau, " decak Miya sebal sembari keluar dari ruang dimensi.


Di kamar Miya.


Sringggg.


Tiba tiba sebuah cahaya muncul dan kemudian Miya pun muncul kembali.


"Kak ini buahnya, " ucap Miya sembari memberikan kantong plastik yang di bawanya ke Kazuo.


Kazuo pun membuka plastik itu dan melihat begitu banyak buah raisa di dalamnya membuatnya terkejut.


"Ini terlalu banyak Miya, aku belum tentu bisa membayar biaya untuk semua buah ini, " panik Kazuo.


"Tak apa itu ku beri untuk kak Kazuo, gratis tanpa pajak 👍," Ujar Miya.


"Tapi benda ini sangat berharga, " ucap Kazuo merasa tak enak menerima pemberian Miya.


"Kazuo benar Miya, " dukung Rei.


"Kalau begitu kak Kazuo harus membayarnya dengan menjadi kakak ku, " ujar Miya.


Ketiga pangeran : ............


"Apa?, kenapa kalian diam saja?, apa kak Kazuo tidak mau?, " tanya Miya beruntun.


"Tidak aku mau kok, tapi benar cuma itu yang kau mau?, " tanya Kazuo ragu.


"Aku tidak kekurangan apa pun kok tenang saja, " ucap Miya dengan penuh rasa bangga.


"Oh iya kak Kazuo apakah ayah mu tau kalau adik mu sakit?, " tanya Miya penasaran.


"Tentu saja, dia sangat khawatir dengan keadaan adik ku tapi masih ada hal lain yang mengkhawatirkan jadi aku yang bertanggung jawab atas adik, " jawab Kazuo.


"Hal mengkhawatirkan apa?, " tanya Miya dan Rei.


"Serangan binatang buas dan binatang roh, " ujar Arnius.


"Apa yang terjadi?, " tanya Rei.


"Kau ini pangeran putra mahkota, masak kau tidak tau tentang hal ini, " sindir Kazuo.


"Siapa juga yang mau jadi putra mahkota, mereka semua saja yang melimpahkan segalanya pada ku😤," kesal Rei.

__ADS_1


"Jadi apa yang terjadi?, " tanya Miya.


"Terjadi pergerakan aneh pada para hewan buas dan hewan roh tingkat rendah yang membuat mereka berlari keluar dari hutan dan masuk ke dalam kawasan penduduk, " jelas Arnius.


T/N : Yang di maksud bukan hutan kegelapan ya, soalnya di dunia itu bukan cuma ada hutan kegelapan doang.


"Karna itulah ketiga kaisar sedang rapat bersama raja kegelapan untuk mencari solusi akan masalah ini, " lanjut Kazuo.


"Oh gitu, eh kak aku mau pergi dulu ya, mungkin lama jadi kalian bisa pergi dulu, " pamit Miya.


"Mau kemana? "


"Nganter kedondong ke kak Fani dan lainnya, " ujar Miya.


"Fani siapa itu?, " bingung Kazuo dan Rei.


"Ikut, " ucap Arnius.


"Baiklah, kak Kazuo dan kak Rei sampai nanti," ucap Miya sembari melambaikan tangan lalu menghilang bersama dengan Arnius.


"Siapa itu Fani?, " tanya Rei.


"Mana ku tau, aku pergi dulu bay," ujar Kazuo melangkah pergi untuk mengantar obat sang adik.


"Cik tunggu aku dasar sialan!, " kesal Rei berlari menyusul Kazuo.


Rumah keluarga Senjaya.


"Assalamualaikum, " Miya membuka pintu depan lalu masuk ke dalam bersama Arnius.


"Kak aku ba- puffttt hahahahaha 😂," ucapan Miya terpotong karena tertawa melihat Fani.


"Kenapa lu Yul?, " tanya Fani merasa kesal di tertawai.


"Ga papa cuma ngerasa lucu gitu loh liat lu pake daster emak emak, rebahan sambil nonton tv. Serasa liat komedian gw😂," ejek Miya.


"Weh ngejekin orang lu, di masa depan nanti lu juga bakalan pake kayak ginian 😤," kesal Fani.


"Iya deh iya, eh ni kak gw dapet kedondong mau ga lu?, " tanya Miya sembari menodongkan kedondong.


"Mau lah sini dong, lebih mau lagi kalo numpang youtube an, " ujar Fani yang tau kalau kuota Miya tanpa batas.


"Cik ni gw pinjemin, jangan buat yang aneh aneh lho!, " peringat Miya sembari memberikan hpnya.


"Yess, makasih adik ku yang cantik, "ujar Fani sok baik.


"Ih jijik gw, dah ah gw nonton tv aja, " jijik Miya.


"Eh kak Arnius dari tadi diem bae, ga mau ngapain gitu?, " tanya Miya.


"Tidak, aku hanya ingin bersamamu, " ujarnya sembari duduk di sofa dan menarik Miya untuk duduk di pangkuannya.


"Acieee, njir gw dapet damage dari kakak sendiri 🤤," batin Miya.


Beberapa menit kemudiannnnnnn.

__ADS_1


Aisyah yang datang dari belakang melihat Miya dan Fani yang sedang bermalas malasan.


"Eh Miya, pulang kok ga bilang bilang. Pulang sama si abang lagi, " ujar Aisyah.


"Salah siapa kakak di belakang, " acuh Miya masih fokus ke tv.


"Malah ngejawab ni anak, " desis Aisyah.


"Mi tolong beliin garem ama gula dj warung sono, sekalian lu boleh jajan deh, " pinta Aisyah


"Kak Fani aja napa, " protes Miya.


"Fani biar bantu masak di dapur, " ujar Aisyah.


"Ok deh, eh tapi gw dah ngilang lama ni kalo tiba tiba muncul pada curiga nggak nih?, entar di kira gw temenan ama setan lagi jadi gw jadi cantik sekarang, " panik Miya.


"Eh ngomong ngomong kok pas kuliah kagak ada yang kepo ya sama keadaan gw, kok rasanya aneh gitu lho, " Pikir Miya setelah sadar.


"Ya enggak lah orang mereka semua pada taunya lu pergi ke luar negri, " ujar Aisyah.


"Wadidaw emang gw punya duit sebanyak ala tuh bisa keluar negri 😯," kagum Miya dengan alasan yang Aisyah buat.


"Gw bilang kalo yang membiayai itu temen luar negri lu yang mau lu temui, di tambah gw juga bilang kalo lu pergi karena depresi di marahi terus ama si Yuki dan semua orang pun percaya, " jelas Aisyah.


"Njir alasan yang membagongkan, eh ngomong ngomong kalo pada curiga ama muka gw ni gimana?, " tanya Miya.


"Ealah mau beli garem ama gula aja rempongnya setengah mati," keluh Aisyah tepuk jidat.


"Tinggal bilang aja lu oprasi plastik di luar negri karna temen lu muak liat muka jelek lu kan kelar, cepet sana ganti baju terus pergi ke warung!, " ucap Aisyah mulai kesal.


"Oh iya Arnius juga ganti baju sana terus nanti temenin si Miya, sekalian jalan jalan liat isi desa, " ujar Aisyah.


"Lah terus kalo nanti pada nanya identitas kak Arnius gimana?, " tanya Miya.


"Tinggal bilang aja kalo mereka tuh nganggep kau keluarga mereka terus si bang Arnius ini kakak temen lu kan kelar, lama lama emosi gw denger suara lu mulu!, " kesal Fani yang merasa terganggu dengan suara besar dan cerewet Miya.


"Cik oke deh oke, eh ini gula sama garem nya berapa?, " tanya Miya.


"Gula pasirnya setengah kilo, garemnya garemnya terserah ama gula merahnya setengah kilo, " ujar Aisyah.


Ok


Beberapa saat kemudian ⌚


Miya siap pergi ke warung dengan menggunakan T Shirt lengan pendek berwarna biru, rok panjang warna hitam, sendal jepit dan rambut di kucir tinggi sedangkan Arnius sudah siap dengan T Shirt warna putih lengan pendek, celana hitam panjang, sendal jepit dan rambut di gerai.


"Ok petualangan hidup di mulai, " ujar Miya gugup untuk keluar rumah.


"Ini cuma keluar rumah kenapa kau begitu gugup?, " tanya Arnius.


"Karena aku sudah lama tak terlihat di desa, jadi dag dig dug ser aku, aku kan masih manusia normal bukan mafia berdarah dingin ato CEO kaya, " ujar Miya.


"Basis kultivasi mu tinggi, kau bukan manusia biasa, " ujar Arnius.


"Cihhh iya deh iya, " pasrah Miya.

__ADS_1


__ADS_2