Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 51 hari pertama


__ADS_3

Hari berikutnya merupakan hari libur alias hari minggu. Oleh karena itu, sudah kebiasaan Miya untuk tidur sampai siang begitu pula hari ini.


Jam 07:00


Miya membuka mata dan mendatapi dia tidur di ranjang yang sama dengan seorang pria. Reaksi pertama yang di alaminya adalah syok hebat, namun itu tidak berlangsung lama ketika ia teringat kemarin telah menikah dengan pria yang memeluknya.


Miya mengamati wajah tidur Raja kegelapan yang terlihat sangat tampan dengan rahang dan alis nya yang tegas. Nafasnya berhembus pelan dan teratur entah masih tertidur atau tidak.


"Duh tidur aja tetep ganteng, emang holang tamvan mah beda yekan. Enak juga tidur di peluk orang wkwkwk, lanjut tidur ah masih pagi juga, " bisiknya entah kepada siapa lalu kembali menutup mata dan segera tertidur mengarungi alam mimpi.


Setelah Miya benar benar tertidur, dengan pelan kedua mata tajam nan indah milik Raja kegelapan terbuka. Memandangi istrinya yang kembali tertidur setelah membisik kan hal hal itu, Raja kegelapan merasa geli. Hehehe istrinya ini sangat lucu bukan?


Masih ingin menikmati masa masa ini, akhirnya Raja kegelapan memilih kembali tidur dari pada segera bangun.


Jam 09:00


Raja kegelapan terbangun merasakan sesuatu menindih tubuhnya. Ketika ia membuka mata, Yang pertama kali ia lihat adalah kepala Miya yang kini sedang tidur di atas tubuhnya, memeluk tubuhnya seolah olah ia adalah sebuah guling.


Tak tahan melihat tingkah menggemaskan istrinya, Raja kegelapan dengan iseng mencolek pipi Miya. Dengan segera Miya menepis tangan yang mencolek dirinya dan dengan kesal memarahi, " Mbak jangan ganggu napa?! ini kan hari minggu! " setelah itu kembali tidur dengan posisi yang sama.


Raja kegelapan mencium pucuk kepala Miya dan kemudian memindahkan tubuh yang ada di atasnya ke samping sebelum pergi membereskan diri.


Skip beberapa puluh menit kemudian.


Raja kegelapan sudah nampak begitu rapi duduk di ruang kerja melihat beberapa dokumen. Tak lama kemudian pelayan datang membawa sarapan dan meletakkannya di atas meja makan kecil yang ada di dalam kamar.


Setelah meletakkan semua hidangan, para pelayan bergegas memberi hormat lalu segera pergi tanpa mengatakan sepatah kata apa pun.


Raja kegelapan kemudian bangun, meletakkan dokumen yang di bacanya lalu berjalan ke tempat tidur di mana Miya masih sibuk dengan alam mimpinya. Karena Miya itu kalau tidur ulahnya ga karuan, Seprai di buat kusut olehnya, selimut jatuh ke bawah karena di tendang dan bantal yang harusnya untuk kepala menjadi guling pengganti Raja kegelapan. Tidak hanya itu, Kakinya yang jenjang dan putih terlihat karena baju tak mampu menutupinya, pakaiannya tidak rapi dan kendur, bahkan tali merah yang mengikat pinggangnya pun hampir terlepas.


Pemandangan ini, entah kenapa membuat iman Raja kegelapan goyah untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Butuh beberapa saat untuk Raja kegelapan melepaskan pikiran kotor tentang istrinya sebelum dia duduk di tepi ranjang dan dengan lembut memanggil, " Sayang, ayo bangun dan sarapan. "


.........


Tidak ada jawaban, Raja kegelapan kembali memanggil dengan sedikit mengguncang tubuh Miya. " Bangun dan makanlah, ini sudah siang. "


Kali ini panggilan Raja kegelapan mendapatkan tanggapan. Tapi bukan berarti Miya sudah bangun.


"Mmmmm 1 jam lagi! cuma ga sarapan gw juga ga bakalan mati, sapa sih lu ganggu orang tidur aje!? " kesal Miya menepis tangan Raja kegelapan masih dengan mata tertutup tak sabar kembali mengarungi alam mimpi.


Namun sayang, keinginanya tidak akan bisa terpenuhi.


Raja kegelapan tersenyum, mendekatkan bibirnya ke telinga Miya dan dengan lambat mengucapkan kata demi kata dengan menggoda. " Aku adalah suami mu. "


"?!!!!"


Seketika itu Miya membuka matanya lebar lebar dan segera bangun dari ranjang untuk mendapati Raja kegelapan duduk di pinggir ranjang, menatapnya sambil tersenyum .


Suasana canggung segera memenuhi hati Miya. Ia sangat tidak tahu harus memulai pembicaraan seperti apa sekarang ini.


Raja kegelapan bangkit dari duduknya dan akan berjalan ke arah Miya ketika tiba tiba Miya berlari ke arah kolam sembari berteriak, " Kak kau menyuruh ku makan maka aku akan mandi terlebih dahulu, jangan mencoba untuk mengintip ku oke?! "


Menyerah akan tingkah istri barunya, Raja kegelapan menjawab, "Baiklah " sembari mengambil pakaian yang sudah di siapkan di dalam lemari dan meletakkannya di meja kecil yang ada di balik dinding kayu pembatas.


Beberapa menit kemudian.


Menggunakan hanfu ringan dan sederhana berwarna gradasi hijau ke putih, kaki telanjang, rambut setengah basah dan sebuah handuk tersampir di lehernya, Miya kembali dengan ekspresi seolah olah dia telah kehilangan uang dengan sia sia.


"Kak, kolam mu itu bisa bersih sendiri ya? " tanya Miya memastikan.


"Mn, untuk apa kau menanyakannya? " tanya Raja kegelapan sembari mengamati Miya yang mulai duduk berhadapan dengannya di meja makan.

__ADS_1


"Ti.... tidak apa apa, hanya bertanya, " jawab Miya mencurigakan.


Skip setelah sarapan.


Miya membereskan piring kotor di bantu oleh seorang pelayan ketika tiba tiba Raja kegelapan menarik tubuhnya ke dalam pangkuannya. Untung saja Miya tidak sedang membawa piring piring kotor itu. Jika tidak maka yang ada kamar baru ini akan penuh dengan pecahan kaca.


"Duduk dan biarkan mereka yang melakukannya, aku akan mengeringkan rambut mu, " ucapnya.


Dengan patuh Miya segera menanggapi, " Hmmmm"


Pada akhirnya tidak hanya Raja kegelapan mengeringkan rambut Miya, ia bahkan sampai menyisir dan mengikatnya secara pribadi. Menyadari suasana hati kekasihnya sedang mendung, Raja kegelapan lekas bertanya. " Apa yang terjadi dengan mu? "


Tanpa menyembunyikan apapun, Miya menjawab " Aku datang bulan lagi (¬_¬)"


Raja kegelapan yang seorang pria di buat bingung. Dia tahu apa itu datang bulan namun dia tidak tahu penderitaan apa yang di rasakan ketika tamu tak di undang itu datang.


Melihat kebingungan itu dari wajah dingin Raja kegelapan, seorang pelayan yanh datang untuk membereskan kamar memberanikan diri untuk berkata, " Tuan anda harus tahu, ketika seorang wanita datang bulan, kadang akan di barengi dengan sakit perut. "


"Tidak hanya sakit perut, pinggang ku sakit, tulang punggung ku juga sakit, " keluh Miya.


"Lalu apa yang harus ku lakukan? " tanya Raja kegelapan.


"Anda bisa mencoba untuk memijatnya, " ucap pelayan itu sembari tersenyum sebelum pergi keluar karena selesai merapikan kamar.


"Apakah itu sakit? " tanya Raja kegelapan.


"Sakitnya sih ga terlalu, tapi bikin gw mager tingkat dewa, " jawab Miya malas, menyenderkan tubuhnya ke dada Raja kegelapan.


Raja kegelapan mengamati Miya yang berwajah mendung, lalu tiba tiba mengulurkan tangannya untuk di letakkan di perut Miya. "Apakah di sini yang sakit? "


"Hmmmm, " jawab Miya ngawur.

__ADS_1


TBC


udah ya mata ku ngantuk


__ADS_2