
Tok tok tok
Suara Kanao mengetuk pintu dari luar ruangan lalu masuk sembari membawa nampan berisi bubur hangat untuk Miya.
"Dia sudah tidur, labih baik jangan bangunkan dia dulu, biarkan dia makan setelah bangun nanti, " saran Arnius datar.
Kanao pun hanya mengangguk dan meletakkan nampan yang ia bawa di meja yang ada di kamar Miya.
Saat Kanao beranjak pergi untuk melakukan pekerjaan lain, Arnius bertanya padanya membuat langkahnya berhenti.
"Apa yang terjadi dengan Miya?, " tanya Arnius.
"Apa maksud anda pangeran?, " tanya balik Miya.
"Sikapnya berubah, wajahnya tiba tiba sembuh, paviliunnya dalam sehari bisa berubah menjadi seperti ini di tambah barang barang yang begitu asing di dunia ini. Kau tidak mungkin mengatakan bahwa tidak ada yang terjadi bukan?, " tanya Arnius penuh selidik.
Kanao menghela nafas pelan karena pengamatan pangeran Arnius.
"Pangeran sendiri, kenapa pangeran hanya peduli kepada putri Miya pada saat ini dan acuh pada masa lalu?, " tanya balik Kanao.
"Karena aku bingung ingin memihak pada siapa, sekarang giliran mu untuk menjawab pertanyaan ku, " ujar pangeran Arnius.
"Ku katakan saja lah, Miya juga tidak pernah bilang untuk menyembunyikannya juga kok, " batin Kanao.
"Miya bukanlah Miya adik mu, " ucap Kanao serius.
"Apa maksud perkataan mu itu?, " tanya Arnius dingin.
"Sudah ku bilang Miya yang sekarang bukanlah Miya adik mu yang dulu, Miya adik mu sudah tenang di alam sana dengan ibumu, " ujar Kanao.
"Lalu jika dia bukan adik ku lalu siapa dia?," tanya Arnius sekali lagi.
"Reinkarnasi adik mu dari dunia lain, " jawab Kanao enteng.
"Lalu kenapa dia bisa ada di sini?," tanya Arnius lagi dan lagi.
" Roh Miya yang asli membawa dengan paksa diri Miya yang sekarang untuk menggantikannya hidup dan meminta sesuatu kepada Miya yang sedang dengan imbalan kembali ke dunianya sendiri, " jelas Kanao.
"Lalu apa permintaan Miya?, " tanya Arnius.
"Membalaskan dendamnya kepada Selir Gina dan anaknya atas kematiannya dan yang mulia permaisuri, juga meminta agar membuat kau dan yang mulia kaisar menyesal telah mengacuhkannya. Namun Miya yang sekarang menolak untuk balas dendam dan memilih untuk membuat kau menyesal, " ucap Kanao.
"Namun Miya yang dulu tidak menyadari akan maksud dari sikap mu dan yang menyadarinya adalah Miya yang sekarang saat kemarin ada di pesta, " lanjutnya.
"Lalu apakah dia sudah pernah kembali ke dunianya?, " tanya Arnius lagi.
"Sudah, satu hari sebelum pesta ulang tahun kaisar, " ujar Kanao.
"Untuk yang terakhir, siapa namanya di dunia asalnya?, " ujar Arnius.
"Dwi Yulia Putri, anak dari tuan Senjaya dan nyonya Afifah, anak terakhir dari 4 bersaudara, kehilangan sosok ibu ketika masih berusia 10 tahun, memiliki tiga kakak ipar dan dua keponakan serta satu sahabat dekat, " jelas Kanao.
"Apakah kau akan membencinya lagi karena dia bukanlah adik mu pangeran?, " tanya Kanao.
"Bagi ku sangat menusuk karena tau bahwa adik ku sudah tiada, tetapi kini aku mempuyai adik baru yang cantik dan manja, aku akan menjaganya dan tidak akan mengulangi hal yang sama, " ujar Arnius sembari menatap muka tenang Miya yang sedang tidur.
Sementara Miya, saat mendengar dengan samar dia adalah orang yang cantik tidak bisa menahan kesal dan kemudian bangun.
"Kata siapa aku ini cantik?, muka ku itu pas pasan tau ga sih?, " ucap Miya lirih sembari menggosok kedua matanya.
__ADS_1
"Ya baiklah, terserah kau saja, " pasrah Arnius sembari mengelus pucuk kepala Miya dengan tangannya yang terluka tadi yang kini sudah terbalut perban.
"Kakak tangan mu terluka karena melinduni ku, "cicit Miya merasa bersalah.
"Tak apa yang penting kau tidak terluka lebih berat," ujar Arnius.
"Kalau begitu kakak tunggu di sini Miya akan membuatkan nasi goreng sebagai kompensasi, " ucap Miya sembari menuruni ranjang dan segera pergi ke dapur.
"Bagaimana dengan luka mu Miya?, " tanya Arnius khawatir.
"Tenang saja kak, karena kakak mau menemani ku sakitnya jadi hilang 😄," ucap Miya.
"Jangan khawatir pangeran, luka Miya akan segera sembuh karena air suci ini, " ujar Kanao sembari menuangkan sisa air suci yang diambilnya dari ruang dimensi ke tangan Arnius dan kemudian sembuhlah luka itu.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan air suci sebanyak itu?, " tanya Arnius kaget.
"Hal itu rahasia, ngomong ngomong pangeran, sekarang kau terlihat seperti seorang kakak yang baik dan ramah tidak seperti dulu, " puji Kanao sebelum pergi membantu Miya.
"Sepertinya memang begitu ," gumam Arnius.
o0o
Plakkkk
Brukkkk
Pyarrrr
Krakkk
Duakkkkkk
"Dasar sampah sialan, berani beraninya dia merebut kak Arnius dari diriku!, " marahnya.
"Aku sangat benci pada mu dasar jalan*!," teriaknya marah.
"Aku bersumpah akan membuat mu menderita karena telah mengganggu hidup tenang ku!, " tekad putri Miki.
Back to Miya.
Setelah selesai makan bersama dengan Arnius, Arnius pun berpamitan pulang karena hari mulai malam.
Di perjalanan menuju paviliunnya Arnius berpapasan dengan ayahnya yaitu kaisar.
"Sepertinya kau mulai dekat dengan anak itu, " ujar kaisar sembari berhenti berjalan sedangkan Arnius memilih untuk tetap berjalan.
"Apa kau lupa akan apa yang dia lakukan kepada ibu mu?, " ucap kaisar lagi.
"Itu bukan urusan mu, tapi ku harap kau tidak akan menyesal akan apa yang kau lakukan kepadanya, " ucap Arnius lalu pergi dengan cepat meninggalkan kaisar yang sedang berwajah datar.
Sementara itu ruang dimensi.
"We gw bosen nih dari kemarin cuma gini gini mulu, kapan sih ni logam selesai di buat, " keluh Miao sembari memandangi tiga robot atau silhouette.
"Ealah lu di sini kan cuma dua hari malah ngeluh, " ujar Shiro.
"Itu kalo di itung dari jam dunia luar, lha kalo pake dunia ini 😑," protes Miao.
"Jangan ngeluh udah mau selesai nih, " ujar Shiro.
__ADS_1
"Hemmmm oke deh, " pasrah Maio.
Skip esok harinya.
Tidak ada orang yang berkunjung di paviliun Miya membuat ia bisa bersantai dengan rebahan di bawah pohon bunga sakura.
Dan begitulah hari itu hanya di lewati oleh Miya dengan rebahan, makan, tidur dan malas malasan sampai sekitar jam 1 siang, tiba tiba Miao, Shiro dan Kuro keluar dari ruang dimensi membawa tiga silhouette yang berhasil mereka buat namun bentuknya sangat kecil bak gantungan kunci membuat Miya sangat bingung dan em au ah author ga tau gimana harus bilangnya.
"We ini beneran udah jadi?, bukan cuma rancangan doang kan?, " tanya Miya seakan tak percaya akan hasil kerja mereka.
author be like : lu udah di buatin masih aja protes ga tau diri bat sih jadi orang 😑
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1