
Raja kegelapan dengan lihai memijat tempat tempat yang Miya keluhkan sakit. Pijatan ini seperti pijatan tangan profesional, bahkan melebihi tukang pijat langganan Miya saat masih kecil dulu. Saking enaknya di pijat, Miya hampir saja kembali terjerumus ke alam mimpi kalau bukan tiba tiba teringat sesuatu.
"Kak kita hari ini ga muncul ga ada yang akan curiga kah? " tanya Miya sembari menghentikan tangan Raja kegelapan yang masih memijatnya. Dia ini anak perempuan yang baru menikah. Walaupun tahu yang menyentuhnya adalah suaminya sendiri, dirinya masih merasakan sensasi aneh walau tidak merasa keberatan.
Tak mempermasalahkan hal itu, raja kegelapan beralih memeluk Miya dari belakang dan menyenderkan kepalanya ke bahu Miya. " Aku bilang kita sedang bulan madu, mereka berani curiga? aku sudah menyuruh beberapa orang untuk merawat rumah kita. "
"Ugh, ini geli, " ujar Miya dengan refleks memegang kepala raja kegelapan.
Setelah sadar, barulah Miya buru buru menjelaskan. " Eh eh eh, maap kak maap, aku ga pernah di giniin sama orang jadi rasanya aneh 😅."
Raja kegelapan memeluk Miya lebih erat. Mencium wangi segar di tubuhnya dan menjawab, " maka aku akan menjadi yang pertama. "
"......"
"Kalo suami istri emang se bucin ini yak? ini sinetron kah? kok sukanya ngegombal lagi. Apa lagi mukanya tamvan, duh bikin klepek klepek deh, suami sapa sih"
"Apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Raja kegelapan ketika mendapati Yuli tidak bucara dalam waktu yang cukup lama.
"Ah? hah? oh gapapa gapapa. Ngomong ngomong kita kebanyakan rumah ga sih? " ujar Miya setelah kembali ke akal sehat.
"Menurut ku tidak," ucap Raja kegelapan dengan percaya diri.
"........"
"Ini tidak banyak? Aku ada vila di kerajaan, terus ada markas Qi Lian, kamu ada manor besar ini sama rumah baru, ini beneran ga banyak? kenapa aku merasa sangat bersalah karena boros? jiwa misqueen ku menangis hiks, " tukas Miya.
"Jangan khawatir, berapa banyak kau menginginkannya, aku akan memberikannya pada mu," hibur Raja kegelapan.
"Kak, aku tidak butuh pujian seperti ini v_v"
Dan begitulah pagi pertama pasturi ini di jalani dengan saling menempel satu sama lain sepanjang hari.
Skip malam hari kemudian.
Miya selesai mandi dan kini menggunakan baju tidur berwarna hijau muda dan pita hijau tua sebagai pengikatnya. Tidak seperti kemarin, rambut Miya kini telah rapi dan kakinya pun, tentu saja masih telanjang seperti biasa. Mungkin sebuah kebiasaan, jika ia masuk ke dalam rumah, ruangan atau kamar tanpa melepas alas kaki, dia akan merasa aneh. Ini adalah kebiasaan yang terbentuk sejak kecil, dulu bahkan Miya bermain tanpa menggunakan alas kaki hingga harus terkena kulit keong sawah ketika bermain kejar kejaran sampai di sawah.
__ADS_1
Begitu Miya keluar dari membersihkan diri, hal pertama yang di lihatnya adalah Raja kegelapan yang sedang membaca sebuah dokumen berbentuk buku di tepi ranjang dengan sinar lentera berwarna orange sebagai penerangnya. Parasnya sangat tampan dan dingin, matanya yang dalam dan tajam memberikan kesan menakutkan. Tubuhnya sempurna tidak ada cela, rambutnya yang hitam panjang mengalir seperti air terjun. Otot ototnya yang sempurna tersembunyi di balik pakaian hitam bercorak naga emas.
Linglung sesaat karena melihat keindahan yang di impikan para kaum perempuan, Miya bahkan tidak sadar jiks Raja kegelapan menatapnya.
Dengan senyum penuh percaya diri, Raja kegelapan bertanya, " Apakah aku setampan itu hingga membuat mu melamun begitu lama? "
Baru setengah kesadaran Miya yang baru kembali, tubuhnya sudah tiba tiba di tarik dan kemudian jatuh di dalam dekapan Raja kegelapan.
"Kak Ren kau mengagetkan ku! untung saja jantung ku tidak lari keluar, " ujar Miya mendramatisir.
Raja kegelapan mengangkat Miya dan membaringkannya di tempat tidur, memeluk tubuhnya ke dalam pelukan dan menyekimuti tubuhnya dengan selimut berwarna putih.
"Baiklah, tidur sekarang juga."
"Tapi ini masih jam 9!" protes Miya.
"Tidak baik tidur terlalu malam."
"Oh oke oke aku tidur, tapi...... kak ini kita ga terlalu nempel? " tanya Miya mencoba menarik jarak antara dirinya dan Raja kegelapan.
Seketika ingatan Miya melayang ke saat dia terbangun dari tidur dan mendapati dia tidur dalam pelukan pria di depannya sebelum kembali tidur.
Merasa agak malu Miya segera menyetujui dengan pasrah. "Oke oke, lakukan sesuka mu! "
Setelah kata kata ini keluar, Miya membenamkan kepalanya ke dada Raja kegelapan dan kemudian tertidur, tak lupa ia juga mengucapkan selamat malam kepada suaminya. " Selamat malam! "
Raja kegelapan mengecup kepala Miya dengan lembut, " Selamat malam. "
Keesokan paginya.
Pagi pagi sekali Raja kegelapan bangun mendapati separuh ranjang yang ia tiduri sudah dingin. Tidak ada seseorang yang seharusnya masih tidur di sana. Merasa bingung Raja kegelapan akan segera bangun ketika suara Miya terdengar di telinganya.
"Kau sudah bangun? kalau begitu segeralah mandi lalu makan! " perintah Miya sembari meletakkan hidangan yang masih panas ke atas meja. Dapat di tebak bahwa dia baru selesai memasak di dapur.
Rasa hangat segera mengalir ke hati Raja kegelapan. Ia bangun dari atas ranjang dan berjalan menuju Miya.
__ADS_1
"Selamat pagi, sayang! " ucapnya sembari memeluk Miya dan memberikan kecupan kecil di pipinya.
!!!?
"Ap..... Apa yang kau lakukan?! cepat pergi duduk dan makan, kau bisa mandi nanti! " ucap Miya gelagapan.
"Sudah berani memerintah ku? "
Miya menjadi gugup, " ya... tidak... tapi kan...... "
Bingung harus menanggapi seperti apa, pada akhirnya menjadi canggung.
Raja kegelapan berjalan mendekat dan tiba tiba menangkap wajah Miya yang tengah gugup.
"Mak anak mu akan kehilangan kepolosannya (╥﹏╥)"
Melihat kegugupan itu, Raja kegelapan hanya tersenyum dan pada akhirnya hanya menggosokkan ujung hidungnya pada ujung hidung Miya. " Baiklah mari kita makan. "
Miya yang sudah siap jiwa raga, " Hah? "
o0o
Setelah selesai sarapan, Raja kegelapan lalu pergi membersihkan diri sementara Miya membereskan peralatan makan yang kemudian di bawa ke dapur. Setelah merendamnya di dalam air Miya kembali untuk mengambilkan satu set pakaian untuk Raja kegelapan yang kemudian di letakkan pada meja di balik dinding atau bisa di sebut sekat.
Setelah selesai Miya lalu membereskan tempat tidur tanpa menunggu pelayan datang dan membereskan seisi ruangan. Berbarengan dengan itu, Raja kegelapan yang telah berpakaian dengan rapi kekuar dari balik sekat.
"Ada pelayan yang akan melakukannya, kau tidak harus membereskan semuanya bukan? " heran Raja kegelapan mendapati kamar mereka sudah bersih padahak belum ada pelayan yang masuk.
"Aku tidak terbiasa, aku bahkan masih harus melakukan semua pekerjaan ku di rumah walau ada Kanao dan Miao. Mereka hanya akan membantu sesuatu yang tidak sanggup aku lakukan seperti membersihkan seluruh vila dan yang lainnya. Lagi pula bukankah tugas seorang istri adalah mengurus rumah? aku memang tidak pandai mengatur keuangan dsn yang lainnya tapi pekerjaan sehari hari ini cukup mudah bagi ku. "
"Baiklah, lakukan apa pun yang kau mau tapi jangan buat diri mu sendiri lelah, oke? "
Dengan semangat Miya menjawab, " Tentu saja! aku juga tidak suka terlalu banyak bekerja."
Au ah ngantuk, papay
__ADS_1
TBC