
Keesokan harinya, Yuli terbangun di pelukan Raja kegelapan seperti biasanya. Dengan perasaan linglung ia mengusap kedua matanya dan bergumam dengan suara khas dari orang yang baru bangun tidur. "Sejak kapan gw punya kebiasaan tidur sambil jalan? Perasaan kemaren gw nonton tv di ruang keluarga. "
"Aku yang menggendong mu kembali, " Raja kegelapan yang masih dengan santainya memeluk sang pujaan hati. Normalnya orang bangun tidur itu pasti mukanya kusut ga sedep di pandang, tapi ini masih aja tampan seperti biasa.
"Eh iya kah? Terimakasih deh kalo gitu. " ucap Yuli rada canggung.
"Sama sama, kalau begitu ayo bangun dan bersiap! "
Yuli bangun dan memiringkan sedikit kepalanya, " Bersiap? Untuk apa? "
Raja kegelapan ikut bangun dan menggendong Yuli ala pengantin baru untuk membawanya ke meja makan dimana beberapa hidangan sudah tertata dengan rapi lalu mendudukkannya di kursi.
"Apakah kamu melupakan percakapan kita tadi malam? "
Seakan diberi pencerahan Yuli segera berseru gembira, "Oh! Pindah rumah ya! Oke oke! " lalu segera memakan hidangan yang ada di depannya dengan lahap.
Raja kegelapan tersenyum."Sudah ingat? Apakah kau juga sudah ingat tentang hal lain yang kita bahas semalam? "
Yuli hampir menggigit lidahnya ketika mendengar ini. Seketika ia teringat dengan tingkah memalukannya semalam. Dengan sedikit malu Yuli berkata, "Te...... Tentu saja aku ingat! Kita kan juga membahas ini dan itu lalu aku tertidur."
"Kalau begitu jangan ingkari kata kata mu sendiri! "
Yuli menatap wajah Raja kegelapan yang sedang tersenyum dan terus memandanginya dengan tegas seolah sudah memutuskan suatu keputusan yang besar dalam hidup. "Oke! Kalau begitu jangan salahkan aku jika suatu waktu aku berkata dan berilaku tidak normal ya! "
"Aku tidak akan pernah keberatan," ucap Raja kegelapan sambil memasukkan makananan kedalam mulutnya.
......
"Tante Yuli! " suara toa khas milik Yuyu menyambut kedatangan Yuli dan Raja kegelapan saat memarkirkan mobil di garasi.
"Tumben, ngapain di sini Yu? " tanya Yuli sembari turun dari mobil membawa tas yang berisi pakaiannya.
"Yuyu tadi main di depan terus liat mobil tante, jadi dateng deh," ujarnya.
Yuli memicingkan matanya, " Yang bener? Ga lagi minta oleh oleh kan? "
Mengalihkan pandangan untuk melihat pintu mobil lain terbuka sekaligus menghindari tatapan dari tante terzeyeng nya, Yuki pun berkata, " Enggak ya!"
Yuli menutup pintu mobil sambil kembali bertanya, "Yang bener? " dengan nada menggoda.
"Enggak ya! "
"Yakin? "
"Iya! "
Yuli tersenyum, merasa puas karena berhasil menggoda keponakannya yang satu ini (yang selalu tidak memihaknya)
__ADS_1
Yuki, anak ini hampir menangis jika beberapa tanghulu tidak muncul tiba tiba di depannya. Yuki mengangkat kepalanya dan bertemu dengan tatapan sang pemberi. Siapa lagi orangnya kalau bukan Raja kegelapan.
Dengan wajah datar, Raja kegelapan mengulurkan beberapa tusuk tanghulu yang mengkilat ke arah Yuki. "Ambil dan makan bersama teman teman mu."
Seketika itu, wajah Yuki yang tadi mendung kembali ceria. Ia menerima dengan senang hati manisan dari tangan Raja kegelapan dan kemudian berlalu pergi sambil berteriak "terimakasih"
Yuli, "Sudah ku duga dia meminta oleh oleh. "
Raja kegelapan mengambil alih tas yang dibawa Yuli dan berjalan memasuki rumah. "Biarkan saja. "
"Selamat datang tuan, nyonya, " suara seorang wanita menyambut mereka berdua ketika pintu rumah dibuka. Walau tidak di sebutkan, sudah jelas dia adalah mantan pelayan yang ada di kediaman Raja kegelapan yang kemudian dipindahkan kesini.
Yuli tersenyum balik memberi salam dan lalu membiarkan pelayan itu pergi membereskan rumah. Raja kegelapan juga lantas memberikan barang bawaan mereka kepadanya.
Yuli melihat pelayan itu dengan telaten merapikan isi rumah dan merasa bersalah. Ia menunjuk ke arah pelayan yang sedang merapikan sofa dan bertanya, " itu beneran ga papa ga di bantu? "
Raja kegelapan dengan acuh menjawab, " biarkan dia yang melakukannya, kamu lakukan saja yang ingin kamu lakukan. "
"Tapi aku ingin membantu. "
Sadar bahwa kedua orang yang ia layani tengah membicarakannya, sang pelayan wanita yang bernama Wang Ling itu tersenyum cerah dan berkata, "Nyonya tidak perlu khawatir! Saya bisa mengatasi semuanya. Bagaimana jika anda berdua mengobrol saja. " sambil mempersilakan mereka duduk di atas sofa.
Yuli, " Bibi namanya siapa ya? "
"Hormat nyonya, nama saya adalah Wang Ling. "
Yuli mendekat ke arah Wang Ling dan berkata, " aku akan duduk, tapi jika kau butuh bantuan jangan sungkan untuk mengatakannya ya? Aku merasa keberatan. "
Raja kegelapan duduk di atas sofa berwarna abu abu begitu pula dengan Yuli.
"Kak"
"Ya? "
Yuli menodongkan kedua tangannya ke arah Raja kegelapan," tanghulu bagian ku ada ga? "
Raja kegelapan tersenyum, "Ada, makanlah, " sambil mengulurkan tiga tusuk tanghulu kepada Yuli.
"Cuma tiga? "
"Memangnya kau ingin berapa? Tidak baik makan terlalu banyak gula! "
Yuli memasukkan tanghulu berwarna merah mengkilat ke dalam mulutnya, " Oke deh! "
Merasa sedikit gabut, Yuli meraih remot control dari meja kaca di depannya, menyalakan tv yang ada cukup jauh di depannya dan kemudian rebahan di pangkuan Raja kegelapan.
"Kalau begitu nanti aku akan beli sesuatu yang pedas saja, " ucap Yuli masih dengan melahap tanghulu kesayangannya.
__ADS_1
Raja kegelapan tersenyum, membelai kepalanya dengan lambut dan berkata, " Jangan terlalu pedas atau perut mu akan sakit. "
"Oke oke oke. "
~_~ ~_~ ~_~
"Sayang, bangunlah"
Kata yang sampai sekarang masih membuat Yuli merinding ini tiba tiba terdengar membuatnya terbangun dari mimpi indah.
"Aaaa setan anjirr! " latahnya bangkit duduk secepat kilat saking merindingnya.
"Ada apa? " suara yang sama kembali terdengar membuat Yuli memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.
Melihat Raja kegelapan duduk di sampingnya, dia menunjuk dirinya sendiri dan bertanya, "Kak Ren, aku ketiduran lagi ya? "
"Ya. "
"Sekarang jam berapa? "
"Ini sudah hampir siang. "
"Oohh"
"Apa?!! "
Yuli menoleh kanan kiri depan belakang mencari jam dinding dan mendapati bahwa ini benar benar hampir siang. Ini gawat, dia ada kelas siang ini!
Dengan begitu Yuli segera bangkit dari duduknya dan berlari ke dalam kamar sebelum kemudian masuk ke kamar mandi untuk mandi bebek. Lima menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan acak acakan, rambutnya bahkan masih basah dan airnya menetes ke lantai.
"Sekarang apa yang terjadi? " tanya Raja kegelapan tak suka karena tidak bisa memeluk Yuli yang baru bangun tidur.
"Aku ada kelas siang ini! Aku lupa dan malah ketiduran😭"
Raja kegelapan bangkit dan mendekati Yuli yang sudah bersiap ingin menggunakan jilbab. Namun tiba tiba jilbab itu lepas dari tangannya. Ia menoleh kebelakang dan menatap heran ke arah Raja kegelapan yang sedang membawa jilbab hasil rampasannya.
"Lain kali keringkan dulu rambut mu sebelum memakainya, jika tidak kau akan pusing. " Nasihat Raja kegelapan sembari mengeringkan rambut Yuli dengan kilat menggunakan kekuatannya sebelum kemudian memberikan jilbab itu kembali.
Sedangkan si Yulinya? Hanya bisa cengengesan ga jelas sama berterima kasih.
"Apakah kau harus seburu buru ini? "
Masih fokus dengan jilbabnya, Yuli menjawab, " tidak juga sih tapi aku kan kalau naik motor suka nyantuy jadi makan lebih banyak waktu ya jadi harus siap lebih awal deh. "
Tiba tiba, Raja kegelapan memeluk Yuli dari belakang membuat sang empu yang sedang merapikan bagian depan jilbabnya sedikit kaget.
Mencium aroma wangi khas yang dimiliki Yuli, Raja kegelapan dengan senang hati menawarkan diri untuk menjadi sopirnya.
__ADS_1
Yuli berbalik ke belakang dengan antusias dan bertanya, "Benarkah? Yang bener? Ga bohong kan? Mau banget dong!"
Raja kegelapan tersenyum, mencium ujung bibir Yuli dan berkata dengan percaya diri, " tentu saja! "