
"Kecuali jika kau sampai di puncak kultivasi yaitu tingkat misteri untuk mempelajari sebuah jurus portal yang bisa membuat mu keluar masuk ke dua dunia yang berbeda dengan sesuka hati.
"Jadi maksud mu aku harus ada di tingkat misteri baru bisa mempelajari jurus untuk membuat gate kalau tidak di tingkat misteri maka nyawa ku akan terancam gitu?, " tanya Yuli.
"Kurang lebih begitu. Kau pasti akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tingkat misteri jadi aku akan mengabulkan tiga permintaan mu apa pun boleh asal aku mampu tapi tolong buat ayah dan kakak ku menyesal karena telah menelantarkan ku dan juga tolong balaskan dendam ku kepada ibunda selir pertama dan anaknya, " ucap roh nona itu.
"Balas dendam itu merepotkan jadi aku tolak tapi kalau soal membuat ayah mu dan kakak mu menyesal aku pasti bisa melakukannya, walau aku tidak tau apa yang terjadi sih tapi palingan kisahnya sama kayak novel sebelah, " ujar Yuli.
"Itu saja sudah cukup mereka pasti akan mendapatkan karma yang setimpal. Lalu apa yang kau inginkan?, " tanya si roh.
"Aku pengen aku masuk surga, keluarga ku semuanya masuk surga dan ibu ku yang sudah meninggal masuk surga, " ucap Yuli.
"Maaf aku tidak bisa mengabulkannya, karena aku bukan Tuhan, " ujar si roh.
"Sudah ku duga ga bisa😪, kalau begitu aku mau ruang dimensi kayak yang do novel novel itu terus aku mau binatang kontrak yang kuat dan juga aku ingin buku jurus untuk menbuat gate saja, kalau itu bisa tidak?, " tanya Yuli.
"Baiklah, ini bukunya dan ini ruang dimensi nya. Hewan kontrak mu ada di dalam ruang dimensi. Dan ini untuk kalian berdua, pelajarilah agar kalian paham apa yang di katakan Yuli kedepannya, " ucap si roh sembari memberi Yuli sebuah kalung dan buku yang tidak terlalu tebal dan kemudian memberikan kamus lengkap yang sangat tebal kepada Kanao dan Miao.
"Sekarang aku pergi dulu ya, hadiah terakhir ku adalah ingatan lengkap ku akan ku berikan kepada mu Yuli, " ucap roh itu.
"Tunggu sebelum kau pergi aku mau nanya, kenapa kau membawa ku dan bukan orang lain?, " tanya Yuli menyela.
"Karena aku adalah kau dan kau adalah aku. Kita ini satu hanya ada di dunia yang berbeda, " jawabnya sebelum menghilang menyisakan sebuah ingatan yang masuk ke dalam diri Yuli.
Ingatan on.
Gadis kecil tak bersalah lahir di rahim seorang wanita yang menyandang sebagai permaisuri sebuah kerajaan/ kekaisaran. Namun setelah gadis itu lahir sang ibu meninggal karena racun yang di berikan oleh salah seorang selir suaminya.
Namun sang ayah yang menyandang sebagai kaisar dan sang kakak yang menyandang sebagai pangeran putra mahkota tidak mengetahui hal itu dan termakan oleh kata kata sang selir yang mengatakan bahwa permaisuri meninggal karena telah melahirkan si gadis kecil ke dunia.
Beberapa tahun pun berlalu gadis kecil itu tumbuh dengan banyak penghinaan, cacian, makian dan rasa sakit.
Banyak pelayan yang selalu membuly dan menindasnya tanpa kena hukuman.
Sang selir pertama dan anaknya sebagai pelaku atas keracunanya sang permaisuri pun kembali meracuni sang gadis kecil itu dengan berbagai racun yang bekerja lamban.
Meridian yang tersumbat oleh racun, bakat yang tertutupi oleh racun, dan wajah cantik jelita yang tertutupi oleh racun, kini ia di kenal banyak orang dengan julukan sampah kerajaan.
Sang kaisar yang hanya acuh tak acuh dan mengasingkannya ke paviliun tak terawat dan terbelakang di istana kerajaan membuat gadis itu tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.
Sang gege yang bingung harus memilih mempercayai atau membenci sang gadis menjadi frustrasi dan memilih untuk menjadi netral yaitu bersikap dingin kepada kedua belah pihak.
Selir pertama dan anak kesayangannya yang selalu membuat hidup sang gadis bak di neraka membuat diri mereka sangat senang.
Namun di antara semua orang yang amat membenci dan merendahkannya masih ada beberapa orang yang menyayanginya dengan tulus.
Seperti dua pelayan setianya yaitu Kanao Yuri dan Miao Yuna.
Juga selir kedua dan juga anak anaknya yang sering berkunjung ke kediamannya.
Mereka memberi kasih sayang keluarga yang seharusnya di dapatkan oleh sang gadis yaitu putri kedua kekaisaran Zhang,
Yaitu Putri Zhang Miya.
__ADS_1
Ingatan off.
"Hemmm jadi begitu, serah deh yang penting nikmatin aja, " ujar Yuli.
"Halo kakak kakak nama ku Dwi Yulia Putri, panggil aja Yuli, tapi karena sekarang aku jadi nona kalian, kalian bisa panggil aku Miya kok, " ucap Yuli gugup karena dia tak pandai bersosialisasi.
"Halo nona nama saya Kanao dan yang di sebelah saya namanya Miao, karena itu kurang sopan boleh kah kami memanggil anda nona saja?, " tanya Kanao.
"Baiklah tapi bersikaplah layaknya teman ah ato saudara saja, kalian kan sudah bersama putri Miya sedari kecil,🥰😊 " ucap Yuli sembari tersenyum manis.
Melihat senyuman tulus sang nona Kanao dan Miao pun tak bisa menolak dan hanya mengangguk.
"Jadi nona apa yang akan kau lakukan sekarang?," tanya Miao.
"Oh untuk sekarang Miao ambilkan kaca dan Kanao ambilkan pedang oke?, " suruh Miya ( kita ganti pake Miya ya panggilannya tapi nama Yuli tetep di pake kok tenang aja).
"Untuk apa nona?, " tanya kedua pelayan itu.
"Tolong ambilkan saja aku tidak akan berbuat yang aneh aneh kok, "ujar Miya sembari menuruni ranjang.
Keduanya hanya bisa mengangguk paksa dan mengambilkan apa yang nona mereka ingin kan.
Setelah beberapa saat kemudian 📢..
Miao datang duluan sembari membawa kaca tembaga yang tipis berbentuk bulat dan langsung di berikan kepada Miya.
"Hehehehe aku penasaran ama wajah ku, kalau di novel novel kan bilangnya penuh jerawat nanah aku jadi pengen lihat langsung😆," ucap Miya kegirangan dannnnnn.
"Hoekkkkkkk, yawloh jijik bat huaaaa masak begini banget sih, ku kira nggak separah ini lho wujudnya ðŸ˜," teriak Miya membuat Kanao buru buru menghampiri Miya sembari membawa pedang karatan yang dia temukan di paviliun itu begitu juga dengan Miao.
"Ah tidak, tidak apa apa aku hanya kaget dengan wajah ku saja, " ucap Miya sukses membuat mereka berdua sedih.
"Wisss ada pedang nih, Kak Kanao coba berikan pada ku aku ingin mencoba mengangkat pedang 🤩," ujar Miya mengalihkan pembicaraan.
Melihat Miya terlihat senang, Kanao langsung memberikan pedang itu kepada Miya dan Miya pun sudah sigap memegang gagang pedang. Saat tangan Kanao lepas dari pedang tiba tiba............
PRANGGGGGGG
Pedang itu jatuh karena Miya tak mempu mengangkatnya karena terlalu berat bagi kaum rebahan seperti dirinya.
"Huaaaa kak Kanao, kak Miao kenapa pedangnya begitu berat tapi kau bisa mengangkatnya(ã„’oã„’)," tangis Miya sembari memeluk pinggang keduanya karena merasa iri.
"Itu mudah saja nona karena nona tidak bisa berkultivasi dan tidak pernah melatih fisik nona jadi nona tak bisa mengangkatnya sedangkan kami walau masih dasar tapi kami sudah pernah berkultivasi, " ujar Miao.
"Oke baiklah untuk bisa mengangkat pedang aku harus berkultivasi dan kembali ke dunia ku sebelum kuliah ku di mulai, " tekad Miya sembari mencabut tusuk konde yang di pakai Kanao dan menusuk jarinya hingga mengeluarkan darah.
"Itai itai itai ( sakit sakit sakit) padahal pas baca novel di tusuk kek gini tokoh utamanya ga kesakitan tapi kok aku kesakitan ya, " ucap Miya sembari meneteskan darahnya ke kalung pemberian putri Miya tadi dan bersamaan dengan itu kalung mengeluarkan cahaya terang dan redup kembali.
"Oke aku sudah membuat kontraknya terus aku harus bagaimana biar bisa masuk?, " tanya Miya.
"Kau hanya harus berkonsentrasi saja dan masuk ke dalam, " ujar Kanao.
"Oke akan ku coba, " ucap Miya sembari mrnggenggam tangan Miao dan Kanao lalu berkonsentrasi.
__ADS_1
Cahaya terang menghampiri dan ketiga gadis itu pun menghilang masuk ke dalam ruang dimensi.
Kalung Miya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC