Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 46 masalah


__ADS_3

Berita tentang pernikahan Miya memanglah hal yang menggemparkan. Tentu saja, biasanya hal yang menggemparkan akan mendatangkan sebuah masalah.


"Nona kemana anda akan pergi? " tanya pelayan pribadi Putri Miki kala melihat majikannya berjalan menuju ke paviliun selir Minori dan Putri Zhang Miya.


"Masih haruskah aku menjawab? di sini aku tuannya dan kau pelayannya! apa kau tidak tahu hal sekecil ini?! " dengan nada jengkel Putri Miki menjawab.


Dengan ketakutan dan tergagap pelayan itu segera meminta maaf karena takut kena amuk, " Ma.... maafkan budak ini nona, budak ini salah! "


Tanpa menjawab, Putri Miki hanya mendengus lalu kembali berjalan sembari terus memikirkan seseorang, ya siapa lagi yang bisa di pikirkan putri yang satu ini kalau bukan adiknya yang tidak lain adalah Putri Zhang Miya ketika melihat wajah bad moodnya ini.


"Sial, aku tidak pernah melihat jalan9 itu keluar dari cangkangnya, aku jadi tidak bisa mencelakainya! apa lagi masih ada kak Arnius yang mendukung dan melindunginya! Bagaimana bisa jalan9 itu lebih di sukai oleh kak Arnius, pangeran Rei dan Pangeran Kazuo dari pada aku! Zhang Miya! tunggu saja aku pasti akan membuat mu menderita karena telah merebut perhatian semua orang dari diriku! "


Saat Putri Zhang Miki terus mengumpat di dalam hati dan berjalan, tanpa terasa dia sudah berada di dekat paviliun Selir Minori dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan dari Miao, Kanao, Selir Minori dan Putri Sachie.


"Yang mulia ini sangat indah, aku yakin nona pasti akan menyukainya, " puji Kanao kepada Selir Minori yang sedang menyulam burung mandarin yang indah di atas secarik kain merah.


"Kanao benar, yang mulia sulaman mu sangat bagus, nona pasti akan sangat senang memakainnya nanti! " tambah Miao.


Selir Minori tersenyum malu, " Jangan terus memuji ku, aku yakin anak itu akan mengatakan ini merepotkan untuk menggunakan tudung saat menikah, kalian tahu sendiri bukan bagaimana sifatnya? "


"Ibu perkataan mu memberi ku ide, kenapa ibu tidak menyulam di atas kain tudung pernikahan yang tebal saja, dengan begitu kak Miya tidak akan bisa melihat dan siapa tahu dia akan tersandung batu dan terjatuh di tengah tengah upacara pernikahan hahahahaha! " ujar Sachie.


"Putri Sachie benar, ini bisa di lakukan, yang mulia kenapa kau tidak buat yang baru? " tanya Kanao.


Tidak jauh dari sana Putri Zhang Miki melebarkan matanya karena kaget, " Apa? Apakah jalan9 itu akan menikah? tapi kenapa aku belum pernah mendengarnya? sepertinya ayah kaisar juga tidak mengatakan apa pun. Apakah pernikahan ini di lakukan tanpa persetujuan ayah kaisar? ini kabar bagus! jika ayah tahu dia akan sangat marah. Tapi siapa yang akan dia nikahi? "


Setelah berpikir sebentar Putri Zhang Miki menyimpulkan dengan, " Untuk apa aku harus tahu siapa yang dia nikahi? palingan juga hanya seorang pengawal atau pembantu yang tidak sengaja menidurinya atau laki laki brengsek berselir banyak yang suka dengan kecantikan. Sekarang lebih baik aku pergi dan melaporkannya kepada ibu dan Ayah! "

__ADS_1


Dengan begitu Putri Zhang Miki dan pelayannya segera bergegas pergi untuk menceritakan apa yang dia dengar kepada ibunya sebelum dia dan ibunya bersama sama melaporkan hal itu kepada Kaisar dengan sedikit bumbu kebohongan, tidak memperhatikan bahwa Pangeran Arnius dan Pangeran Fudo yang baru selesai berlatih melihat kepergiannya dan melewatkan pertanyaan berikutnya yang di ajukan selir Minori.


"Memangnya kalian tidak takut di hukum oleh orang yang dia nikahi? " goda selir Minori.


Seketika itu pula lah ketiga orang di depannya yang serempak merencanakan rencana jahil terhadap Miya menjadi bungkam.


"Hahahaha jika Raja kegelapan tahu bahwa kalian ingin mengerjai calon istrinya, ku pastikan kalian akan sedikit menderita di kemudian hari! " tukas Pangeran Fudo yang berjalan berdampingan dengan Pangeran Arnius.


"Aku hanya bicara! " bela Putri Sachie.


"Ibu"


Satu kata dengan nada dingin ini seketika membuat kekehan Selir Minori hilang seketika.


"Ada apa nak? " tanyanya dengan raut wajah serius.


"Pangeran benar, kami juga merasakan hawa kehadirannya tadi. Sepertinya dia terburu buru pergi untuk melaporkan pernikahan nona kepada yang mulia kaisar, " ujar Kanao yang dk angguki oleh Miao. Kedua pelayan ini, sudah sangat berubah ketimbang saat pertama bertemu dengan Miya.


"Apa?! " kaget Selir Minori.


"Aku menjamin bahwa mereka pasti akan mengarang cerita untuk memperburuk nama baik kak Miya, " ujar Putri Sachie.


Melihat kegelisahan yang terpampang jelas dari wajah ibunya, Pangeran Arnius segera menenangkan. " Ibu jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan orang itu membuat masalah untuk Miya. Lebih baik ibu selesaikan saja sulamannya, jika tidak maka itu tidak akan selesai sampai hari pernikahan datang. "


Selir Minori menatap anak terbesarnya dengan rumit. Jika kakaknya tahu kedua anaknya tidak hidup dengan baik selama ini, dia bisa menebak bahwa permaisuri Yumna pasti akan menyalahkan dirinya sendiri. "Baiklah, tapi jangan sampai adik mu tahu tentang hal ini, " ucapnya sembari menepuk lembut bahu Pangeran Arnius beberapa kali.


Belum juga ada sepuluh detik berlalu semenjak kata kata itu keluar dari mulut Selir Minori, yang lainnya pun juga belum punya waktu untuk menanggapi ketika tiba tiba suara Miya yang khas terdengar tidak jauh dari mereka. " Anu, ibu maaf tapi sepertinya itu sudah terlambat. "

__ADS_1


Seketika itu Selir Minori dan yang lainnya menoleh hanya untuk melihat Miya berjalan mendekat dengan senyum canggung.


"Kakak kenapa kau ada di sini? " tanya putri Sachie.


"Aku datang karena di sini banyak orang, kalau aku masih di paviliun itu sendiri hanya di temani Shiro dan Kuro, sesosok hantu yang lengket akan muncul (¬_¬)," jawab Miya.


Sesosok hantu tampan yang sedang di bicarakan : achoo! apakah Miya sedang membicarakan ku?


"Halah, ngomong aja klo kakak lagi menghindari calon kakak ipar, " goda Pangeran Fudo menarik turunkan kedua alisnya.


"Ya kan tadi aku bilangnya gitu, gimana sih 😑, ngomong ngomong soal ayah kaisar, apa yang akan kakak lakukan?" tanya Miya kepada kakak kandungnya.


Ada keheningan sejenak karena pangeran Arnius tidak menjawab. Namun setelah sebuah tamparan yang sangat keras terdengar, mereka dengan serempak berseru " Miya, Kakak, Nona! "


Setelah suara tamparan, kemudian terdengar pula suara kasim mengumumkan kedatangan Yang Mulia kaisar, Selir Pertama dan Putri Mahkota. Di tambah lagi, Kaisar segera berbicara dengan suara tinggi setelah dia selesai menampar pipi kanan Miya dengan kejam, " Dasar Wanita tak tahu malu! kau berani tidur dengan seorang pelayan dan menikahinya tanpa memberitahu ku?! apakah aku ini masih ada di mata mu hah?! dasar anak tak tahu di untung! "


Miya tak bisa menanggapi, yang lain ingin membantu tapi takut memotong pembicaraan kaisar. Menutupi pipi merahnya yang di tampar, Miya masih tidak percaya bahwa yang meninggalkan jejak telapak tangan di wajahnya adalah ayahnya sendiri.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2