
"Ayah apa yang kau lakukan! "
Karena melihat bekas tamparan di pipi adiknya, Pangeran Arnius tidak bisa untuk tetap tenang dan mulai membentak ayahnya sendiri.
"Arnius perhatikan ucapan mu! aku ini adalah ayah mu! aku adalah seorang kaisar! dimana sopan santun mu! " marah Kaisar Zhang Bai Yin.
"Kau tau kau seorang ayah, lalu bagaimana bisa kau menampar anak mu sendiri?! " dengan berani pangeran Arnius menyahut sambil berjalan ke depan Putri Zhang Miya yang matanya mulai memerah agar pandangan ayah dan putri ini terputus.
"Arnius jangan salahkan ayah mu, yang mulia hanya sedikit menghukum Miya karena telah melepas kesuciannya dan ingin menikahi seorang pelayan, " ucap Selir Shu sok lembut berjalan ke samping kaisar Zhang Bai Yin.
"Selir Shu jangan menuduh anak ku yang tidak tidak! " peringat Selir Minori.
"Ibu selir kedua, apa maksud mu? bukankah kau sendiri sedang menyiapkan tudung pernikahan untuk dik Miya?" ujar Putri Zhang Miki sok polos sambil melirik ke arah kain yang ada di atas meja batu.
Dengan perkataan Putri Zhang Miki sebagai pemicu, kaisar pun menoleh dan mendapati ada kain merah bersulamkan berung mandarin yang belum selesai dan untaian benang berwarna emas di sampingnya. Melihat itu, kemarahan pun kembali menguasai hatinya.
"Buktinya sudah ada! apakah kalian masih akan membantahnya hah?! kalian berani melakukan hal ini di belakang ku, apa kalian menganggap aku sudah mati! "
"Dan kau! hanya karena selir dan anak ku mendukung mu, kau pikir bisa terhindar dari hukuman ku?! " bentak kaisar Bai Yin sembari menarik tangan Putri Zhang Miya dengan kasar hingga akhirnya dia keluar dari belakang Pangeran Arnius.
"Ti.... tidak, ayah aku tidak melakukannya! " Putri Zhang Miya berusaha membela diri namun karena air mata yang mengalir keluar dan suaranya yang kecil seolah olah hilang, walau Kaisar Bai Yin mendengarnya, ia pura pura tidak mendengar.
Dia menggoncang tubuh Putri Zhang Miya dengan kejam dan bertanya dengan nada tinggi, " Katakan di mana pelayan yang meniduri mu?! biar ku hukum kalian bersama sama! "
"Bagaimana bisa aku membesarkan seorang peIancur seperti mu! lebih baik Yumna menggugurkan mu saat itu! "
Jleb!
Seakan ada sebilah pedang menancap di hatinya, Putri Zhang Miya tidak bisa berkata kata mendengar penuturan ayah kandungnya sendiri.
"Mulai sekarang lakukan apapun yang kau mau! aku tidak akan melarang mu, nikahi pelayan itu tapi jangan pernah kau mengeluh pada ku dan meminta uang pada ku! Satu hal lagi, karena kau telah melakukan hal tidak senonoh seperti ini, pergi terima 30 cabukan dan renungkan perilaku mu selama 3 bulan! aku malarang siapapun untuk memberinya ramuan penyembuh! " titahnya dengan dingin.
"Yang mulia walau Miya melakukan sesuatu yang salah tapi hukuman ini terlalu berat bukan? di tambah bukankah dia akan segera menikah? ini adalah pernikahan yang di lakukan satu kali seumur hidup, tidak baik jika dia harus merenungkan diri selama tiga bulan bukan? " ujar selir Shu dengan tampang simpati.
"Ibu benar, ayah ini adalah hari spesial adik Miya, sebaiknya ayah meringankan hukuman untuknya, " tambah Putri Zhang Miki sok polos.
Kaisar Bai Yin mengamati selir pertama dan anaknya yang terlihat sangat lembut dan simpatik lalu menoleh ke arah selir kedua dan anak laki lakinya yang menentang dirinya dengan berani. Mau tidak mau rasa sakit karena di tinggalkan menyelinap ke dalam hatinya.
__ADS_1
Kaisar Bai Yin segera menepis perasaan itu dan dengan dingin mendengus, " Karena ibu selir dan kakak mu kasihan dengan mu, maka hukuman akan ku ganti dengan cambuk 60 kali. Seseorang segera lakukan hukuman! "
Dengan titah kaisar, beberapa orang segera menangkap Putri Zhang Miya dan bersiap melaksanakan hukuman ketika tiba tiba tubuh mereka terpental dan menabrak tanah atau dinding dengan keras sampai mengeluarkan seteguk darah.
"Kalian berani?! "
Suara dingin dan menindas Pangeran Arnius membuat orang orang yang terpental tak lagi ingin bangun dan melawan. Melihat hal ini kemarahan segera memenuhi hati Kaisar Zhang Bai Yin.
"Bagus! sekarang bahkan putra mahkota menentang ku hanya karena anak siaIan ini, akan ku lihat apakah kau masih bisa melindunginya! " bersamaan dengan keluarnya kata kata ini, Kaisar mengambil langkah lebar berjalan ke arah Putri Zhang Miya dan kemudian mencambuknya dengan tanpa belas kasihan.
"Awww sakit hiks.... "
"Ayah hentikan, ini sakit... "
"Tolong hentikan ayah.... "
Isakan tangis dan teriakan kesakitan segera menusuk indera pendengaran semua orang yang ada di sana. Semua orang segera menunjukkan perasaan tidak terima mereka kecuali Putri Mahkota dan selir pertama.
"Ayah hentikan! " teriak Pangeran Arnius marah.
"Yang Mulia tolong kasihani putri ku hiks, " sahut Selir Minori.
"Apa?! sekarang kalian berani bertindak lancang di depan ku?! aku adalah kaisar! " marah Kaisar Zhang Bai Ying.
"Yang mulia tenangkan amarah mu, " ujar Selir Shu sok perhatian.
"Ayah kaisar ibu benar, tenang kan amarah mu itu tidak baik untuk kesehatan mu, " sahut Putri Zhang Miki.
"Hahahaha matilah kalian, " batin keduanya menyembunyikan seringaian keji di balik lengan baju masing masing.
Mendengar kalimat penuh perhatian dari selir pertama dan putri mahkotanya, Kaisar Zhang Bai Yin entah kenapa malah tambah marah hingga mencambuk Putri Zhang Miya dengan lebih kejam.
Hanfu yang di kenakan putri Zhang Miya sudah sobek sana sini, darah mengalir keluar dari luka cambuk, kulit yang sebelumnya putih dan mulus kini penuh dengan luka menganga yang dalam.
Menghadapi keadaan yang sangat menyakitkan ini, mental Putri Zhang Miya alias Dwi Yulia Putri yang merupakan penduduk abad 21 dimana dia jarang merasakan yang namanya sakit, ini adalah batasan terakhirnya.
Air matanya berlinang membasahi pipi yang tertutup noda merah.
__ADS_1
"Ayah hiks, ini sakit..... " dengan kalimat terakhir ini Putri Zhang Miya akhirnya jatuh pingsan karena tidak tahan lagi.
Tubuh itu terhuyung huyung hendak jatuh ke arah Yang Mulia Kaisar namun dengan sigap Pangeran Arnius menangkap tubuhnya, menggendongnya lalu segera pergi tanpa mengucapkan satu patah kata apa pun. Pangeran Fudo dan Putri Sachie mengikuti di belakang sedangkan Selir Minori, Kanao dan Miao segera menyusul setelah memberi hormat kepada sang kaisar.
Kini tinggal Selir Shu, Putri Zhang Miki dan Kaisar Zhang Bai Yin yang tersisa. Sang kaisar menatap cambuk yang ia gunakan untuk menghukum putri dari istri sahnya sendiri yang penuh dengan darah ketika tiba tiba suara Putri Zhang Miya terlintas di benaknya.
"Ayah hiks, ini sakit..... "
Hanya dengan kalimat ini, perasaan bersalah segera memenuhi hati Kaisar Zhang Bai Yin. Namun setelah mengingat kembali bagaimana pemberontakan mereka semua hanya untuk anak itu, hati Kaisar Zhang Bai Yin kembali menjadi dingin. Dia kemudian pergi dari tempat itu setelah mendengus dengan marah.
Di sisi lain.
Memegang tubuh adiknya yang penuh dengan darah, Pangeran Arnius segera membawanya ke dalam kolam air suci.
Ketika tubuh Miya di masukkan ke dalam kolam, air segera berubah menjadi merah. Pangeran Arnius memandang rumit ke arah adiknya yang sedang pingsan lalu bertanya, " Kau sangat kuat, bahkan lebih kuat dari ku. Kenapa kau tidak melawannya? "
Pertanyaan ini di dengar oleh orang orang yang mengikuti Pangeran Arnius datang ke dalam ruang dimensi.
Selir Minori berjalan maju untuk menepuk pundak pemuda itu pelan. " Mungkin dia tidak berani melawannya, karena walau bagaimanapun dia adalah ayahnya. "
"Ayah apanya? Dia bahkan tidak tahu bila putrinya sudah meninggal dan digantikan oleh jiwa lain, masih bisakah dia di sebut seorang ayah? ayah mana di dunia ini yang bisa begitu kejam dengan anak mereka? bahkan seekor binatang buas pun akan selalu melindungi anak mereka apapun yang terjadi, " ucapnya dengan dingin.
Selir Munori menghela nafas dengan berat lalu mengingatkan, "Nak kau tau sendiri, hati gadis ini terlalu lemah dan lembut."
"Ibu ada benarnya juga. "
Di tempat lain, Raja Kegelapan sedang menjalankan beberapa urusan ketika tiba firasat buruk memenuhi hatinya. Seakan akan tubuh keduanya terhubung, sengatan yang menyakitkan segera merayap ke dalam hatinya.
Raja kegelapan mengerutkan alisnya dalam dalam sekaligus memberi perintah, " Dao cari tahu apa yang terjadi kepada istri ku! "
"Ya tuan" Dao segera pergi menjalankan perintah tanpa bertanya apa apa lagi.
"Istri semoga kau baik baik saja, " gumam Raja kegelapan memandang dengan dingin hamparan binatang buas yang ada di depannya.
Ini adalah sedikit dari para binatang buas yang entah kenapa tiba tiba menggila. Raja kegelapan pernah menolak permintaan para kaisar namun ia juga tidak mau negara istrinya bisa bisa hancur di tangan para binatang buas ini.
Aku tidak yakin, apakah dia masih akan mempedulikannya jika tahu bahwa pemimpin negara ini telah menyakiti istrinya dengan parah.
__ADS_1
TBC