
Sore Menjelang malam kemudian.
Setelah pergi keluar seharian entah kemana, Raja kegelapan kembali ke kediamannya hanya untuk melihat Yuli sedang menyapu halaman depan paviliun yang di tinggali dirinya dan Yuli. Daun daun kering yang berguguran membentuk bukit bukit kecil di sekitarnya. Keranjang besar untuk membuang dedaunan itu pun juga sudah berdiri tegak di dekatnya.
Sambil menyapu dedaunan itu, Yuli menyenandungkan lagu tanpa lirik. Entah terlalu hanyut dalam kegiatan atau memang tidak peka dengan lingkungan, dia sama sekali tidak bereaksi ketika Raja kegelapan berjalan mendatanginya.
"Kenapa tidak biarkan para pelayan yang melakukannya? "
Tiba tiba mendengar suara merdu dari pihak lain, Yuli tidak punya waktu untuk mengantisipasinya. "Astagfirullah halazim kucing loncat! " latah Yuli.
Mundur beberapa langkah dan memegangi dadanya yang sedang maraton, Yuli kemudian menoleh ke arah Raja kegelapan yang ada di sampingnya. " Kalau datang ucap salam kek, main nongol kayak setan aje, " keluhnya.
Raja Kegelapan datang mendekat dan memeluk Yuli dengan posesif," Maaf, itu salah ku. "
Yuli :......
"Kak, Apa yang kau lakukan? masuk ke dalam dan mandi, aku harus menyelesaikan masalah daun terlebih dahulu. "
"Biarkan saja para pelayan yang melakukannya, " ucap Raja kegelapan mengeratkan pelukannya.
Yuli : .......
"Kak Ren suka peluk peluk aku, emang aku enak di peluk ya? "
Raja kegelapan :" Tentu saja! "
Yuli melirik ke arah para penjaga bayangan milik Raja kegelapan yang kebetulan belum pergi lalu membuang muka. "Kak Ren, di sini masih ada orang lho. "
Raja kegelapan : ???
Yuli yang di peluk, walau tidak bisa melihat wajah Raja kegelapan, tapi bisa membayangkan dengan pasti wajah sok bodoh apa yang sedang terpampang di wajahnya. Seketika kekesalan mengusik hati Yuli.
"Tau masih ada orang malah peluk peluk! masuk ke dalam rumah! aku masih ada urusan negara! " tukasnya mendorong tubuh Raja kegelapan sekuat tenaga hingga terlepas.
Raja kegelapan yang terlepas dari pelukan merasa sedikit kosong. Ia melirik ke arah para penjaga bayangan yang pergi keluar dengannya dan dengan dingin bertanya, "Masih tidak pergi? "
Tanpa menunggu perintah kedua, para penjaga segera menghilang bersama angin.
Raja kegelapan mengamati Yuli yang sedang memungut daun dan memasukkannya ke dalam keranjang, mendekat untuk membantu tapi segera di halangi oleh Yuli. "Stop! jangan ganggu, ini wilayah ku. "
Ucapan ini cukup lucu, karena mau bagaimana pun tanah yang ia pijak adalah kepemilikan raja kegelapan. Yah tapi ya yang namanya bucin ya udah, segara sesuatu milik raja kegelapan adalah milik Dwi Yulia Putri.
"Kau tidak suka aku memeluk mu? " tanya Raja kegelapan sembari memikirkan tingkah Yuli di tempat tidur yang selalu pergi ke pelukannya setiap kali itu terlepas.
Yuli yang sedang memungut gundukan ranting dan daun yang terakhir menjawab dengan santai. " Tidak, aku menyukainya karena itu hangat. "
Raja kegelapan tersenyum, " Lalu kenapa kau menolak tadi? "
__ADS_1
Yuli mengangkat keranjang yang sudah penuh dengan daun dan ranting, menoleh ke arah Raja kegelapan lalu menjawab dengan muka yang cukup aneh. "Karena jiwa jomblo ku yang berusia 21 tahun menjerit kegirangan, saking girangnya aku berasa mau nangis lebay banget kan. Lagi pula entar kalau kakak terus baik pada aku, bisa ku jamin aku akan bertambah manja. "
Ekspresi Yuli saat mengatakan ini sungguh lucu membuat Raja kegelapan terkekeh pelan.
"Jangan tertawa! di jujurin malah ketawa! " kesal Yuli berlalu pergi untuk membuang sampah ke bank sampah daur ulang.
"Malu anjirrrrr! "
o0o
"Apakah sudah selesai? kenapa lama sekali? " tanya Raja kegelapan ketika melihat Yuli kembali ke dalam kamar.
Yuli melirik ke arah Raja kegelapan yang sudah rapi duduk di meja kerjanya dengan rambut tergerai yang basah. Cukup mudah untuk menebak bahwa dia habis mandi.
"Aduh ni laki anak siapa sih kok ganteng banget"
"Aku mampir ke dapur tadi, " ucapnya.
Yuli mendekat dan melihat bahwa setumpuk dokumen muncul di meja kerja yang tadi pagi masih kosong. "Wah sibuk banget ya, untung aku jadi Queen cuma nama doank."
"Itu karena kamu tidak suka pekerjaan yang menggunakan otak bukan? " ujar Raja kegelapan. Kembali fokus ke dokumen yang ia baca dan membiarkan Yuli melihatnya dari belakang kursi.
"Hehehe otak ku ga kuat, biar kamu aja yang nanggung wkwkwk."
Raja kegelapan hanya tersenyum menanggapi ke recehan Yuli yang datang tiba tiba.
Yuli melihat Raja kegelapan yang bekerja dengan begitu serius, bahkan wajahnya yang sedang serius pun juga sangat tampan. Tatapannya terus terpaku pada wajah itu hingga akhirnya perhatiannya teralihkan oleh sesuatu yang dingin mengalir melewati tangannya.
"Kak Ren, kau harus mengeringkan rambut mu dengan benar lain kali. Kata kakak ku jika rambut tidak kering bisa membuat kita sakit kepala, Nah sudah. Aku pergi mandi dulu, kalau makan malamnya sudah datang kakak bisa makan terlebih dahulu, " ujarnya sebelum berlalu pergi ke balik sekat untuk berendam di kolam air.
"Tingkah ku aneh ya? kok rasanya aku bisa liat warna pink kembang kembang di sekitar ku, tingkah ku normalkan? kalo di cerita cerita kan ada adegan kek gitu, " bisik Yuli pada dirinya sendiri.
Δ
|
Korban novel, komik, drama dan anime.
╮(╯▽╰)╭
"Hahhhh, emang enak punya kolam pribadi, seger banget! " keluh Yuli sembari mengeringkan dirinya dengan handuk. Tak lupa dengan segera memakai dalaman dan pembalut :v
"Tunggu tunggu kok kayak ada yang kurang...... " gumam Yuli sembari membolak balik tumpukan kain yang di bawanya.
"Nah mati lu, bawa daleman kok ga bawa luarannya! "
Yuli mengintip ke arah meja kerja Raja kegelapan dan mendapati sang empu masih sibuk dengan dokumen di depannya. Ada juga serumpuk makanan yang sudah di buat Yuli bersama para pelayan tadi di meja makan. Sepertinya baru saja tiba karena masih panas.
__ADS_1
"Suruh ambilin aja kali ya? tapi ganggu ga? ato ambil sendiri aja? lagian dia juga lagi sibuk, males ngerepotin ih, padahal ya dari lahir udah sering ngerepotin orang....... " gumam Yuli pada dirinya sendiri.
Setelah lama berpikir, badan Yuli menjadi kedinginan karena kulitnya langsung terkena udara dingin. Membulatkan tekatnya, Yuli menutupi tubuhnya dengan handuk dan memandang pakaian kotornya yang sudah di timbun bersama saudaranya dengan kesal. "Ga ngomong dari tadi kalo lupa bawa baju! kan kalo tau kau ga bakal ku kasih sana! " gumamnya lalu diam diam dengan langkah kecil dan tanpa suara keluar dari balik sekat.
Melihat bahwa rencananya cukup terjamin ketika melihat bahwa Raja kegelapan tidak ada tanda tanda menoleh atau bicara dengannya, Yuli dengan senang melanjutkan aksinya sampai ke depan lemari.
Dengan gugup Yuli membuka lemari untuk mengambil pakaiannya namun, ada yang mengatakan jangan terlalu senang dulu sebelum mencapai kemenangan.
Karena Yuli terlalu gugup, pintu lemari yang terbuka membuat suara decitan dan masuk ke telinga Raja kegelapan.
Akhirnya sadar bahwa istrinya sudah selesai mandi, Raja kegelapan segera meletakkan kuas yang dia pegang. Yuli yang melihatnya dari belakang tiba tiba entah kenapa jadi pasrah, " dah lah. "
😃😄😉😱😩😋😝😜😭😙😗😖😚😏😫😆
Pojok keluhan kecil.
Pangeran Rui : Kenapa aku merasa bahwa aku tidak pernah keluar lagi?
Vilo dan Hiro : Haitang jiejie kapan bucinan mereka selesai?
Pangeran Kazuo : Kenapa kabar adik ku dan wajahnya bahkan tidak di ungkit lagi?
Kanao : Kenapa aku punya nona yang aneh? lihatlah kamarnya yang sekarang kosong dan tempat tidur tikar itu!
Miao : Kenapa aku berpikir karakter ku dan Kanao tidak mirip seperti pelayan?
Kuro dan Shiro : Dimana aku? Siapa aku? kenapa ga nongol nongol?
Black : Aku lebih jarang keluar, nganggur sepanjang hari cuma hobi makan rumput.
Sintia : Kenapa gw punya temen kagak ada yang bener?
Nia : Kok ga ada cowok ganteng yang suka ama gw sih?
Eka : Demi apa! siapa yang mau beli adik durjana dan temen sengklek? 10 k dapet 3 geratis sejumput beras.
Fani : Kapan gw lairan anjim
Vani : Kok kayak ga pernah nongol
Paca cowok : Parahan kita kalik!
Yuyu : Kapan tante Yuli pulang? pengen oleh olehnya.
Sachie dan Fudo : Aku ngerasa aku senggang setiap saat.
Pangeran Arnius : Kapan pertunangan ku batal? kapan bisa deket ke Eka?
__ADS_1
Xiao Haitang : Ehem, maafkan aku semuanya papay // kabur
TBC