
Skip keesokan harinya.
Hari keempat perayaan pun tiba.
Hari ini adalah hari yang penuh hiburan karena acara yang akan di gelar adalah pertunjukan bakat.
Kaum perempuan yang sudah bertunangan atau lanjang yang berstatus dewasa di wajibkan menampilkan sebuah bakat dengan durasi tidak boleh kurang dari 5 menit.
Setiap peserta di perbolehkan meminta bantuan pelayan atau teman asal di setujui kedua pihak.
Para peserta juga di berikan sebuah nomor urut untuk menampilkan bakat mereka di atas panggung yang di kelilingi oleh banyak kursi penonton.
Kesimpulan yang di dapat Miya dari penjelasan di atas adalah.......
"Menyusahkan, persyaratannya banyak bener, " ucap Miya sembari berjalan menuju tempat di adakannya pertunjukan bakat.
"Jangan ngeluh napa, kek orang ga semangat hidup aje, " protes Kanao.
"Ya biarin napa, yang ngomong aku kok elu yang rempong," sahut Miya.
"Ya serah lah, mending kerjain tugas sono!, " suruh Kanao.
"Cik, nyuruh, " desis Miya.
Beberapa waktu berlalu semua kursi penonton sudah penuh dengan orang.
Miya duduk di dekat kursi para kaisar bersama dengan seluruh keluarganya ( selir Gina and Miki juga ya) dan para pangeran putra mahkota.
Secara di sengaja Raja kegelapan pun duduk di sebelah Kanan Miya sedangkan sebelah kirinya adalah Arnius kakaknya.
"Halo sayang, aku tidak sabar melihat pertunjukan mu sayang ~," bisik Ren di telinga Miya seontak membuatnya merinding.
"Sutttt ganggu lu siuh siuh, " usir Miya.
"Kamu dapat nomor berapa?, " tanya Arnius.
"Hampir paling belakang, " jawab Miya.
"Sepertinya putri Miki dan Sachie akan tampil lebih dulu dari mu, "ucap Arnius menyimpulkan.
"Apa yang akan mereka tampilkan?, " tanya Miya.
"Sepertinya putri Miki akan menari bersama para pelayannya untuk di jadikan penari latar, dan kalau Sachie-, " belum selesai Arnius bicara, ia sudah di potong oleh Sachie.
"Kakak aku akan menyanyi dan pelayan ku akan bermain musik, bagaimana kedengaran hebat kan?!, " bangga Sachie.
"Sepertinya menyenangkan, " sahut Miya.
"Mimi sendiri mau menampilkan apa?, " tanya Rei.
"Hmmmmm, menampilkan apa yang aku suka, " acuh Miya.
"Memangnya apa yang kau suka sayang?, " tanya Ren.
"Menyanyi, nona akan menyanyi bersama ku yang mulia, " jawab Miao.
"Anu boleh nanya tidak?, " tanya Kazuo.
"Apa itu?, " ucap Miya, Arnius, Kanao dan Miao serempak.
"Kenapa raja kegelapan memanggil Miya / Mimi /kakak sayang?, " tanya Kazuo, Rei, Sachie, Fudo dan selir Minori berbisik.
"Oh yang mulia adalah calon suami nya nona jadi ya wajar kan, " ujar Kanao.
"APA!???!, " teriak mereka membuat mereka jadi pusat perhatian orang.
"Ma maafkan kami, jangan pedulikan kami lanjutkan saja melihat adu bakat, " ucap selir Minori mewakili.
"Cik dasar wanita sok baik, apa lagi yang mereka bicarakan itu?, bisik bisik tidak jelas seperti sangat rahasia saja, " batin selir Gina.
"Cik apa yang mereka bicarakan, dan lagi aku ingin bertukar tempat duduk dengan sampah itu, bisa bisanya dia duduk di sebelah raja kegelapan, dasar wanita kurang ajar, " batin putri Miki.
Dan begitulah waktu mereka lewati dengan mengobrol sembari melihat bakat para peserta.
Hingga akhirnya sore menjelang malam tiba dan giliran Miya pun hampir tiba.
"Miya setelah ini adalah giliran mu kan?, " tanya Kazuo.
"Yes, " jawab Miya.
"Kau akan menyanyikan lagu apa kakak?, " tanya Fudo.
"Karma dan Next Door, " jawab Miya.
"Lagu apa itu?, aku belum pernah mendengarnya, " ucap Arnius.
"Tentu saja itu adalah lagu spesial dari sayang ku," sombong Ren.
"Bukan itu lagu yang aku sukai akhir akhir ini, " ucap Miya membenarkan.
"Apa kau yakin akan menyanyikan lagu itu?, bukankah mereka dua lagu yang tidak cocok?, " tanya Kanao.
"Yang penting kan tampil masih aja kompain, " kesal Miya.
"Ngomong ngomong ini acara buat mencari calon pelancur ya?, dari tadi kok yang ku lihat pakaiannya pada kebuka😑," Ujar Miya.
"Surganya para bajing*n nih, " imbuhnya.
"Hahahahaha mungkin😂,"tawa Kanao, Miao dan Sachie.
Saat mereka sibuk mengobrol, tiba tiba......
"Putri Zhang Miya, silakan menampilkan bakat anda!, " teriak seorang kasim meneriakkan nama Miya.
"Eh buset bikin kaget bae, " gumam Miya.
"Baik, kalau begitu saya minta waktu beberapa menit untuk bersiap, " ucap Miya sopan lalu segera pergi menarik tangan Miao untuk pergi ke kamar kecil setelah mendapat ijin dari sang kasim.
Miao dan Miya lekas masuk ke dalam kamar kecil dan lalu mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh Lia dari ruang dimensi.
Beberapa menit kemudian,
"Diamana putri Zhang Miya itu?, kenapa dia lama sekali?, " ucap si A.
"Mungkin sedanh bersembunyi karena tidak punya bakat, " sahut si B.
"Cih sepertinya tampangnya saja yang sempurna, "ucap si C.
"Jangan mengejeknya lagi jika kalian tidak ingin menyesal nanti, " ujar si D.
"Iya, bisa jadi dia sangat berbakat lho, " sambung si E.
"Maaf membuat kalian menunggu, " ucap Miya berjalan masuk ke dalam tempat pertunjukan dan naik ke atas panggung sembari menggandeng Miao.
Seketika para penonton terpesona akan kecantikan Miya dan Miao yang tiada duanya.
Ada juga orang yang iri dengan mereka.
style Miao
style Miya
"Halo saya Miya dan ini Miao, kami akan menyanyikan sebuah lagu semoga para hadirin dapat terhibur, " ucap Miya sembari memegang mikrofon di tangannya begitu pula dengan Miao.
Miya menggunakan elemen anginnya untuk memperkuat getaran suara dan mengeluarkan musik yang pernah ia dengarkan dengan begitu tidak membutuhkan pemain musik lagi.
"Anu tuan putri kami harus memainkan lagu yang seperti apa?, " tanya seorang pemain musik yang ada di tepi panggung.
"Tidak usah bermain dan nikmati saja pertunjukan kami, " ucap Miya.
Mereka pun mengambil posisi mereka dengan berjejer menghadap para kaisar dan mulai Menyanyi.
..."**Karma"...
[both]akai tsuki ni kimi wa miserarete
fukai yami e to mayoikomu
__ADS_1
tsumi bukaki kono mi ni tsugunai wo
nogarerarenai karuma
mou nidoto kimi wa de rarenai
[Miao]yoru ni maiorita shiroi akuma
niji iro ni kirameku
nisemono no
hikaritachi
[Miya]asenai yume no you ni
kimi dake no ai wo sakebu
[Miao]ichido kiri no
chigiri no tame
[both]kokoro wo furuwasu
utakata no
akai tsuki ni kimi wa miserarete
fukai yami e to mayoi komu
tsumi bukaki kono mi ni tsugunai wo
nogare rarenai karuma
[Miao]mou nidoto kimi wa de rarenai
...
[Miya]nibi-iro ni hikaru kimi no yubi wa
haruka kanata e to nagesutete yo
mayoi nado
[Miao]akenai yoru dake wo
itsumade mo medete itai
[Miya]boku no iro ni
somesasete yo
[both]karada no oku made
mayakashi no
awai yume ni boku wa miserareta
kimi no mune e to suberi komu
koikogareru mama ni motomereba
toke dashite yuku karuma
[Miya]mou nidoto boku wa odorenai
[Miao]"Ahh, kawaii sou ni
Mou, modorenai toki made
Hitoshima tendane
Yurusareru kotoshi nagura
Fukami ni hamateta hiro ni hito ni wa
Dou, kurai?
[Miya]"Tsurake nante nai yo ne?
datte hitotsu ni narete ndamono
kore wa Ai!
sou, shinjitsu no ai nanda
mazani au yorokobi ga
rikai dekinai ndato shitara
kimi wa!
kawaii sou da ne!"
[Miya]akai tsuki ni kimi wa miserarete
fukai yami e to mayoi komu
[Miao]tsumi bukaki
kono mi ni tsugunai wo
noga rerarenai karuma
[Miya]ichimatsu no
[Miao]amai wana
[both]warui yume ni boku wa miserarete
yagate tsumi e to mayoi komi
karehateta inochi ni tsugunai wo
sakebe do tsukinu karuma
mou nidoto boku wa modorenai**
.......
Lagu yang menggoda telinga para penonton dan pesona yang mereka dua tebar saat menari membuat semua orang terdiam.
Lagu pertama selesai Miya dan Miao saling membelakangi dan bersiap menyanyi lagu kedua.
Lagu yang sedikit berbeda dari lagu pertama dan musik yang sangat asing di telinga semua orang.
"Next Door"
...**Miya: Egao no sono kamen wo...
Hiki hagashita hitomi ni wa
Shin sekai no raging
Fuki arete sugomu
Miao: Makura na yami wo mita
Himawari no hana ga
Ah chigire matte
Miao/Miya: Uta ga moeru
Miya: Kakusu na kako no kizuato wo
Miao: Fusaida kasabuta o
Miya: Shin no
Miao: uh
__ADS_1
Miao/Miya: sugata e to
Miya: Utsukushika nai ka?
Miai: Kodoku no prison
Kaihou wo
Miya: Kaihou sa
Miao/Miya: Te wo nobasou
Miao/Miya: NEXT DOOR hadaka no haato no sakebi
NEXT DOOR
Miao: doko ni mukau
Miya: tsugi no rakuen e
Miao: Ochiteku tamashii
Miya: saa hai agere
Miao: koe
Miao/Miya: tabanete
Gekijou no aru ga mama o we sing for you
Miya: Mite mita kuwanai no ka?
Senzai ishiki ni nemutta
Junsui muku na
Omae no motsu patosu
Miao: Mite mita sa uke irete
Ikiba no nai namida wa
Tsumetai tear rain
Miao/Miya: Uta ga hazeru
Miya: Mitomeru nemuru chikara o
Miao: Wakatte iru dakedo
Miya: Tsuyoku
Miao: uh
Miao/Miya: kurosu suru
Miya: Synchronicity
Miao: Hitori kiri da to
Ongaku wa
Miya: Hibikanai
Miao/Miya: Naru wake ga nai
Miao/Miya: NEXT DOOR hitosuji no hikari gasasu
NEXT DOOR
Miao: tomo no kizuna
Miya: sore ga kotae nara
Miao: Kimi wa kimi da to
Miya: yume egaita
Miao: ano
Miao/Miya: symphony
Ima koko ni chikau nanda we sing for you
Miao: Egao no hontou no
Imi wo machigaeteta
Miya: Mune no kanashimi kakusu
Mono janai
Miao: Kodou ga utsu
Miya: zenshin ga utsu
Miao: Yorokobi no ima no sora
Miya: Kagiri no aru inochi no kaze
Miao: Moteru subete
Miya: hane ni ukete
Miao/Miya: habatake yume
Miao/Miya: NEXT DOOR ashita e no tobira akete
NEXT DOOR
Miao: warai aou
Miya: tagai no stage
Miao: Mou mayowanai
Miya: mou tobitate
Miao: ike
Miao/Miya: mirai e
Taiyou no kagayaki ni mo makezu
Miao/Miya: NEXT DOOR
Miao: wow
Miao/Miya.: NEXT DOOR**
Semua orang terpana mendengar lagu yang tidak ada satu pun ritme lembut namun penuh gairah menarik hati terdalam para pendengarnya. Di tambah dengan sedikit gerakan badan yang tak begitu berlebihan membuatnya tambah enak di pandang.
Sesaat setelah lagu selesai di nyanyikan suara tepuk tangan yang nyaring terdengar dari seluruh penjuru arah. Bahkan para kaisar pun ikut tersanjung dengan nyanyian Miao dan Miya.
"Bernyanyi bersama seorang pelayan dengan penuh gairah seperti ini hanya di lakukan oleh putri Miya seorang, sungguh pemandangan yang langka, " pikir kaisar Mo.
"Lagu yang indah, sepertinya pemenangnya sudah dapat di tentukan, "batin kaisar Jiang.
"Sejak kapan semua bagian dari anak sialan itu menjadi sangat sempurna, " batin Kaisar Zhang sembari melirik Miya yang sedang turun dari panggung dan kembali ke tempat duduk nya sendiri.
"Kerja bagus nona, " puji Kanao.
"Lagu yang bagus sayang, " bisik Ren.
"Hentikan sayang sayangan mu itu bikin geli bae😑," ujar Miya.
"Cik dasar jal*ng,bagaimana bisa jalan9 itu bisa sangat mempesona melebihi aku, padahal aku sudah memperlihatkan tubuh ku yang cantik ini, " kesal batin Miki.
"Berani beraninya anak sialan itu lebih mempesona dari putri ku, akan ku balas kau berkali kali lipat, " batin selir Gina.
Bersambung.
__ADS_1