Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 20 dua keluarga menjadi satu


__ADS_3

...Hari ini adalah hari minggu, Miya sedang menikmati pagi di rumahnya bersama dengan keluarganya. Karena hari ini adalah hari libur maka tidak ada tugas dari sekolah jadi Miya memutuskan untuk datang ke rumah keluarga untuk berkunjung....


Tok tok tok


Tiba tiba pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang. Dia pun bergegas pergi ke depan dan membukakan pintu untuk sang tamu. Dan ternyata yang datang adalah Eka.


"Halo Yul, apa kabar lu?, udah lama kan kita ga ketemu, " ucap Eka sembari menyapa.


"9 hari lalu juga baru ketemu, masak segitu udah lama, " ucap Miya setengah bercanda.


"Udah ah Ka yuk masuk dulu, ngobrolnya di dalam aja mumpung ada keluarga ku juga, " ajak Miya sembari menyeret Eka masuk.


"Assalamualaikum, yah sahabat Yuli bertamu, " ujar Yuli.


"Oh Eka ya, ayo nak duduk!, pasti kangen ya dengan Yuli makannya kemari?, " ucap ayah Yuli.


"Ahahaha, bener om, " ucap Eka canggung.


"Jangan panggil om, panggil aja ayah sama kayak Yuli, lagi pula aku sudah terlalu tua kalau harus di panggil om, '' ucap ayah Yuli setengah bercanda.


"Oh iya, Ka mau apa lu ke sini?, " tanya Yuli.


"Bukannya lu sendiri yang bilang kalau ga ada pelajaran mau di ajak ke vila lu? 😑, kan ini hari libur ya gw datang lah, lu gimana sih Yul 😑," ujar Eka.


"Sejak kapan lu punya vila Yul?," tanya Fani.


"Sejak kelempar ke dunia lain. Lu kira kalo bukan pake vila terus pake apa dodol!, " ucap Yuli


"Oh iya ya, kan Miya tu anak kebuang, " sindir Fani.


"Jangan nyindir nape lu? 😒," ujar Yuli.


"Yul emang lu jadi isekai?😯, " tanya Eka kaget.


"Ga, dari hongkong gw, " ujar Yuli.


"Yang bener napa!😤, " kesal Eka.


"Ya gw dari dunia lain, yang gw cerita in ke elu kemaren itu ya tentang gw ada di dunia lain 😞," jelas Yuli.


"Yul tengok vila lu dong, " ucap Fani memohon.

__ADS_1


"Ya udah ayo tapi jangan nginep kamar di vila gw cuma tiga udah ke pake semua, " ucap Yuli malas sembari membuka gerbang dengan cukup besar.


"Wow, amejing 😲, ternyata pas lu teleport dulu juga beneran ye, uy ngerasain masuk gate gw wkwkwkwk, " girang Eka.


Semua anggota keluarga Yuli pun masuk ke dalam gate meninggalkan rumah yang sudah terkunci rapat.


Mereka kemudian muncul di depan halaman paviliun Miya yang indah membuat satu keluarga itu kaget semua.


"Benar benar dunia fantasi!, indah banget woi!," ujar para kaum muda.


"Ayo masuk jangan di luar mulu, lumutan baru tau rasa lho, " ujar Miya setengah bercanda.


"Assalamualaikum!, " ucap Miya sembari membuka pintu vila di ikuti oleh para budaknya ( becanda wkwkwkwkwk 😂).


"Waalaikumsalam, " jawab orang dari dalam.


"Kak Kanao, kak Miao, Miya pul-, " belum sempat Miya menyelesaikan kalimatnya, ia sudah keburu kaget dengan keberadaan selir Minori, Arnius, Fudo dan Sachie yang sedang duduk di sofa bersama Kanao, Miao, Kuro dan Shiro.


"Nak akhirnya kau pulang juga, dari mana saja kau hah?!, apa kau tau ibu sangat cemas akan keadaan mu?!, " marah selir Minori sembari menghampiri Miya, ia belum sadar akan keberandaan keluarga Miya.


"Kakak kenapa baju mu sangat aneh?, dan kenapa paviliun mu juga sangat aneh?, " tanya Sachie yang melihat Miya datang dengan baju kebesarannya yaitu t shirt putih lengan pendek dan celana pendek berwarna abu abu.


"Woi Yul, do ngomong opo kae ki? aku ra dong mbok di terjemah ke sikek ben aku reti ( Wei Yul, pada ngomong apaan sih itu?, aku ga ngerti tolong terjemahm dong) ," ujar Fani.


"Miya siapa orang orang yang ada di belakang mu itu?, " tanya selir Minori heran.


"Lebih baik duduk dulu baru kita bicarakan, " ucap Arnius sembari membopong Miya ke tempat duduknya dan mendudukkannya di pangkuannya lalu menutupo paha mulus Miya dengan jubah yang di kenakannya di ikuti yang lainnya.


"Acieeeee ehem ehem, ternyata udah ada pacar ya?,kok nggak bilang bilang sih? 😗," goda Fani, Vesia dan Eka sembari memainkan alis mereka.


"Pacar mbahnya, kak Arnius itu kakak ku, terus ini ibu ku, dan kedua orang ini adalah adik adik ku, " ujar Miya membuat keluarganya melongo.


Pasalnya muka orang orang yang di sebut oleh Miya semuanya tidak kalah tampan dan cantik dari artis korea.


"Emmmm anu jadi gini, ayah ini ibu ku di dunia ini namanya selie Minori, ini kakak ku dari ibu yang sama dengan ku namun sudah meninggal namanya kak Arnius, dan kedua anak ini adalah anaknya ibu. Yang cowok namanya Fudo dan yang cewek namanya Sachie. Mereka adalah orang orang yang menyayangi ku di tempat ini, " jelas Miya kepada keluarganya.


"Ibu, kakak, adik, mereka adalah keluarga ku. Ayah ku namanya Senjaya, kakak pertama ku namanya Faro, istrinya namanya Asiyah dan anaknya namanya Yuyu. Kakak kedua ku namanya Vesia, suaminya namanya Aldro dan anaknya namanya Fardan, " jelas Miya.


"Kakak ketiga ku namanya Fani, suaminya namanya Bagas dia sedang hamil sekarang ini, dan terakhir yang ini sahabat ku satu satunya namanya Eka, oh jika kalian bertanya ibu ku di mana maka jawabannya adalah ibu ku sudah tiada, " jelas Miya lagi.


"Miya apa maksud mu?, bukankah keluarga mu hanyalah kami saja?, " bingung selir Minori.

__ADS_1


"Itu sebenarnya anu, " Miya ragu untuk mengatakannya dan menundukkan wajahnya. Arnius yang mengetahui apa yang di rasakan oleh Miya pun akhirnya menggantikan dirinya untuk menjelaskan.


Skip setelah di jelaskan.


"Hiks hiks hiks, ternyata Miya sudah tiada. Aku sudah gagal menjadi ibu karena tidak bisa mengetahui akan hal itu ," ucap selir Minori sembari menangis tersedu begitu pula dengan kedua kakaknya.


"Kakak kenapa kau bisa tau?, " tanya Miya.


"Aku yang memberi taunya nona, " ucap Kanao yang tiba tiba datang bersama Miao membawa nampan berisi makanan dan minuman.


"Jadi ibu, apakah kau akan membenci ku?, " cicit Miya.


"Apa yang kau katakan Miya?, tentu saja tidak kau tetap adalah anak ku yang manja, " bantah selir Minori mendapat anggukan dari Fudo dan Sachie.


"Ibu benar, dia sangat manja hingga banyak mengeluh, " timpal Fani.


"Jangan mengejek ku!," kesal Miya.


"Hahahaha, Yul hidup lu penuh fantasi seperti pikiran lu 😂," ujar Eka.


"Lu muji apa ngehina Ka? 😑," ujar Miya.


Dan begitulah hari minggu yang seharusnya tenang menjadi riuh akan canda tawa di paviliun Miya sanpai sore. Bahkan saking mengantuknya, Miya sanpai tertidur di atas pangkuan Arnius.


"Terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untuknya, sebenarnya dia kehilangan ibunya saat berumur 10 tahun dan masih belum bisa melupakannya, " ujar tuan Senjaya tulus.


"Tidak masalah, aku juga lega dia punya keluarga yang seperti kalian, " sahut selir Minori sama sama tulus.


"Kalau begitu kami mohon pamit dulu, tolong jaga anak manja itu ya, " pamit tuan Senjaya.


"Kalau boleh tau kalian akan pulang menggunakan apa?, " tanya Fudo.


"Kami pulang menggunakan gate yang di buat oleh Kanao dan Miao, " ucap tuan Senjaya sembari melihat ke arah Kanao dan Miao yang sedang membuka gate untuk mereka pulang.


"Kalau begitu kami pulang, assalamualaikum, " ucap keluarga Miya lalu memasuki gate dan menghilang berbarengan dengan tertutupnya gate.


"Waalaikumsalam, " jawab Kanao dan Miao.


"Kanao, Miao sejak kapan kalian bisa berkultivasi?, " tanya Arnius.


"Kami dari dulu memang sudah bisa berkultivasi tapi kami baru mengembangkannya belum lama ini, " ujar Kanao.

__ADS_1


"Sepertinya perubahan kalian juga bawaan dari Miya, " ujar Arnius tidak mau memperpanjang masalah sembari mengelus lembut pucuk kepala Miya.


__ADS_2