
Skip pulang sekolah.
"Samlekom, " suara Yuli yang tengah memasuki rumah menggema di jawab sapaan dari dalam.
Saat Yuli memasuki rumah, ia di sambut dengan Vesia dan Fani yang sedang mengemas barang barang mereka.
"Mau kemana mbak kok beres beres gitu?, mau mudik ya?, " tanya Yuli.
"Mudik pala mu, " sahut Fani.
"Ish nanya baik baik malah di jawab ngegas π," sindir Yuli.
"Kami lagi pengen pindahan, " jawab Vesia.
"Hah pindahan?, pindahan kemane?, " kaget Yuli.
"Histeris bener lu Yul, kita cuma mau pindah ke rumah sebelah kok, " ujar Fani.
"Rumah sebelah?, rumahnya mbah Winarseh yang tinggal sendiri entu?, " tanya Yulo memastikan.
"Hooh, suaminya kan udah ga ada, dia tinggal sendiri padahal udah tua jadi dia mau tinggal ama anaknya yang di luar kota terus entu rumah di sewa in, ya udah kita sewa, " Jelas Bagas yang tiba tiba nongol entah dari mana.
"Tau bener lu bang kek rumah sendiri, " ucap Yuli.
"Kan denger dari ibu ibuk tetangga yang sering nggibah, " sahut Bagas.
"Oh"
"Berarti ni si kak Vesia, kak Fani, bang Bagas, bang Aldro, sama Fardan tinggal di sebelah?, " tanya Yuli.
"Hooh biar ga terlalu sumpek di rumah karna banyak penghuninya, " ucap Vesia.
"Wis boleh ni, entar kalo mau maen ke sana kan tinggal masuk dari pintu samping, terus bisa bawa Haru ama Vilo ke sini soalnya kamar ada yang ga ke pake, " ujar Yuli.
T/N : Jadi guys di sini tuh rumahnya si Yuli ama mbah Winarseh tu sebelahan cuma di pisah ama jalan kecil sekitar lima langkah kaki gitu kalo di tempat author namanya longkangan.
"Hah?, Haru? Vilo?, sapa tuh Yul? Anak lu kah?, " tanya Fani heran.
Mendengar kata 'anak' yang Fani katakan membuat seluruh anggota keluarga yang terpencar entah di sudut rumah mana berkumpul di tempat itu ( kecuali duo bocil si Yuyu ama Fardan).
"Anak apaan Yul?, lu udah punya anak?, bapaknya siapa tuh?," tanya Aisyah.
"Tanggung jawab nikahim ga tu cowo?, " tanya Faro.
"Nak kamu punya anak?, " tanya Ayah Yuli.
"........."
"Stop!, tahan dulu. Ni kenapa jadi ngomong in anak?, gw belum punya anak kalik nikah aja belum kok maen punya anak bae π, " Yuli.
"Lah tadi kata si Fani, " Aisyah sembari menunjuk Fani.
"Aku kan cuma nanya, " tanpa rasa bersalah Fani menjawab.
"......"
"Terus mereka tadi siapa?, " tanya Aldro.
"Adik adik ku, ku pikir mereka harus sekolah jadi biar gampang pulang perginya mereka tinggal di sini aja terus di masukin ke sekolahnya bang Faro aja gitu, " Yuli.
"Tenang aja aku yang biayain mereka kok π," tambahnya.
"Oh ya ga papa sih nanti aku urusin, " setuju Faro.
Kalau Vilo dan Haru tau bahwa mereka akan pindah tempat tinggal lagi seperti sekarang ini, mereka pasti kesal. Bagaimana tidak?, mereka baru saja pindah dan harus pindah lagi ke tempat lain. Bukankah itu melelahkan untuk mengurus barang barang mereka? π.
Skip seminggu kemudian.
Rutinitas yang di jalani Yuli biasa biasa saja jika tidak di hitung dengan kepindahan kedua kakaknya dan HaVi ( Haru Vilo).
Kebetulan besok adalah 17 Agustus dan tanggal merah. Kebetulan juga itu adalah hari sabtu jadi besoknya masih libur karna hari minggu jadi setelah bermusyawarah lewat grup muda mudi di desa Yuli sepakat untuk melakukan acara tujuhbelasan di hari sabtu dan memamerkan acara jatilan? ( sejenis kuda lumping) di lapangan voli yang cukup luas karena lapangannya ada dua di tambah sedikit ruang untuk lapangan voli anak anak.
Arena itu biasanya di pakai beberapa tahun sekali jika di adakan turnamen antar desa.
o0o
"Yul gw pesen makan dulu ye, " ucap Eka ketika sampai di kanting sekolah.
__ADS_1
"Nitip dong es teh ama nasi goreng, " sahut Yuli.
"Punya kaki di pake napa cuma berapa langkah tu coba, " ujar Eka sembari melihat ke arah warung yang di penuhi oleh beberapa siswa.
"Halah, gw yang bayar deh, " ucap Yuli.
"Ok deal, " patuh Eka ketika mendengar kata kata 'gw yang bayar' karna Eka menganut ajaran ' Jangan menolak sebuah traktiran '.
Beberapa saat kemudian.
"Nih Yul pesenan lu, makasih ye udah di bayarin, " ucap Eka sembari meletakkan makanan di atas meja .
"Ok masama, " balas Yuli.
"Acie yang di traktir, kok kita enggak sih?, " tanya Sintia dan Nia yang muncul entah dari mana sembari membawa pesanan mereka.
Mereka pun duduk di meja yang sama dengan Eka dan Yuli.
"Salah siapa ga dari tadi di sini, " ujar Yuli.
"Cih mentang mentang banyak uangπ," cibir Nia setengah bercanda.
"Iya dongπ," bangga Yuli.
Mereka pun mulai memakan pesanan mereka sembari bercanda tawa hingga di tengah obrolan mereka hp Yuli berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.
Yuli pun segera membuka pesan tersebut. Setelah beberapa saat mengetik dan membalas pesan, muka Yuli menunjukkan raut wajah jengahnya.
"Lu kenapa Yul?," tanya Nia penasaran.
Eka yang duduk di samping Yuli pun mengintip isi riwayat obrolan di hp Yulo sebelum akhirnya sedikit tergelitik geli.
"Kenapa lu Ka?, " tanya Sintia tambah heran.
"Ga papa cuma gerasa gimana gitu nengok si Yuli di panggil sayang wkwkwkkπ," ujar Eka.
Yuli : (Β¬_Β¬)
"Lagi di chat pacar dia guysπ," lanjut Eka.
Seontak tatapan berbinar muncul di mata Sintia dan Nia. Mereka dengan sigap merebut hp Yuli dan mulai membaca pesan.
Hari ini.
Kak Ren π¬ : Sayang
Kak Ren π¬ : istri
Anda π¬ : Apaan? π
Kak Ren π¬ : Kau marah pada ku?
Anda π¬ : Enggak kok
Anda π¬ : Ada apa kok nge chat?
Kak Ren π¬ : Sayang aku ingin bertemu dengan mu
Kak Ren π¬ : Sudah seminggu lebih kita tidak bertemu aku merindukan mu πβ€οΈ
Anda π¬ : Bisa tolong jangan panggil sayang dulu ga?, gatel lho aku bacanya π
Kak Ren π¬ : Istri
Anda π¬ : πΆ, kak lu beneran raja kegelapan apa bukan sih?
Kak Ren π¬ : istri tidak percaya?
Anda π¬ : Kalau kau bicara seperti ini ya siapa yang bakalan percaya π₯²
Kak Ren π¬ : Jika istri tidak suka maka aku akan bersikap dingin seperti biasa saja π
Anda π¬ : ........
Anda π¬ : Ja..... Jangan kak lebih baik kau begini saja, aku akan lebih takut padamu kalau kau bersikap dingin pada ku Β°ΠΒ° ( membayangkan Ren yang sedingin kutub utara)
Kak Ren π¬ : Baiklah ππ
__ADS_1
Kak Ren π¬ : istri aku merindukan mu, kenapa kau tak pernah ada di sini? πͺ
Anda π¬ : Ga papa sih cuma males aja gitu
Anda π¬ : besok di sini ada acara kau bisa datang ke sini jika mau dengan begitu kau kau bisa melihat ku.
Kak Ren π¬ : Benarkah kalau begitu aku akan pergi π
Kak Ren π¬ : Tapi istri, apa kau tidak rindu kepada ku? π
______________
Percakapan berakhir karna Yuli belum membalasnya. Ia keburu merasa geli dan heran sebelum bisa menjawab pertanyaan itu.
"Apa orang ini benar benar raja kegelapan?, kok bucin kali si dia ni?, eh tapi kok aku makin berani kali ngomong sampe kebablasan kek gitu?, karna ga nampak orangnya kah?, " bingung Yuli.
Nia dan Sintia : ..........
"Beb suami lu rindu nih, " goda Sintia
"Nikah kok ga di undang, " tambah Nia.
"Mau ku tampol satu satu kah tu mulut?, kok bikin kesel bae lagi ruwet nih pikiran ku jangan nambah beban pikiran dong!, " ucap Yuli.
"Ya jangan nyolot dong beb," Sintia.
"Eh bentar, lu kan punya nomornya si doi emang ga pernah kirim lu foto ato pp nya bukan dirinya kah?, " tanya Nia ketika ingat bahwa Yuli pernah bilang dia tidak punya foto Ren.
"Gw aja punya nomornya dia baru dua hari yang lalu, entah tu orang dapet hp ama nomor ku dari siapa, " ujar Yuli enteng.
"Ealah yaelah astohpir, kok kisah cinta lu aneh bener Yul?, ampe kadang ga bisa percaya gw. Masak pacaran tapi tukar no hp nya baru dua hari yang lalu, kan aneh! (γοΎΠοΎ)," ucap Sintia Frustasi.
"Baru pertama ketemu udah jatuh cinta, baru beberapa bulan dah panggil istri, terus punya no hp nya baru dua hari yang lalu, kok aneh bener?, terus raja kegelapan tu apa? nama karakter anime kah? ato gimana? , terus kok dia bisa bahasa sini gitu?, kok aneh?, makin frustasi aku mikirnya (γοΎΠοΎ)," lanjutnya.
"Biar lah idupnya kan penuh fantasi, " ucap Eka.
" Lu juga ngapain mikirin kisah asmara orang, kisah sendiri ga di pikirin apa?, " lanjut Eka.
"Eh sory gw ada yang suka, " bangga Sintia.
"Eh Yul sekarang lu punya fotonya ga?, " tanya Nia masih penasaran dengan sosok doi nya Yuli.
"Ga tapi pp nya pake mukanya sendiri, nih, " Yuli bicara sembari memperlihatkan sebuah foto.
"........."
"Njir ganteng bat ni orang, gw jadi iri, " ucap Eka. Karna dia sudah pernah melihat keluarga Yuli dari pihak dunia lain yang tamvan dan cuantek jadi ia bisa yakin kalau itu wajah aslinya si Ren tapi beda lagi dengan dua teman Yuli entu.
"Ini dia lagi cosplay apa gimana?, " tanya Nia heran campur kagum.
"Wish keren, gans bat ni cowo jadi pengen satu gw, " ucap Sintia.
Yuli yang malas meladeni dua orang itu pun hanya berkata, " pikir sendiri!, " karna dia yakin bahwa jika ia menceritakan yang sebenarnya mereka tidak akan percaya.
Nia merenung untuk sesaat lalu kemudian berkata.
"Eh kalian pernah pacaran ga sih?, pernah di tembak orang berapa kali?, " tanya Nia.
"Gw pernah pacaran 3 kali terus putus, setatus gw jomblo sekarang," jawab Sintia.
"Oh dan yang pernah nembak gw ada 9 orang, " tambahnya.
"Buset banyak bener, apanya sih yang di suka mereka dari lu?, perasaan ga ada spesialnya deh, " ucap Yuli bingung.
"Kalo gw sendiri sekitar 5 orang yang nembak tapi gw tolak semua, kalo lu Ka?, " tanya Nia.
"Gw pernah 4 kali sama satu orang yang cuma suka suara gw, tapi gw tolak, " ujar Eka.
"Eh buset kalian kok gini amat?, apa cuma muka gw yang burik bat di antara kite ber empat ni?, terus kok kita jadi bahas kek gini tuh gimana ceritanya? (qΕ_Ε)" Yuli.
"Bentar bentar Yul emang lu di tembak cowok berapa kali?," tanya Nia penasaran.
"Dua kali, udah ke hitung ama si kak Ren, " jawab Yuli.
"Beneran Yul?, " tanya Eka.
"Hooh itu pun yang pertama cuma nembak main main, jadi gw tolak deh, " ujar Yuli.
__ADS_1
"God job lu Yul ππ," ucap Sintia.
Mereka pun akhirnya melanjutkan acara ngantin plus acara ngrumpi versi para ciwi ciwi entu sebelum akhirnya bel tanda masuk pun berbunyi.