Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 61 ayo berangkat!


__ADS_3

"Kaisar Mo, Kaisar Jiang, " sapa Zhang Baiyin pada kedua temannya.


"Halo Kaisar Zhang! " sapa balik kedua kaisar dan para Pangeran Putra Mahkota.


"Salam kepada para pangeran dan kaisar, " hormat Putri Zhang Miki santun.


"Tidak perlu sopan seperti itu Putri, " ujar Kaisar Jiang ramah.


"Kaisar Zhang kenapa Putri Mahkota yang mengikuti rapat ini? " tanya Kaisar Mo.


Zhang Baiyin melirik putrinya yang berperilaku amat sopan lalu menjawab, "Arnius dan Fudo sedang ada urusan jadi aku membawa Putri Mahkota sebagai gantinya. Tenang saja, dia hanya akan diam dan mendengarkan rapat tanpa membuat masalah. "


Kalimat ini selain sebagai jawaban juga merupakan perintah untuk Putri Zhang Miki agar tidak membuat ulah saat Raja kegelapan tertarik atau pun tidak kepadanya.


Putri Zhang Miki diam sambil menebar senyum sebagai jawaban.


"Heleh ngomong aja pengen menggoda Yang Mulia, " batin Jiang Rui merasa kesal dengan kehadiran lotus putih di sampingnya.


Mo Kazuo menepuk bahu Jiang Rui pelan agar ia kembali tenang. Yah Walau bagaimana pun mereka berdua memikirkan hal yang sama.


Sedetik kemudian mereka beradu pandang dan tersenyum. "Sayangnya Raja kegelapan sudah jatuh hati kepada Miya. " batin keduanya sepemikiran.


"Silakan lewat sini, " tiba tiba seseorang berpakaian serba hitam dan topeng datang membawa dua kereta kuda. Yup! Dia adalah anggota organisasi yang di utus Raja kegelapan untuk menjemput para kaisar agar tidak kesasar seperti Miya dulu. Penasaran kenapa jadi Raja kegelapan yang memerintah? Salahkan saja sang Queen yang tidak bertanggung jawab itu. Jadi sekarang organisasi pun Raja kegelapan yang ngurus. Hadeh, pasti melelahkan sekali. Moga aja ga cepet keriput yakan saking banyaknya kerja.


Para kaisar lekas masuk ke dalam kereta kuda pertama dan anak anak mereka masuk ke kereta yang kedua. Ini adalah posisi terbaik tapi juga posisi yang aneh karena hanya Putri Zhang Miki yang adalah perempuan. Tapi tidak masalah, karena kedua pangeran memiliki sifat yang terpuji.


Pintu kereta di tutup. Sang kusir segera menjalankan kereta tersebut. Para kaisar berbincang memastikan informasi yang masing masing mereka miliki sementara para anak muda saling bergaul. Yah setidaknya terlihat seperti itu. Nyatanya yang sedari tadi mengajak bicara adalah Putri Zhang Miki yang entah kenapa setiap perkataan keluar dari mulutnya membuat Jiang Rui emosi. Untung ada Mo Kazuo di sampingnya.

__ADS_1


Di tengah perjalanan mereka melihat lihat pemandangan yang ada di luar kereta. Dari yang sangat indah kemudian menakutkan lalu ke indah lagi. Di sepanjang perjalanan mereka juga melihat beberapa tanaman langka dan hewan langka yang tumbuh subur di bawah pohon rindang begitu saja. Ah sungguh pemandangan yang membuat orang iri. Jalan yang berkelok kelok dan penuh hewam buas juga mereka lalui. Jika saja mereka tidak dapat pengawalan dari orang orang yang di perintah dan di izinkan oleh Raja kegelapan, mungkin mereka akan benar benar tersesat.


"Silakan keluar dari kereta, " orang bertopeng itu kembali bicara.


Mereka keluar dengan patuh dan melihat pemandangan menakjubkan dimana istana megah nan indah berdiri di depan mereka. Itu menjulang tinggi, terlihat luas dan lebar.


"Silakan ikuti aku, Yang mulia Raja Kegelapan telah menunggu. " ucap orang itu lagi kemudian memimpin para kaisar masuk menuju bangunan.


Tok Tok Tok.


"Yang mulia mereka telah sampai. "


"Biarkan mereka masuk. "


Orang itu membuka pintu yang tertutup dan mempersilakan para tamu untuk masuk.


Raja kegelapan dan Kanao memakai topeng yang menutupi setengah wajah mereka membuat yang lain tidak bisa melihat wajah di baliknya.


"Salam Yang Mulia, " ucap para tamu menghadap Raja kegelapan.


"Duduklah!" titahnya.


Dengan patuh para kaisar duduk di tiga kursi yang tersisa sedangkan para putra dan putri mahkota berdiri di samping ayah mereka.


Dari sudut matanya, Raja kegelapan menatap tidak suka ke arah Kaisar Zhang Baiyin dan putrinya Zhang Miki itu. Apa lagi ketika ia bisa melihat jelas motif kedatangan perempuan itu melalui sorot matanya yang terus menatapnya. Ia mengalihkan pandangannya kepada dua orang kaisar lainnya dan dua putranya yang berteman cukup dekat dengan istrinya.


Istri.

__ADS_1


Ah begitu ingat gadis cantik yang pemalas itu sudut mulut Raja kegelapan sedikit terangkat. Saking sedikitnya tidak ada yang menyadarinya kecuali Kanao dan Dao yang kebetulan sedang meliriknya.


"Pasti mikirin si Yuli ni orang. Dasar bucin, tapi pengen. " batin Kanao dalam diam.


"Kalian bisa memulainya. " acuh Raja kegelapan sambil menyesap teh yang ada di atas meja. Beberapa pelayan menghidangkan teh dan beberapa camilan tadi.


Para kaisar saling melirik. Undangan yang di berikan Raja kegelapan kepada mereka cukup membuat mereka terkejut karena tidak ada keturunan Raja Kegelapan yang dulu seperti itu. Ini juga berarti Raja kegelapan memiliki sedikit minat untuk menolong mereka walau mereka tidak tau apa penyebabnya.


"Yang Mulia para hewan buas masih terus berdatangan ke pemukiman penduduk yang bahkan kami tidak tau alasannya," kaisar Zhang memulai pembicaraan.


Mendengar suara ini Raja kegelapan mengerutkan alisnya sedikit tidak senang.


"Tidak hanya itu, setelah keluar dari tempat tinggal mereka, mereka tidak kembali namun terus berlari ke arah yang berlawanan. Mereka semua menjauh dari satu arah yang sama dan mencoba untuk pergi sejauh mungkin dari sana. " tambah Kaisar Mo.


"Tidak hanya mereka tidak kembali, karena mereka tidak dapat menemukan makanan setelah beberapa hari, para warga menjadi korban akan hal itu. " lanjut Kaisar Jiang.


Kaisar Jiang hendak melanjutkan ketika tiba tiba suara ketukan pintu mendahuluinya. Di susul dengan suara perempuan yang sepertinya sedang malas (?) atau sedang lelah (?). " Kak, aku sampai! Aku harus masuk atau tidak? Kalau tidak aku akan pergi tidur " ucapnya.


Raja kegelapan tersenyum. Akhirnya istrinya sudah sampai. Sebelum ini dia sempat mengirim pesan kepadanya kalau akan datang terlambat. Maklum tertahan oleh tugas :)


"Masuklah, " ujar Raja kegelapan.


"Kok kayak kenal, " batin kedua Pangeran Putra Mahkota.


"Nah dah pulang akhirnya, " batin Kanao.


Putri Zhang Miki menatap tidak suka ke arah pintu yang terbuka sedikit demi sedikit. Seharusnya tidak boleh ada perempuan lain di tempat ini agar dia bisa mencuri perhatian Raja kegelapan. Dia tadi sudah merasa bahwa pria itu menatapnya. Pasti sekarang dia sudah jatuh hati tapi malah ada wanita lain yang datang. Yah walau emang ada perempuan di samping Raja kegelapan, tapi sepertinya dia hanya bawahan karena tidak di lirik sedikit pun.

__ADS_1


Lalu itu bukan artinya ia akan merasa kalah saing tentang penampilan dengan orang yang akan segera masuk. Dia hanya tidak suka ada wanita lain di sini.


__ADS_2