Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 50 Resmi


__ADS_3

Menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari dan minggu demi minggu terasa berjalan dengan cepat. Tak terasa, waktu sudah terlewati tiga bulan. Dan hari ini adalah hari pernikahan Dwi Yulia Putri dengan seorang pendatang bernama Naoki Ren.


Hari yang baik, hari yang meriah dan hari yang sangat di tunggu tunggu. Para tamu dari kerabat, desa sebelah, tetangga, bahkan beberapa teman kuliah Yuli seperti Eka, Sintia, dan Nia yang mewakili kelas mereka pun datang dengan antusias melihat acara pernikahan pertama yang akan di laksanakan dengan gabungan dua tradisi. Suasana hati semua orang di liputi oleh kegembiraan kecuali


pengantin perempuan kita pada hari ini. Ya, siapa lagi kalau bukan Ratu pemalas milik kita ini.


Yuli duduk di depan cermin setelah akhirnya selesai di make up. Suasana hatinya mendung saat ini. "Nikah emang seribet ini kah? klo iya ga mau nikah lagi gw! rempong amat, banyak bener lagi duit yang keluar. Pagi pagi kek gini gw masih ngantuk kali, boleh tidur dulu ga sih? " batinnya.


"Duh perut gw sakit nih, boleh ke kamar mandi sebentar ga sih? eh tapi gw pake kebaya kek gini ga enak bat mo ke kamar mandi, woi ini cuma gw yang kebanyakan drama apa gimana sih?! "


"Mana dag dig dug ser lagi mo nikah, hiks akhirnya gw ga jomblo lagi (/ω\) gw bisa pacaran sekarang! duh senengnya, akhirnya bisa belajar jadi istri wkwkwk. Eh ngomong ngomong gw harus panggil kak Ren apa setelah menikah? haruskah?....... suami........ hoekkkkk! kenapa gw yang bilang tapi gw sendiri juga yang enek -_-||"


Yuli terus saja membatin hal hal yang tidak perlu sampai akhirnya suara seseorang yang ia kenal masuk ke dalam telinga. "Yul sahabat lu nyariin ." Yah siapa lagi kalo bukan Ibu hamil alias Fani.


Yuli menoleh hanya untuk mendapati Eka datang bersama keluarga pihak pangeran Arnius sembari membawa secangkir teh hangat. Ia bahkan bisa melihat bahwa kakaknya - Pangeran Arnius - terus memperhatian Eka yang berjalan dengan santai.


Ia menyodorkan cangkir berisi teh kepada Yuli. " Yul selamat! nih buat penyemangat. "


"Oh tadi gw dah ketemu kekuarga lu lagi, mereka baik ya. Oh iya gw tadi lewat di rumah baru tapi kok rumahnya ga di hias? kita nanti ga ke rumah pihak laki laki kah? " tambah Eka penasaran.


Yuli menerima dengan senang hati. " Terimakasih, lu sendiri yang ngomong ke rumah pihak laki laki. Rumahnya kak Ren kan bukan di sana, " ujar Yuli.


"Lah terus? nyewa gedung kah? atau jangan jangan........ " Tidak melanjutkan ucapannya, Eka mengamati Yuli yang sedang meneguk teh yang ia bawakan dengan penuh kecurigaan.


Merasa terganggu Yuli segera menanggapi, " Apa liat liat? entar juga tau. "


Dengan kesal Eka mendesis, " Cik pelit. "


Percakapan di kuasai oleh dua perempuan ini dan yang lainnya tinggal untuk menyimak. Di sepanjang pembicaraan Pangeran Arnius dengan tak tahu malu terus memandangi Eka yang entah kenapa gagal memperhatikan situasi. Bahkan Yuli yang tidak peka, Selir Minori dan Tuan Senjaya yang juga ada di sana pun menyadarinya.


Selir Minori tersenyum di balik tangan yang menutupi mulutnya lalu segera membisikkan sesuatu ke telinga Pangeran Arnius. " Nak, jaga tatapan mu, kau sudah punya tunangan."


Mendengar kata 'tunangan' terlontar dari mulut ibunya, tiba tiba wajah Pangeran Arnius menggelap. " Aku tidak pernah setuju untuk bertunangan dengannya, " ucapnya dengan dingin.


o0o


T/N : Eh ini aku kagak ngerti urutan orang nikah tu kayak gimana. setahu aku setelah ada ijab kabul apa apa itu terserah kan ada pesta di tempat si cewek terus selang beberapa waktu entar ada iring iringan ke rumah cowok. ini aku salah atau enggak? kalau salah ya udah kita buat peraturan baru wkwkwk, aku aja ga tahu orang kuliah tu berapa tahun hahahaha. dah ya kita lanjut.


"Saya terima nikah dan kawinnya Dwi Yulia Putri binti Senjaya Putra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai! " Suara Raja kegelapan yang berat dan merdu bergema di panggung ijab kabul di adakan. Dia menggunakan setelan jas hitam rapi dengan peci hitam di kepalanya. Rambutnya yang panjang dan hitam terikat longgar dan di sibak kan ke bahu. Di sampingnya, Yuli duduk dengan gugup menahan bokongnya yang sudah mati rasa wkwkwkwk. Memakai kebaya putih dengan hijab dan kain jarik coklat sebagai bawahan, selendang putih transparan bermotif tersampir di antara kepalanya dan kepala Raja kegelapan.


Pendahulu segera menyahuti, " bagaimana para saksi? "

__ADS_1


Sah!


Suara yang begitu kompak terdengar sebagai jawaban.


"Walau terlalu aneh dan mencurigakan tapi, Sah! " ujar Eka dengan suara kecil di kalimat awal.


Dengan segera hati Raja kegelapan di penuhi oleh kebahagiaan. Walau semua upacara belum di selesaikan, paling tidak masih ada kepastian kalau hari ini seorang kaum pemalas bernama Dwi Yulia Putri anaknya Pak Senjaya Putra akan menjadi istrinya.


Setelah itu acara segera memasuki babak baru. Semua berjalan dengan lancar. Acara diiringi oleh suara sholawat jawa yang di mainkan para penyanyi.


Sampai tengah acara, saat di mana acara makan makan di adakan, Eka merasakan kejanggalan, " Tunggu, aku hanya melihat seperangkat alat solat dan emas sebagai mahar. Melihat suami Yuli ini, entah kenapa membuat ku merasa curiga, " ujar Eka yang didengar oleh Sintia dan Nia yang sibuk makan.


"Kamu sangat jeli."


Tiba tiba suara berat seorang laki laki terdengar di balakang mereka membuat mereka menoleh dengan serempak hanya untuk mendapati Pangeran Arnius, Fudo dan Sachie tengah beridiri di belakang mereka.


"Hah? Kamu kakaknya Yuli kan? ganteng banget sumpah, minta tanda tangan dong! " ucap Nia dengan antusias.


"Kakak ini, apakah aku kurang tampan hingga kau hiraukan? " tanya Fudo merasa tidak terima.


Sachie segera menepuk bahu Fudo dan berkata, " Jangan terlalu narsis, narsis itu tidak baik jika kau tidak punya modal. "


"Tunggu, jadi ada apa dengan maharnya? " tanya Sintia.


"Hahaha, aku ingin tahu berapa banyak mahar yang ku dapat ketika menikah, " canda Eka.


Dengan misterius Pangeran Arnius menanggapi, " Berapapun kau mau calon suami mu pasti akan berusaha memenuhinya. "


Eka :.......


Fudo dan Sachie : Ih Bucin!


Sintia : Bisa gitu yak?


Nia : Kalo gitu minta yang banyak


Eka : Matre


Skip.


Waktu berlalu kini rombongan akan berangkat menuju rumah pengantin pria. Beberapa bis di sediakan untuk para tamu dengan gorden yang tertutup rapat membuat para penumpang tidak bisa melihat pemandangan di luar.

__ADS_1


Sedangkan kedua pengantin dan kekuarga masing masing menaiki mobil di bagian depan. Kini baju Yuli berganti menjadi Hanfu merah dengan tudung pernikahan. Raja kegelapan di sampingnya juga terlihat tampan menggunakan baju pernikahan dengan rambut yang di ikat tinggi dan rapi menggunakan mahkota.


Setelah semua siap, Rombongan segera keluar dari desa, melewati jalan raya menuju tempat sepi dan kemudian menghilang dalam sekejap mata.


Ketika bis berhenti, seseorang dari luar segera membuka pintu, " Para tamu sekalian silakan turun. "


Menuruti perkataan itu, para tamu segera turun membawa seserahan dari pihak perempuan dan di sambut dengan pemandangan sebuah bangunan seperti vila bintang lima yang di hiasi pernak pernik berwarna merah dimana mana.


Entah karena suatu kebetulan atau cuci otak, tidak ada yang memikirkan bagaimana ada tempat seperti ini di daerah mereka.


Sesaat kemudian, pengantin pria turun dari mobil lalu menuntun pengantin wanita menuju ke dalam.


Kali ini, upacara di lakukan dengan sedikit berbeda, namun masih bisa di bilang lancar walau membingungkan. Setelah acara dan foto bersama selesai, pengantin wanita segera di bawa pergi oleh beberapa pelayan dari kediaman Raja kegelapan sedangkan pengantin pria menghibur para tamu sebelum acara selesai.


Oh ngomong ngomong tempat ini adalah aula gabungan dari kediaman Raja kegelapan dan markas baru Qi Lian yang beberapa waktu lalu selesai di buat. Raja kegelapan tidak bisa melakukan upacara di kediaman utama jika tidak maka para tamu akan semakin curiga melihat bangunan bangunan kuno itu.


Kamar pengantin.


Kamar ini di hiasi pernak pernik berwarna mewah. Sejauh Yuli berjalan kemari, ia mengintip dengan mengangkat sudut tudung pernikahan untuk melihat bahwa bangunan di sini memang terkesan kuno namun di padukan dengan sempurna oleh beberapa barang modern. Bahkan Yuli bisa melihat ada panel surya dan kincir angin yang menandakan ada listrik di sini.


Begitu pula dengan kamar ini. Kamar ini di desain sangat besar dan luas karena merupakan suatu gabungan dari Kamar tidur, toilet, kolam dan ruang kerja.


Ruang kerja berada di depan Ranjang besar dimana pernak pernik berwarna merah menghiasi. Ada sebuah meja di samping ranjang dimana beberapa jenis makanan di sediakan yang langsung di lahap habis oleh Yuli. Terhalangi oleh Dinding kayu yang tidak terlalu tebal, ada kolam air yang berukuran sedang dan sebuah toilet di sampingnya.


Ngomong ngomong soal kolam air, bahkan ada sebuah pohon yang tumbuh di pinggirnya. Bunga teratai juga tumbuh di dalamnya. Kolam ini sungguh unik karena bisa menjadi dingin dan hangat dengan satu perintah. Tidak hanya itu, bunga tidak akan layu walau air menjadi panas dan air akan bersih dengan sendirinya walau tidak di kuras.


T/N : Gaes di bagian kolam ini ga ada atapnya ya, tapi atapnya alami dari dahan si pohon. Ngomong ngomong pohonnya pohon wisteria yang ga pernah layu ato mati. Maaf kebanyakan halu 🙏 lama ga on tingkat khayalan ku udah naik satu level lagi wkwkwk. Tenang aja ini kamar ga akan kebobolan tamu ga di undang kok karena di kasih pelindung sama si Raja kegelapan.


Sungguh kamar impian bagi semua orang apa lagi si pemalas satu ini yang malas di suruh antri.


Sembari author bercerita, Yuli sudah melahap makanan yang ada di atas meja dan segera mulai mengantuk. Dia segera melepas tudung pernikahan dan segala pernak pernik yang menempel dari ujung rambut sampai ujung kakinya, melepas selapis pakaian dan menyisakan pakaian paling dalam dan segera tertidur di atas ranjang tanpa mempedulikan suami barunya.


o0o


Malam itu ketika Raja kegelapan akhirnya kembali ke kamarnya, ia bisa melihat Yuli tidur dengan nyenyak menggunakan baju merah bekas pernikahan. Selimut yang juga berwarna merah sudah terdorong ke ujung bawah ranjang karena ulah kaki Yuli.


Puas dengan apa yang di alaminya hari ini, Raja kegelapan tidak bisa untuk tidak tersenyum. Dia ikut melepas mahkota yang mengikat rambutnya, sepatu dan jubah luarnya lalu segera ikut tidur di sebelah Yuli. Dia bahkan tidak lupa untuk membenahkan selimut yang di tendang Yuli tadi untuk menyelimuti keduanya.


Raja kegelapan baru hendak menutup mata ketika tiba tiba merasakan pergerakan dari orang di sebelahnya. Ia membuka mata hanya untuk mendapati Yuli bergeser ke dalam pelukannya untuk mencari sebuah kehangatan.


Lagi lagi Raja kegelapan tidak bisa untuk tidak tersenyum. Ia menggunakan satu tangannya untuk bantal Yuli dan satu tangan lainnya melingkari pinggangnya untuk menariknya lebih dekat. Raja kegelapan mencium lama pucuk kepala Yuli dan berbisik, " Akhirnya kau resmi menjadi milik ku," Sebelum akhirnya ikut pergi ke alam mimpi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2