Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 40 kasih judul sendiri


__ADS_3

"Liat gw cantik kan, " bangga Yuli sembari menempatkan jari jempol dan telunjuknya yang membentuk seperti pistol di bawah dagunya.


"Eh Buset Lu Ga Hoak Ternyata!, " kaget Nia dan Sintia dengan refleks berteriak keras membuat Yuli dengan cekatan menutupi mukanya lagi.


"Jangan teriak teriak dodol, brisik tau ga!, " kesal si kaum rebahan.


"Sory ga sengaja euy, " ujar Nia.


"Gila Yul lu cantik bat kek artis korea, lu belajar make up di mana e?, " tanya Sintia.


"........."


"Ini muka asli gw dodol, " ucap Yuli tepuk jidat.


"Yang bener? ," goda Nia.


" Ya iya lah masak ya iya dong, " kesal Yuli.


o0o


"Hahhhh, hari yang tenang tanpa suara toa Miya memang paling enak, " ujar Kanao.


"Kak kami sudah selesai menata barang barang kami ke kamar, sekarang apa yang harus kami lakukan?, " tanya Haru yang datang bersama Vilo ( ok sekarang ku panggil vilo aja ye gw lagi nyadar soalnya kalo yang gw panggil lia tu ada 3. Maklum gw asal nulis nama soalnya ga pinter, ini aja kebanyakan ambil nama karakter novel lain :v, maafkan author kalian ini yang otaknya bodat 🙏).


"Kalau sudah kalian bisa bersantai saja, kakak masih ada pekerjaan yang harus di urus, " jawab Miao.


"Baik, " patuh keduanya.


Jadi guys ini ceritanya si Vilo ama Haru baru pindahan ke paviliun Miya setelah lama ada di ruang dimensi. Mereka keluar dari ruang dimensi sementara anggota mafia yang mereka rekrut sedang berkultivasi tertutup.


Tok Tok Tok


Suara pintu di ketuk terdengar di telinga Kanao yang asik bersantay menonton tv bersama Haru dan Vilo.


Ia pun bergegas pergi ke depan dan membuka pintu paviliun ( bukan pintu gerbang ya yang di ketuk tapi pintu paviliun ) sembari berucap, " iya siapa ya?, " dengan sopan.


Saat pintu lebar itu terbuka, suara dingin menyambut pertanyaan yang di lontarkan Kanao.


"Aku"


Seketika bulu kuduk Kanal berdiri, kakinya lemas, ia segera memberi hormat kepada orang yang ada di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah raja kegelapan.


"Salam yang mulia, ada urusan apa hingga ada datang kemari?, " tanya Kanao penuh hormat.


"Dimana dia?, " tanyanya dingin.


"Maksud anda nona ya?, kalau itu nona sedang tidak ada di rumah, " ucap Kanao.

__ADS_1


Raja kegelapan mengernyit kan dahinya.


"Dimana dia?, " tanyanya lagi.


"Ah begini yang mulia, anda kan tau kalau nona itu bukan berasal dari sini. Nah di dunia aslinya itu orang semuda dirinya harus bersekolah layaknya jika ada berguru di suatu sekte, " jelas Kanao.


"Hari ini dia sedang bersekolah dan mungkin kedepannya ada juga akan sulit bertemu dengan nona karna dia akan sering pergi ke sekolah, " lanjutnya.


"Apa aku bisa bertemu dengannya nanti?, "tanya raja kegelapan dengan muka menggelap.


"Mungkin bisa mungkin juga tidak, " ucap Kanao mulai berbicara sedikit santay.


Mendapat tatapan tajam dari raja kegelapan Kanao segera menjelaskan.


"Mungkin setelah sekolah nona akan pulang ke sini mungkin juga akan pulang ke rumahnya yang ada di sana jadi saya tidak bisa memastikannya, " jelas Kanao.


"Jika anda ingin bicara dengannya kenapa tidak nge chat dia, menelfon, atau nge vc dia pakai hp saja?, anda juga bisa pergi bertemu dengannya memakai gate, " saran Kanao.


"Benda apa itu?, " bingung raja kegelapan.


"..........."


"Ah gw lupa dia kagak punya hp, ga bisa bikin gate lagi. Kacihan gw liatnya wkwkwkwkwk, " batin Kanao.


Ia pun lekas meminta ijin undur diri sebentar untuk mengambil sesuatu. Beberapa saat kemudian setelah ia kembali, ia membawa hp buku panduan, kamus bahasa, dan juga buku jurus gate yang pernah di pelajari Miya. Ia juga sudah mengotak atik hp itu dan memasukkan nomor Miya jadi raja kegelapan hanya perlu memakainya.


"Hnm, " jawab raja kegelapan langsung pergi di tengah hembusan angin.


"Astohpir, ga yang cewe ga yang cowo sama sama judes. Paling enggak bilang makasih kek malah langsung ngilang bae, cuma ngomong 'hnm' doang lagi, " kesal Kanao.


"Na awas lho nanti lu ngomong gitu ketauan ama yang lu omongin bisa bisa mati lu, " peringat Shiro.


"Nah lu juga kucing satu nongol ga bilang bilang kek setan bae, " ujar Kanao.


"Lu nya aja yang kagak tau, gw dari tadi dah di mari kalik 🙄," sahut Shiro kesal.


"Iya lah iya, yang item kemana ni?, " pasrah Kanao yang sedang malas berdebat.


"Lagi molor tu di kamar si nona, " jawab Shiro.


o0o


"Eh Yul ngomong ngomong nasip tu laki gimana?, " tanya Eka secara tiba tiba membuat perhatian Nia dan Sintia terpusat ke arah Yuli.


"Laki ?,siapa?, " tanya ketinganya berbarengan.


"Entu loh yang lu pernah curhat ke gw yang lu bilang dia cinta ama lu, " ujar Eka tepuk jidat. Ia tak menyangka bahwa Yuli akan melupakannya.

__ADS_1


"Oh dia toh ku kira siapa, " ujar Yuli.


"Hah? Apa?, di tembak lu Yul?, " tanya Nia dan Sintia berbarengan.


"Acieee yang ga jomblo lagi pj pj lah Yul, " goda Nia.


"Lah kan dah gw beliin tuh makanan 5 kardus, masih kurang lu berdua?, " tanya Yuli.


"Hehehehe lupa Yul mangap, " ujar Nia cengengesan.


"Eh Yul tu cowok ganteng ga?, " lanjut Nia.


"Ganteng dong ya kan Ka?, " Yuli.


"Hah?, lu nanya ke gw Yul? , gw aja belum tau rupanya kok nanya ke gw 😒," Eka.


"Oh iya ya yang pernah nampak cuma bang Bagas deng, " ingat Yuli.


"Yul liat fotonya dong penasaran gw ama cowok yang naksir ke elu, " pinta Sintia.


"Ga ga punya fotonya dia gw, " jujur Yuli.


"Hah?, Apaan lu Yul?, suka tapi ga punya fotonya sama sekali?, is is is tak patut, " Sintia geleng geleng kepala.


"Ya biarin lah, gw belum lama kenal, jarang ketemu. Kasihan gw ama kamera gw nanti kalo harus foto tu mukak terus, bisa bisa pecah nanti gara gara ga kuat nahan damagenya, " ujar Yuli tanpa beban.


"Belum lama?, dimana lu Yul kenal tu laki?, namanya siapa?, beneran cinta ama lu ga tu?, bukan prank main main kan?, " tanya Sintia dan Nia beruntun. Untung saja mereka duduk di pojok kelas jadi tidak ada yang mendengarkan.


"Namanya itu Ren, aku ketemu dia pas di luar negri, cinta beneran ato enggak sih biar waktu yang memperlihatkan, " ujar Yuli sembari mendramatisir di kalimat terakhir.


😑


"Orang luar Yul?, " tanya Nia.


"Hooh emang napa?, " tanya balik Yuli.


"Lu tau bahasa sono ya?, temen lu yang di luar negri tu siapa?, " tanya Nia.


"Bisa, emmm kalo itu namanya Sachie dia lebih muda dari ku jadi dia menganggap ku kakaknya, kakaknya pun menganggap ku adiknya, " jelas Yuli.


"Sachie, kak Arnius aku meminjam nama kalian kali ini, " batin Yuli.


Eka yang tau akan kebohongan Yuli, "(¬_¬)"


Nia dan Sintia yang terbodohi, " ohhh jadi seperti itu 😯," dengan mudah mempercayai cerita tak masuk akal itu.


"Sepertinya aku makin fasih untuk berbohong 😶," batin Yuli.

__ADS_1


__ADS_2