
" Kau tidak apa apa?," tanya Arnius ke Miya.
"Iya kak, terimakasih, " balas Miya sembari memeluk Arnius.
"Sama sama, kenapa kau ada di sini?, " tanya Arnius lagi.
"Aku ingin mengajak kak Arnius makan mie bersama ku tapi kak Miki itu malah membuat masalah dengan ku, " terang Miya dengan kesal.
"Tidak perlu!, kau makan saja sendiri aku masih ada urusan, " tolak Arnius ketika teringat citarasa pedas yang khas itu.
"Cihhhh yaudah dek kak aku kembali aja ya bay bay, " pamit Miya lalu segera pergi dari saja.
o0o
"Ku dengar anak itu berdebat dengan Miki, dan kau mendukung penuh atas dirinya".
"Kalau iya memang kenapa?, wanita itu cepat ternyata tangkas dalam hal mengadu, " Arnius.
"Jangan begitu adik mu Miki itu masih kecil tentu saja dia mengadu pada ayahnya jika terkena masalah, " ucap orang yang berbicara dengan Arnius yang ternyata adalah kaisar Zhang.
"........."
"Dia bukan anak anak lagi namun di mata mu dia hanya anak kecil. Memang benar anak kesayangan selalu nomor satu, " ucap dingin Arnius sembari pergi sebelum 'ayahnya' itu mengoceh lebih banyak hal.
0o0
Keesokan paginya.
Miya dengan malas bangun dari kamarnya mendapati bahwa dia bangun kesiangan.
"Aaaaaaaa astohpir kesiangan anjirt!, panik Miya sembari meloncat turun dari atas kasur dan berlari menuju kamar mandi untuk mandi bebek.
Setelah selesai ia pun segera membuka gate tepat saat anggota keluarga Miya sudah pada di sibuk kan dengan pekerjaan masing masing dan hanya menyisakan Aisyah yang sedang membereskan meja makan.
Dia dengan senyum menggoda berkata, "Hayoloh kesiangan, ati ati entar telat kena hukum lu Yul, " ucapnya menakut nakuti.
"Sih kurang kerjaan lu kak, Pak Yuli berangkat dulu samlekom, " ucap Yuli sembari mencium punggung tangan sang ayah sebelum akhirnya meluncur ke kampusnya menaiki motor.
Dengan kecepatan tinggi Yuli pun akhirnya tiba tepat waktu di sekolahnya. Namun ada satu hal yang sangat ia sesal kan.
"Gawat ga bawa alat kebersihan gw 😱," gumamnya panik.
Lalu sedetik kemudian dia berkata lagi, " alah ya ga papa di kelas kan ada sapu pinjem aja lah nanti," dengan perasaan santai.
Yuli pun dengan santai nya pergi ke kelasnya di sambut sapaan hangat dari sahabat tercinta.
"Yo dateng juga lu Yul, ga bawa alat kebersihan lu?, " ucap Eka sembari melirik Yuli dari atas sampai bawah.
"Wkwkwkwkwk Yul ngapain sih lu?, pake jilbab pake masker pake sarung tangan, aneh bat gw liatnya 🤣, ga gerah apa lu pake masker, jaket ama sarung tangan panas panas begini?, " tanya Eka sembari tertawa.
"Panas lah coy, tapi kalo ga gw pake entar malah rame gara gara perubahan gw, " ujar Yuli.
"Ya ga gitu juga kali Yul, entu sarung tangan ama jaket kan bisa di copot, " saran Eka.
"Iya juga ya, " ujar Yuli sembari mencopot sarung tangan dan jaketnya.
"Eh yul alat bersih bersih lu di mane?, " tanya Eka.
"Lupa bawa gw bagun kesiangan tadi, entar kan bisa minjem sapu kelas, " ucap Yuli dengan santay.
"Udah keduluan lu Yul, tengok tu sapu, kemoceng, kain lap ama alat pel udah di sikat ama para laki, "ucap Eka sembari menunjuk ke arah kerumunan laki laki.
"Astohpor mati lah aku terus gimana ni Ka? ," tanya Yuli khawatir.
"Tenang aje, lu bantu gw aja nyiapin makanan ama es teh entar untuk para kawan kawan yang rajin membersihkan sarang kita ini 👍," ujar Eka.
"Wis enak tuh tinggal masak doang 😌. Eh ngomong ngomong lu kok di bagian makanan?, lu ga bawa juga Ka?, " Yuli.
"Hehehehe ga bawa gw, lupa 😅," ucap Eka sembari meringis.
"Lu gimana sih Ka, kemarin lu sendiri yang ngingetin gw eh sekarang elunya malah lupa🙄, aneh emang lu Ka, " ujar Yuli.
"Kalau gw aneh apa lagi lu Yul hahahahaha😂," sahut Eka.
"Bisa ae lu tong 🙃 ," Yuli.
Kringgggggg ~🎶
__ADS_1
Bel berbunyi pertanda kegiatan akan segera do mulai.
Acara hari itu di awali dengan pidato singkat kepala sekolah di tengah tengah lapangan lalu di lanjut dengan acara bersih bersih.
Setiap kelas di bagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok bertugas membersihkan kelas, kelompok satunya lagi bertugas membersihkan lingkungan sekitar kelas dan kelompok terakhir bertugas membuat makanan untuk teman teman mereka.
Itu boleh di beli atau membuat sendiri karna walau bagaimana pun ruangan untuk kelas tataboga mereka cukup besar.
Yuli yang tengah selesai meletakkan panci besar penuh air di atas api berbicara pada Eka yang tengah bermain main dengan bungkus gula pasir dan teh kotak.
"Kayak di desa ku aja ni kerja bakti, entar yang bapak bapak pada bersih bersih yang ibuk ibuk pada masak wkwkwkwkwk"
"Ka makanannya kita beli aja lah ya males gw mau bikin, " ucap Yuli lagi.
"Lu yang bayar gw yang pergi, mau ga lu?, " tawar Eka.
"Oke deh nih, sekalian titip es krim lah aku Ka, " ucap Yuli sembari memberikan sejumlah uang pada Eka.
"Widih kaya ya lu Yul?,banyak amat duitnya. Mana merah merah semua lagi, " goda Eka.
"Kagak mau ye?, kalo ga mau balikin sini!, " kesal Yuli karna terus di goda oleh Eka.
"Eit jangan dong, sekalian gw minta es krimnya satu ya, " ucap Eka sembari berlari meninggalkan Yuli sendirian.
"Hmmmmm, ngapain ye bosen gw, " gumam Yuli sembari melihati panci berisi air yang masih tenang itu.
"Cihhhhh lama amat ni air mendidih, kalo aja gw bisa bikin air panas pake elemen api ama air kayak yang di cerita cerita itu bakalan bagus banget nih, " lantur Yuli.
Beberapa detik kemudian.
"Eh tunggu, gw kan bisa kultivasi jadi gw bisa lakuin itu dong 😶," ucapnya lagi.
"Yawloh kok ga dari tadi sih gw mikirnya😩, goflok bat dah gw," ucap Yuli tepuk jidat.
Dia pun kemudian melirik kanan kiri, depan belakang, atas dan bawah.
"Ga ada cctv kan di sini?, entar kalo ada terus ketahuan bisa barabe gw, yosh ga ada goodjob lah, " gumamnya setelah selesai memastikan.
Dia pun melepas maskernya yang sedari tadi sudah membuatnya sesak lalu mematikan nyala api kompor.
Kemudian ia panaskan air itu dengan elemen apinya yang bersuhu lebij dari 100°c.
Dalam waktu sekejap air itu pun mendidih. Yuli segera memasukkan gula pasir dan teh ke dalam air itu hingga larut menjadi satu.
Setelah selesai baru ia dinginkan dengan elemen es nya agar terasa lebih nikmat.
Kebetulan juga Eka sudah kembali saat melihat Yuli sedang bermain dengan air itu.
Seontak dia pun berteriak, " Woi Yul lu ngapain bambang?!, " sembari menghampiri Yuli.
"Lagi bikin es teh emang apa lagi?, " jawab Yuli dengan watadosnya.
"Lu cuma bikin es teh aja sampai segitunya, entar kalo kepergok orang lu mau gimana hah?, " ujar Eka.
"Ya kaget lah bodat bodat, habis gw nunggu airnya mateng lama bat ya udah gw pake kekuatan gw aja bikinnya kan gw ga salah, " bela Yuli.
"Au ah Yul, eh ni es krim lu Yul, makananya ada di mobil gw tuh batu angkatin dong, " ucap Eka.
"Makaseh, bentar Ka gw habisin es krimnya dulu, " ucap Miya sembari memasukkan es krim ke dalam mulutnya dan memasuk kan es teh yang sudah jadi ke dalam gelas plastik.
Skip beberapa saat kemudian es krim Yuli sudah habis.
"Yok ka anter ke kelas, " Ucap Yuli sembari membawa 5 kardus besar yang berisi makanan.
"Buset jadi samson lu Yul?, kuat amat tu tangan lu ," kaget Eka.
"Eh iya kah?, ni 5 kardus ringan lho kayak ga ada isinya, " ujar Yuli.
"Au ah Yul, lama lama tambah setres gw ngomong sama lu, " pasrah Eka berjalan pergi sembari membopong 1 kotak kardus.
Di Kelas.
Setelah mereka sampai di kelas, nampak lah ruangan kelad yang sudah tertata rapi dengan mara manusia tergeletak di mana mana.
"Oi Makananya tiba nih, " ucap Eka sembari membuka kardus yang di bawanya sanggup membuat para manusia itu hidup kembali.
"Akhirnya yang gw tunggu tunggu!, lama bat lu Ka dah laper nih kita, " ucap teman sekelas Eka yaitu Nia.
__ADS_1
"Udah di kasih geratis masih aja bacot, " ujar Eka.
"Hehehehe sory lah Ka, eh tapi ni banyak bat lu keluar uang berapa?, " tanya Nia sembari melihat 5 tumpuk kardus besar di samping Eka yang di tinggal Yuli mengambil minum.
"Nia lu tenang aja, bukan gw yang bayar kok👍," sahut Eka.
"Lah terus siapa?, si Yuli?, " tanya Nia.
"Hooh, lagi bersedekah dia 😂," ucap Eka entah kenapa malah tertawa.
"Hayoloh pada nggibah in gw ya, " ucap Yuli tiba tiba membuat Eka dan Nia kaget.
"Eh kodok loncat!, " latah mereka berdua.
"Yawloh Yul kalo jalan tu bersuara napa bikin kaget bae!, " kesal Eka.
"Waw si Bebeb dateng, makasih Yul makananya, " ucap Nia.
"Sama sama, nih minumnya ambil sendiri ya, " sahut Yuli sembari meletakkan minuman di atas meja.
"Eh Yul makananya enak kok minumnya cuma es teh sih, " keluh teman lain Yuli yang bernama Sintia.
"Yang paling simpel cuma entu, itu masih mending ketimang gw kasih air putih, " ucap Yuli tak terima.
"Tenang Sin, walau cuma es teh biasa tapi cara buatnya ga biasa 😌👍," tambah Eka.
"Emang di apain?, " tanya Nia.
"Air di panasin pake epemen api terus di dingin in pake elemen es 😎," bangga Yuli.
Nia & Sintia : .............
"Oi Yul lu ngehalu terlalu tinggi ya?!, " tanya Nia.
"Jangan boong lu Yul, oh dan kalo mau boong tu yang logis dikit ngapa sih?, " tambah Sintia.
"Kalo ga percaya ya udah gw kan ga nyuruh lu pada percaya ama gw, " kesal Yuli karna perkataannya tak di percaya.
"Eh Yul lu ga makan?, " tanya Eka.
"Ga lagi puasa gw, " ucap Yuli acuh ( ngambek dia coy).
"Alesan lu Yul, lu kenapa sih?, " tanya Sintia.
"Kalo lu ga makan gw habisin loh makananya, " ancam Nia.
"Gw tu garus pakai masker jadi ga bisa makan, habisin aja sono, toh aku ga kekuarangan makanan kok, " ucap Yuli.
"Kenapa pake masker?, lu sakit Yul?, " tanya Sintia.
"Ga, "
"Lah terus?, " bingung Nia.
"Gw cuma takut semua laki laki di kelas ini klepek klepek kalo liat muka gw 😎," dengan narsisnya Yuli mengatakan itu sembari bergaya ala model.
"Yul lu dah gila ya, narsis bat lu, " ujar Nia.
"Ish ga percaya, nih sini tengok gw, " Yuli mendekatkan kepala mereka berempat, merapatkan tempat dan lalu membuka maskernya dan mengumbar wajah cantiknya.
"Liat gw cantik kan, " bangga Yuli sembari menempatkan jari jempol dan telunjuknya yang membentuk seperti pistol di bawah dagunya.
"Eh Buset Lu Ga Hoak Ternyata!, " kaget Nia dan Sintia dengan refleks berteriak keras membuat Yuli dengan cekatan menutupi mukanya lagi.
"Jangan teriak teriak dodol, brisik tau ga!, " kesal si kaum rebahan.
"Sory ga sengaja euy, " ujar Nia.
"Gila Yul lu cantik bat kek artis korea, lu belajar make up di mana e?, " tanya Sintia.
"........."
"Ini muka asli gw dodol, " ucap Yuli tepuk jidat.
"Yang bener? ," goda Nia.
" Ya iya lah masak ya iya dong, " kesal Yuli.
__ADS_1