
Skip siang hari kemudian. Seluruh anggota keluarga Yuli memutuskan untuk libur bekerja dan menghabiskan waktu dengan Yuli setelah dirinya bangun dari tidur.
Sementara Yuli tidur, Kanao dan yang lainnya sudah mulai akrab dengan keluarga Yuli bahkan mereka kini sudah menjadi satu keluarga.
Kanao dan Miao juga meminta ijin untuk pergi ke orang yang berpandangan luas tentang ilmu agama karena mereka ingin pindah agama dan memiliki agama yang sama dengan nona mereka.
Tuan Senjaya pun mengijinkannya tetapi harus di temani oleh Aldro.
Dan begitulah mereka pergi bersama dengan Kuro dan Shiro.
Sementara itu di kamar Yuli ๐ช
๐ฒ : Let's dye this word
Even i can not grap this sword
All i need is getting strong
We can catch the game
Makenaide yo ๐ถ
Dering hp Yuli terdengar pertanda ada panggilan masuk. Karena suara itu Yuli pun merasa terganggu dan akhirnya bangun.
Ia membuka mata dengan perlahan lalu mengangkat panggilan telepon yang sedari tadi berbunyi.
Yuli๐ฑ: Halo halo, ada apa sih Ka, lu tau ga sih kalau lu ganggu gw tidur ๐ค
Eka๐ฑ: Habis lu sih di hubungi dari 25 hari yang lalu ga di jawab jawab!, gara gara lu kita ga jadi pergi liburan kan ๐ค
Yuli๐ฑ: Liburan kan tinggal liburan masih ada waktu juga ( sambil berdiri dari tempat tidur dan mencuci muka)
Eka๐ฑ: woi ingat waktu dong, kita liburan tinggal lima hari lagi bambang ๐
Yuli๐ฑ: Nani!!?, perasaan waktu liburnya masih panjang deh ๐ฒ
Eka ๐ฑ: Ya emang panjang, emang bagi lu segitu belum panjang ye? ๐
Yuli๐ฑ: Ya kurang lah bambang gw aja belum rebahan gara gara belajar mulu ๐.
Eka๐ฑ: Belajar apaan lu Yul?, tumben rajin๐
Yuli ๐ฑ: Jangan ngejek orang woi ๐ค
Eka ๐ฑ: Lah kan emang kenyataan.
Yuli ๐ฑ: Au ah Ka lu bikin emosi. ( memutuskan telepon secara sepihak )
Eka : ๐
Di sisi Eka.
"Wah keterlaluan bat tu anak, udah pergi ga bilang bilang, pulang ga bilang bilang, telepon nya di putus se pihak lagi ๐ค," kesal Eka.
__ADS_1
"Ada apa to Ka?, kok kesel kesel sendiri ha jelas gitu?, kau mau jadi orgil ya Ka?, " tanya ibu Eka yang bernama Sherlya Wijaya.
"Itu loh bu sahabat aku yang ilang udah balik, " jawab Eka.
"Anaknya pak Senjaya itu po?, " tanya Sherly.
"Iya bu, udah pergi sono Eka mau ngegame, " usir Eka.
"Cik berani banget lu Ka ngusir ibu!, ibu usir balik baru tau rasa kau nanti, " kesal Sherly sembari beranjak pergi.
Back to Yuli.
Setelah mandi dan berganti pakaian Yuli pun turun ke bawah karena perutnya keroncongan.
Hari ini dia memakai celana pendek berwarna hitam dan t shirt lengan pendek warna putih dengan rambut yang di gerai hingga menyentuh mata kaki.
Rambut be like : untung lantainya bersih kalo enggak jadi keset gw๐.
"Assalamualaikum yah, Aku laper, "rengek Yuli sembari memeluk tuan Senjaya yang sedang duduk di sofa sembari melihat berita televisi.
"Kalau begitu kau makan dulu sana, di meja makan ada nasi goreng makan saja, " ujar tuan Senjaya sembari mengelus pucuk kepala Yuli.
"Makasih yak, muach, " ucap Yuli girang di akhiri dengan kecupan di pipi.
"Oh iya yah ngomong ngomong Kak Kanao dan yang lainnya kemana kok nggak kelihatan?, " tanya Yuli.
"Orang orang yang kau bawa kemari sedang pergi dengan Aldro, Fardan, Yuyu sedang pergi bermain bersama Vesia, Aisyah sedang belanja, terakhir Bagas dan Fani sedang pergi jalan jalan bumil nya lagi ngidam, " jawab tuan Senjaya sementara Yuli mengambil nasi goreng yang ada di ruang makan lalu kembali dan duduk di sebelah ayahnya.
Jangan tanya kok masih denger dari ruang makan, kan dia udah belajar kultivasi.
"Ah, mereka menikah pas hari ulang tahun mu karena mereka berharap kau cepat kembali, " jawab tuan Senjaya.
"Eh buset baru sebulan udah berbadan dua aja tu kak Fani, cepet amat dah, " kaget Yuli.
"Nggak papa juga kan?, nanti di rumah jadi banyak anak kecilnya, " ujar tuan Senjaya.
"Ya iya sih banyak anak kecil, tapi semoga anaknya mirip bapaknya jangan emak nya kalau mirip emaknya udah pasti akunya mampos, " ujar Yuli sembari terkekeh pelan.
"Assalamualaikum kami pulang, " ucap Aldro, Kanao, Miao dan yang lainnya.
"Waalaikumsalam, " sahut Yuli dan tuan Senjaya.
"Hei Yul, lu mau di sini terus apa mau balek ke dunia lu yang dulu?," tanya Fani.
"Mungkin Yuli hanya bisa ada di sini hari ini doang, terus harus balik," ujar Miao.
"Kenapa?, " semuanya - Miao, Kanao.
"Karena besok adalah hari ulang tahunnya putri Zhang Miya yang kini adalah ayahnya Yuli, " ujar Kanao.
"Oooooo ya udah deh ga papa tapi sering sering ke sini ya, jangan lupa ceritain pengalaman mu di sana ya, " ujar tuan Senjaya sendu kala tau putrinya akan kembali pergi.
"Tenang saja ayah aku akan mampir, ngomong ngomong kalian juga bisa pergi ke sana lho kalau pergi paje gate, " ujar Yuli memberi harapan.
__ADS_1
" Ini ku berikan jurus pembuat gate yang mudah, orang awam seperti kalian pasti juga bisa paham jika mempelajari itu, " ujar Yuli di hadiahi senyum manis dari keluarganya.
Dan begitulah Yuli menghabiskan hari itu dengan bercengkerama dengan keluarganya dan mengobrak abrik isi ruang dimensinya dan menemukan ponsel canggih yang bisa online setiap waktu tanpa khawatir kouta dan sinyal 4G di mana pun itu walau di dunia lain pun.
Hingga sore datang Yuli harus kembali berpisah dengan keluarganya. Tapi kini ia lebih tenang karena bisa mengunjungi keluarganya kapan saja tidak seperti dulu.
Di paroki bobrok Yuli ๐
Yuli itu tinggal di paviliun terpencil dan terbelakang di istana kekaisaran Zhang. Di sana setiap sisi paviliunnya di patasi dengan dinding yang menjulang tinggi.
Dinding itu di bangun karena sebuah rumor yang mengatakan bahwa dia memiliki penyakit menular jadi kaisar menyuruh orang agar membangun dinding itu.
"Nona kau tidak akan tinggal di gubuk bobrok ini kan?, " tanya Miao.
"Ya tentu tidak lah, " ujar Yuli.
Ia menghancurkan gubuk reot itu dan membakarnya hingga hangus tak tersisa dalam sekejap.
Lalu dia memindahkan salah satu vilanya di atas tanah gubuk tadi dan membuat tanah yang tadinya gersang menjadi hijau.
Dinding tinggi yang kotor dan berlumut Miya lapisi dengan cairan berwarna putih semacam cat dengan elemen airnya lalu membuat pepohonan rambat bahkan pohon anggur merambat indah di dinding dinding itu.
Dia juga membuat berbagai tanaman seperti bunga, buah, sayur dan tanaman hias lain tumbuh subur di sana.
Menciptakan sebuah kolam buatan yang di isi dengan ikan koi dan bunga teratai, di tengah tengahnya ada gazebo yang siap menyambut tamu dengan pemandangan indah kolam itu.
Di tepi kolam tersapat pohon sakura yang bermekaran dan di salah satu cabang pohonnya tergantung ayunan kayu.
Yulu juga menciptakan kolam rengang buatan dan taman untuk mengisi lahan kosong di halaman paviliun nya dan kini pemandangan paviliun Yuli sudah nampak sangat indah seperti rumah impiannya.
"Wow indah sekali!, nona kau memang yang terbaik, " puji Miao.
Dokkk dok dok ๐ช
Suara pintu di ketuk terdengar dari sisi lain dinding tinggi Miya.
Dengan bergegas Kanao yang sudah memakai hanfu pun membuka sedikit pintu itu dan bertanya kepada orang yang mengetuk pintu siapa lagi kalau bukan kasim kaisar.
"Ada perlu apa tuan kasim sampai ada di sini sore sore begini?, " tanya Kanao di lembut lembut kan sembari memberi hormat.
"Besok adalah ulang tahun kaisar dan akan di adakan 3 hari tiga malam, jika putri ke dua mau datang maka datanglah jika tidak maka syukurlah yang penting jangan mempermalukan kerajaan ini karena tamu dari berbagai kerajaan dan raja kegelapan pun juga akan hadir, " ucap kasim itu dengan wajah sombong dan mencemoh lalu pergi begiru saja tanpa mengucapkan permisi.
"Kasim menyebalkan, sombong kali lah kau ni๐ค," desis Kanao sembari menghampiri Miya.
"Jadi gimana nona?, apakah kau akan datang ke acaranya?, " tanya Miao.
"Ga ah males mending rebahan mumpung masih libur, " ujar Miya sembari memasuk i vila bersama dengan Kanao, Miao, Shiro dan Kuro namun berhenti sejenak karena Miya tiba tiba teringat sesuatu.
"Ada apa Miya?, " tanya Kuro.
"Hei Shiro, Kuro, apa kalian bisa membuat pelindung yang membuat orang luar tidak tau yang terjadi di dalam dan untuk melindungi paviliun ku ini?, " tanya Miya.
"Tentu bisa, pelindung yang kami buat pasti bisa seperti yang kau katakan tapi jika ada orang yang lebih kuat dari kami maka orang itu tidak akan terpengaruh, " ujar Shiro.
__ADS_1
"Ga papa, kalo gitu tolong ya gw mau tidor bay, " ujar Miya lalu pergi di susul dengan yang lainnya, tak lupa Kuro dan Shiro juga setelah selesai memasang aray pelindung.