Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 49 omong kosong


__ADS_3

Pagi hari berikutnya.


Karena Kanao dan yang lainnya tidak melihat batang hidung Miya keluar dari kamar hingga menjelang siang, mereka pun di landa kekhawatiran dan dengan panik masuk ke kamar Miya hanya untuk mendapati si pemilik kamar sedang rebahan sembari bermain HP tersayangnya.


Mendapati seseorang masuk tanpa izin kedalam kamarnya, Miya segera merasa terganggu. " We kalian kagak belajar sopan santun apa? masuk kamar orang tu di ketuk dulu pintunya! "


Selesai bicara, Miya melihat Selir Minori dan Pangeran Arnius masuk setelah yang lainnya dan tiba tiba nyalinya menciut. " Eh bu, bang Arnius yang ku bicarakan tadi tidak ada sangkut pautnya dengan kalian, jangan marah sama aku ya :)"


Tidak menanggapi kata kata Miya, Selir Minori berjalan dengan cepat ke arah Miya dan segera memeluknya dengan erat. "Nak maafkan ibu karena tidak bisa melindungi mu. "Suaranya sedikit bergetar entah karena sedih mengingat penderitaan putrinya atau senang karena putrinya baik baik saja.


Miya menepuk pelan punggung ibunya yang gemetar karena menangis. " Ibu ini bukan salah mu, Miya janji akan melawan jika hal ini terjadi lagi, bagaimana? "


"Tidak ada lain kali! " ucap Pangeran Arnius dengan dingin.


"Jika ada lain kali maka seluruh anggota mafia yang kita bentuk akan menjadi musuh besar untuk Kaisar Zhang. Pangeran Arnius kau tidak keberatan bukan? " tambah Kanao.


"Tidak. "


Mendengar penghiburan dari beberapa orang ini, selir Minori menjadi lebih tenang dan segera melepas pelukannya. "Baiklah, lain kali jaga dirimu baik baik. Ibu masih ada beberapa hal yang harus di urus, kamu harus banyak istirahat! " perintah selir Minori di jawab anggukan oleh Miya.


"Kak kalau gitu kita juga pergi ya," ujar Fudo dan Sachie lalu membuntuti ibunya keluar.


"Kami akan pergi berlatih bersama pangeran Arnius, ingat cepatlah sembuh! " ujar Kuro.


"Betul betul betul! " tambah Shiro.


"Tuan kami pergi dulu, " ucap Black.


Tidak ketinggalan pangeran Arnius menepuk pucuk kepala Miya pelan sembari berkata, " Ingat untuk istirahat, jangan terlalu lama bermain HP. "


"Yayayaya, aku istirahat sekarang kalian bisa pergi," usir Miya tak berbelas kasih.


Setelah kepergian yang lainnya. Miao dan Kanao membawakan beberapa hidangan untuk Miya yang sedari pagi belum makan.


"Oh iya kak ngomong ngomong gimana perkembangan organisasi mafia lu yang mblegedes itu? " tanya Miya semari menyumpit salah satu lauk.


"Mblegedes apaan dasar ga sopan! " protes Kanao.


" Ya kan mafia itu suka melakukan kejahatan. Lha kalo ini? memberi ke anak yatim piatu, ga suka nyolong, misi di pilih pilih, dan perbuatan baik lainnya, apa ini bisa di sebut mafia? " bela Miya.

__ADS_1


Kedua pelayan itu tak bisa membantah.


Miao, " Ya iya juga sih, tapi ga gitu juga kalik! "


Miya, " Mkasud mu gimana sih 😑"


Kanao, " Maksud neng bukan Mkasud (¬_¬)"


Miya, " Salahkan author yang typo ngetik :v"


o0o


"Oh iya kak, gw mau nanya. Nama organisasi yang lu bikin tu apa sih? " tanya Miya setelah meneguk segelas air.


"Oh gw belum kepikiran sampe sekarang malah, " ujar Kanao sembari membereskan bekas piring Miya.


"Miya menurut mu harus di namai apa? " tanya Miao.


"Organisasi amal wkwkwk" jawab Miya ngawur.


Duak!


sebuah pukulan mendarat dengan indah di kepala Miya. "Apaan! cari nama yang bener dikit napa?! "


"Oke deh maaf maaf, " patuh Kanao. Karena terlalu sering ngelunjak dia sendiri pun sempat lupa diri wkwkwk.


"Terus ini apa? kita dah mau mulai bangun beberapa toko dan usaha lainnya nih, kalo ga ada namanya kan jadi canggung. Terus markas mau di kasih mana? " tanya Miao beruntun.


"Brisik lu kak, gimana Kalau Qi Lian?" tanya Miya ngawur.


"Artinya apaan? " tanya Miao.


"Delapan teratai, gimana? "


"Oke deh ketimbang yang tadi, terus markas mau di kasih mana? " tanya Kanao.


"Lha kok nanya gw? kan lu berdua yang kemaren mau buat! " kesal Miya merasa tidak terima.


Kanao hendak beradu mulut dengan Miya lagi ketika suara berat seorang laki laki tiba tiba terdengar. "Kalian bisa menggunakan wilayah ku. Aku akan memberitahu Dao untuk memberi kalian akses jalan aman untuk masuk."

__ADS_1


"Yang Mulia, " hormat Kanao dan Miao.


"Eh buset kak Ren kalau masuk rumah orang yang sopan dikit napa? gw jadi gerasa ga ada tempat aman buat gw di dunia ini biar terhindar dari lu, " ujar Miya merinding sendiri ketika membayangkan hari hari di mana Raja kegelapan tiba tiba muncul dimana pun dia berada.


"Maaf, sudah kebiasaan, " ujar Raja kegelapan menyodorkan sebungkus es Krim kepada Miya.


"Yey es krim geratis! makasih kak, " ucap Miya girang segera melupakan keluhannya tadi.


"*Ya ampun neng itu es krim lu beli sendiri juga bisa, napa seneng bat kek orang kere yang ga bisa beli es krim kalo ga nabung seminggu? " batin Kanao.


"Sifat aneh Miya keluar lagi wkwkwk, " batin Miao*.


"Kami akan mengikuti kehendak yang mulia, " ucap Kanao dan Miao hormat menanggapi .


"Kalau begitu segera lah pergi, oh iya sekalian suruh orang orang ku untuk merenovasi rumah ku ketika kalian sampai di sana! " ucap Raja kegelapan.


"Kak rumah mu sudah sangat bagus untuk apa kau merenovasinya? lagi pula bukankah kau juga sedang menbuat rumah? sebenarnya, kau ini lebih kaya dari ku atau bagaimana? " kagum Miya dengan polos.


Kanao dan Miao memberi hormat diam diam dan segera pergi membawa piring kotor keluar, tidak mau menjadi lampu bohlam di antara keduanya dan segera melaksanakan apa yang baru saja mereka bahas.


"Renovasi ini di lakukan untuk menyambut mu yang akan segera menikah dengan ku, " ucap Raja Kegelapan sambil tersenyum.


Sekelebet pikiran melintas di otak Miya yang cukuo membuatnya tercengang. "Ya ampun! ini gw orang kaya apa gimana? tanah ada di mana mana eh salah rumah di mana mana tapi sepi, mana ga bayar pajak tanah lagi, ada untungnya juga wkwkwk. "


Karena Miya terlalu banyak bicara, es krim yang tadi ia makan kini mencair dan cairan gula itu segera meluncur melalui tangan Miya.


Melihat itu, Raja kegelapan segera memegang tangan Miya dan dengan santai menjilatnya membuat Miya mau tidak mau harus kembali kepada kenyataan.


"Hah? ap..... apa yang kau lakukan?! " kaget Miya segera menarik tangannya dari genggaman Raja kegelapan.


Tanpa rasa bersalah raja kegelapan menjawab, " membantu mu. "


" Membangu ya membantu tapi ga harus gitu juga kan? itu kotor lho bekas tangan ku, sapa tau juga bekas ludah ku, kak Ren kau sungguh...... "


Raja kegelapan tersenyum ambigu, " tidak apa, ini manis. "


Tak menyadari senyum ambigu itu, Miya dengan polos menjawab, " Ya jelas namanya juga es krim. "


"Pffttt"

__ADS_1


Tak mampu menahannya, Raja kegelapan tiba tiba terkekeh pelan membuat Miua bingung. "Sayang, aku tidak sabar untuk segera menikahi mu. "


TBC


__ADS_2