Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 30 memungut orang


__ADS_3

"Ti tidak ada, sayang ku yang ku maksud adalah seorang bab1, " gugup Kiwano sembari melarikan diri.


"Buahahaha dia suka ama bab1 ๐Ÿ˜‚, jenis manusia langka tu orang, " batin Miya menahan tawa yang kini sedang bersembunyi di balik badan Arnius.


"Sayang apa kau tidak apa apa?, " tanya Ren lembut beralih melihat Miya dengan tatapan penuh kasih sayang hingga membuat Miya merinding.


"Jangan panggil aku sayang oi, sayang sayang ndas mu, kita aja belum nikah kok udah sayang sayangan, jijik tau gak ๐Ÿ˜ค," kesal Miya.


"Miya apa kau kenal dengan yang mulia raja kegelapan?, " tanya Arnius.


"Tentu saja kenal, lebih tepatnya dia akan menjadi calon adik ipar kakak karena berani melecehkan ku, " ujar Miya membuat Arnius salah paham.


"Apa?, saya tau kalau anda berkedudukan tinggi tapi saya tidak akan memaafkan anda jika anda membuat adik saya tersiksa yang mulia!, " marah Arnius sembari menodongkan jari telunjuknya.


"Aaa kakak memang yang terbaik๐Ÿ˜š, apa kakak tau?, dia sudah melecehkan ku dengan mencium kening ku jadi aku memintanya untuk bertanggung jawab, hebat kan aku๐Ÿ˜Ž," girang Miya membuat Arnius entah harus berkata apa.


"Maksud mu yang mulia hanya mencium mu saja?, " tanya Arnius.


"Tentu saja, tapi pelecehan tetap pelecehan jadi ya aku memintanya untuk bertanggung jawab ๐Ÿ˜—," ujar Miya tanpa rasa bersalah.


"Miya jika cuma di ci-," belum sempat Arnius menyelesaikan kata katanya, mulutnya tiba tiba di bekap oleh Ren.


"Kakak ipar bisakah kau tidak mengacaukan hal ini?, " bisik Ren dingin di telinga Arnius.


"Setelah akhirnya mendapatkan pengakuan dari Miya tidak akan ku biar kan kau merusak segalanya, " bisiknya lagi dengan nada yang begitu menusuk.


"Sepertinya yang mulia sudah tergila gila dengan Miya, " batin Arnius begidik ngeri.


Walau dia tipe orang yang cuek bebek dan dingin tetapi tidak sedingin raja kegelapan alias Ren.


"Makasih atas pertolongannya kak Ren, kalau begitu aku mau pergi dulu ya, " acuh Miya.


"Mau pergi kemana kau sayang/ Miya?, " tanya kedua cogan bersamaan.


"Jalan jalan mumpung di kerajaan orang, " acuh Miya.


"Tunggu aku akan ikut, " paksa Ren sembari menggandeng tangan Miya.


"Halah males pergi sendiri sana, " tolak Miya.


"Kalo lu deket deket gw mimisan terus kekurangan darah lu mau tanggung jawab apa, " sambung Miya di dalam hati.

__ADS_1


"Kakak tidak mengijinkan mu pergi jika tidak bersama dengan yang mulia, terlebih lagi saat ini kau sedang tidak bersama dengan Kanao dan Miao, " tegas Arnius.


"Baikkkkk, " pasrah Miya.


Ps : Kanao, Miao, Shiro, Kuro, dan Black sedang ada di ruang dimensi dengan kesibukan mereka sendiri.


"Tunggu dulu, " cegah Ren.


Ia mengeliarkan sebuah cadar yang entah dari mana dan memasangkannya ke muka Miya dan menggati pakaian mereka agar tidak ada yang tau identitas mereka lalu dengan sekejap menghilang di tengah udara kosong.


"Aku tidak tau adik akan mendapat laki laki yang begitu unik, " batin Arnius segera pergi ke arena.


Sementara itu Miya dan Ren yang sampai di ibu kota kerajaan langsung pergi ke berbagai macam tempat seperti pasar, restoran, tempat pertunjukan dan taman [ lagi kencan ya kalian ๐Ÿ˜‘] hingga Miya masuk ke sebuah desa yang terlihat asri dan bertemu dengan dua orang anak laki laki dan perempuan sedang mengangkat batang pohon besar di kedua tangan mereka.


"Uwow hei hei hei kak Ren lihatlah mereka kuat sekali, seperti samson betawi aje๐Ÿ˜ฏ," adu Miya.


Ren pun melihat ke arah yang Miya pandang dan melihat dua anak berpakaian kumuh entah mau kemana.


"Samson itu siapa?, " bingung Ren.


Tak menghiraukan pertanyaan Ren, Miya berlari ke arah anak kecil itu.


"Kami ingin menjual batang pohon ini agar mendapat koin untuk bertahan hidup memangnya kenapa?!, apa tidak boleh?!, " bentak si bocah laki laki.


"Memang cuma kalian saja orang orang kaya yang boleh hah?!, " bentaknya lagi.


"Kami nanti juga akan menjadi kaya dan punya banyak koin agar bisa mendapatkan apa yang kami ingin kan!," teriak si perempuan.


"Jangan teriaki istri ku!, " ucap Ren dingin sembari menatap horor ke arah kedua anak itu.


"Tadi panggil sayang terus sekarang panggil istri๐Ÿ˜‘, udah gw bilang kita belum nikah juga, " batin Miya menampakkan poker fake nya.


"Anak baik anak manis jangan seperti itu ya kakak bukan orang jahat kok, " ucap Miya mencairkan suasana ketika melihat keduanya ketakutan karena tatapan dari Ren.


"Kakak mau memberi kalian nasihat, kalian tidak perlu mendengarnya jika tidak mau, " ujar Miya sembari menunduk sedikit.


"Seberapa kaya kalian tapi di dunia ini ada yang tidak bisa di beli dengan uang, " nasihat Miya sembari mengelus pucuk kedua anak itu.


"Apa maksud kakak?, bukankah uang itu segalanya?, " tanya si bocah cewek polos.


"Tentu saja tidak, contohnya, nyawa, teman sejati, dan juga kasih sayang," ujar Miya.

__ADS_1


"Eh?, bukah dengan uang kita bisa melakukan hal hal itu kak?, " bingung si cowok.


"Memang bisa tapi juga tidak, " jawab Miya membingungkan.


"Nyawa itu tidak bisa di beli, jika Tuhan menakdirkan kalian mati maka apa pun keadaan kalian, kalian tetap akan mati, " jelas Miya.


"Kalian bisa punya teman dan kasih sayang karena uang tapi semua itu palsu hanya karena uang bukan dari hati mereka, " lanjutnya.


"Lalu kami harus bagaimana?, kami hanya ingin hidup dengan baik karena kami tidak punya keluarga lagi hiks hiks hiks, " tangis si cewek.


"Nama kalian siapa?, dan kalian umur berapa?, " tanya Miya sembari menyeka air mata si cewek.


"Namaku Haruki Kei dan dia Violia Kei kami adalah anak kembar umur kami 8 tahun, " ucap si cowok.


"Halo Haru, Lia, nama kakak kak Miya dan ini kak Ren, kalau kalian mau apa kalian ingin ikut dengan kakak?, " ajak Miya.


"Kami tidak mau jadi pelayan, " tolak Haru.


"Tidak kok kalian akan jadi adik kakak ๐Ÿ˜„," ujar Miya.


"Benarkah?!, " senang keduanya.


"Ya, tapi sekarang kalian harus belajar yang benar agar menjadi seperti anak seusia kalian, " ucap Miya.


"Nanti kalian akan bertemu dengan dua sahabat kakak dan tiga hewan kontrak kakak, mereka yang akan mengajari kalian jadi kalian harus belajar dengan baik ya, " ucap Miya lalu memasukkan mereka ke ruang dimensi beserta sebuah pesan


*Ajari mereka semua yang mereka butuhkan*


Dan setelah itu Miya melanjutkan kencannya dengan Ren.


"Dasar nona sialan, bikin kerjaan aja, " kesal Kanao padahal mereka cuma rebahan mulu setap saat.


"Wow anggota baru ayo kita bikin geng mafia kek yang dj novel novel itu, " saran Miao.


"Boleh juga tu, nona juga ntar bakal ngijinin, " setuju Shiro.


"Gimana lu bisa tau Shi?, " tanya Kanao.


"Palingan dia cuma bilang terserah doang kan, " ujar Shiro.


"Bener juga lu, " ujar Kanao.

__ADS_1


__ADS_2