
Pintu kayu itu terbuka pelan dan menampakkan sesosok perempuan yang terlihat cantik walau topeng hitam menutupi bagian atas wajahnya. Ya! Inilah Putri Zhang Miya, Dwi Yulia Putri yang langsung kemari setelah selesai mengerjakan tugas tanpa istirahat atau bahkan minum segelas air apapun. Karena itulah dia terlihat loyo, yah walau biasanya juga loyo kek tanaman ga pernah di siram.
Sepatu Flat Shoesnya yang berwarna hitam dengan hiasan pita di atasnya melangkah masuk ke dalam ruangan dengan perlahan. Rok hitamnya yang panjang dan lebar menjuntai hingga ke bawah mata kaki menari nari seirama dengan langkah kaki. Kerudung panjang warna hitam yang menutupi baju merah lengan panjang di balik rok melayang akibat sang empu bergerak. Saking panjangnya kerudung itu, lengan bawah Miya sampai ikutan tertutup.
Oke sampai di sini dulu deskripsinya. Sebenarnya, baju ini adalah hadiah dari Eka, Nia dan Sintia atas pernikahannya yang di berikan kepadanya beberapa hari lalu. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, kecuali topeng yang di berikan Raja kegelapan itu adalah pemberian dari teman dan sahabatnya. Mungkin niatnya mau nganyari.😂😂😂.
"Permisi, " ucapnya sopan seraya sedikit membungkuk kala melewati kursi para kaisar.
Saat Miya hendak bertanya dimana ia harus duduk, ia mendapat kode mata dari Raja kegelapan untuk duduk di pangkuannya. Dengan senang hati Miya kemudian duduk mencari posisi wuenak di pangkuan Raja kegelapan. Lagi pula punggungnya butuh senderan. Dan Raja kegelapan adalah sandaran yang paling ia butuhkan.
T/N : Kecanduan nyender. jpg
"Nah tukan bener, " batin kedua pangeran.
"Kamu! " tukas Putri Zhang Miki kesal kala melihat perempuan yang menerobos masuk itu dengan santainya duduk di pangkuan Raja kegelapan.
"Hmm? Kenapa? " tanya Miya polos sambil menatap Putri Zhang Miki. Sudut matanya menangkap secangkir teh yang tadi di minum oleh Raja kegelapan, merasakan godaan untuk menghabiskannya.
"Bagaimana bisa kamu begitu tidak sopan duduk di pangkuan yang mulia? " ujar Putri Zhang Miki sok benar, sok baik padahal aslinya ingin memermalukan.
"Bagaimana bisa? Lah orang dia yang nyuruh, " ujar Miya seraya mengambil tangan kanan Raja kegelapan untuk di tempelkan ke dahinya. "Assalamualaikum. "
Raja kegelapan tersenyum, senyum yang ditujukan pada Miya ini membuat Putri Zhang Miki mengepalkan tinjunya. "Waalaikumsalam. "
Ia mencoba tenang dan kembali bertanya. Merasa bahwa kedekatan yang tadi hanyalah kesalahpahamannya. Bisa saja dia adalah adiknya? Yakan. "Kapan yang mulia menyuruh mu duduk? " tanyanya kembali yang sedikit tidak enak di dengar membuat Kaisar Zhang yang ada di sampingnya mengerutkan alisnya.
"Sorot matanya bilang suruh duduk kok tadi! " kesal Miya membela diri. "Duh kering pula tenggorokan ni! " batinnya. Ia pun mengambil cangkir teh milik Raja kegelapan dan meneguk isinya sampai habis. Untung tidak panas yekan, kalau iya kan entar lidahnya kebakar tinggal di sukurin :).
"Omong kosong! " kesal Putri Zhang Miki.
"Tutup mulut mu jika kau masih menginginkannya! " suara yang dingin, kejam dan menakutkan ini terdengar membuat Miya yang tadinya mau lanjut adu b@cot kembali diam. Dia masih ingin mulutnya okey?
Putri Zhang Miki tidak terima akan ancaman ini, tapi dia juga merasa takut. "Tapi.... Tapi.... Tapi.... "
"Cukup! Miki tutup mulut mu! " ucap Kaisar Zhang. Sepertinya Raja kegelapan sangat memperhatikan perempuan itu. Anaknya menyinggung perempuan itu hingga membuat Raja kegelapan marah. Jika ia marah, kesempatan untuk menghentikan bencana akan menghilang dan ketiga kekaisaran akan mengalami banyak kerugian.
__ADS_1
"Baik Ayah. " Patuh Putri Zhang Miki bersikap sok tenang dan sok tidak bersalah padahal di hati sedang mengumpat Miya dengan seribu bahasa.
Miya melihat camilan yang ada di atas meja dan tanpa sengaja merasakan tatapan Kak Rui dan Kak Zuo keladanya. Ia pun tersenyum dan menyapa "Hai para pangeran " sapanya sebelum kemudian mencomot makanan yang ada di meja.
Kedua pangeran tersenyum sebagai balasan. "Miya tetap adalah Miya, selalu doyan makan dan begitu santai. " batin keduanya.
???
Kaisar Mo dan Kaisar Jiang bingung. Mereka saling kenal kah?
"Yang Mulia, siapa gadis ini? " tanya Kaisar Jiang ramah.
"Hm? Aku? Aku adalah istrinya, " ucap Miya penuh percaya diri menunjuk dirinya sendiri dengan ibu jari. Bersikap tidak tahu malu.
"Ah, hah?? "
Raja kegelapan melingkarkan kedua tangannya keperut Yuli yang sedari tadi sibuk nyemil. Maklum habis di suruh mikir perut jadi kosong. "Dia sudah bilang, dia adalah istri ku. "
"Istrinya Yang Mulia? Saya belum pernah mendengarnya sebelumnya apakah kalian baru saja menikah? Jika iya maka kami harus mengirim hadiah sebagai ucapan selamat setelah ini, " sambut Kaisar Jiang.
"Selamat Yang Mulia, " Ujar Kaisar Zhang.
Sementara Putri Zhang Miki? Wajahnya sudah memerah menahan marah dan kesal mengetahui kenyataan ini.
"Kalian tidak perlu mengirim hadiah, kami sudah mendapat cukup banyak hadiah. Gunakan saja uang untuk hadiah itu kepada para rakyat, itu akan lebih membantu. " usul Miya.
"Oh iya ngomong ngomong kalian bisa lanjutkan lagi pertemuannya. Aku akan mendengarkan. " lanjutnya seraya mengambil kembali camilan dari atas meja.
Para kaisar melirik ke arah Raja kegelapan seolah bertanya.
"Lanjutkan. "
Kaisar Jiang dan Kaisar Mo tersenyum. Sepertinya sang raja benar benar mencintai istrinya. Ngomong ngomong soal itu mereka heran kenapa kedua putra mereka belum jatuh cinta pada seorang gadis padahal udah usia segitu. Kalau begitu ceritanya kapan mereka bisa menggendong cucu mereka? Hahhh~
"Seperti yang kami sampaikan tadi, para hewan buas yang meninggalkan habitat mereka dan berlari ke arah berlawanan menargetkan para warga untuk di jadikan sebagai makanan. Belum kami ketahui apa penyebab dari itu semua karena yang lebih penting adalah menyelamatkan para penduduk. " ujar Kaisar Zhang.
__ADS_1
"Kami sudah meminta para kultivator untuk membantu menangani masalah namun jumlah binatang buas yang sangat banyak membuat mereka kesulitan." lanjut Kaisar Mo.
"Para Pangeran dan Putri yang cukup unggul dalam bakat kultivasi merekapun juga turut membantu namun itu semua hanya berdampak kecil, " lanjut Kaisar Jiang.
Mendengar ucapan Kaisar Jiang, tangan Miya yang tengah mengupas kulit jeruk berhenti. "Para pangeran dan putri? Apakah kakak dan adik adik ku termasuk? Kapan? Kok aku ga tau? Apa karena aku buta informasi? " batinnya bingung.
"Kami sangat berharap bahwa Yang Mulia bisa meminjamkan kami kekuatan yang anda miliki untuk membantu, " ucap ketiga kaisar serempak.
"Kenapa aku harus? "
Suara yang dingin dan perkataan yang kejam itu membuat jari Miya yang berkutat dengan jeruk sedikit bergetar. "Hiiihh! Serem njir! Kek ngadepin dosen killer ini mah. Jadi Kak Ren kalo sama orang lain ngomongnya kek gini toh. Huuh~ untung kalo sama aku enggak, kalo iya nyali ku ciut duluan v_v ."
"........"
"Kalian adalah tiga kerajaan Terkuat dan Terhebat yang di kagumi dan jadikan panutan oleh kerajaan kerajaan kecil. Hanya menghadapi segerombolan binatang buas dengan kelas rendah saja apakah harus sampai seperti ini? Sangat menyedihkan! Kalian bahkan tidak tau alasan di balik ini semua! " Sangat Jarang Raja kegelapan bicara panjang lebar. Namun kalimat yang begitu panjang itu, hanya berisi hinaan telak untuk ketiga kaisar. Hinaan yang sangat telak, hanya Raja kegelapan lah yang berani mengatakannya.
"Duh nyelekit bat njir, " batin Miya dan Kanao dalam diam.
"Kami minta maaf yang sebesar besarnya atas ketidak mampuan ini, kami tau kekurangan kami. Namun untuk saat ini bukankah lebih baik mengatasi masalah terlebih dulu sebelum menghina? Kami mohon bantuan anda Yang Mulia! " tukas Kaisar Zhang.
Raja Kegelapan menatap tidak suka. Menuangkan kembali teh hangat yang mulai mendingin kala pembicaraan terus berlangsung ke dalam cangkir kosong yang tadi di pakai Miya. "Sudah ku bilang kenapa aku harus? "
Raja kegelapan menyesap tehnya dengan anggun dan pergerakan seminimal mungkin agar sang istri yang sedang bersender di dadanya tidak merasa terusik. "Kenapa aku harus membantu jika kalian semua belum mengeluarkan semua sumber daya manusia untuk melawan mereka? " ucapnya kembali.
"Yang Mulia apa anda tidak dengar? Kami sudah melakukan semua yang kami bisa bahkan menyuruh putra putri kami untuk turun tangan secara langsung! Jika kami memang punya kenapa juga kami harus menahannya bahkan setelah nyawa para rakyat yang jadi taruhannya?! " protes Kaisar Zhang tak terima, di dukung oleh anggukan kedua kaisar lain.
"Kalian ini pura pura tidak tau atau memang tidak tau? " ejek Kanao yang sedari tadi diam mendengarkan sambil nyemil buah yang di kupaskan Miya. Entah kerasukan apa juga ni anak sampe bisa baik banget. Mana yang di belakang ngelirik dia kek pengen ngebunuh lagi saking irinya.
"Bukankah sebagai seorang bawahan kamu harus tau sopan santun? Bagaimana bisa kau menyela ucapan orang lain? " ejek balik Putri Zhang Miki.
"Siapa yang menyuruh mu bicara? " tanya Raja kegelapan dingin.
"Tapi-"
"Miki tutup mulut mu! " kesal Kaisar Zhang.
__ADS_1
"Apa maksud nona ini? " tanya Kaisar Jiang masih dengan nadanya yang ramah. Tidak merasa tersinggung dengan ejekan dan hinaan yang di lontarkan lawan bicara.