Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 63 Jeruknya kesorot mulu


__ADS_3

Kanao Melirik kedua Pangeran Putra Mahkota lalu beralih ke Raja kegelapan. Melihat tidak ada komplain, Kanao kemudian berucap, "Kenapa tidak tanyakan saja kepada para pangeran? Sepertinya mereka tau apa maksudnya. "


Ketiga kaisar, Putri Zhang Miki dan Miya refleks menoleh ke arah dua pangeran yang berdiri dengan tenang sambil menyimak pembicaraan.


"Apa kalian berdua tau sesuatu? " tanya Kaisar Mo bingung.


Kedua pangeran saling melirik sebelum kembali memutus kontak mata.


Mo Kazuo, "Ayah, kamu belum turun tangan langsung ke tempat kejadian. "


"........"


Benar juga. Mereka sebagai seorang pemimpin belum turun tangan secara langsung melawan mereka. Yang di maksud Raja kegelapan tadi adalah mereka. Sumber daya manusia yang belum digunakan. Tapi......, mereka kan seorang kaisar!


Merasakan ketidaksenangan itu, Raja kegelapan kemudian bertanya. "Kenapa? Kalian tidak mau? "


"Yang mulia tapi kami adalah-"


"Lalu? "


"Aku tidak peduli kalian adalah kaisar sebuah kerajaan. Di mata ku, kalian hanyalah laki laki tua menyedihkan yang tidak berguna. "


Plakkk!!


Miya yang hendak memakan potongan jeruk terakhir tiba tiba menepuk punggung tangan Raja kegelapan yang tersandar di atas meja. Karena ruangan sunyi akibat tekanan Raja kegelapan, suara dari tepukan itu menggema dengan sangat jelas.


Seketika semua perhatian tertuju kepada Miya, termasuk orang yang tangannya tadi di tepuk.


"Ada apa? " tanya Raja kegelapan heran. Apakah dia melakukan sebuah kesalahan?


"Berhenti menghina orang tua, itu tidak baik! apa kau ingin kena azab? " peringat Miya sedikit kesal. Cukup sudah dengan mata mengantuknya yang membuat perasaannya mudah tersinggung dan berubah ubah. Makin lama makin kesel juga dia dengar omongan suaminya sendiri.

__ADS_1


"....."


Hebat! Memang hanya istri dari sang raja yang berani mengatakan hal seperti itu. Apalagi di depan rajanya langsung.


Raja kegelapan tersenyum, "Baiklah, aku minta maaf. Aku berhenti di sini." ucapnya lantas melahap potongan jeruk yang hendak masuk ke mulut Miya.


"Hei! Itu milik ku! Ganti ga? " kesalnya. Dia malas mengupas buah lagi. Tangannya males gerak tapi mulutnya masih pengen makan.


"Baiklah, akan ku kupaskan satu untuk mu. " ujar Raja kegelapan.


"Tiga! Harus di sertai bunganya, " tawar Miya.


Raja kegelapan kembali tersenyum, "Baiklah. "


"Anjir malah ngebucin, " batin Kanao merasa iri.


"Mereka sangat serasi. " batin kedua pangeran.


Sambil menunggu suaminya mengupas jeruk, Miya ganti berbicara dengan para kaisar. "Hei Paman, " sapanya.


Mendengar sapaan itu kaisar Jiang dan Kaisar Mo tersenyum. Sepertinya istri Raja kegelapan adalah orang yang baik.


"Kalian tenang saja, Ka-maksud ku Suami ku pasti akan membantu kalian, aku berjanji. " ucap Miya memamerkan jari kelingkingnya.


"Ngomong ngomong apa kalian benar benar tidak tau alasan mereka membuat ulah? " tanyanya.


Para Kaisar merasa senang dengan janji yang di buat Miya. Kaisar Jiang pun segera menjawab, "Ya, kami belum sempat menyelidikinya sebelum ini. "


Yuli menerima jeruk yang sudah terkelupas bersih dari Raja kegelapan dan mulai memakannya. "Aku sudah dengar situasinya dari Kak R- Suami ku sebelum ini jadi aku sudah memikirkan beberapa kemungkinan. "


'Aduh salah teroosss! Salah siapa nama pun di sembunyiin, kan typo mulu ni congor, ' batin Miya.

__ADS_1


"Oh apa itu? " tanya Kaisar Mo yang terlihat tertarik.


"Pertama ada bencana yang terjadi di habitat mereka. Namun melihat keadaan baru baru ini, opsi ini bisa di hilangkan karena wilayah yang masih terjaga. "


"Kedua, ada sesuatu yang sangat langka di tempat yang mereka tuju sehingga mereka berbondong bondong pergi kesana untuk mendapatkannya. Jika opsi ini benar, maka seharusnya mereka saling menyerang antara satu dengan yang lain agar jumlah pesaing untuk mendapatkan benda itu mengecil sekaligus sebagai makanan dalam perjalanan kesana alih alih menyerang para warga. Mereka juga tidak akan masuk ke dalam kawasan penduduk jadi opsi ini juga bisa di hilangkan. "


"Nah mungkin dari tiga opsi yang aku pikirkan, opsi terakhir ini yang paling masuk akal. "


Yuli menggantung kalimatnya untuk memasukkan sepotong jeruk ke dalam mulutnya.


"Dan apa itu? " tanya Jiang Rui yang cukup penasaran dengan deduksi Mimi nya.


"Mereka sedang melarikan diri dari sesuatu. Kak Rui, Kak Zuo tangkap! " seru Miya melemparkan masing masing sepotong jeruk ke arah mereka berdua dengan tidak sopannya.


Kedua pangeran itu berhasil menangkap buah berwarna orange itu. Kedua ayah mereka memandangi anak mereka dengan bingung yang disalah artikan oleh Miya. Padahal mereka bingung apakah keduanya benar benar ada hubungan dengan dia tapi dia mengartikan bahwa mereka iri dengan anak anak mereka yang mendapat jeruk langsung makan tanpa perlu sibuk mengupas kulit.


"Melarikan diri? Dari apa? " bingung Kaisar Zhang.


Miya mengendikan bahunya. "Aku tidak tau, mungkin sesuatu yang sangat menyeramkan atau sesuatu yang sangat kuat. "


Yuli menodongkan jeruk ke depan mulut Raja kegelapan yang kemudian di lahap oleh sang empu. "Seekor binatang kelas bencana mungkin. "


!!!


"Jika itu benar maka kita semua harus berhati hati. Mungkin saja segerombolan binatang ini hanyalah permulaan saja. " ujar Kaisar Mo.


"Jika benar seperti itu maka kita harus menyusun sebuah rencana untuk menghadapinya, " sahut Kaisar Zhang.


"Jika soal Rencana bicarakan saja dengan suami ku, aku tidak mau berpikir lagi! Aku akan menyimak. " ujar Yuli mengistirahatkan kepalanya di atas meja. Mendengarkan dengan setengah setengah rencana yang sedang mereka rencanakan. Tentu saja, masih sambil nyemil tentunya.


Dan tanpa terasa, dirinya tertidur.

__ADS_1


__ADS_2