
Skip selesai mandi.
Miya, Arnius, Kazuo dan Rei pun pergi ke pasar atas usul Kazuo.
"Kak kenapa kau ingin pergi ke pasar?, "tanya Miya sembari menempelkan cadar di mukanya.
"Kau tidak tau mimi?, adik Kazuo yang bernama Umiko itu terkena racun buah Karina dan hanya bisa di netralisir menggunakan buah Raisa, " jelas Rei.
"Karina adalah racun yang membuat penderitanya mati secara perlahan sedangkan penawarnya yaitu buah Raisa adalah buah dengan harga yang sangat mahal," lanjut Kazuo.
"Jadi?, " bingung Miya.
"Di pasar ini ada sebuah pelelangan terkenal yang sedang melelang buah Raisa, Kazuo ingin kesini karena itu, " jawab Rei.
"Berapa buah yang di lelang?, " tanya Miya.
"Hanya satu. Walau hanya satu tapi mungkin harganya sekitar jutaan koin emas, " ujar Arnius.
"Buset mahal bener, seperti apa sih rupa buah Raisa ini? 😯, " kaget Miya.
"Oh iya kak kenapa adik kakak bisa terkena racun buah Karina?, " tanya Miya kepada Kazuo.
"Sepertinya dia di jahili oleh teman temannya, adik ku itu orang yang lemah bahkan hampir tidak punya bakat kultivasi jadi banyak orang yang selalu menghinanya, " ucap Kazuo sendu.
"Sepertinya dia bernasib sama dengan ku, kak tenang saja dia pasti akan sembuh, " yakin Miya.
Mereka pun terus mengobrol sembari melihat lihat isi pasar sementara para pedagang dan pengunjung terus memperhatikan mereka yang berjalan menapaki tanah pasar seperti dewa dewi yang menginjak tanah fana.
"Hmmmm?, kakak itu apa?, " tanya Miya saat melihat ada kerumunan di depan jalan yang mereka lewati.
"Entah apa kau ingin melihatnya?, masih ada waktu sebelum pelelangan di mulai jadi kita bisa melihatnya, " ucap Kazuo.
"Kalau begitu ayo!, " ucap Miya semangat sambil berlari ke arah gerombolan itu.
"Hmmmm, aku mencium bau yang familiar, " gumam Miya sembari mencoba melihat apa yang terjadi.
"Kak boleh nanya?, apa yang sedang terjadi di sini?, " tanya Miya pada seorang pemuda yang berdiri di sampingnya.
"Ah, it.... Itu tadi ada seorang kakek kakek yang memaksa seseorang untuk membeli buah miliknya, " ucap pemuda itu gugup kala di ajak bicara dengan Miya.
__ADS_1
"Lalu apa masalahnya?, " tanya Miya.
"Masalahnya buah itu belum pernah ada yang melihatnya. Mereka takuy jika kakek itu adalah seorang penupu dan takut buah itu adalah buah beracun, " jelas pemuda tadi.
"Makasih kak penjelasan nya," ujar Miya lalu menyusup lebih dalam ke dalam kerumunan di susul oleh ketiga pangeran.
Saat sudah masuk lebih dalam Miya bisa melihat seorang kakek tua sedang berlutut di depan seorang gadis yang bisa di lihat dari pakaiannya bahwa dia adalah keturunan bangsawan.
Kakek itu berlutut sembari menggunakan baju dan celana compang camping dan membawa beberapa buah berwarna hijau dengan kedua tangannya.
Sementara itu, si nona muda malah membentak kasar kepada si kakek yang sedari tadi memohon ke arahnya.
Sedangkan Miya, ia menatap buah yang ada di tangan sang kakek itu dengan mata berbinar ketika ingat buah apa yang ada di tangan kakek itu.
"Hmmm?, Mimi ada apa dengan mu?, " tanya Rei ketika melihat mata berbinar Miya.
"Aku ingin buah buah itu, " ucap Miya sembari maju ke arah kakek tua itu.
Seketika ia menjadi pusat perhatian banyak orang bahkan sang kakek pun tak percaya jika ada yang ingin membelinya dengan senang hati.
Miya mengambil salah satu buah yang ada di tangan sang kakek dan mengamatinya lebih teliti dan hasilnya membuat Miya puas.
"It... Itu nona saja yang menentukan harganya, saya hanya perlu uang untuk membawa anak saya yang sakit ke tabib, " ucap si kakek gugup.
"Ok, kalau begitu ini kakek ada 10 koin emas silakan di ambil dan segera bawa anak kakek ke tabib, " ucap Miya sembari memberikan 10 koin emas kepada kakek itu dan mengambil buah yang di inginkannya itu.
"Ini.... Bukankah ini terlalu banyak nona?, lagi pula anda pasti juga tidak akan memakan buah itu sampai habis karena semua orang tidak tau dengan jenis buah itu, " ujar sang kakek.
"Apa maksud kakek?, aku sangat suka buah ini ( walau serat ama bijinya ganggu), aku akan memakannya sampai habis tenang saja. Lagi pula bukannya pergi ke tabib itu butuh banyak koin?, " ucap Miya polos karena belum tau menahu tentang peruangan di dunia itu.
"Kalau begitu terimakasih nona, semoga kau di berkati kebahagiaan oleh Tuhan, " ucap sang kakek dengan senyum tulusnya lalu pergi meninggalkan kerumunan.
"Hump, siapa kau dasar wanita murahan?, mencoba mencari perhatian ya, kau cukup boros juga aku ingin tau bagaimana nasib mu setelah menghabiskan semua tabungan mu yang kau kumpulkan sangat lama itu, " kesal si nona bangsawan lalu meninggalkan kerumunan.
Di susul dengan semua orang sembari memuji kebaikan dan ketulusan Miya.
"Miya bukankah harga itu terlalu besar hanya untuk buah misterius itu?, " tanya Kazuo heran.
" Terlalu besar?, bukankah itu cuma sebanyak 5000 kalo di rupiahkan, " bingung Miya karena ia menganggap koin emas itu koin limaratusan yang terbuat dari tembaga.
__ADS_1
Author : kalian pasti pernah liat kan.
"Miya 10 koin emas yang kau berikan tadi itu bernilai 1 juta jika di dunia mu, " bisik Arnius yang sudah sedikit mengerti dengan negara asal Miya.
"Apa?, baru kali ini gw beli kedondong seharga 1 jt, tapi yowes lah lagian tu koin juga ga bakalan habis, " ujar Miya ketika ingat segunung koin yang ada di ruang dimensi.
"Kedondong?, " bingung Rei.
"Kalian tidak tau?, " bingung Miya.
Dia mengambil tas plastik yang sudah ia siapkan untuk membawa barang belanjaannya dan lalu mengupas salah satu buah itu yang sudah agak kekuningan.
Setelah itu ia memotongnya lalu segera masuk ke dalam mulut mungilnya.
"Ummm.... Wenak tenan, sudah berapa lama gw ga makan kedondong semanis ini, " puji Miya.
"Kalian juga harus mencobanya, " ucap Miya sembari memasukkan sepotong buah di setiap mulut para pangeran.
Seketika mereka terkejut dengan rasa yang amat enak itu.
"Mimi buah ini sangat enak apakah aku boleh minta lagi?, " tanya Rei dengan mata berbinar.
"Kupas sendiri nanti, " ucap Miya sembari memberikan masing masing satu kontong plastik berisi kedondong pada mereka.
Sekarang mereka hendak pergi ke tempat lelang untuk membeli buah Raisa namun setelah mereka sampai ternyata lelangnya di batalkan.
Setelah bertanya kenapa orang orang di sekitar sana, mereka mendapat informasi bahwa buah Raisa itu di curi oleh seseorang membuat pemilik lelang rugi besar jadi lelang ditutup.
Informasi itu sukses membuat Kazuo murung karena kehilangan kesempatan untuk menyembuhkan adiknya.
Sementara itu Miya menjadi sangat nepasaran dengan bentuk dari buah Raisa ini hingga ia melihat sebuah selebaran yang tertempel di sebuah tiang.
Ia terus mengamati bentuk dan warna buah yang di lukis dalam selebaran itu.
"Kok kayaknya familiar ye, kek pernah liat gitu, " gumam Miya.
"Kak buah Raisa itu bentuknya seperti buah cari tapi warnanya pelangi ya?," tanya Miya memastikan.
"Iya memang kenapa?, " tanya balik Kazuo.
__ADS_1
"Sepertinya aku pernah memakan buah yang manis itu ( malah ku jadikan cemilan untuk mengisi waktu😅)," ucap Miya.