
"Kau sudah selesai? Jika sudah ayo pergi makan..... "
Yuli tersenyum canggung, mencoba menutupi pahanya yang mulus dengan satu tangan dan sedikit belahan dada yang mengintip dari balik handuk dengan tangan lainnya. "Aku... Belum selesai. "
Raja kegelapan melebarkan matanya melihat pemandangan ini. Ada pula sesuatu dari dalam dirinya yang ingin segera menerkam perempuan cantik yang mengundang nafsu di depannya.
Yuli baru ingin membuka mulut untuk mengatakan 'Kak Ren jangan tatap aku seperti itu dong' ketika tiba tiba Raja kegelapan mendengar langkah kaki mendekat dari balik pintu dan dengan kilat segera berdiri di depan Yuli lalu menyembuyikan tubuh yang hampir telanjang itu ke dalam pelukannya.
Bersamaan dengan itu, dua orang pelayan perempuan masuk membawa nampan berisi ayam panggang dan semangkuk besar sayur sup yang merupakan hidangan terakhir yang belum tersaji di atas meja.
Raja kegelapan menatap kedua pelayan dengan tatapan tajam dan dengan dingin berkata, " Lain kali ketuk dulu sebelum masuk kamar ini. Jika sudah pergi terima hukuman masing masing!"
Para pelayan itu juga lumayan pintar. Sadar akan situasi yang tidak benar ini, keduanya segera mengeluarkan suara persetujuan lalu meletakkan kedua hidangan di atas meja sebelum kemudian pergi secepat kilat.
Yuli yang sepenuhnya tertutupi tubuh besar Raja kegelapan mengintip ke arah di mana para pelayan pergi dan dengan penasaran bertanya, " Kak hukuman apa yang kau berikan pada mereka? Jangan kasar kasar ya lagian kan cuma ketidak sengajaan. Ini juga karena aku yang lupa bawa baju ganti. "
Raja kegelapan menatap wajah cantik dari orang di pelukannya. Tingginya tidak lebih dari pundaknya membuatnya tersembunyi dengan sempurna. Rambutnya yang sepanjang paha atas tergerai basah karena air. Pundaknya yang putih dan lembut sedikit dingin karena terpapar udara dingin.
Terpesona, Raja kegelapan menunduk untuk mengecup bibir merah yang manis itu sebelum dengan cepat mengakhirinya dan menjawab, " Tenang saja mereka hanya akan di hukum 2 (20) pukulan papan dengan ringan (keras). Lebih baik pergi pakai pakaian mu sebelum tubuh mu kedinginan. "
Raja kegelapan membuka lemari yang belum sempat terbuka sepenuhnya dan mengambil pakaian yang cukup tebal untuk di berikan kepada Yuli yang masih mematung di tempat.
Melihat bahwa istrinya tidak bergerak sedikit pun, Raja kegelapan lekas bertanya. " Apa yang sedang kau lamun kan? "
Pertanyaan ini ajaibnya membuat Yuli sadar dan dengan refleks melompat ke belakang sambil menutupi mulutnya dengan tangan. "Ka..... Ka.... Kak ka..kau baru saja mencium ku?! " tidak jelas ini adalah kalimat pernyataan atau pertanyaan, yang penting ini diucapkan dengan usaha penuh.
Yuli menatap Raja kegelapan di depannya yang salah satu tangannya memegang satu set baju perempuan dengan waspada seakan akan dirinya adalah musuh.
Raja kegelapan tersenyum dan mendekat dengan cepat sebelum Yuli sempat bereaksi dan dengan santai menggodanya. "Aku adalah seorang laki laki dan juga suami mu. Untuk tertarik kepada mu apakah ada yang salah? "
Tak sampai di situ, Raja kegelapan melingkari pinggang Yuli dan dengan suaranya yang merdu, ia berbisik di samping telinga Yuli dengan nafasnya yang hangat. "Sayang kau sangat cantik, aku ingin memakan mu. "
Mendengar bisikan ini, Yuli merasa panik karena belum siap sekaligus geli karena hembusan udara hangat. Namun ketika ia memyempatkan diri mengingat tamu tak diundang yang menyebalkan itu kepanikan yang melandanya segera hilang.
Entah keberanian dari mana, Yuli tersenyum dan merampas pakaian dari tangan Raja kegelapan lalu melepaskan diri dari tangan suaminya. Dengan berani, dia menjulurkan lidahnya lalu berucap, " tapi sayang ga bisa wkwkwk," sebelum kemudian berjalan pergi ke balik sekat.
Raja kegelapan : .......
"anak nakal"
"Apa saja yang kamu lakukan hari ini? " tanya Raja kegelapan setelah selesai makan malam.
__ADS_1
Yuli duduk di depannya, membereskan piring piring dan mangkuk kotor sambil menjawab. " Ga ada, cuma melipat pakaian terus kuliah, mampir ke paviliun ketemu bang Arnius, Sachie, Fudo sama ibu. Oh iya mampir sebentar tadi ke rumah ayah buat ngasih oleh oleh dua bocil. Eh eh eh aku juga pergi ke ruang dimensi ketemu sama Kanao dan Kawan kawan ding. Terus pulang nyapu halaman ama masak usah itu aja sih. Kalau kak Ren sendiri dari pagi sampe sore ga pulang, pergi ke mana? "
"Hanya mengecek keadaan. "
"Tentang serangan hewan buas itu ya? "
"Ya, tapi tiba tiba para burung bersuara sumbang ( Kaisar dan orang yang meminta bantuannya) datang mengganggu pekerjaan. "
Yuli membereskan mangkuk terakhir sambil mendengarkan. Setelah itu, ia berdiri dan memgangkat tumpukan piring kotor sembari memberi saran, " Kak Ren, kalau ada lagi tu para burung bersuara sumbang, dilempari batu aja biar pergi tapi jangan di kena in burungnya. "sebelum pergi membawa tumpukan piring kotor itu ke dapur untuk di cuci.
"Ide bagus, lain kali pasti akan ku coba, " ujar Raja kegelapan tersenyum misterius.
Hari mulai gelap ketika Raja kegelapan dan Yuli selesai makan malam.
Melihat bahwa suaminya masih sibuk di ruang kerja, Yuli pergi keruangan lain dan menghabiskan waktu dengan menonton tv sambil nyemil. Sampai saat rekaman video orang Adzan memotong acara boboboy yang sedang di lihat Yuli di tv di putar, ia kembali ke ruang kerja dan mengingatkan, "Kak dah magrib." tak lupa dengan keripik kentang yang terselip di antara bibirnya.
Raja kegelapan meletakkan kuasnya dan berdiri untuk menghampiri Yuli. "Baiklah." ujarnya mencium kening Yuli dan berlalu pergi.
Tak membuang waktu, takut jika video adzan yang di putar sudah berakhir dan kartun yang ia tonton kembali tayang, Yuli segera bergegas kembali dan duduk di kursi panjang dengan santai sambil nyemil.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Raja kegelapan datang dan melihat Yuli yang dengan santainya rebahan sambil nonton tv. Tayangan yang di lihat pun sudah berganti.
Tersenyum kecil, Raja kegelapan menghampiri dan duduk di sudut kursi panjang yang merupakan satu satunya tempat yang tidak di ambil alih oleh Yuli.
Yuli yang tadinya rebahan santuy, ketika mendengar suara Raja kegelapan seketika duduk dengan tegak yang seketika meninggalkan banyak ruang pada kursi.
Yuli hendak menjawab ketika tiba tiba tangan yang besar menarik tubuhnya dan merebahkan kembali tubuhnya. Namun, kini bukan bantal yang menjadi alas kepala Yuli namun pangkuan Raja kegelapan yang lebih baik dari sebuah bantal.
"Lanjutkan saja, anggap aku bagian dari dirimu. "
"Ok"
Raja kegelapan melirik ke arah layar tv yang terus menyala lalu kembali melihat wajah istrinya yang dengan fokus melihat layar itu sembari tangannya terus memasukkan makanan ke dalam mulut layaknya sebuah mesin. Seketika, tidak butuh lebih dari tiga menit untuk satu bungkus camilan kosong kembali. Yuli melempar bungkus kosong tadi ke atas meja yang ada di depan kursi dan kemudian mengambil yang baru.
Belum sempat Yuli membuka bungkus plastik itu, Raja kegelapan dengan kejam mengambilnya.
"Jangan terlalu banyak makan camilan setelah makan, bagaimana jika perut mu tidak bisa mencernanya? "
Yuli mengernyitkan alisnya dan menelentangkan tubuhnya agar kepalanya menghadap Raja kegelapan yang ada di atasnya. "Berikan pada ku! Cemilan selalu ada tempat tersendiri di perut ku. Berikan berikan berikan!, akhirnya aku punya uang untuk membeli sebanyak apapun makanan yang aku ingin kan, kenapa kau menghentikan ku makan? "
"Kamu sudah memakannya terlalu banyak, kau bisa memakannya lagi besok. "
__ADS_1
Entah karena menyerah atau males ribut, Yuli dengan patuh menjawab, "oke deh. "
"Ngomong ngomong kak kerjaan mu selesai? " tanya Yuli menatap wajah Raja kegelapan yang nampak indah walau dari sudut pandang manapun.
"Ya, bagaimana dengan tugas kuliah mu? " Raja kegelapan menganggukkan kepalanya.
"Sudah dong! Tapi saat aku pergi ke paviliun tadi kata bang Arnius si kakak tiri ku mencari dengan alasan mengunjungi adik yang baru di hukum kaisar. Untung bang Arnius pinter ngomong kalau aku lagi masa pemulihan dan ga boleh di ganggu. "
Yuli bicara panjang lebar, mengabaikan wajah Raja kegelapan yang menjadi sedikit lebih dingin ketika Putri Mahkota dan Kaisar Zhang di sebutkan dan terus bicara.
"Terus pas aku tadi pergi nganterin oleh oleh ke duo bocil katanya aku jadi bahan gosip karena belum nongol nongol sedari upacara pernikahan kita. Haisss punya banyak identitas teh bikin pusing yak. "
Raja kegelapan mendengarkan dengan setia, dari yang tadinya ngomongin pekerjaan sampai akhirnya belok ke keluhan dan tanpa di duga bertanya.
"Apakah kau ingin kembali? "
"Hah? Ya iya sih pengen balik karena rumahnya udah selesai di bangun. Rumah kalau ga di huni ya buat apa gitu kan, entar malah ada peghuninya lagi. Tapi nanti rumahnya kak Ren ini gimana? Padahal di renovasi buat aku tapi malah ga di pake. Terus paviliun ku di istana juga kosong, kok gini amat ya punya rumah. Ga pengen di tinggal tapi harus pilih salah satu. Padahal ya dulu rumah cuma satu, isinya kek bonbin lagi sekarang malah pada nganggur," keluhnya.
Raja kegelapan menggenggam tangan Yuli yang sedang memainkan rambutnya entah sejak kapan dan meletakkannya di pipinya. "Rumah ini tidak akan kosong, para pelayan masih akan ada di sini. Paviliun mu di istana akan di urus oleh pelayan mu (kanao, miao). Jika kau ingin pergi maka kita akan pergi, itu bukan berarti kita tidak bisa kembali. "
"Tapi katanya mau bulan madu," goda Yuli menaik turunkan alisnya.
"Bagaimana bisa kita bulan madu jika istriku merindukan rumahnya? " Ucap Raja kegelapan mencium punggung tangan Yuli.
Kali ini Yuli sungguh terpana. Entah sudah hilang kemana akalnya, Yuli dengan berani menangkupkan kedua tangannya di pipi Raja kegelapan dan dengan kagum bertanya.
"Sangat tampan! Penyayang dan lembut! Apakah pria ini nyata? Orang yang lebih tampan dari para waifu dan husbu ku ini apakah benar jadi suami ku? Kok kayak mimpi sih..... "
Raja kegelapan menatap Yuli dengan lekat. Ia bisa melihat bayangannya sendiri dari kedua mata Yuli yang penuh rasa kagum, ragu dan senang secara bersamaan.
Menanggapi pujian itu, Raja kegelapan menangkup kembali kedua tangan yang ada di pipinya dan dengan suaranya yang menggoda kemudian berkata, "Mimpi atau bukan aku adalah suami mu, pria mu, aku adalah milik mu jadi lakukan sesuka mu, anggap aku bagian dari dirimu. Aku tidak peduli dengan rasa hormat antara suami istri, kau tidak perlu hormat pada ku jika itu membuat mu merasa lebih bahagia. Jangan pandang status ku sebagai raja kegelapan karena di depan mu, aku hanyalah laki laki yang haus akan cinta mu. Jadi bergantunglah pada ku, bagilah semua masalah mu kepada ku, dan jalanilah hidup bersama ku. Kau bisa bermanja manja kepada ku, aku akan memanjakan dirimu lebih baik dari putri di negeri dongeng. "
"Benarkah? "
"Ya. "
Raja kegelapan mencium tangan Yuli sebelum di tarik kembali oleh pemiliknya. Yuli memiringkan tubuhnya, mencoba menghindari sorot mata yang terus melihatnya dengan penuh kasih sayang dan dengan sehalus sebuah bisikan, Yuli berkata " Ayo kita kembali besok."
Raja kegelapan mengangkat tubuh Yuli yang ringan kedalam pangkuannya dan memeluk perempuan di pangkuannya dengan penuh cinta. "Ya. "
😉😁😃😂😜😝😋😚😙😗
__ADS_1
Nia : Oi huatang mbuh sapa nama mu, bener bener! kapan gw nongol njir!
TBC