
"Kak buah Raisa itu bentuknya seperti buah cery tapi warnanya pelangi ya?," tanya Miya memastikan.
"Iya memang kenapa?, " tanya balik Kazuo.
"Sepertinya aku pernah memakan buah yang manis itu ( malah ku jadikan cemilan untuk mengisi waktu😅)," ucap Miya.
....
"Apa?, kau serius bukan?, Miya apa kau masih punya lagi buah itu?, " tanya Kazuo sembari mengguncang halus tubuh Miya.
"Punya kok punya, tapi aku harus mengambilnya dulu, " jawab Miya.
"Oke kalo gitu kita pergi sekarang. Ngomong ngomong dimana kau akan mengambilnya?, " tanya Kazuo.
"Kita pergi ke rumahnya kak Rei aja dulu, nanti aku ambilin, " ujar Miya.
Dan mereka pun segera meluncur untuk kembali ke istana.
Skip setelah santai, di depan kamar Miya.
Mereka sedang duduk di atas ranjang Miya menunggu Miya untuk mengambil buah yang di butuhkan oleh Kazuo.
"Oke para kakak kakak sekalian tunggu sebentar ya aku mau ngambil dulu, " ujar Miya lalu menghilang masuk ke dalam ruang dimensi.
Seontak ketiga putra mahkota itu kaget di buatnya.
"Arnius apa adik mu punya ruang dimensi?, " tanya Kazuo.
"Ruang dimensi kan benda yang sangat langka dan mahal bagaimana bisa Mimi memilikinya?, bahkan aku cuma punya cincin dimensi, " kagum Rei.
"Aku juga baru tau, " ujar Arnius.
T/N : Ruang dimensi itu buat nyimpen barang hidup mau pun barang mati, tempatnya juga luas sedangkan cincin dimensi memiliki luas hanya beberapa meter saja di tambah tidak bisa menyimpan benda hidup dan tidak bisa di masuki oleh Manusia.
Di ruang dimensi.
"Assalamualaikum, rame bener nih," ucap Miya pada Kanao dan Miao yang sedang melatih banyak sekali orang di sebuah padang rumput luas.
"Waalaikumsalam, udah lama kita ga liat wajah lu, kangen bener gw, " ucap Miao sembari memeluk Miya.
"Apaan sih, kita ga ketemu kan cuma sebentar, "ujar Miya sembari melepas pelukan Miao.
"Sebentar sebentar mbahnya, kita tu di sini udah hampir 2 tahun tau ga lu, " ucap Shiro dan Kuro yang tiba tiba datang bersama kedua anak yang pernah di pungut Miya.
Haruki Key dan Vilolia Key.
"Nani????!, " kaget Miya.
"Tunggu tunggu tunggu, kan 1 jam di dunia nyata sama dengan 1 hari di sini lah kok bisa hampir 2 tahun tuh gimana ceritanya?, " bingung Miya.
__ADS_1
"Oh aku mempercepat gerak waktu di sini jadi perbedaan perputaran waktu di luar dan di dalam jadi beda banget, " ucap santay Kuro.
"Nani??!, terus kenapa lu ga lakuin itu pas gw lagi di latih di sini bambang?!, gara gara pelatihan entu gw ga bisa puas puasin libur tau ga lu?!, " kesal Miya.
"Lah kok ngegas?!, " ujar Shiro.
"Kan lu ga nanya and ga minta, " ucap Kuro tanpa dosa.
Gara gara teriakan Miya yang keras tadi, orang orang yang sedang melakukan gerakan gerakkan beladiri di depan mereka menengok ke arah Miya dengan tatapan penasaran.
"Wadidaw kak gw di liatin ama mereka, mereka siapa sih kak kok banyak bener?," tanya Miya sembari bersembunyi di balik tubuh Haru dan Lia.
"Oh mereka?, kami membeli mereka dari pasar budak dan berniat membentuk semacam organisasi mafia mafia kek gitu, boleh kan?, " tanya Kanao.
"Wow amajing, boleh dong ngomong ngomong yang jadi Queen siapa nih?, " tanya Miya dengan tatapan berbinar.
"Ya lu lah, " ujar Kanao.
"Hah?, lah kok gw?, " kaget Miya.
"Kan lu tuan kami. Tenang aje lu cuma nyandang nama Qeen doang kok pekerjaan nya biar kita yang urus, " jelas Kanao yang mengerti akan kekagetan Miya.
"Oh kalo gitu sip lah 😁," ucap Miya sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"Kalian semua dengarkan aku!," teriak Kanao.
"Dia adalah tuan ku, dan mulai saat ini dia adalah pemimpin kita yaitu Queen!, " teriak Kanao lagi.
"Diam napa njir ini lagi keren keren nya malah lu ngeganggu, " bisik Kanao kesal ke arah Miya.
"Ok oke maap lah 😐," ujar Miya.
"Mulai sekarang aku dan Miao akan menjadi Wakil Queen, Haru dan Lia akan menjadi Prince dan Princess, Kalian akan di bagi menjadi beberapa kelompok, " lanjut Kanao.
"Kelompok penyerang, ahli racun, kelompok bayangan, pencari informasi, dan medis. Penjelasannya sudah pernah aku katakan ketika pertama kali mengejar kalian apa kalian mengerti?, " tanya Kanao.
"Ya wakil Kana!, " jawab mereka serentak.
"Kalau begitu apakah ada yang ingin di tanyakan?, " tanya Kanao.
Seseorang dalam kelompok itu mengangkat tangannya.
"Saya wakil, " ucapnya.
"Yak katakan!, " perintah Kanao.
"Kualifikasi apa yang di miliki Queen untuk bisa menjadi pemimpin kita?, " tanyanya yang masih meragukan kemampuan Miya.
"Oh kalau itu bisa kau lihat sendiri, " ujar Kanao.
__ADS_1
"Mi coba lu tunjukin basis kultivasi dan aura lu, " ujar Kanao tiba tiba di potong oleh Miya.
"Oh okei, " ujarnya sambil memperlihatkan basis kultivasi dan semua auranya membuat yang lain langsung jatuh terduduk sembari memuntahkan seteguk darah.
"Akkh.... eeee goflok, setengah aja bambang lu mau kita mati hah?, " rintih Kanao mengumpat Miya.
"Oh oh maaf, " sesal Miya sembari menyembunyikan basis kultivasi dan auranya kembali.
"Uhuk uhuk uhuk, jadi apakah yang tadi bisa menjadi bukti?, " tanya Kanao.
"Ya wakil, " ucap orang yang bertanya tadi.
"Apakah ada yang mau di tanyakan lagi?, " tanya Kanao.
lagi lagi ada seseorang yang mengangkat tangannya.
"Wakil siapa yang akan mengisi posisi King?, apakah posisi ini akan di kosongkan?, " tanya orang itu.
"Apa maksud mu?, posisi king itu sudah ada yang punya, " ujar Kanao.
"Siapa?, " tanya Miya.
"Raja kegelapan, " sahut Kanao membuat para anggota melongo tak percaya.
"Apa?, " ucap mereka semua tak percaya kecuali Kanao sendiri.
"Wakil kau sedang tidak bercanda kan?, " tanya salah seorang anggota.
"Kenapa aku harus bercanda?, " tanya balik Kanao.
"Ei masak King yang ngisi si dia?, lu gimana sih?, " bingung Miya.
"Ya kan dia suka ama lu terus katanya dia pengen nikah ama lu, apa salahnya coba?, " tanya Kanao.
"Salahnya adalah, kalo dia jadi King entar gw makin ga tahan kalo harus sering ketemu and liat wajah gantengnya, serasa iri gitu loh. Pengen gitu punya suami ganteng bat kek gitu," Jelas Miya.
"Lah dia kan emang suami masa depan lu, " ujar Kanao.
"Eh iya kah?, " tanya Miya.
"Au ah, " Kanao.
"Sepertinya identitas Queen kita tidaklah sederhana, " batin para anggota.
"Nah lu di sini mau ngapain nih?, " tanya Shiro.
"Oh iya lupa gw, " ucap Miya tepuk jidat.
"Kak gw minta cery pelangi yang sering gw makan ya, " pinta Miya.
__ADS_1
"Halah biasanya ga minta ijin langsung makan kok sekarang sok sokan minta ijin, " sindir Kanao.
"Ih serba salah lah aku ni, " kesal Miya sembari berpaling pergi dari sana ke arah kebun di mana buah itu tumbuh.