
...Takjub...
Hanya itulah kata yang bisa mengekspresikan apa yang di lihat Arnius sekarang ini.
Bagaimana tidak?, sebuah pemandangan yang sangat indah menyambut kedua matanya kala ia masuk ke dalam.
"Miya sejak kapan paviliun mu menjadi seindah ini?, " tanya Arnius sembari mengikuti Miya dari belakangnya.
"Hoamm, dari kemarin. Kak kenapa aku harus datang ke pestanya?, " tanya Miya.
"Sepertinya raja kegelapan heran karena kau tidak datang, " ujar Arnius.
"Kak, apakah kau bisa lebih lembut jika bicara dengan ku?, " tanya Miya agak ragu karena baginya sosok Arnius itu sangat menyeramkan.
"Memangnya kenapa?, kau keberatan?, " tanya Arnius yang sudah memasuki paviliun Miya.
"Tolong jangan tersinggung, aku hanya merasa kau sangat menyeramkan jika seperti itu, " cicit Miya sembari terus berjalan dan pada akhirnya sampai di ruang makan.
"Lupakan yang tadi kakak makanlah dulu aku akan mandi dulu, tolong di habiskan ya makanannya!, " ucap Miya sembari membuka tudung saji yang ada di atas meja makan dan mengambilkan Arnius makanan.
Tapi Arnius hanya menatap makanannya dengan heran karena tidak pernah melihat makanan seaneh ini, tentu saja suasana ini membuat Miya ingin berkata......
..."Woi cepetan di makan dong!, itu makanan enak enggak ada racunnya bambang!, jangan di tatap aneh dong!, "...
Namun tidak berani mengatakannya karena Arnius terlalu menakutkan.
"Kakak cepat makanlah ini tidak beracun kok, lihat lah, " ucap Miya sembari memakan makanan di meja satu sendok lalu menyuapi Arnius.
"Ini tidak beracun, kakak tolong habiskan makanannya sambil menunggu ku selesai mandi!, " ucap Miya lalu segera pergi karena merasa canggung jika harus bersama dengan Arnius terus menerus.
"Aneh, kenapa aku terlihat senang ketika dia menyuapi ku?, " gumam Arnius sembari menatap makanan yang ada di depannya.
"Lebih baik aku makan saja, lagi pula dia juga akan lama selesainya, " Ujar Arnius sambil memakan makanan yang ada di atas meja dan lalu meminum air putih.
"Makanan ini enak juga, " ujar Arnius.
25 menit kemudian, Miya turun menggunakan hanfu ungu muda beserta cadar untuk menyembunyikan wajahnya.
Anggap rambutnya hitam 👆
"Kak kau sudah selesai makan kan?, kalau begitu ayo pergi!, " ucap Miya sembari meneguk susu yang ada di atas meja sebagai pengganjal perut.
__ADS_1
Dan begitulah Miya akhirnya pergi ke pesta dengan perasaan gugup dan malu yang amat besar. Maklum dia tidak suka akan keramaian di tambah.....
"Kambing, kenapa cecan ama cogan nya banyak bener, serasa idup di dunia peri gw, " batin Miya menangis.
"Kakak aku harus duduk dimana?, " tanya Miya berbisik ke Arnius karena bingung.
Ia tidak melihat satu pub kursi yang terisisa untuk dia duduk i.
"Kau duduk dengan ku, " dengan secara sepihak, Arnius menarik tangan Miya untuk mengikutinya dan kemudian mendudukkannya di pangkuannya saat sudah sampai di tempat duduknya.
...Ps : author mau jelasin beberapa hal....
Jadi guys ini itu pestanya tergolong pesta bebas. Maksudnya para tamu duduk bebas di mana pun yang mereka inginkan sedangkan sang kaisar ada di singgasananya di temani oleh kedua selirnya.
Nah terus si Miya ama Arnius itu duduk bersamlingan dengan Rei dan Kazuo bisa di bilang mereka yang di tengah.
Terus depan mereka itu ada arena untuk para penari, pemain musik dan kesenian yang lainnya untuk menampilkan bakat para generasi muda.
Entah di sengaja atau tanpa di sengaja meja yang hadapan oleh Miya itu adalah milik raja kegelapan namun Miya itu belum mengetahuinya.
...Back to story...
"Ar dari mana saja kau?, kami sudah lama menunggu mu tau, untuk tempat duduk mu tidak di ambil orang, " ujar Rei.
"Wah akhirnya kau mau bertemu dengan adik mu juga ya Ar?, selamat deh semoga hubungan kalian semakin dekat, " ucap Rei ambigu.
"Rei kenapa kau seperti mendoakan mereka menjadi sepasang kekasih 😑," ujar Kazuo.
"Ya maaf 😅," ujar Rei.
"Halo tuan putri nama ku Kazuo dan itu Rei, kami adalah sahabat kakak mu, salam kenal ya, " ucap Kazuo memperkenalkan diri.
"Hal... Halo kak Kazuo, kak Rei, tolong jangan panggil aku tuan putri, panggil saja Miya, " ucap Miya gugup.
"Kam*ret kampret kampret, woi lama lama pingsan pertama gw do dunia gara gara liat cogan mulu ni, ya Allah kuatkan lah hamba mu ini 😣😩," batin Miya gugup ketika melihat wajah kedua sahabat kakaknya.
detik demi detik, menit demi menit pun sudah berlalu. Miya sudah ada di acar pesta itu hampir dua jam tapi belum ada tanda tanda akan berakhir.
Di tambah pertunjukan bakatnya itu itu saja yang di tampilkan membuatnya bosan. Banyak para gadis muda yang berpakaian terbuka untuk menarik perhatian kaum adam membuatnya jijik. Dan alunan musik yang sangat lembut membuatnya ingin tertidur. Bahkan kini perutnya sudah keroncongan minta di isi.
Dia sudah menghabiskan kue bulan miliknya yang di bagikan untuk cemilan para tamu sedangkan milik kakaknya masih utuh karena dari tadi dia mengobrol dengan kedua sahabatnya.
Dengan gugup Miya menarik narik lengan baju Arnius hingga sang empu pun menengok.
__ADS_1
"Ada apa?, " tanya Arnius.
"Boleh ku makan?, " tanya Miya sembari menunjuk semangkuk kue bulan.
"Jika ingin maka ambil lah, kau juga belum sarapan kan tadi, " ujar Arnius.
"Terimakasih, " cicit Miya.
"Tidak apa apa Mimi, jika kau ingin sesuatu katakan lah nanti kakak berikan 😄, " ujar Rei.
"Mimi?, " beo Miya sembari memakan kue bulannya.
"Panggilan sayang untuk mu dari ku 😁," ucap Rei kembali ambigu.
"Rei bisakah kau berhenti mengatakan kata kata yang ambigu?, " kesal Kazuo.
"Miya, maksudnya kak Rei itu sayang sebagai saudara ya tidak lebih, " jelas Kazuo di balas anggukan oleh Miya.
"Woi serasa di gombalin gw, mak anak mu pengen pulang, di sini nyiksa bener hiks, sampe kapan gw harus duduk sih?, hiks, " batin Miya menangis.
"Mending tadi ga usah di buka pintunya, " sesal Miya.
Beberapa menit kemudian ⌚
"Bosennnn, pengen rebahannnn, punggung ku encokkk, woi kapan ni acara kelar sih?, " gumam Miya.
"Kak Rei Miya mau nanya, acaranya kapan selesai?, " tanya Miya.
"Hmmmm, mungkin tenga hari nanti karena para tamu akan makan siang dan menghabiskan waktu dengan acara bebas, " jawab Rei.
"Emang kenapa? apa kau bosan Mimi?, " tanya Rei di balas anggukan Miya.
"Kau benar juga ya ini sangat membosankan, kenapa tidak ada acara menarik yang terjadi, " keluh Rei.
"Kau benar juga, di tambah lagi para wanita itu terus menerus melihat ke arah kita, aku menjadi terusik, " keluh Kazuo.
"Dan sekarang gw di abaikan 😑," batin Miya.
Ia menghela nafas pelan dan mulai mengedarkan pandangannya untuk melihat keadaan di sekitar kemudian pandangannya berhenti tepat di arah depan yaitu arah di mana raja kegelapan duduk.
Miya merasa ngeri dengan aura yang di keluarkan oleh orang yang duduk di depannya itu bahkan lebih menyeramkan ketimbang kakaknya.
"Hiii sapa tu?, kok serem bener jadi orang. Udah pakaiannya serba hitam, ake topeng lagi, di tambah auranya nyeremin kek nonton film paling horor di dunia wkwkwkwk, " batin Miya segera memalingkan wajahnya karena takut ketahuan memperhatikannya dan mendapat masalah.
__ADS_1