
"Hmmm?? Jam berapa ini? " tanya Yuli mengucek kedua matanya.
"Sekarang jam 19.50," suara berat nan khas itu memyambut indera pendengaran Yuli.
"Apa? Sudah begitu malam. Aku bahkan belum mandi! " keluh Yuli turun dari kasurnya untuk mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian.
"Haah~ laper juga ni perut, " ujar Yuli keluar dari kamar mandi.
"Kalau begitu ayo turun dan makan. " sahut Raja kegelapan menyambut Yuli yang baru keluar.
"Memangnya ada makanan di rumah ini? Aku sebagai ibu rumah tangganya aja kagak masak, " tanya Yuli beranjak pergi ke lantai bawah bersama Raja kegelapan.
"Wang Ling memasaknya sebelum pergi. "
"Owh, Waw mewah kali! " kaget Yuli melihat hidangan hangat yang tersaji di atas meja. Sebenarnya makanan itu tidak semewah itu, Yuli bilang mewah karena ia baru pertama kali ini makan larut malam dengan berbagai hidangan. Yah, biasanya kan cuma makan sisa lauk tadi sore.
Yuli segera duduk di kursi begitu pula dengan Raja kegelapan. Kemudian mereka berdua pun makan dengan khidmat, yah walau cuma Raja kegelapan karena Yuli makannya kek lagi di kejar setan, ngebut. Macet di tenggorokan baru tau rasa pasti.
o0o
"Hah~ dah kenyang sekarang~."
Yuli segera berdiri dari kursi dan membawa piring piring kotor untuk dicuci di dapur.
"Biar ku bantu, " ujar Raja kegelapan.
"Tidak tidak, mas duduk aja biar aku yang nyuci, lagi pula dari tadi pagi ane kek orang ga guna, " tolak Yuli mempercepat gerak tangannya yang sedang berkutat dengan air dan sabun, takut jika tiba tiba akan di rebut oleh Raja kegelapan.
"Baiklah. " tukas Raja kegelapan melempar senyum ke arah Yuli yang sibuk dengan pekerjaannya.
Trak.... Trak...
Suara alat makan yang di susun ke tempatnya masing masing bergema setelah suara air yang mengalir terus menerus terdengar.
Yuli mengelap kedua tangannya yang basah ke celana pendek yang di pakainya, padahal di atas meja ada serbet. Yah maklum, kebiasaan dari kecil. Ketika ia beralih untuk melihat kedepan, Yuli dapat melihat Raja kegelapan yang tidak bergerak dari posisinya sedari tadi.
"Loh maseh kok masih ada di sini? " tanyanya sambil menghampiri sang suami.
"Mn, sedang menunggu mu. "
"Padahal ga di tunggu juga gapapa, oh iya ngomong ngomong gimana kabar para hewan buas yang menyerang? " ucapnya duduk di sisi Raja kegelapan.
"Aku tidak peduli, akan baik rasanya jika kerajaan yang telah mencela dirimu itu musnah! " Ucap Ren dengan dingin.
"Ih jangan gitu dong! Kerajaan Zhang itu luas, pasti ada banyak orang baik dan tidak bersalah walau di permukaan tidak terlihat. Lalu jika
Kerajaan Zhang musnah bagaimana dengan nasib orangtua dan saudara saudara ku? " khawatir Yuli yang cukup takut dengan pendapat sang suami.
".....Para kaisar kembali memgundangku untuk menyenangkan ku agar aku membantu mereka. Sepertinya kultivator di pihak mereka sedang terdesak."
"Kalau begitu datanglah, eh? Tunggu 'lagi'? Apa kamu pernah di undang juga sebelumnya?"
"Ya, dan aku bilang tidak akan membantu mereka." jelas Ren sebelum Yuli sempat bertanya akan jawabannya.
__ADS_1
"......."
"Lalu apakah kali ini kak Ren juga akan menolaknya? " tanya Yuli yang kesekian kalinya.
"Tentu saja! "
Yuli mengerutkan alisnya. Ia menatap Ren dengan tatapan memelas dan berkata, " Kak Ren setujui aja ya? Membantu orang kan perbuatan baik, dapet pahala. Bukankah lebih bagus jika perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan baik? "
Ren merasa akan luluh dengan ucapan Yuli ketika penderitaan sang istri yang di berikan oleh mereka terutama kaisar Zhang dan putri mahkota berserta ibunya yang membuat sang empu amat sangat kesakitan terlintas dipikirkannya. Seketika wajah Ren berubah datar dan dingin. Keputusannya sudah bulat, pesona yang digunakan Yuli tidak lagi berguna.
Tau akan hal itu, Yuli kemudian berpikir. Semenit kemudian, dengan keraguan, Yuli mendekat ke arah suaminya. Berdiri agar tingginya lebih dari sang kekasih lalu memberikan kecupan di ujung bibirnya. Kecupan polos yang canggung buatan Yuli ini, menggetarkan hati sang Raja.
"Sayang terimalah okey? Aku juga akan meminta organisasi membantu. Plissss, yah? Kamu kan orang baik, " pinta Yuli menangkupkan kedua tangannya.
Ren menghela nafas pasrah, mengangkat Yuli untuk duduk di pangkuannya dan berkata, "Aku baik hanya kepada mu dan orang orang terdekat mu. "
"Jadi apa jawaban mu? " tanya Yuli, sepenuhnya mengabaikan ucapan Raja kegelapan.
Ren tersenyum, menduselkan wajahnya ke pipi Yuli. "Istri ku sampai dengan sukarelawan menciumku, sepertinya aku harus melakukannya walau tidak mau. "
"Yes berhasil! Ada gunanya tingkah malu maluin tadi," batin Yuli merasa bangga.
"Yey! Terimakasih cayangkuh muach! " senang Yuli mencium pipi kanan Raja kegelapan.
"Tidak perlu. Aku akan menyuruh mereka datang ke hutan. Saat pertemuan dimulai ku harap kau dapat menemaniku. Apakah itu boleh? "
Yuli menjawab dengan sportif, "Okey! "
~(≧▽≦)/~
Keesokan harinya.
Di kiranya ketika ia bangun suaminya masih tidur. Eh, ternyata pas dia bangun Raja kegelapan udah melek di sampingnya. Hadeh, serba sempurna emang. Padahal harapannya kan bisa liat wajah tampannya pas tidur.
"Hm heem heem~," Yuli bersenandung ria sembari meletakkan nasi yang telah matang kedalam wadah. Asap hangat segera memyembul ke atas membuat wajah Yuli yang terpapar udara dingin di pagi hari menghangat.
"Bi Ling, bisa tolong letakkan ini di meja makan? Aku akan ke atas dan memanggil Kak Ren. " pinta Yuli kepada Wang Ling yang memang sedari pagi sudah sibuk merapikan rumah.
Wang Ling tersenyum, "Baik Nyonya. "
"Terimakasih! "
Yuli segera berjalan ke lantai dua. Wang Ling segera meletakkan nasi di atas meja makan bersama beberapa lauk sederhana yang baru saja di buat Yuli sebelum kemudian mengambil porsi makannya sendiri dan pergi menghilang dari ruang makan.
"Kak kuy sarapan! " ajak Yuli pada sang suami yang sudah berpakaian rapi dengan hanfu hitamnya yang panjang.
"Loh? Kakak ada kegiatan di sana? " tanya Yuli heran. Di kiranya ia akan melihat Raja kegelapan dengan setelan jas yang rapi gitu.
"Ya, ayo makan. "
Raja kegelapan menarik tangan Yuli untuk segera turun dan mulai makan.
Skip setelah makan.
"Kak aku mau pergi ke kampus setelah ini, aku ada kelas pagi soalnya. " pamit Yuli sambil menata alat makan yang sudah bersih kembali ke tempatnya.
__ADS_1
"Mn, berhati hatilah. "
Yuli tersenyum, mendekat ke arah Raja kegelapan," Kakak juga hati hati ya! "
Ren balas tersenyum memberikan sebuah topeng kepada Yuli dan berkata, "Baiklah. Gunakan ini ketika nanti bertemu dengan para kaisar. Aku tidak mau mereka melihat wajah cantik mu. " Yuli menerima topeng itu dengan patuh.
Ia sedikit menyenggol tubuh Ren dengan lengannya," Duh posesif banget sih." godanya menaik turun kan kedua alisnya.
"Hanya untuk mu. " ujar Ren memberikan kecupan ringan di sudut bibir Yuli.
"Hehehehe"
"Kalau begitu aku pergi, Assalamualaikum. " pamit Raja kegelapan mencium punggung tangan sang istri.
Yuli tersenyum dan menjawab, "Waalaikumsalam. " sebelum kemudian melihat tubuh suaminya menghilang pergi entah kemana.
"Huh, oke ayo mandi dan pergi ngampus! Ngomong ngomong si bibi Ling kemana sih? Tadinya mau ku ajak makan bareng eh ternyata orangnya udah ga nampak. Kadang heran padahal sama sama manusia tapi kok dia bisa datang dan pergi kek jalangkung. Emang ya ga atasannya ga bawahannya, semua sama aja. "
Pagi yang cerah di lewati Yuli dan keluarganya dengan ketenangan dan rutinitas masing masing. Berbeda dengan di istana kekaisaran Zhang saat ini.
"Ayah bolehkah aku ikut? " Tanya Putri Miki kepada Kaisar Zhang. Setelah mendapat kabar kemarin malam bahwa pertemuan alias rapat akan di lakukan di hutan kegelapan, Putri Miki segera menghadap sang raja pagi pagi sekali hanya untuk meminta ikut.
Kaisar Zhang sedikit ragu. Ia ingin mengabulkan permintaan putri tersayangnya yang cantik jelita juga berbakat ini. Siapa tau Raja kegelapan akan terpikat olehnya. Namun mengajak seorang Putri Mahkota adalah tindakan yang sedikit kurang pantas. Karena setidaknya seorang Putra Mahkota lah yang akan ikut yang berarti Pangeran Arnius yang harusnya ikut, jika tidak Pangeran Fudo yang harusnya ikut. Itu dikarenakan mereka menganggap bahwa para wanita tidak begitu tau dengan urusan politik dan sifatnya terlalu lembut.
Zhang Baiyin, Kaisar Zhang lantas bertanya kepada putrinya, "Untuk apa kau ingin ikut? "
Dengan malu malu Putri Miki menjawab, " Sebenarnya putri ini sangat mengagumi Yang Mulia Raja kegelapan hingga ingin bertemu dengannya lagi. " sambil mengangkat lengan panjangnya untuk menutupi semburat merah yang ada pada pipinya.
Raja Zhang seketika langsung tau, "Kau menyukainya? Tapi kau sudah bertunangan. "
Putri Miki terkaget, "Ayah, Yang Mulia saya tidak suka dengan laki laki itu, dialah yang memaksa saya untuk mau menikah dengannya jika tidak dia memgancam bahwa akan mencemari nama baik saya! " ucapnya berlutut di depan kursi tahta.
"Miki, " gumam sedih selir Shu yang tengah menemani kaisar.
"Tapi bukankah dulu kau yang mengajukan hal itu? "
Putri Miki memasang ekspresi sedih di wajahnya, " Itu.... Itu karena dia memaksa ku untuk melakukannya. Jika tidak.... Jika tidak dia akan..., " air mata menggenang di kedua pelupuk matanya ketika kalimat terakhir di ucapkan.
"Yang Mulia tolong jangan salahkan Miki, dia tidak bersalah! " bela selir Shu yang juga memasang wajah sedihnya.
Kaisar Zhang menghela nafas, "Cukup! Aku akan membatalkan pertunangan mu dengan laki laki murahan itu dan akan ku hukum dia atas dasar tidak menghargai keluarga kaisar! Dan aku akan membawa serta dirimu saat menghadiri pertemuan nanti siang! " titahnya.
Putri Miki yang air matanya sudah mengalir turun merasa senang. Ia bersujud di depan kaisar dan berkata, "Terimakasih! Terimakasih banyak Ayah! "
"Suami ku terimakasih, " tambah selir Shu yang ada di sampingnya. Yang menyembunyikan seringai kecil di wajah cantiknya.
Putrinya cantik dan berbakat, siapa yang tidak akan jatuh cinta kepadanya? Dan jika dia berhasil menjalin hubungan dengan Raja kegelapan, walau nantinya sang Raja hanya menginginkan tubuh anaknya tanpa cinta itu masih sangat menguntungkan. Ia bisa menuduh Raja kegelapan berperilaku tidak bermoral dengan memaksa meniduri putrinya dengan kekerasan.
Selir Shu sangat senang sampai melupakan satu hal. Jika itu yang memang di inginkan Raja kegelapan, siapa juga yang berani melawan? Tau tau orang itu akan mati terlebih dahulu sebelum menyatakan ketidaksenangannya.
"Kai sudah memanggilku ayah, untuk apa bersujud di depan ku? " ucapan kaisar ini menyadarkannya kembali dari khayalan masa depannya.
Putri Zhang Miki bangkit dari sujudnya dan tersenyum malu malu, "Ba..... Baik ayah."
"Sekarang pergilah! Aku masih ada pekerjaan yang harus di urus! " titah sang kaisar.
__ADS_1
"Baik, kalau begitu sampai jumpa ayah," pamit Putri Zhang Miki sebelum kemudian keluar dari ruang tahta.
Di lorong panjang menuju paviliunnya di mana tidak ada orang disana. Seringai penuh kemenangan tercetak di wajahnya. Membuat wajahnya yang cantik menjadi menyeramkan, "berhasil!"