Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 45 Membangun rumah


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu semenjak jari tujuubelasan di adakan. Tentu saja saat itu, adik adik Yuli adalah satu satunya orang yang memborong semua hadiah.


Hari hari ini berlalu kurang lebih seperti biasanya. Ya kurang lebih, Sekarang Raja kegelapan mulai sangat sering mampir ke rumah Yuli dan memberikan beberapa barang atau makanan sebagai buah tangan. Tidak hanya itu, dia bahkan datang menggunakan sebuah mobil yang entah ia dapat dari mana, mungkin menukarkan beberapa emang batangan dengan uang lokal. Dan karena itu pula lah para warga desa tahu kalau ada seorang pria yang telah melamar Yuli dari mobil yang sering datang ke rumah dan Kedua bocil yang sebar berita dimana mana.


Beberapa hari ini Yuli hanya keluar saat akan kuliah saja dan menghabiskan sisa waktunya di dalam rumah atau pergi ke dunia yang satunya lagi. Yah karena jika dia lama tidak terlihat itu akan menjadi sangat mencurigakan.


"Yul tolong beliin mbak telur dong, " pinta Fani kala melihat Yuli baru keluar dari dalam Gate menggunakan kaos sragam muda mudi berwarna hitam dan celana olahraga sekolah menengah atasnya yang kebetulan juga berwarna hitam dengan paduan merah di beberapa tempat, jangan lupakan sebuah permen yang bertengger manis di mulutnya. Kalian tau? itu loh permen warna merah berbentuk kaki yang harganya limaratusan.


Yuli mengamati kakaknya sebentar, masih merasa canggung karena kakak durjana seperjuangannya ini sudah menjadi istri seseorang, sudah berbadan dua lagi padahal dia pergi tidaklah lama. Apakah dia juga akan cepat hamil seperti itu setelah menikah? Kalau itu akan menjadi urusan di masa depan.


"Ok, tapi gw minta teh jawa satu, gimana? " tawar Yuli.


"Oke, telurnya sekilo kalo entar ada kembaliannya boleh buat jajan kau, " setuju Fani sembari menyerahkan uang.


"What? Sekilo? banyak bener! mau lu buat apa tu mbak telur sekilo? " kaget Yuli.


"Ya buat cadangan lah bambang, lu kira keluarga kita itu anggotanya ada berapa 😑," ujar Fani.


"Hahahaha dah kek penginapan yekan rame bener, si bapak sih ga mau anak anaknya tinggal jauh jadi menantunya yang di suruh kemari wkwkwk, " sahut Yuli sembari berjalan keluar menuju warung yang pernah ia kunjungi bersama Pangeran Arnius.


Skip —>


Setelah selesai berbelanja, Yuli bergegas pulang dengan tas kresek berwarna putih berisi telur di tangan kiri dan segelas teh jawa dingin di tangan kanannya. Kali ini, Yuli pulang lewat jalan yang berbeda dengan saat dia datang.


Dia berjalan pulang menggunakan jalur yang lebih panjang karena ingin menikmati suasana desanya yang masih hijau walau tidak sehijau dulu. Saat sedang berjalan, ia tidak sengaja melihat sebidang tanah yang dulunya masih di jual kini penuh dengan orang yang sedang membangun rumah. Setelah mengamati sebentar Yuli segera melanjutkan perjalanannya dengan pertanyaan terlintas di benak nya. " Siapa yang membeli tanah itu? kenapa aku tidak tau? "


Author : ya karena lu ga pernah keluar rumah, dasar kebo! cantik cantik kok jadi kebo, mending tu wajah kasih ke gw aja biar ga mubazir.


Yuli : ealah thor lu aja juga kebo, maen ngehina orang aja lu 😑


oke back to topik.


"Mbak nih telurnya, " kata Yuli sambil memberikan kantong kresek yang di pegangnya.


"Oke makasih ya, " sahut Fani.


"Masama, Eh mbak gw mau nanya dong, itu tanah di sebelah yang lagi di bikin rumah, siapa yang beli? " tanya Yuli.


Fani hendak menjawab ketika suara ayahnya mendahului untuk balik bertanya kepada Yuli. " Yul kamu ga tau? tanah itu nak Ren yang membelinya, " ujar tuan Senjaya sembari duduk di sofa ruang tamu tempat mereka berada.


Merasa tidak di butuhkan, Fani segera pergi membawa kantong berisi telur ke dapur sementara Yuli terlonjak kaget.


"Wtf?!" dengan segera ia berjalan dan duduk di samping sang ayah untuk meminta penjelasan. " Pak, apa maksud bapak? kak Ren yang membelinya? tapi kapan? kok bisa? "


"Itu beberapa hari lalu, dia bilang ingin membeli rumah dekat sini agar saat menikah nanti dia bisa mengajak mu pindah ke sana tapi kebetulan tidak ada rumah yang di jual atau di sewakan di sini jadi bapak bilang kepadanya kalau ada sebidang tanah yang sedang di jual di desa ini, tanah itu tidak besar tapi masih lumayan luas untuk membangun rumah dan pekarangan kecil di atasnya. Lagi pula jika setelah menikah kalian tinggal di sini, bapak tidak bisa menjamin apakah itu akan baik baik saja. Setelah itu nak Ren segera membeli tanah itu dan membangum rumah, apakah dia tidak memberitahu mu? " jelas tuan Senjaya panjang lebar.

__ADS_1


"Tidak dia memberitahu ku, tapi ku kira dia hanya bercanda jadi ku abaikan," ujar Yuli sambil memikirkan apa yang terjadi di hari kemarin.


Flash back


Miya tengah bermalas malasan di gasebo yang ada di paviliunnya ketika tiba tiba suara dering hp mengagetkannya. Ketika dia mengeceknya, ternyata itu adalah panggilan video dari teman temannya. Siapa lagi kalau bukan Eka, Sintia dan Nia.


Saat ia menjawab panggilan itu, hal pertama yang ia dengar adalah suara toa si Nia yang meneriakkan kalimat dengan cepat, " Yul kok lu mau nikah ga kasih tau gw sih?! untung gw denger gosip di sekolah kalo enggak?!".


Yuli, " Kalo enggak ya ga gimana gimana, lagian kalian udah tau juga, gw minta maaf gw males jadi ga gw omongin :v."


Sintia📱: Yul lu jahat bener ninggalin kita nikah, ga setia kawan lu!


Eka📱: Gw ga nyangka dari kita berempat yang bakalan pertama nikah tu si elu.


Nia📱: Lu dah jahat sama kita, gw doa in lu ga akur sama mertua! eh canda deng 😅 moga akur biar hidup ayem tentrem, tenang ae gw dukung kok Yul, semangat! tapi entar kenalin calon laki lu secara langsung ke kita ya 👌


Yuli📱: Gw ga punya mertua, dia itu yatim piatu jadi anceman lu ga guna


Sintia📱: Beneran? maaf ya Yul mulutnya si Nia ni emang kagak ada rem nya! 😞


Nia📱: Gw juga disalahin 😑, eh tapi bener salah ku deng, maaf ya Yul 😓


Yuli📱: Ga papa kok, keknya dia juga ga ada kesinggung soal itu.


Eka📱: Lu ngomong gitu emang dia di sono?


Suara berat yang merdu dan seksi, nengandung rasa yang dingin dan menakutkan seketika membuat bulu kuduk Eka, Nia dan Sintia berdiri.


Yuli menoleh untuk mendapati Raja Kegelapan sedang menatapnya sambil tersenyum dan karena tidak membero tenaga, tanpa sengaja layar hp nya menampakkan tampang Raja kegelapan yang tampan sekilas sebelum kembali hanya menampakkan wajah Yuli lagi.


Tentu saja bagi Nia, Sintia dan Eka yang doyan cogan tidak akan melewatkan detail indah tersebut.


Nia📱: Woah! Yul lu kok ga omong dia ada di sana! walau gw bar bar tapi gw masih sakit ati nyinggung perasaan orang kali! apa lagi orangnya tamvan.


Sintia📱: Yul situ artis ya? di kenalin dong!


Eka📱: Maaf Yul gw ga bisa berkata kata, tolong anggap gw batu .


Lagi lagi, Yuli baru hendak menjawab ketika Raja kegelapan mengambil alih hp nya lalu memutus panggilan video sebelum meletakkannya.


Nia📱: ??? (◐∇◐*)


Sintia📱: (。ŏ_ŏ)


Eka📱: -_-||

__ADS_1


"Kenapa kau mematikannya? " tanya Yuli sedikit kesal.


Raja kegelapan menahan godaan untuk segera membawa Miya ke pelukannya dan menciuminya sepuasnya kala melihat wajah kesalnya yang menggemaskan dan hanya tersenyum sambil menjelaskan, " Aku hanya tidak ingin ada orang yang menggangu waktu kita saat hanya ada kita berdua.


Dengan datar Miya menanggapi, " Maaf, kak apa kau tidak menganggap Shiro dan Kuro yang ada di pojokan itu? "


Raja kegelapan segera memelototi secara sembunyi sembunyi ke arah Shiro dan Kuro yang tengah berleha leha tanpa salah apa pun di pojok hingga mereka harus pergi mencari tempat tidur baru.


"........." Miya yang tak bisa berkata kata.


si Raja kegelapan yang kejam " ^_^ "


"Jadi apa yang kakak lakukan di sini? apakah kak Ren sedang ada waktu sengang? " tanya Miya.


"Tidak juga, aku hanya rindu dengan mu, apakah hal ini bisa menjadi alasan? "


"Kak kita baru bertemu dua hari yang lalu, untuk apa kau merindukan ku sekarang ini? 😑"


Raja kegelapan mengambil ujung rambut Miya yang sangat panjang dan hitam lalu mencium bau wanginya. " Semua bisa terjadi dalam percintaan. Miya tunggu aku, aku akan segera menyelesaikan pembangunan rumah kita lalu kita akan menikah. "


Raja kegelapan mengecup kembali pucuk rambut Miya yang wangi sebelum kemudian pergi menghilang di antara angin meninggalkan Miya yang terbengong dengan gumaman "Hah? "


Di lain sisi, Raja kegelapan tersenyum memejamkan matanya untuk menikmati wangi menyegarkan dari tubuh kekasihnya yang lama kelamaan pergi terbawa angin. Wangi ini bagaikan candu untuknya, yang membuatnya ingin terus menghirupnya, membiarkan hanya dia yang bisa merasakannya.


Ah, Raja kegelapan membuka matanya, wajahnya kembali membeku seperti senyuman tadi tidak pernah terjadi dan melesat pergi ke arah tujuannya.


"Aku akan segera memiliki mu! "


Flash back end.


Yuli tersenyum canggung dan bertanya pada dirinya sendiri, " itu termasuk memberitahu bukan sih? "


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Typp bertebaran harap maklumi. Sekian dan terimakasih


__ADS_2