Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 26 kasih judul sendiri


__ADS_3

Skip keesokan harinya.


Pagi Miya yang seharusnya sunyi seperti biasanya mendadak ramai karena para pelayan masuk ke dalam kamar Miya untuk membangunkannya membuat si empu tak bisa tidur sama sekali.


"Suuutttt jangan berisik napa?, mumpung hari libur gw mau ngebo malah dj ganggu, salah apa sih gw sama kalian!?😤 ," Ucap Miya ngegas.


"Maaf kan kami nyonya, kami hanya ingin membangunkan mu karena hari sudah pagi, "ucap para pelayan merasa bersalah sambil berlutut meminta ampun kepada Miya.


Walau mereka tidak paham dengan apa yang di katakan Miya tapi nada bicara Miya sudah menjelaskan segalanya.


"Ga apapa, tapi jangan pernah berlutut kepada ku. Berlututlah hanya kepada Tuhan mu dan orang tua mu, "tegas Miya dengan nada tak ingin di bantah.


"Ba..... Baik nyonya, " patuh para pelayan.


"Eh aku baru ingat besok kan ada acara di kerajaan tetangga terus besok gw masuk kuliah, kalo di pikir gw goblo* pake banget ye?, udah tau besok kuliah masih aja bilang piker keri soal acara itu. Haaaah, kambing emang 😑," batin Miya merasa lemas seketika.


"Hah~,kalian pergilah dulu aku masih mau di kamar sebentar, oh dan tolong siapkan air mandi untuk ku!, " suruh Miya.


"Baik nyonya kalau begitu kami pamit pergi, " ucap para pelayan menundukkan segikit kepala mereka lalu segera pergi.


"Hemmmmm~, hahhhhhhhhh~, emmmmmmm~, gabut bener gw. Keknya apa yang gw lakuin ga pernah berjalan seperti yang gw bayangkan. Hahahaha ekspetasi tidak seindah realita, " ujar Miya sembari berlamas malasan di atas ranjangnya.


"Apa yang kau lakukan pagi pagi seperti ini?, " tanya Ren yang tiba tiba muncul entah dari mana.


"Merenungi kebodohan ku dan bermalas malasan, " jawab Miya enteng sembari tengkurap dan menyangga kepalanya dengan kedua tangan.


"Kabodohan?, " beo Ren.


"Kau tau besok kan ada acara entah apa di kerajaan sebelah?, di sana harus menampilkan bakat atau apalah itu yang sangat merepotkan padahal aku sudah repot dengan kuliah ku, kalau ga pergi boleh nggak sih? 😑," Miya menjelaskan dengan nada malas.


"Kuliah?, " beo Ren lagi.


"Hmmm gimana ya jelasinnya, pokoknya itu adalah sekolah yang paling tinggi di negara ku. Emmm kurang lebih begitu kalau masih ga paham tanya saja sama mbah google, " ujar Miya.


"Mbah google? Benda ala itu? , " tanya Ren.


"Aku juga ga tau, " ujar Miya malas.


"Jangan hanya bermalas malasan, pergilah mandi lalu sarapan dengan ku, atau kau akan kesiangan nanti, " ucap Ren penuh perhatian.


"Kak Ren kau aneh ya, " ucap Miya sembari memandangi Ren.


"Apa maksud mu?, " bingung Ren.


"Kau sendiri tau bukan?, kau di kenal sebagai orang yang kejam dingin dan acuh tetapi saat bicara dengan ku kau begitu lembut hingga membuat ku diabetes, bukankah itu aneh?, di tambah kita baru dua kali bertemu dan kau sudah mengganggap ku istrimu itu malah tambah aneh lagi bukan?, " ujar Miya setengah bercanda.


"Padahal aku ini orang yang bisa di bilang bodoh dan isi otak ku hanya penuh dengan fantasi. Sulit di percaya orang sehebat kau bisa jatuh cinta kepada ku, " sambung Miya sembari mengubah posisinya menjadi terlentang.


"Kau adalah orang yang aku cintai, aku hanya akan lembut kepada dirimu, mungkin kau tidak percaya tapi di dunia ini bukankah ada yang namanya cinta pada pandangan pertama?," ujar Ren sembari mengelus kepala Miya pelan.


"Lagian kenapa kalau kau bodoh?, aku suka dirimu apa adanya jadi jangan khawatir akan itu, " lanjutnya.


"Bukankah kau cinta pada ku karena aku adalah takdir ku?, lagian jangan di bikin suasana romantis mulu dong gw bener bener di buat diabetes kalau gini caranya, " ucap Miya dengan membatin di kalimat terakhir.


"Tidak juga, untuk apa aku harus terpaut dengan takdir jika aku bisa mengubahnya, " ujar Ren sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Miya.


"Gawat gawat gawat, lupakan apa yang ku katakan aku akan pergi mandi bye! 😣 🏃💨," ucap Miya kabur karena takut di apa apain sama Ren.


"Puft, lucu, " gumam Ren sambil tersenyum.


Skip setelah sarapan.


"Kak Ren keluarkan aku dari hutan ini, aku mau pulang, " ucap Miya mencoba berpisah dengan Ren.


"Biklah, tapi sebelum itu tutupi dulu muka mu, " suruh Ren dan Miya pun hanya menurut.


Ran kemudian memanggil seekor kuda hitam bersayap untuk mengantar Miya pulang.


__ADS_1


Jangan pikir bahwa itu hanya hewan biasa ya karena dia adalah Black Pegasus yang ada di tingkat ilahi level 3.


"Wow amezing, pegasusnya hitam we, uy kawai 🥰," girang Miya sembari mengusap usapkan mukanya ke pegasus hitam itu.


"Hei kak Rei, siapa nama pegasus ini?, " tanya Miya antusias.


"Aku tidak memberinya nama apakah kau menginginkan pegasus ini?, " tanya Ren.


"Emang boleh? 😕," tanya Miya.


"Kalau kau mau ambil saja, sekarang dia adalah milik mu. Jalin lah kontrak dengannya, " ujar Ren.


Baru juga Miya mau bertanya bagaimana cara mengontraknya, pegasus hitam itu menggigit jari telunjuk Miya hingga mengeluarkan darah.


"Awwww, jangan di gigit bambang sakit tauk! 😢," protes Miya.


"Maaf tuan," sesal pegasus itu.


"Wow bisa bicara 😯, ga papa tapi jangan di ulangi lagi ya, walau ini dunia fantasi yang namanya terluka itu tetep sakit e. Apa lagi sakitnya di hianati ahay 😆," ucap Miya setengah bercanda.


"Darah mu terus keluar istri, " ujar Ren kemudian menjilat darah yang keluar dari jari cantik Miya.


"Aaaaaaa😫, hentikan itu aku merasa geli sendiri! 😑," ujar Miya sembari mendotong kepala Ren agar menjauh dari tangan yang di jilatnya.


" Maaf, " sesal Ren.


"Ga papa tapi jangan di ulangi lagi!," nasihat Miya di balas anggukan oleh Ren.


"Dan kau pegasus nama mu adalah, emmm apa ya?, Black ae lah, nama mu Black ya, " ucap Miya pada pegasus.


"Terimakasih atas namanya tuan, " ucap si Black.


"Ya udah yok pulang, " ajak Miya.


Mereka berdua pun menunggang ke atas Black dengan Miya di depan dan Ren di belakang.


Mereka membelah udara dan terus terbang maju ke arah luar hutan.


Let's dye this word


Even i can not grap this sword


All i need is getting strong


We can catch the game


Makenaide yo 🎶


Tiba tiba ponsel Miya berdering, dia pun bergegas mengangkat pangilan telefon itu.


Kanao📲 : Halo Yul gimana keadaan lu?, udah keluar apa belum?


Miya📲 : Oh halo kak, lagi mau keluar kak, kok ga biasanya kakak nelpon ( bloon)


Kanao📲 : Ya kan lu ga ada kabar lagi semenjak kemarin putus telpon, lu bikin orang khawatir tingkat dewa tau ga sih?!, kalo udah selamat ngabarin napa😤


Miya📲 : Sory lupa gw kak


😅


Kanao📲 : Lagi di mana lu sekarang hah?, cepet balik sini! 😠


Miya📲 : Sabar kak lagi di perjalanan 😃


Kanao📲 : Oh oke, terus lu kok bisa keluar dari hutan pake apa?, semalem ga pulang tidur di mana pu? 😕


Miya📲 : Kak jangan cerewet napa, gw nanti pulang anying, di rumah aja jelasinnya 😑


Kanao📲 : Ga harus sekarang pokoknya! ( maksa) 😠

__ADS_1


Miya📲 : Itu aku tidur di kamar terus balik pake Black, bareng Ren 😑


Kanao📲 : Siapa tuh Black?, Ren siapa lagi itu?, laki laki?, lu ga berbuat aneh aneh kan Yul? 😰


Miya📲 : Enggak kok, kak Ren itu temen yang nolong aku keluar dari hutan terus Black itu hewan kontrak ku😀


Ren 📲 : Bukan teman tapi calon suami 🙃 ( motong pembicaraan)


Miya📲 : Woi jangan asal ngomong dong 😫


Kanao📲 : Yul itu makaudnya apa?!, jelasin ke gw apa makaudnya?! 😠


Miya📲 : Aaa ga papa kak nanti Miya jelasin😨 ( di putus secara sepihak)


"Mampos lah gw 🥲," guman Miya.


"Kak Ren jangan asal bicara dong! 😤," kesal Miya mengembungkan pipinya terlihat sangat lucu di mata Ren.


Sementara itu di sisi Kanao.


"Cik dasar anak sialan, maen putus putus ae 😑😤," kesal Kanao.


"Bagaimana apakah dia baik baik saja?," tanya Miao dan Shiro khawatir.


" Jangan khawatir kan dia lagi, Miya sedang menuju kemari sekarang ini. Bahkan dia sudah punya CALON SUSMI setelah pergi dari rumah selamam penuh😒," ujar Kanao.


"Apa?! 😵😵," kaget Miao, Shiro dan Kuro.


o0o


Hanfu Miya



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2