Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 15 Berdebat


__ADS_3

Di dalam aula utama


Miya ingin kembali duduk di pangkuan Arnius tetapi Rei menghentikannya.


"Mimi kau duduk di pangkuan ku saja, Arnius pasti lelah karena memangku mu dari tadi, " tawar Rei.


"Baiklah, " ucap Miya menurut sembari berjalan ke arah Rei tapi kembali di hentikan oleh Arnius.


"Tidak, dia adalah adik ku bukan adik mu, " ucap Arnius sembari mendudukkan Miya di pangkuannya.


Author be like : di perebutin cogan gw juga malu wkwkwkwk


"Cik Arnius kau curang sekali, bukankah kau selalu mengacuhkan adik mu dulu?, kenapa kau sekarang malah sangat menyayanginya 😤," kesal Rei.


"Itu urusan ku bukan urusan ku, " ujar Arnius.


"Cik lain di mulut lain di hati kau Ar, " ejek Rei.


"Lalu kenapa?, apa itu masalah untuk mu?, " tanya Arnius dingin.


Dan begitulah perdebatan berlangsung dengan Kazuo sebagai wasit wkwkwk.


"Siapa bilang kakak mu membenci mu, dia hanya bingung harus melakukan apa kala itu. Di satu sisi ada ayahnua dan di sisi lain ada adiknya, dia hanya bingung harus memilih jalan yang mana, pada kenyataannya dia sangat menyayangi mu Miya 😇," ucap Miya sembari tersenyum manis sebelum akhirnya melanjutkan kegiatannya dengan bermain hp.


"Senyumannya sangat manis walau tertutup cadar, membuat aku ingin melihatnya kembali, " batin raja kegelapan tersenyum tipis melihat Miya.


Sementara itu.


Putri Miki alias kakak Miya dari selir Gina merasa geram karena melihat Miya di perhatikan oleh Arnius dan kedua sahabatnya yang selalu dingin kepadanya. Di tambah melihat Miya terus di perhatikan oleh raja kegelapan membuatnya tambah iri dan dengki sampai sebuah rencana pun terlintas di pikirannya.


Ia tersenyum jahat sebelum berpura pura menjadi sok baik.


"Eh, ternyata adik Miya datang ke pesta ya?, kenapa kau tidak memberitahu kakak?, " ucap Miki dengan nada di lumbut lembutkan dan sok perhatian.


"Maaf kak Miki, Miya tadi di jemput oleh kak Arnius dan lupa untuk mengabari kakak, " ucap Miya malas namun tidak kelihatan karena dia memakai cadar kecuali satu orang, siapa lagi sih kalau bukan raja kegelapan yang maha hebat wkwkwkwk.


"Ah ternyata seperti itu, lalu adik apakah kau tidak memberikan hadiah untuk ayahanda?, " tanya Miki lagi sok lembut.


"Untuk hal itu sangat di sayangkan Miya tidak membawa hadiah karena datang secara tiba tiba, tapi Miya bisa mendoakan agar Ayahanda sehat selalu dan memiliki umur panjang, " ucap Miya beruasah tersenyum.


"Dasar kakak tiri!, jangan bikin adegan tegang dong, semua tamu ada liatin kita berdua nih, " batin Miya.


"Ah sepertinya memang begitu, kalau begitu kenapa adik tidak menunjukkan bakat adik saja sebagai pengganti hadiah?, " saran Miki terlihat seperti kakak yang menyayangi adiknya padahal yang sebenarnya adalah


"Hahahahaha aku pasti akan mempermalukan mu jal*ng," batin Miki menyeringai.


"Kampret mentang mentang gw ga ada bakat terus di suruh nunjukin bakat, lah bakat gw cuma rebahan bambang -_-#," gumam Miya.


"Ku harap dia tidak mempermalukan ku di depan semua tamu, " batin kaisar Bai.


"Hahahaha putri ku memang cerdas, mari kita lihat betapa malunya kau nanti, " batin selir Gina tersenyum jahat.


"Nak/ kak, semoga kau baik baik saja, " batin selir Minori dan kedua anaknya.


"Dasar wanita jala*g itu, berani sekali ingin mempermalukan Mimi ku, " batin Rei kesal.


"Kakak, apa kau ingin mempermalukan kekaisaran Zhang?, " tanya Miya dingin, kini aura yang menyeramkan keluar dari dirinya walau hanya sedikit karena dia tidak suka di usik.


"Ap... apa yang kau masud adik?, aku hanya memberi saran kepada mu saja kok, " bela Miki gugup.


"Kakak, kau tau aku ini tidak punya bakat dan di sebut sampah masyarakat, kalau begitu untuk apa kau memberi ku saran seperti itu jika bukan untuk mempermalukan kekaisaran Zhang kakak?, " tanya Miya.


"Dia sedikit berubah dari yang tadi, dia menjadi lebih berani, " batin Arnius sembari tersenyum tipis.


"Ak.... aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya merasa kasihan saja kepada mu tolong mengerti lah adik, "bela Miki semakin gugup karena merasa di pojokkan.

__ADS_1


"Miya sudah hentikan!, walau bagaimana pun kakak mu hanya mencoba menghiburmu, " ucap kaisar Bai melerai.


"Baik ayahanda, " ucap Miya.


"Orang yang mencapai tingkat misteri level 2 adalah orang yang tidak berbakat dan adalah sampah masyarakat, lalu yang di sebut orang berbakat itu seperti apa?, " gumam raja kegelapan sembari tersenyum yang hanya bisa di dengar oleh Dao.


"Yang mulia, apa maksud anda adalah putri Miya itu hampir sebanding dengan anda?, " tanya Dao terkejut.


"Kau benar, sebuah kejutan besar bukan?, " ujar raja kegelapan.


"Sepertinya putri Miya ini bukanlah orang biasa, " ujar Dao.


ps : seorang kultivator hanya bisa melihat tingkatan orang lain yang ada di bawah tingkat kultivasi nya ya, makannya yang tau cuma raja kegelapan doang. Kalau Kuro, Shiro, Kanao dan Miao itu beda lagi karena mereka di beri tau oleh Miya tidak mengetahuinya dengan sendiri.


Back to story.


"Fiuh untung cepet kelar debatnya, makasih ayahanda, " gumam Miya.


"Kau cukup hebat juga rupanya untuk menyudutkan lawan mu, " puji Kazuo.


"Zuo benar Mimi sangat hebat, aku benci dengan jala*g itu yang mencoba mempermalukan mu 😤," sahut Rei.


"Eh eh eh maaf Ar, dia kan juga adik mu aku lupa hehehehe 😅, " ucap Rei cengengesan ketika teringat kalau Miki juga adik dari sahabatnya.


"Tidak masalah, dia juga pantas mendapatkannya, " ujar Arnius.


"Aku tidak menyangka dia begitu lucu dan manja ketika di lihat dari dekat. Mulai sekarang aku tidak akan menjauh lagi dari dirinya, " batin Arnius sembari mengusap pucuk kepala Miya dengan lembut.


Skip setelah acara selesai.


"Kak Arnius, kak Rei, kak Zuo, Miya pergi dulu ya, Miya masih ada urusan, " pamit Miya.


"Baiklah, kapan kapan kita boleh mampir ya, " jawab Rei dan Kazuo sedangkan Arnius hanya mengangguk tanda setuju.


Tetapi belum juga Miya melangkah pergi dua orang anak perempuan dan laki laki memeluknya dengan erat.


"Miya sayang, sepertinya kau sudah menjadi lebih baik semenjak terakhir ibu melihat mu ya, " ucapan lembut itu terlontar dari bibir selir Minori seontak membuat jantung Miya berdetak kencang dan matanya pun mulai berkaca kaca.


"Ibu, hiks hiks hiks ibu, " lirih Miya sembari menghampiri selir Minori dengan air mata yang mengalir deras.


"Ada apa nak?, kenapa kau menangis?, " tanya lembut selir Minori sembari memeluk Miya penuh kasih sayang.


"Kakak kau cengeng, " ejek Sachie dan Fudo.


"Memang kenapa?, apa karena aku seorang kakak aku tidak boleh manangis, " protes Miya.


"Sudah sudah jangan menangis, anak ibu yang manis tidak boleh menangis nanti jadi jelek lho," ucap selir Minori lembut sembari mengusap air mata yang tumpah dari mata Miya.


"Ibu aku tidak manis dan aku memang jelek, " ucap Miya.


"Kakak kau sangat tau diri wkwkwkwk, " tawa Sachie.


"Sachie bisakah kau lebih sopan kepada kakak?, " tanya Fudo.


"Tidak bisa, " ujar Sachie.


"Ibu aku harus kembali kak Kanao pasti sedang menunggu ku, kalian bisa mampir ke paviliun ku kapan saja, " ucap Miya sembari berlari menjauh sambil melambaikan tangannya dan tersenyum.


"Kakak aku akan menjadi ibu yang baik untuknya agar kau bisa tenang di sana, " batin selir Minori sambil membalas lambaian tangan Miya.


"Arnius, sepertinya kau sudah berpikiran luas ya, " puji selir Minori sembari mengelus lembut kepala Arnius.


"Sepertinya begitu, ibu, " ujar Arnius.


...o0o...

__ADS_1


Selir Gina



Putri Miki



Selir Minori



Putri Sachie



Pangeran Fudo



Pangeran Arnius



Putri Miya



Pangeran Kazuo



Pangeran Rei



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jikalau visualnya tidak sama seperti yang readers pikirkan maka author mohon maaf, readers bisa membayangkannya sesuai apa yang readers mau dan jikalau banyak typo author minta maaf karena author bukan komputer.


TBC


__ADS_2