Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No. 38 gara gara mie


__ADS_3

T/N


Akhirnya malam itu pesta penutupan di adakan tanpa ke hadiran si Miya.


Keesokan harinya ☀


Pagi hari setelah sarapan akhirnya semua tamu bergegas kembali ke rumah masing masing begitu juga dengan Miya sekeluarga.


Namun sebenarnya di dalam lubuk hati para kaisar, mereka merasa sangat khawatir akan penyerangan para hewan yang mungkin akan terus memburuk.


Skip sampai di istana kekaisaran Zhang.


Miya segera berlari pergi ke kediamannya karna dia belum berani jika di tatap oleh sang ayah yaitu kaisar Zhang.


Saat sampai di kediamannya, ia melihat Eka tengah duduk di teras vila dengan se kardus mie di atas meja.


Melihat sang pemilik rumah sudah tiba, Eka tersenyum senang dan langsung berlari ke arah Miya dan memeluknya.


"Ayyy lu Yul lama amat pulangnya udah gw tunggu tau ga, " keluh Eka.


"Lah ya sory, lagian sih si elu pagi pagi dah ada di depan rumah orang aje, ngomong ngomong bisa ke sini gimana caranya?, " ujar Miya.


"Lah kan tadi gw ke rumah lu terus ama om Bagas di kasih cincin ama mie entu di suruh ngasih ke elu, " ujar Eka.


"Pufttt, buahahaha om lu bilang? 😂, emang dia dah tua ya bisa di panggil om wkwkwk, " tawa Miya.


"Cik ngejek lu Yul? (¬_¬)," tanya Eka ter provokatif.


"Enggak Ka cuma bercanda 😂,"sahut Miya.


"Eh Ka liat deh sekarang gw punya rumah sendiri, " ujar Miya secara tiba tiba sembari melihat sekitar.


"Ya gw tau kali, dunia lu penuh fantasi, " sahut Eka.


"Akhirnya impian gw satu persatu pada terwujud, " senang Miya.


"Impian apaan?, " tanya Eka.


"Dulu pas smp gw pengen punya rumah sendiri terus tinggal sendiri dan sekarang akhirnya terwujud, " jawab Miya.


"Eh Yul lu masih smp udah mikir mau punya rumah buat apaan?, 😑," bingung Eka.


"Ya kan gw selalu di marahi gara gara berisik kaya orgil kalo lagi nonton anime, mv, drama ama komik, kan kalo itu di rumah gw sendiri ga papa soalnya gw yang punya rumah v_v," ujar Miya.


"Ide lu boleh juga tu, seandainya gw juga punya, " impi Eka.


"Mau lu Ka?,kalo mau gw kasih salah satu vila milik gw, " ujar Miya.


"Mau sih mau tapi tanahnya ga punya coy, lagi pula itu terlalu berlebihan, " tolak Eka.


"Eh Ka lu tau ga, gw dulu juga ngimpi bisa punya wajah cantik terus keturutan loh, enak ya bisa ke dunia lain tuh, " ucap Miya.


"Iya ya, heran gw nape lu bisa ke dunia lain kek gini, padahal kan lu ga ada bagus bagusnya, " ejek Eka.

__ADS_1


"........"


"Eh Ka ngomong ngomong kok lu ga terlalu kaget e saat tau gw nyebrang ke dunia lain?, " bingung Miya.


"Kan gw anak wibu 😎," bangga Eka.


T/N : Bagi yang ga paham, anak wibu itu kan tontonannya banyak fantasi jadi B aja lah gitu maksudnya.


"(¬_¬)"


"Eh udah lah Yul gw mau pulang, ingat besok kuliah eh tapi besok ga pelajaran tapi cuma kerja bakti, dah baca grup belum lu?, " Eka mengingatkan sembari membuka gate.


"Udah tau gw, yaudah ya Ka gw mau masak mie dulu, " ucap Miya melambaikan tangan begitu juga dengan Eka.


Dengan begitu Miya pun mengawali harinya dengan makan mie ayam geprek di temani susu dingin di sebuah gazebo dekat kediaman Arnius.


Dia berniat mengajak kakaknya yang beku itu makan bersama tetapi ternyata orangnya malah tidak ada jadilah dia makan sendiri.


"Ummm ~♥♥, enak bat yawloh kalo kurang bisa ambil lagi, lagi jadi orang kaya emang enak, pfuuuu!, " ucap Miya dengan mata berkaca kaca dan membersihkan ingusnya dengan tisu.


T/N : Dia kepedesan.


Saat Miya asik memakan 3 bungkus mie yang di jadikan satu piring itu, tanpa ia sadari putri Miki sedang berjalan di dekat tempatnya dan mendengar apa yang tadi ia ucapkan.


Dia melihat Miya yang metanya berair saat memakan sesuatu pun mengambil kesimpulan.


' Dia terlalu senang karena memakan makanan mewah yang baru pertama kali ia makan dalam seumur hidup hingga menangis '


Kesimpulan itu muncul bukan tanpa alasan. Karena Miya yang dulu tinggal di gubuk dia pun hanya memakan makanan sisa atau makanan basi. Jadi ketika orang yang selalu makan makanan seperti itu tiba tiba bisa makan makanan yang mewah maka dia tidak akan bisa menahan tangis gembira.


Ia mendekat ke arah Miya dan dengan kasar merebut piring kaca transparan berisi Mie itu dari Miya sembari berkata, " Kau hanyalah anak tidak berguna, bagaimana bisa kau pantas makan makanan yang mewah!, " dengan suara membentak.


" ........."


"Apa kau lihat lihat?!, kau ingin aku mencopot mata mu itu ya?!, " bentaknya lagi.


"Njir datang datang malah nyolot, " batin Miya.


"Memangnya kenapa aku kan punya mata, mata itu untuk melihat, " ucap Miya tak mau kalah.


Putri Miki kesal. " Bagus!, berani menjawab kau sekarang?!, "


"Makanan ini hanya bisa di makan oleh ku, orang rendahan seperti mu tidak akan bisa memakannya seumur hidup, " ejeknya sembari mengambil sumpit dan memasukkan mie kedalam mulutnya saat Miya berkata, " jika kau mau maka ambil saja tapi-, "


Belum sempat Miya mengatakan " Jika kau tidak tahan pedas maka jangan di makan " putri Miki sudah mengunyah dan menelan masuk mie itu ke dalam tenggorokannya hingga membuatnya batuk karena tersedak rasa pedas.


"Sudah ku duga -_-||," gumam Miya.


"Uhuk.... Uhuk uhuk uhuk, dasar wanita jalan9!, apa yang kau berikan pada ku ini hah?, kau ingin membuatku mati karena kepedasan ya?!, " kesal Putri Miki sembari melempar piring kaca langka itu ke tanah hingga pecah. Itu di sebut langka karena di dunia itu mereka belum mampu membuatnya jadi itu bisa di sebut benda langka.


"Aaaaaaa! Mie berharga ku! 😱," teriak Miya.


"Ada apa dengan teriakan mu itu?!, cepat berikan aku air kenapa kau masih bisa teriak dan menyayangkan makanan sialan itu?!, kau mau aku siksa lagi ya?!, " teriak putri Miki kesal dengan muka memerah karena marah dan kepedasan .

__ADS_1


"Kenapa kau masih bisa marah begitu?!, kau cuma memakan satu suapan bagaimana kau bisa semarah itu!?, lagi pula aku tidak memberikannya pada mu kau sendiri yang merebutnya dari ku!," protes Miya.


"Kau masih bisa menjawab hah?!, " ucap putri Miki.


"Kenapa aku tidak berani hanya karna kau kakak tiri ku?, apa kau tidak mencium bau menyengat dari cabai sebelum memakannya?!, kenapa kau malah menyalahkan ku?!, " kesal Miya karna Mie kesayangannya telah terbuang sia sia.


"Bagaimaba aku bisa tau kalau itu sangat pedas kecuali memang kau sudah merencanakannya untuk membuat ku malu!?, " tuduh putri Miki.


"Sekarang kau menuduh ku?!, aku bahkan tidak tau kau akan ke sini lalu kenapa aku bisa merencanakannya?!, " kesal Miya.


"Bukankah kau baik baik saja karna belum memakan makanan sialan itu dan dengan sengaja mengatakan bahwa itu enak untuk memancing ku mencobanya, lihat kau bahkan baik baik saja!,"Katanya membuat alibi.


"Apa maksud mu?, aku sudah memakannya!, " bela Miya.


"Lalu kenapa kau baik baik saja?, " tanya Miki meremehkan.


"Tentu saja karena aku memiliki lidah Indonesia! , di sini hampir semua makanan manis dan asin lalu bagaimana kau bisa menandingi lidah asia ku?, kecuali kau berasal Dari clan Jiang YunMeng apa lagi Wei Ying baru aku percaya bahwa kau tahan pedas!, " jelas Miya.


T/N : Wei Ying clan Jiang YunMeng, seorang tokoh dan sebuah clan dalam cerita berludul The grandmaster of demonice cultivation.


"Indonesia apa?, asia apa?, Wei Ying siapa?, clan Jiang mana?, aku belum pernah mendengar kata ini seumur hidup ku! , kau cuma mencari alasan kan?, lihatlah gara gara kau piring tembus pandang yang berharga itu jadi pecah 😡," kesal putri Miki.


"Kau itu yang membual!, hanya sebuah piring pecah saja di besar besarkan, lagi pula kau sendiri yang memecahkannya kenapa kau menyalahkan ku?!, " ujar Miya mulai habis kesabaran.


Untung saja tiba tiba sebuah suara melerai pertengkaran mereka berdua yang di saksikan oleh para penjaga dan pelayan yang lewat.


"Ada apa ini?, " sang pemilik suara ini tak lain dan tak bukan adalah pangeran Arnius.


"Kak Arnius, kak kau harus membela ku. Wanita sialan ini menjebak ku untuk makan makanan yang sangat pedas!, " adu putri Miki menempel pada lengan kanan Arnius sambil menunding Miya.


"Apa maksud mu?, kak jangan percaya dengannya aku hanya memakan mie yang biasa aku makan ketika tiba tiba dia merebutnya dan menuduh ku yang tidak tidak, " bela Miya.


"Kau minta maaf!, " ujar Arnius dingin.


Seketika sentum sinis mengembang di muka putri Miki dan dengan pedenya berkata, " Kenapa kau masih berdiri?, kak Arnius sudah menyuruhmu minta maaf apa kau tidak mendengarnya?, " dengan sedikit nada mengejek.


Arnius melirik ke arah putri Miki yang makin menempel di tangan kanannya lalu dengan dingin berkata, " Bukan dia, kau yang harus minta maaf!, " sambil mendorongnya menjauh dan mendekat ke arah Miya.


"Ap.... Apa?, ta......tapi kak jelas dia yang-, " belum selesai putri Miki bicara Arnius sudah memotongnya.


"Dia tidak berbohong, dia suka makanan pedas tentu saja dia kuat memakan makanan itu sedangkan kau tidak!, kau hanya berpura pura perhatian dan tau segalanya tentang Miya di depan orang lain tapi sebenarnya tidak tentu saja kau tidak akan tau!, " ucap Arnius dingin.


"Pasalnya dia sudah pernah memakannya bersama dengan Miya namun pada akhirnya yang menghabiskan miliknya adalah Miya.


"Minta maaf sekarang atau sekalian kau berlutut dan meminta maaf padanya, " ucap Arnius dingin.


"Ta... Tapi kak, " putri Miki berusaha untuk membela diri tapi dia takut dengan lirikan mata tajam milik Arnius.


"Ingin membantah?, atau harus ku bantu kau untuk berlutut?, " tanya Arnius.


Tentu saja putri Miki tau kalau 'bantuan' yang akan di berikan oleh Arnius bukanlah hal yang bagus. Mengigit bibir bawahnya, putri Miki hanya bisa pasrah dan menuruti perintah Arnius sebelum pergi dengan rasa penuh malu yang sampai ke ubun ubun.


"Bersihkan kekacauan ini!, " perintah Arnius pada salah seorang pelayan.

__ADS_1


"Baik tuan, " patuh pelayan itu.


"Orang itu tidak tau bersyukur. Jika Raja kegelapan tau bahwa Miya di bully olehnya aku percaya dia tidak akan hidup sampai besok, " batin Arnius di lubuk hatinya.


__ADS_2