
"Tuan"
Dao berlutut memberi hormat di hadapan Raja Kegelapan yang baru selesai membasmi segerombolan binatang buas. Mayat ada di mana mana, darah berceceran di atas rumput, tanah dan pohon namun tubuh Raja Kegelapan bersih bahkan tidak ada setetes darah pun yang terciprat di dirinya.
"Katakan "
Sembari mengelap tangannya dengan sapu tangan putih, Raja kegelapan bersiap mendengarkan laporan dari Dao. Namun setelah menerima laporan dari bawahannya, wajah Raja Kegelapan menjadi sangat menakutkan, hawa dingin dan tekanan luar biasa hampir membuat Dao batuk seteguk darah. Untung saja dia bisa menelannya kembali sebelum keluar.
"Lapor tuan, Nyonya sedang pingsan setelah di cambuk dengan kejam oleh kaisar Zhang Bai Yin karena di tuduh berzina oleh seorang pelayan setelah Putri Mahkota Kerajaan Zhang dan Selir Shu tahu bahwa Nyonya akan menikah dengan seseorang. Putri Mahkota dan Selir Shu melapor kepada yang mulia kaisar bahwa Nyonya menikah dengan seorang pelayan hingga akhirnya insiden ini bisa terjadi, " ucap Dao dengan wajah gelap.
"Orang seperti Raja kegelapan adalah seorang pelayan? lalu bagaimana dengan diri mu sendiri!? " umpatnya dalam hati.
"Apakah dia terluka parah? " tanya Raja kegelapan.
"Menjawab tuan, Nyonya terluka parah namun setelah berendam di kolam mata air suci kini kondisinya sudah membaik. Kita hanya perlu menunggu dia bangun sebelum memastikan bahwa tidak ada masalah dengan hal lainnya, " dengan sigap Dao menjawab.
Tanpa menunggu satu kata penghormatan lagi keluar dari mulut Dao, Raja kegelapan segera menghilang dari hadapannya dan dengan secepat kilat pergi ke paviliun milik Miya.
Brakk!
Tanpa permisi Raja kegelapan membuka pintu paviliun dan masuk ke dalamnya menuju kamar Miya di mana tubuh kekasihnya terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang.
"Maafkan aku, aku tidak bisa melindunginya, " ini Pangeran Arnius lah yang mulai membuka pembicaraan.
"Yang mulia, aku benar benar minta maaf karena tidak bisa melindunginya. Aku juga tidak menduga bahwa yang mulia kaisar akan tega melakukan ini kepada putrinya sendiri, " tambah selir Minori.
"Kami Juga minta maaf, " ucap Kanao, Miao, Sachie, Fudo, juga Shiro, Kuro dan Black yang tidak ada dalam tempat kejadian perkara.
"Ini terkahir kalinya, di masa depan apa pun yang terjadi lindungi dia dengan nyawa kalian sebagai taruhannya!" titah Raja Kegelapan menatap dingin pada yang lain sebelum kembali memusatkan perhatiannya kepada sang calon istri yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang.
"Ya, yang mulia! "
Memberi ruang untuk kedua orang ini, yang lain segera pergi keluar dari kamar Miya. Kanao pun juga keluar setelah meletakkan nampan berisi bubur ayam di atas meja. Miya tidak suka dengan bubur, tetapi dalam keadaan seperti ini lebih baik memakan sesuatu yang mudah di cerna terlebih dahulu.
Raja kegelapan mengedarkan pandangannya untuk menelusuri kamar pasangannya. Kamar ini sudah nampak sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Hanya ada kamar mandi, ranjang, lampu ruangan, sepasang meja kursi yang di gunakan untuk makan atau belajar dan tikar kecil untuk Miya biasa berguling guling.
Raja kegelapan memegang tangan Miya dan menciumnya, " Bangunlah sayang. "
Entah itu sebuah kebetulan atau karena kata kata itu, selang satu menit kemudian Miya pelan pelan membuka matanya dan bangun layaknya orang yang baru tidur.
"Hmmmm.... Eh? Hah? Kak Ren kenapa kau ada di sini? " kaget Miya setelah sadar ada orang yang menunggunya di dekat ranjang.
Tidak menjawab, Raja kegelapan malah memeluk tubuh Miya yang tengah duduk di atas ranjang. Ia memeluknya begitu erat seakan takut kehilangan.
"Kak lepaskan aku! " berontak Miya mencoba lepas dari pelukan itu.
__ADS_1
Tidak ada jawaban, hanya sebuah tangan membelai lembut kepalanya reaksi yang ia dapatkan.
"Kak tolong lepaskan aku, aku benar benar akan mati jika kau terus memeluk ku seerat ini (¬_¬)."
Kata kata ini mendorong Raja kegelapan untuk membali ke akal sehatnya hingga akhirnya ia melepaskan Miya dengan enggan. " Apakah kau baik baik saja? " tanyanya dengan khawatir.
"Tidak, aku males dan ngantuk, kak gimana kalau kau pergi dulu aku akan tidur hehehe, " tanpa bersalah Miya mengucapkan kalimat itu sembari membenahkan selimut yang menutupi kakinya.
"Baiklah, tapi kau harus makan dulu."
Mengambil bubur dari atas meja, Raja Kegelapan mengangkat sendok berisi bubur, meniupnya lalu menyodokkannya ke depan Miya.
Dengan segera Miya menghindar dan menghalangi sendok itu masuk ke dalam mulutnya. " Tidak tidak tidak, aku tidak suka. Lebih baik aku makan nasi dari pada bubur! " tukasnya.
Tidak menyerah, Raja kegelapan kembali menyodokkan sendok berisi bubur ke depan mulut Miya sambil membujuk, " Jangan pilih pilih! kau baru saja terluka, bubur lebih baik untuk mu saat ini. Makanlah dengan patuh dan setelah ini aku akan membelikan mu ice cream bagaimana? "
"Baiklah! tepati kata kata mu! " dengan cepat Miya mencondongkan tubuhnya untuk mengambil sesuap pertama yang sudah mulai mendingin karena Miya yang suka ngederama.
o0o
Raja Kegelapan meletakkan kembali mangkuk yang sudah kosong ke atas meja lalu membersihkan sisa bubur yang menempal di sudut mulut Miya bersamaan dengan Miya yang sedang berbicara, " Kak aku selesai makan, sekarang kau bisa pergi kan? itu akan membuat orang salah paham ketika ada sepasang laki laki dan perempuan bersama dalam satu ruangan. Oh dan ingat untuk menepati janji mu! aku mau ice cream rasa buah! "
Setelah selesai membersihkan mulut Miya, Raja Kegelapan menarik kembali tangannya dan segera menyimpan kembali sapu tangan yang ia gunakan untuk membersihkan mulut Miya tadi.
"Kau tidak perlu menyembunyikan sesuatu dari ku bukan? jika ingin menangis maka menangis lah, jika ingin mengeluh maka mengeluh lah, aku akan selalu ada untuk mendengarkan mu."
Mata Miya terbuka lebar ketika mendengar perkataan dari pria di depannya. Matanya yang besar perlahan lahan mulai berkaca kaca memantulkan wajah tampan pria di depannya yang berbicara dengan sangat serius.
Miya berusaha tersenyum," Yang Mulia kita belum lama saling kenal, kenapa kau bisa menebak isi hati ku? aku jadi merasa tidak ada yang bisa ku sembunyikan dari mu. "
Mungkin karena kata kata Raja Kegelapan, setelah kalimat ini keluar, Miya tak sanggup lagi membendung air mata yang sedari tadi ia tahan. Perlahan lahan air mata menetes, isak tangis mulai keluar dari bibirnya yang gemetar mencoba untuk menahan kesedihan yang ia rasakan.
Raja Kegelapan mengecup singkat kening Miya lalu merangkuh tubuhnya ke dalam pelukannya, membelai lembut punggungnya dan berkata, " Keluarkan saja, ini salah ku karena tidak bisa melindungi mu. Tapi aku berjanji, ini adalah yang terakhir kalinya. Di masa depan aku tidak akan membiarkan kau mengalami hal seperti ini lagi. "
"Tidak....hiks "
Di sela sela tangisnya, Miya masih menyempatkan diri untuk membenarkan ucapan Raja kegelapan.
"Ini semua bukan salah mu...., tidak ada yang salah, ayah hanya peduli pada ku. "
Mendengar kata ayah terlontar dari mulut Miya, wajah Raja kegelapan yang tidak bisa di lihat oleh Miya menjadi gelap. "Jangan tipu diri mu sendiri, dia hanya peduli dengan nama baiknya bukan dirimu. Laki laki seperti dirinya tidak pantas untuk menjadi ayah mu! "
"Tapi dia ayah kandung ku! " ucap Miya tidak mau menyerah.
"Kau bukan Putri Zhang Miya yang asli belum tentu dia bisa menjadi ayah kandung mu. Dia bahkan tidak tahu bahwa putrinya sendiri mati, dari sudut pandang mana dia layak kau panggil ayah? " cibir Raja kegelapan.
__ADS_1
"Tapi.... tapi.... tapi...."
Miya ingin membela Kaisar Zhang Bai Yin tapi tidak bisa menyangkal kata kata Raja Kegelapan. Dengan segera wajahnya kembali di selimuti oleh kesedihan. Memikirkan bagaimana ayahnya sendiri mencambuk dirinya tanpa menekan basis kultivasinya dan dengan kejam mengatainya, tubuh Miya tidak bisa untuk tidak begidik.
Sadar akan pemikiran orang dalam pelukannya, Raja kegelapan segera mengalah, " lupakan saja, tapi lain kali jangan biarkan orang lain menyakiti mu seperti ini! mengerti? "
"Mn"
"Hahhhh~, kalau begitu segeralah tidur dan istirahat! " Raja kegelapan melepaskan pelukan dan membaringkan Miya di atas ranjang, menyelimutinya kemudian menghapus sisa air mata yang ada di ujung matanya.
Belum juga satu langkah Raja Kegelapan melangkah, Miya meraih lengan jubah hitam Raja kegelapan yang lebar dan memohon, " jangan lakukan apa pun kepada mereka, ya? "
Raja kegelapan menatap wajah Miya. Ada rasa keengganan yang kuat untuk melepaskan Kaisar Zhang Bai Yin perihal masalah ini. Namun karena tidak tega, ia akhirnya menurut. " Baiklah, aku tidak akan melakukan apa pun. "
Miya menyodorkan jari kelingking nya kepada Raja kegelapan. " Janji? "
Melihat tingkah manis kekasihnya, suasana hati Raja kegelapan mulai membaik. Dia mengukir senyum tipis di wajahnya lalu segera mengulurkan jari kelingkingnya untuk di jalin dengan milik Miya. "Janji! "
Senyum Raja kegelapan itu semanis madu. Oleh sebab itu Miya segera menarik diri ke dalam selimut setelahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. " Kalau begitu cepatlah keluar dan jangan lupa tutup pintunya! "
Senyum Raja kegelapan tambah lebar, ia mendekat dan mencium kepala Miya dengan perantara selimut lalu segera pergi dari kamar Miya dengan wajah dingin dan aura intimidasi yang kental.
"Kau beruntung memiliki anak sepertinya. Aku berjanji kepada Miya untuk tidak menyentuh mu, tapi aku punya cara lain untuk membuat mu menderita. "
.
.
.
.
.
.
.
Halo ini ga seperti yg ku harap kan, ku kira kemaren luang tapi malah terlalu sibuk chatan jadi ga jadi ngetik, tadi pagi sampe jam 12 aku sibuk belanja ke pasar sama masak jadi ga punya waktu hehehe maaf ya bagi yang udah nunggu.
oh iya ngomong ngomong ini latar waktunya apa ya? wkwkwk
sore menjelang malam kali ya, biar Miya ga tidur pagi pagi. hahaha udah lah ya author kalian satu ini memang ga guna
TBC
__ADS_1