Aku Jadi Putri?

Aku Jadi Putri?
No.37 sahabat & kesalahpahaman


__ADS_3

Miya dan Arnius pun berjalan santay keluar rumah dengan di selingi percakapan.


Kadang Miya menjelaskan apa yang di lihat Arnius dan kadang dia juga serasa ingin ngumpet di semak semak karena banyak orang yang melihatnya.


Sebenarnya letak rumah Miya cukup jauh dan berliuk liuk jalannya menuju warung.


"Kak Miya kak Arnius!, " tiba tiba suara seorang anak kecil terdengar tak jauh dari sana membuat Miya kaget sesaat.


Anak kecil itu berlari ke arah Miya dan kemudian memeluk kakinya dengan erat.


"Kakak pulang?, kenapa tidak beritau Fardan?, " tanya anak kecil itu girang.


"Hahahaha kakak tadi lupa, oh iya Yuyu di mana?, " tanya Miya.


"Dia ada di lapangan voli sedang bermain sepeda sepedaan dengan teman temannya, " ujar Fardan.


"Lapangan voli?, " beo Arnius.


"Ah itu semacam lapangan untuk melakukan kegiatan olahraga, apakah kakak mau melihatnya?, " tanya Miya.


"Lain kali saja kau masih punya tugas, " ujar Arnius.


"Haaahhhh itu benar, Fardan lanjut main ya kakak mau pergi ke warung, jangan pulang terlalu sore nanti, " ujar Miya.


"Oke kak, " patuh Fardan sembari hormat ala ala tentara.


"Alangkah baiknya jika Yuyu juga begitu menurut kepada ku ๐Ÿฅฐ," gumam Miya melanjutkan jalannya.


Skip setelah sampai di warung.


"Mbak Tumbas! ( Mbak beli), " seru Miya sembari masuk ke dalam warung.


Ternyata di dalam warung ada pelanggan lain seperti Miya.


"Iyo Nduk arep tuku opo ( Iya nak mau beli apa?), " tanya si penjaga toko yang sering di panggil Mbak Anna.


"Mbak beli gula merah setengah kilo, gula pasir setengah kilo sama garamnya satu, " ucap Miya.


"Oke, " ucap Mbak Anna mulai menyiapkan pesanan Miya.


Sementara Miya menengok ke segala arah untuk menghilangkan rasa canggung karena keheningan.


Dan tanpa sengaja ia melihat ke arah pelanggan lain yang sangat ia kenali.


"Eh Lia lagi beli apa Li?, " tanya Miya pada sahabat satu desanya itu yang bernama Liliana.


"Anu mbak maaf kita saling kenal kah?, mbak ini artis ya?, " tanya Lia yang pangling dengan muka dan suara Miya.


"Dia teman mu?, " tanya Arnius yang melihat Lia tak mengenali adiknya.


"Ya dia sahabat ku, namanya Lia. Umurnya lebih muda beberapa tahun dari ku, saat aku kecil kami sering bermain bersama sehingga kami menjadi sahabat, " jelas Miya menjelaskan dengan bahasa dunia lain karena Arnius bertanya menggunakan bahasa dunia lain.


"Nduk iki pesenane, koe ki bule to nduk? ( nak ini pesanannya, kau itu bule ya nduk?)," ucap Mbak Anna.


"Bukan Mbak saya orang sini, dia ini yang orang luar negri, " jelas Miya.


"Eh, kok kayaknya aku ga pernah liat kamu di desa," bingung Mbak Anna.


"Ah itu karena saya baru pulang dari bepergian jauh, lama nggak di rumah Mbak, " jelas Miya.


"Eh jangan jangan ini Mbak Yuli ya?, " ujar Lia.


T/N : Ku ganti nama Yuli dulu ya guys.


"Nah pinter juga lu Li,๐Ÿ˜Œ " puji Yuli.


"Oalah kamu itu Yuli to, kok pangling banget aku, luweh cantik koe Yul sakiki (lebih cantik kamu Yul sekarang), " puji Mbak Anna.


"Hooh Mbak cantik banget lu kayak artis artis besar, oh iya abang ganteng di samping kakak itu siapa?, " tanya Lia.


"Oh dia kakak baru ku dari teman baru ku, namanya kak Arnius, " jelas Yuli.


"Salam kenal nona Lia, nyonya Anna, " ujar Arnius sopan.


"Tidak usah pakai kata nyonya itu terlalu sopan le โ˜บ๏ธ," ujar Mbak Anna.


"Iya panggil aja aku Lia, " ujar Lia.


"Oke "


"Eh kak Arnius ini bisa bahasa sini?, " kaget Lia setelah sadar.


"Itu hal yang mudah, " jawab Arnius.


"Mbak jadi berapa totalnya?, " tanya Yuli sembari mengambil dua tusuk permen coklat.


"Semua 27.000 ribu nduk, " ujar Mbak Anna.


Yuli pun segera mengeluarkan uang 50 rb an dan menunggu Mbak Anna mengambilkan kembalian.


"Eh Mbak, kau mau ikut tujubelasan nggak? Mumpung udah pulang nih lho, " tanya Lia.


"Ikut lah, acara cuma sekali setahun kok mau di lewati, tapi aku jadi panitianya aja yang ngurus ngurus perlombaan ga mau ikut lomba gw, " ujar Yuli.


"Lha kok ga ikut? Emang kenapa kak?, "tanya Lia heran.


"Males buang buang tenaga kalo hasilnya nihil, " ujar Yuli.


"Hahahaha itu mah kamu banget mbak๐Ÿ˜‚," tawa Lia.


"Eh iya mbak kapan pulangnya kok aku ga tau?, " bingung Lia.


"Oh tengah malem kemaren, aku turun di jalan raya deket desa terus jalan kaki pulangnya karna ga mau bangunin warga, " jelas Yuli berbohong.


"Oh iya Li besok kalo nambah dua tiga anak boleh kali ya, " ujar Yuli.


"Emang kenapa kak?, " tanya Lia bingung.


"Aku mau ngajak adik adik ku untuk ikut tujubelasan, " ujar Yuli.


"Maksudnya si Fardan sama Yuyu?, " tanya Lia lagi.


"Bukan mereka adik adik dari Luar negri, " ujar Yuli.


"Oh gitu, ga papa kali makin banyak orang kan makin seru, " ujar Lia.


"Nduk ini kembaliannya, " ujar Mbak Anna.


"Makasih mbak kalau begitu kami pergi dulu, " ucap Yuli hendak pergi namun dk hentikan oleh Lia.


"Apaan Ya?, " tanya Yuli.


"Kak kok muka mu bisa bening gitu e?, " tanya Lia.


"Oprasi plastik karna temen ku ga suka aku punya muka yang buruk, " ujar Yuli sembari melangkah pergi dengan di ekori Arnius sanggup membuat Lia tertawa terbahak bahak hingga lupa apa yang ingin di belinya di warung.


Skip sampai di rumah


"Nih udah aku minta permen 2 tadi, " ucap Yuli sembari memberikan belanjaan dan uang sisa.

__ADS_1


"Ok, mandi sana terus makan. Mau nginep di sini nggak?, " tanya Aisyah.


"Kagak usah, entar di cariin kalo ngilang tiba tiba dari sana soalnya aku lagi di rumah orang, " ujar Yuli.


"Di rumah siapa?, pacar mu kah?, " tanya Vesia datang tiba tiba.


"Bukan, di rumah sahabatnya bang Arnius ๐Ÿ˜‘," ucap Yuli membenarkan.


"Ngapain?, " tanya Fani.


"Dapet undangan pesta se keluarga, " jawab Yuli.


"oh"


Skip setelah mandi.


Sore hari pun tiba, semua anggota keluarga Yuli pun sudah ada di rumah dan makan di meja makan bersama sama.


Setelah selesai makan.


"Bang kok nggak pernah berkunjung ke rumah ku sih?, " tanya Yuli.


"Kau kira kita bisa bikin gate nya apa?, " tanya balik Faro.


"Kan udah ku kasih buku panduannya masak ga bisa, " heran Yuli.


"Mereka orang normal jadi tidak bisa membuka gate, " jelas Arnius.


"Oalah bener juga ya, eh berarti gw ga normal dong ?๐Ÿ˜•," ucap Yuli.


"Ya emang, baru sadar lu Yul?, " sahut Fani.


"Tenang saja aku menyiapkan sesuatu untuk kalian, " ucap Shiro tiba tiba tanpa bilang permisi.


"Eh buset ngagetin aje lu Ro, kalo datang kasih salam dulu kalik๐Ÿ™„," kesal Yuli.


"Maaf semuanya Shiro ga sengaja, " sesal Shiro.


"Masih serasa mimpi aku liat kucing bisa ngomong, " ujar Bagas.


"Aku bukan kucing tapi harimau kok, " sahut Shiro.


"Beneran?,kalo gitu ganti nama jadi toramaru aja lah kau ๐Ÿ˜," senang Yuli.


Akhirnya impiannya punya peliharaan binatang buas bisa terpenuhi.


"Ga mau ah malah lebih nyeleneh tu nama, " tolak Shiro.


"Ini buat kalian, satu orang satu ya, " jelas Shiro sembari memberikan cincin berjumlah sama dengan anggota keluarga Senjaya.


"Apa ini? ," tanya Aldro.


"Cincin yang bisa membuka gate dengan instan, " jelas Shiro.


"Yang bener?, gimana caranya?, " tanya Yuli.


"Tinggal bilang aja gate nanti juga kebuka, terus cincinnya cuma bisa di pake sama kalian jadi tenang aja kalo jatuh ke tangan orang lain, " jelas Shiro lago.


"Cik sialan gw dulu butuh setahun lebih cuma buat belajar jurus ini eh sekarang enak banget ya tinggal bilang gate aja bisa walau cuma manusia biasa, serasa ga berbobot lho usahaku ni, " keluh Yuli.


"Tante jangan kebanyakan ngeluh entar ga dapet rejeki baru tau rasa nanti, " nasihat Yuyu.


"Oke deh, " desis Yuli.


"Yul mau pergi jam berapa?, sudah mau malam nih lho," tanya tuan Senjaya.


"Sekarang aja pak, Yuli pergi dulu assalamualaikum, " pamit Yuli lalu segera membuka gate.


"Miya aku pergi dulu, jika tidak segera kembali ayah akan mencari diriku, " pamit Arnius sebelum pergi.


"Ok kak hati hati di jalan, " sahut Miya.


"Ada apaan sih dek?, " tanya Bagas.


"Ga papa sih, cuma pengen abang ikut aja gitu, " jawab Miya.


"Gajelas banget lu Yul, gw balik dulu ya, " kesal Bagas.


"Eh jangan dong aku mau minta tolong nih, " pinta Miya.


"Apaan cepet, " ucap Bagas dengan nada malas.


"Tolong beliin mi ayam geprek satu kardus dong entar kalo udah di antar ke istana Zhang di kediaman ku, pliss ya cuma tinggal beli nih duitnya ku kasih, " pinta Miya sembari memberi 2 lembar uang 100 rb.


"Beli sendiri aja kenapa emangnya?, " protes Bagas.


"Males lah ke warung, tolong dong kakak ku yang guantengnya sejagad raya๐Ÿ˜™," ucap Miya alay.


"Hahhh oke deh oke, ga usah gitu juga kalik jijik gw liatnya (ยฌ_ยฌ)," pasrah Bagas.


"Kyaaaa makasih lu emang yang terbaik deh bang๐Ÿ˜†, " puji Miya.


"Gw gitu loh,๐Ÿ˜Ž " bangga Bagas tanpa sebab.


"Ih jadi tambah sayang deh๐Ÿ˜˜," ucap Miya kembali alay sembari memeluk Bagas dengan erat.


............


"Bagaimana menurut anda yang mulia?, " tanya kaisar Jiang pada raja kegelapan.


"Apa yang kalian harapkan dari ku setelah menggangu acara kencan ku hah?!, " ucap raja kegelapan dengan muka menggelap dan nada dingin.


"Ma mmaafkan kami yang mulia, kami tidak bermaksud begitu, " panik kaisar Jiang.


Ketiga kaisar : "Sejak kapan yang mulia punya kekasih?, " batin mereka.


"Yang mulia tolong berikan kami kemurah hatian mu dan membantu kami, jika masalah ini terus berlanjut kami akan kerugian yang sangat besar, " ucap kaisar Mo.


"Itu benar bahkan hutan kegelapan pun mungkin akan terkena dampaknya nanti, " tambah kaisar Zhang.


"Lupakan itu, aku pergi!, " putus raja kegelapan langsung pergi tanpa permisi karena moodnya yang sedang down.


Dia berniat pergi ke tempat Miya untuk memperbaiki suasana hatinya yang sedang tidak baik.


"Ih jadi tambah sayang deh๐Ÿ˜˜,"


JEDARRRRR


Serasa di sambar petir di saat itu juga.


Raja kegelapan kesal mendengar dan melihat perilaku Miya terhadap seorang laki laki asing yang tak di kenalinya ( si bang Bagas).


"Sayang aku baru pergi sehari kau sudah menemukan pengganti ku ya? ," tanya raja kegelapan dengan suara dingin yang khas sembari berjalan mendekati Miya.


"Njir tambah dingin aja ni udara, perasaan aginnya ga terlalu kenceng,๐Ÿ˜ " batin Bagas.


"Wadidaw gawat nih, si calon datang, " batin Miya.


"Eh ada orang, Maaf Bang anda siapa ya?, " tanya Bagas dengan b dunia lain.

__ADS_1


T/L : Keluarga Miya dah bisa bahasa dunia lain ya guys.


"Diam kau!, " gertak raja kegelapan.


"Waw!, marah kenapa si dia ni?, " batin Miya.


"Oh oke bang๐Ÿ˜ถ," pasrah Bagas karena takut dengan Raja kegelapan.


"Dia siapa Yul?, " tanya Bagas.


"Raja kegelapan, " jawab Miya.


"Serem amat tu nama, " balas Bagas.


"Hal baik apa yang dia miliki hingga kau berpaling dari ku sayang?, " tanya Raja kegelapan serius.


"Hah?, " ucap Miya dan Bagas bersamaan.


"Yul ni orang pacar lu ya?, " tanya Bagas berbisik.


"Ya enggak lah gw ga berniat punya pacar kok, " sanggah Miya.


"Lha terus kok dia panggil lu sayang?, " tanya Bagas kembali berbisik.


"Dia jatuh cinta ama gw kayaknya jadi manggil gw sayang, " jawab Miya.


"Apa yang kalian bisik kan?, apakah aku tidak di anggap ada di sini?, " suara dingin raja kegelapan kembali terdengar membuat Miya dan Bagas merinding.


"Ti.... Tidak kok, ada apa kak Ren kok marah marah gitu, " ucap Miya gemetaran karena takut.


"Aku lebih tampan darinya, lebih kaya darinya, lebih kuat darinya, dan lebih mencintai mu dari dirinya. Kenapa kau masih berpaling dari ku?," tanya raja kegelapan.


"Plot cerita ini kok familiar ya, kek adegan perselingkuhan di sinetron bae, " batin Bagas.


"Hah?, apa yang kau maksud?, " bingung Miya.


"Maap bang, kau mengira aku pacar Yuli ya?, " tanya Bagas ingin membenarkan.


"Kalau bukan pacarnya lalu apa?, dia memeluk mu dan bilang kalau dia menyayangi mu, kalau bukan pacar lalu apa memangnya?, " tanya raja kegelapan.


"Ahh.......... ๐Ÿ˜,"


"Maaf bang Kau salah sangka, aku ini kakaknya bukan pacarnya. Aku sudah punya istri jadi mana mungkn aku berpacaran dengannya๐Ÿ˜…," jelas Bagas.


"Apa itu benar?, kenapa aku tidak pernah melihat wajah mu di kerajaan Zhang, " tanya raja kegelapan penuh selidik.


"Bego dia itu kakak ku dari tempat aku berasal tentu saja kau tidak tau๐Ÿคฆ๐Ÿปโ€โ™€๏ธ," ujar Miya.


"Jadi kau tak berpaling dari ku?, kau masih mencintai ku?, " tanya raja kegelapan dengan mata penuh binar bahagia .


"Siapa juga yang berpaling?, kau saja yang terlalu banyak berpikir, " dengus Miya.


"Tapi kenapa kau tidak pernah memeluk ku dan bilang kau menyayangi ku?, " protes raja kegelapan.


"Dia kakak ku jadi tidak apa, tapi kau masih belum memiliki status yang pasti, belum muhrim," jelas Miya.


"Kalau begitu aku akan segera melamar mu, " ucap raja kegelapan penuh tekad.


"............"


"Yu bagaimana lu bisa buat dia klepek klepek ama lu?, " tanya Bagas.


"Gw aja kagak tau, di tambah belum ada sebulan lho kita ketemu dia udah kek gini aja, emang cinta pada pandangan pertama emang ada ya?, " tanya balik Miya.


"Mana gw tau, keknya adik ipar gw ni unik bat dah seleranya, " gumam Bagas.


"Eh Yul lu suka ama dia?," tanya Bagas.


"Tengok dong mukanya yang kinclong, mana ada yang ga bakalan suka ama dia ๐Ÿ™„," ujar Miya.


"Jangan nilai dari luarnya doang lu, entar kena tipu lagi lu, " nasehat Bagas.


"Engga bang cuma bercada, gw seneng aja gitu liat dia nerima kekuarangan gw apa adanya jadi yah..... Emmmm... Gitu lah, "ujar Miya.


"Jangan abaikan aku!, " kesal raja kegelapan sembari menarik Miya ke dalam pelukannya.


"Dari tadi kalian juga mengabaikan ku ใ€’_ใ€’," batin Dao.


"Is ya udah lah Yul, gw pulang dulu. Inget jangan lakuin yang aneh aneh sebelum dapat ijin ama ayah mertua, " ujar Bagas lalu masuk ke dalam gate dan menghilang.


"Tau lah bambang, eh ingat mie pesenan gw!, " sahut Miya.


"Lepasin aku mau tidur!, " perintah Miya.


"Baiklah, cup~......... Selamat malam, " ucap raja kegelapan lembut sembari mengecup pucuk kepala Miya sesaat.


"Jangan lakuin yang aneh aneh ah bay!, " kesal Miya langsung pergi dengan pipi yang menggembung lucu.


.........


"Di apain lu sama si Yuli Gas?, " tanya Faro.


"Di suruh beli mie se kardus, " jujur Bagas.


"Terus apa lagi?, " tanya tuan Senjaya.


"Cuma itu sih tapi......., " ragu Bagas.


"Tapi apa?, dia nggak ngelakuin hal yang aneh aneh kan?, " tanya Aisyah penuh selidik.


"Aku tadi ketemu dengan calon adik ipar," ujar Bagas.


"Apa?, Yang bener?! ", kaget mereka semua bersamaan.


"Hooh dia bilang cinta pandangan pertama terus ngajakin nikah si adik ipar, " ujar Bagas.


"Wis si Yuli punya pacar coy, " ujar Fani.


"Sudah berapa lama mereka menjalin hubungan?, " tanya tuan Senjaya.


"Sepertinya belum ada sebulan, " jujur Bagas.


"Lalu apakah menurut mu dia orang yang baik?, " tanya Aldro.


"Baik sih baik tapi kayaknya lebih ke over protektif deh ketimbang baik -_-||," ujar Bagas.


"Maksud lu apaan?, " tanya Fani.


"Dia kalo ngomong sama aku itu kayak dingin banget gitu sampe merinding aku, tapi kalo ngomong sama Yuli lembutnya minta ampun, manja lagi, keknya permintaan apa pun yang keluar dari mulut Yuli bakal di kabulin gitu, " jelas Bagas.


"Terus over protektifnya keliatan dari mana?, " tanya Vesia.


"Ih kalian lihat sendiri aja lah, susah untuk di jelaskan lho dia itu, " kesal Bagas.


"Terus mukanya ganteng ga paman?, " tanya Yuyu.


"Cakep banget dia, layak dah di sandingkan dengan kecantikannya si Yuli, " ujar Bagas.


Dan begitulah malam itu di habiskan mereka untuk membahas masalah Yuli.

__ADS_1


Mereka tau jarang jarang Yuli dekat dengan seseorang apa lagi seorang Pria, biasanya dia hanya berteman dengan Pria yang menjabat sebagai teman para kakaknya jadi yah gitu lah.


Dia hanya punya sedikit teman di dunia ini. Jadi menurut mereka hal ini harus di bahas. Siapa tau bisa di jodohin mumpung ada yang cocok kan.


__ADS_2