
Skip keesokan harinya.
Hari ini adalah hari terakhir Miya ada di kerajaan Jiang dan sekaligus hari yang di awali dengan sesuatu yang buruk.
Pagi ini Miya baru saja bangun dari tidurnya dan hendak pergi mandi dengan air yang sudah di siapkan oleh Miao tapi tiba tiba pintu kamarnya di tendang oleh seseorang dari luar hingga pintu terbuka paksa menampakkan badut eh salah maksud gw putri Miki dengan wajah tembok yang di hiasi dengan raut marahnya.
"Dasar jalan9 sialan!!, masih berani juga kau hingga jam segini baru bangun?, kau sepertinya sudah lupa tentang yang kemarin 😠😏!," teriak putri Miki angkuh.
"Hoammmm, yang kemarin apa?, perasaan kemarin aku sama sekali tidak menyinggung mu😕," bingung Miya dengan muka kusutnya.
"Jangan pura pura tidak tau kau dasar sampah sialan!! 😡, berani beraninya kau kemarin menghina ku di depan semua orang hah?!, apa kau masih tidak kapok setelah aku siksa selama ini hah?!!, " bentak putri Miki dengan sekuat tenaga sampai sampai bedak tebal yang di kenakannya berjatuhan di lantai.
"Dari mananya aku bisa mempermalukan mu?, " bingung Miya sukses membuat putri Miki tambah marah.
"Hahahaha rupanya kau masih pura pura tidak tau, sepertinya aku harus memberimu hukuman karena telah melakukan pertunjukan yang lebih bagus dari ku kemarin 😏, " seringai putri Miki sembari mengambil cambuk miliknya dari pelayan beribadinya.
Putri Miki terlihat menyeringai kejam membuat wajah badutnya tambah jelek sembari mengangkat cambuknya.
Namun ketika ia ingin melayangkan cambuk itu ke tubuh Miya, seseorang mencekal tangannya dari belakang dan bahkan mencengkeram tangannya dengan sangat erat.
"Aaaaaa sakit bod0h, apa kau tau siapa aku ini hah?!, " bentak putri Miki tanpa tau siapa yang di hinanya sedangkan para pelayan yang ada di belakangnya hanya bisa menunduk ketakutan ketika tau siapa yang telah mencekal tangan tuan mereka.
"Siapa yang kau panggil bod0h putri Miki?, " suara tajam nan dingin itu terdengar dari belakang punggung putri Miki membuatnya seketika membeku karena hafal betul dengan suara itu.
"Ka... Kak Arnius?, ke kenapa kau ada di sini? ," tanya putri Miki gugup sembari mengambil tiga langkah ke belakang.
"Kenapa kau bilang?, bukankah jika aku tidak datang maka kau akan mencambuk adik kesayangan ku yang tidak bersalah ini, PUTRI MIKI?, " ucap Arnius sembari mendekati Miya dan menekan kata 'Putri Miki'.
"Ap.... Apa yang kakak maksud?, ak...... aku hanya ingin menunjukkan cambuk ku saja kok, " bela putri Miki gugup dan takut karena tau gertakan Arnius.
"Oh begitukah?, kalau begitu kau sudah boleh pergi dari sini. Adik ku tidak minat dengan cambuk jelek mu itu, " ucap Arnius penuh penekanan membuat putri Miki dan para pelayannya kabur terbirit birit.
Walau bagaimana pun juga mereka tau jika melangkah lebih jauh pangeran Arnius juga akan bertindak lebih jauh.
"Cik awas saja kau dasar jalan9, " batin putri Miki kesal.
"Oh iya, aku bukanlah kakak mu, " ucap Arnius lagi sembari membawa Miya pergi.
"Kakak terimakasih sudah menolong ku tapi apa yang kau lakukan di sini?, " tanya Miya.
__ADS_1
"Aku hanya berjalan jalan di sekitar sini saja tadi dan tanpa sengaja merasakan hawa keberadaan badut itu saja, ngomong ngomong dimana Miao dan Kanao?, " tanya Arnius heran karena biasanya mereka selalu bertiga.
"Oh sepertinya mereka ada urusan jadi pergi sebentar, kak setelah ini aku mau jalan jalan sebentar apa kau mau menemani ku?," ujar Miya.
"Ba-"
"Tentu saja mau, kami akan menemani mu sampai kau puas, " ucapan Arnius di potong oleh Rei dan Kazuo yang datang tiba tiba dari belakang mereka.
"Aaaaaa setan!, " kaget Miya.
"Jangan membuat adik ku kaget!, lagian kenapa kalian ada di sini?, " tanya Arnius.
"Hooh datang tanpa di undang lagi, " tambah Miya.
"Hehehe kami tadi melihat Arnius kesini jadi kami mengikutinya dan melihatnya membuat takut badut tadi, " jawab Rei sambil nyengir.
"Tapi kalau kalian ikut apa tidak apa?, hari ini kan ada pesta, " cemas Miya.
"Tidak apa apa pestanya malam kok, " sahut Kazuo.
"Lebih baik para pangeran beristirahat saja biar aku yang menemani Miya sayangku jalan jalan, " suara penuh aura horor itu tiba tiba terdengar dari belakang mereka semua saat mereka berbalik di lihatlah raja kegelapan yang berjalan mendekat dengan aura membunuh yang kental.
"Ya.... Yang mulia raja kegelapan?!, kenapa anda bisa ada di sini?, " tanya Kazuo dan Rei gugup plus takut karena aura membunuh Raja kegelapan.
"Kenapa?, tentu saja untuk bertemu Miya sayang ku, benar kan sayang 😄," ucap Ren semangat sembari hendak memeluk Miya namun Miya menghindarinya.
"Jangan peluk peluk ga muhrim, jangan panggil sayang sayang najis, " protes Miya.
"Apa dia benar raja kegelapan?, " tanya Kazuo membatu.
"Aku tak pernah melihat raja kegelapan bisa se bersemangat ini sebelumnya, " tambah Rei.
"Itu karena dia suka kepada Miya, bahkan kini dia sudah menjadi calon suaminya, " sahut Arnius.
"APA?, " kaget Kazuo dan Rei.
"Miya aku kagum pada mu karena bisa menjinakkan seekor binatang buas, " batin Kazuo.
"Hiks hiks hiks ternyata Mimi ku sudah besar, sekarang dia punya orang yang dapat di andalkan untuk kedepannya, " tangis Rei.
__ADS_1
"Sekarang kalian sudah tau kan?, kalau begitu segeralah pergi dan jangan ganggu kami, " usir raja kegelapan.
Saat Arnius, Rei dan Kazuo ingin pergi tiba tiba Dao muncul sembari memberi hormat di depan Ren.
"Salam yang mulia, sekarang sudah saatnya anda pergi rapat bersama para kaisar, kita harus segera pergi, " ucap Dao.
Ps : Readers author lupa namanya pengawal si Raja kegelapan jadi mulai sekarang kita panggil Dao aja ya.
💢
"Batalkan, " ucap raja kegelapan dengan aura gelap karena kesal yang menyelimutinya.
"It itu sepertinya tidak bisa karena hal ini sangat penting, mohon maaf kan saya yang mulia, " ucap Dao gugup.
"Cik baiklah, huh dasar perusak suasana, " kesal Raja kegelapan.
"Miya sayang aku tidak bisa menemani mu kali ini jadi kita akan kencan lain kali, aku pergi dulu ya sayang, "ucap raja kegelapan lalu menghilang bersama dengan Dao.
"Kak jangan lupa temani aku ya nanti -_-||," acuh Miya sembari pergi ke kamar mandi.
_________________________
Drama kecil rapat para kaisar.
Para kaisar : .............
Para kasim dan pelayan : ........ 😨
Dao : 😥
"Apakah kita melakukan hal yang salah?, " tanya Kaisar Jiang.
"Tapi bukankah kita tidak melakukan apa apa?, " bingung kaisar Mo.
"Lalu kenapa wajah raja kegelapan terlihat seperti ingin menerkam kita hidup hidup? 😰," ujar kaisar Zhang.
Raja kegelapan : 💢-_-#-_-+
"Tentu saja karena kalian mengganggu rencana kencan tuan, " batin Dao meneguk ludahnya dengan susah payah karena harus menahan aura pekat yang di keluarkan oleh raja kegelapan.
__ADS_1