AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
BISA DI PERCAYA.


__ADS_3

Pertama mereka pergi ke Guild Yellow untuk mempersiapkan semua Keperluan mereka menuju Wilaya Utara.


"Mari masuk" Ella membukakan pintu untuk Rashia dan lainnya.


Mereka melihat sekitar.


"Disini ada kamar?" Tanya Rashia


"Ada , tapi hanya satu" Jawab Gib.


"Benar, dan itu kamar untuk para perempuan" Ujar Ella sambil meliahat Rashia.


Rashia hanya mengangguk.


"Bibi, beristirahatlah" ujar Rashia pada Madam Gilda.


"Ah itu, Aku baik-baik saja nak"


"Benar kata Rashia bibi, pergila istirahat. Perjalanan kita akan sangat jauh" Mia memegang tangan Madam Gilda


Leofrik menatap Mia lalu ia tersenyum kecil.


"Ini pertama kalinya aku melihat leofrik tersenyum saat mrlihat seseorang" Pikir Alhana.


Alhana berdiri


"Aku akan merapikan tempat tidurnya"


"Terima kasih anak-anak" Madam Gilda tersenyum terharu.


"Kucing Pergilah Bersama Mia,Doyle Dan Mort" rashia bicara lewat pikiran dengan laksita.


"Untuk Apa?"


"Katakan Pada Mia Untuk Memebuat Obat Itu"


"Ouh, Obat Untuk Penyakit Wanita Tua Itu?"


"Bibi. Kalian Berdua Harus Memanggil Dia juga Bibi"


"Haaa, Baiklah Bibi"


"Tapi, seharusnya kalian memanggil dia Ibu" Novika melihat Rashia


"Iya, Tapi Tidak Untukku"


"Kenapa? Kamu Juga Akan Di Anggkat Anak Nya Kan?"


"Tidak. Itu Hanya Untuk Anak-anak Panti" minum teh yang di berikan rey


"Terima kasih" Ujar Rashia pada Rey


"Sama-sama" Pergi menjauh.


"Pergilah" Rashia melihat Laksita.


"Baiklah, Baiklah"


Laksita pergi ke arah Mia,lalu melompat di pelukan Mia.


"Ada apa?" Mia melihat Laksita lalu melihat Rashia


Rashia meletakan tehnya


"Pergilah beli keperluan kita untuk perjalanan nanti"


"Ah itu, baikalah" senyum


"Tapi sebelum itu.." Rashia meliahat Leofrik dan teman-temannya.


"Ada yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Dallen.


"Itu...Bisakah kita bicara berdua?" Tanya Rashia


"Tentu saja"


"DIA LANGSUNG MENYETUJUINYA?" Pikir Rashia


"Dengan kalian semua" Rashia melihat semua teman-teman Leofrik.


"Baikalah" Ella tersenyum.


"Apa ada tempat yang bisa kita pakai?"


"Ada, di ruan kerja" Gart melihat Dallen


Mereka menagnggukk


Rashia melihat anak-anak panti


"Clay, Phobus, Lola, Dan Doyle Ikutlah Dengan Ku , lalu yang lainya Istirahat Lah"


"Baik" Jawab mereka yang tinggal


Rashia melihat Laksita dan Novika yang mengikuti Mia dn lainya untuk istirahat.


"Oi kalian berdua mau kemana?"


Mereka berbalik melihat Rashia


"Ah, maaf bukan kalian maksud ku tapi.." Rashia meliahat ke bawah.

__ADS_1


"Ke dua hewan berekor itu" Menunjuk Novika dan Laksita


Mereka semua menahan tawa.


"Memperlakukan hewan tingkat dua seoerti itu, anak ini tidak kenal takut" Pikir Dallen.


"Kau" Laksita menatap Rashia dengan kesal.


Rashia berjongkok


"Kemarilah, aku tidak bisa tanpa kalian"


Novika dan Laksita saling memandang, mereka berdua menghampiri rashia lalu melompat ke pelukan Rashia.


Rashia tersenyum lalu dia berdiri, Rashia berblik melihat Leofrik dan teman-temanya.


"Kau Sangat Hebat Mengambil Hati Seseorang" Ujar Laksita.


"Itu Salah Satu Kemapuan Ku Untuk Bertahan Hidup Di Kehidupan Pertama Ku, Jadi Walaupun Aku Tidak Memiliki Orang Tua Tapi Semua Orang Menyayangiku" Jawab RashiaRashia sambil tersenyum.


"DIA TIDAK MEMILIKI ORANG TUA!! AKU MEMILIKINYA TAPI SEPERTI TIDAK MEMILIKINYA" Pikir Novika


"Kemana kita pergi?" Tanya Rashia pada Leofrik dan teman-temannya.


Mereka semua terkejut.


"Ah itu, di sana" ujar Gart


Rashia mengangguk


"Tunggu" Mosha melihat Clay dan yang lainya di belakang Rashia


"Ada apa mosha?" tanya Ella


"Apa mereka juga harus ikut?" Menunjuk Clay


Clay dan lainnya terkejut dengan pertanyaan Mosha.


"Iya" Rashia menatap Mosha.


"HA-RU-S"


"kenapa?" Tanya Mosha.


"Aku lebih percaya mereka di bandingkan kalian"


"Apa?!!"


Clay dan yang lain tersenyum, sedangkan Mosha dan teman-temannya yang lain menatap Rashia dengan kesal.


"Jadi, di mana kita akan bicara?" Tatap.


"Mari ikut aku" ujar Leofrik.


Ruang kerja.


Hanya ada dua sofa yang saling berhadapa di ruangan itu. Rashia duduk bersama Clay dan Lola sedangkan Phobus dan Doyle berdiri di belakang rashia. Dallen ,Leofrik dan Gart duduk berhadapa dengan Rashia dan lainya sedangkan teman-teman leofrik yang lain berdiri di belakang mereka.


Rashia mengelus kedua beastnya.


"Maaf"


Mereka semua melihat Rashia, Rashia melihat Leofrik dan teman-temannya.


"Pasti perkataanku menyinggung kalian"


Dallen dan lainya memalingkan wajah mereka sedangka Leofrik dan rashia tersenyum.


"Rashia" panggil Ella


"Ya?"


"Bisakah aku membaca pikiranmu?"


Phobus menatap tajam Ella begitu juga dengan kedua beastnya.


"Untuk apa?"


"Begini, kami akan mengikutimu jadi aku harus..."


"Apa? Kalian mau mengikutiku? Maksudnya?" Potong Rashia.


"Ekhem, begini.." Dallen menatap Rashia.


"Kalian masih kecil dan..."


"Maaf, tapi.." Rashia menatap Dallen dan mereka semua dengan tatapan dan aura keemasannya.


"Aku tidak pernah mengatakan kalian bisa ikut bersamaku?"


Dallen dan lainya terkejut


"Rashia begini.." Loefrik melihat Rashia.


"Leofrik pasti sudah mengatakan padamu ,sekarang wilayah itu di tinggali oleh siapa" potong Rey.


"Aku tau"


"Itu dia, kalian tidak akan bisa mengahadapi mereka semua" ujar Gib


"Siapa yang mengatakan itu?" Tanya Rashia sambil tersenyum.

__ADS_1


"He? itu.." Gib melihat teman-temannya.


Rashia tersenyum.


"Walau pun kamu mempunyai dua beast, kamu tidak akan bisa menghadapi mereka" Dallen melihat Rashia dan kedua beastnya.


"Oh, benarkah?" Rashia menjawab mereka dengan santainya tidak lupa dia tersenyum.


"Apa maksudanya?" Bisik Ella


"Apa dia punya beast lain?" Bisil Alhena.


"Atau, dia pasti memilki kekuatan" Bisik Rey.


"Kekuatan?!" Alhana dan Ella melihat Rey.


"Jangan terlalu sombong bocah" Gart menatap Rashia.


Rashia terkejut.


"Bocah?" Kaget.


Mereka semua menatap Rashia yang lebih pendek dengan orang di sebelahnya


"Ah, iya bocah" Rashia menagangguk.


"Benar, kau lebih tua dariku di dunia ini" Pusing


Novika tertawa kecil, mereka semua melihat Rashia yang terlihat binggung. Rashia merasa sedikit tidak terima dengan kenyataan kalau dia masih berumur 8 tahun.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Phobus.


Rashia melihat phobus yang bertanya padanya harus membungkuk 90°


"Apa aku sependek itu?" Tanya Rashia.


"Ha?" Phobus binggung


Ella dan Alhana tertawa, mereka semua melihat Ella dan Alhana


"Sepertinya dia tidak terima dengan dirinya yang masih kecil" ujar Ella.


Mereka menatap Rashia


"Kamu benar, aku sedikit binggung"


Semua orang tertawa, begitu juga dengan clay dan lainya sibuk menahan tawa mereka, Rashia melihat mereka yang sedang tertawa keras.


"Dia tetap tenang" Pikir Dallen


"Jadi jangan memanggilku bocah, aku sedikit tidak terima"


"Hahaha, tapi kenyataanya kamu memang bocah" Ujar Gart


Teman-teman leofrik tertawa lagi, Rashia hanya menatap mereka dengan datar. Rashia lalu melihat kedua beastnya sambil tersenyum.


"Apa Aku Harus Membunuh Mereka?" Tanya Phobus lewat pikiran.


"Tidak Usah" Jawab Rashia sambil mengelus bulu kedua beastnya.


"Hey, Apa Kalian Bisa Melakukan Kontrak Tapi Hanya Dengan Satu Kontraktor?" Tanya Rashia.


"Bisa" Jawab Phobus


"He?"


Rashia dan kedua beastnya melihat Phobus.


"Benarkah?" Tanya Laksita.


Dallen memperhatikan Rashia dan kedua beastnya yang sedang melihat ke arah Phobus.


"Mereka Sedang Berbicara Lewat Pikiran" Ujar Alkon, Beast milik Dallen berbicara lewat fikiran.


"Tapi pria itu tidak memiliki beast!!"


"Sebenarya aku tidak terlalu yakin, tapi sepertinya..."


"Sepertinya apa?"


Phobus tersenyum kecil.


"Kau tidak tau?" Phobus melihat Laksita.


"Itu...." Melihat tempat lain.


"Mereka Melihatmu Rashia" Ujar Novika.


Rashia, Phobus dan kedua beastnya melihat teman-teman Leofrik.


"Sudah selesai tertawanya?" Tanya Rashia santai.


"Kita Bisa Percaya Padanya" Ujar Alkon pada Dallen.


"Apa itu menyenangkan?" Tanya Rashia lagi.


"Maafkan kami" Dallen berdiri lalu menunduk.


Leofrik dan Teman-temannya terkejut.


"Apa yang kau lakukan Dallen?" Gib memegang pundak Dallen.

__ADS_1


"Angkat kepalamu Kak" ujar Alhena.


Rashia tersenyum puas.


__ADS_2