AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
PEMBAWA SIAL.


__ADS_3

Rashia Melihat Langit-langit Kamarnya "Hmm, Namaku Rashia Rania, Aku Bukan Dari Dunia Ini"


"Ha?" Laksita Dan Venian Binggung Sedangkan Pinkky Mengangguk


"Lebih Tepatnya Aku Dari Abad 21, Tahun 2023"


"HA? 2023!!?" Venian Dan Laksita Terkejut, Mereka Berdua Saling Memandang.


"Hm, Pada Abadku Tidak Ada Namanya Beast Tapi Ada Monster Yang Bersembunyi Di Balik Tubuh Manusia"


Pinkky Melihat Rashia Dengan Ekspresi Sedih Sedangkan Venian Dan Laksita Binggung Juga Terkejut


"Dan Aku Mati Gara-gara Salah Satu Monster Itu"


Ketiga Beast Terkejut


"Mereka Membunuhmu?" Tanya Venian


"Hm, Secara Tidak Langsung"


"MAKSUDMU?" Tanya Laksita


"Aku Memiliki Sebuah Karya Yang Ku Ciptakan, Contohkan Aku Seorang Pelukis, Sudah Banyak Lukisan Yang Ku Gambar Tapi Monster Itu Mengatakan Semua Itu Miliknya"


"APA?" Mereka Bertiga Terkejut Juga Geram


"Hmm, Dan Monster Itu Sangat Ku Percayai, Dan Sangat Dekat Denganku, Aku Bahkan Menganggapnya Seperti Saudariku"


Ketiga Beast Melihat Rashia Dengan Ekspresi Sedih.


"Pantas Saja Dia Sangat Susah Percaya Pada Orang" Batin Venian Dan Laksita.


**


Para Pelayan Berkumpul Di Seberang Kamar Rashia.


"Kau Lihat, Beast Nona Sangat Banyak" Ujar Pelayan(1)


"Benar, Dan Nona Juga Mengerti Apa Yang Mereka Katakan" Pelayan(2)


"Benar, Aku Tadi Sangat Terkejut Juga Tidak Menyangka Anak Sekecil Itu Memiliki Beast Lebih Dari 1, Dan Belum Melakukan Kontrak Dengan Beast Itu"


"Aku Jadi Penasaran Sekuat Apa Pemilik Wilayah Yang Baru" Pelayan(3)


"Aku Juga, Tapi Aku Binggung Kenapa Nona Ingin Merahasiakan Keberadaannya?" Pelayan (4)


"Benar, Padahal Keluargaku Sangat Penasaran Tetntang Pemilik Wilayah Yang Baru Dan Yang Selama Ini Kita Tungu-tunggu" Pelayan (2) Sedih


"Benar Sekali, Mereka Pasti Akan Ribut Sekali Di Luar Nanti" Pelayan (1)


"Ekhem" Dehem Ivy


Mereka Semua Terkejut, Lalu Berbalik Melihat Ivy.


"Aku Harap Ini Yang Terakhir Kalinya Aku Mendengaar Gosip Tentang Nona" Ivy Menatap Tajam Para Pelayan


"Maafkan Kami" Ujar Pelayan(1) Sambil Membungkuk Di Ikuti Oleh Pelayan Lainya.


"Bubar"


Mereka Pun Pergi.


Ivy Melihat Pintu Kamar Rashia, Lalu Ia Berbalik Pergi.


**


Kamar Rashia.


"Lalu Apa Yang Terjadi Padamu?" Tanya Venian

__ADS_1


"Hm, Aku Hampir Menjadi Gila Tapi Sebulan Kemudian Aku Bisa Membuktikan Itu Adalah Karyaku Tapi Aku Malah Mengalami Kecelakan Saat Ingin Membuktikan Itu Semua, Haaa Menyebalkan"


"Orang Tuamu?" Tanya Laksita


Rashia Melihat Laksita "Hm, Mereka Pergi Lebih Dulu Sebelum Aku"


"Maksudmu?"


Rashia Menatp Venian Dengan Datar "MEREKA MATI LEBIH DULU, PAHAM"


"Ah Iya, Maaf"


"Ok Selanjutnya" Ujar Rashia.


"Aku" Ujar Laksita.


Mereka Bertiga Melihat Laksita


"Hmm, Aku Lari"


"Ha?" Mereka Bertiga Binggung


"Kedua Orang Tuaku, Tepatnya Ibuku Ingin Di Bawa Paksa Oleh Pihak Kerajaan"


"Kerajaan Mana?" Tanya Rashia Terkejut


"Kami Memiliki Kerajaan Sendiri"


"Aaah Begitu"


Venian Melihat Laksita "Kenapa Orang Tuamu Di Bawa?"


"Ibuku, Ibuku Beast Tingkat Tinggi Yang Menguasai Sihir"


"Oo" (Tanpa Suara) Rashia Dan Pinkky Saling Memandang Juga Mengangguk.


"Aku Mengerti, Lalu"


Pinkky Mendekati Laksita.


"Malam Itu Aku Tidur, Di Paksa Bngun Oleh Ibuku, Ia Lalu Menarikku Keluar Dari Kamar"


Rashia Dan Kedua Beast Nya Fokus Pada Cerita Laksita


"Aku Dan Ibuku Pun Lari Tapi Sebelum Itu Kedua Orang Tuaku Berpelukan Dengan Erat Sambil Menangis, Aku Bingung" Laksita Menunduk Tersenyum Sambil Menangis.


"Kami Berdua Pun Lari, Ayah Ku Mencegah Para Prajurit Kerajaan Yang Mengejar Kami. Saat Di Tengah Jalan Ibuku Berhenti, Ia Berbalik Ke Belakang Lalu Menyuruhku Untuk Terus Berlari"


Rashia Dan Pinkky Mulai Menangis.


"Kami Berdua Saling Tarik Menarik, Aku Tidak Ingin Meninggalkan Ibuku Tapi Ia Mendorong Ku Pergi Dengan Kekuatannya. Aku Pun Berlari, Tapi Tiba-tiba Aku Terlempar Begitu Kuatnya, Aku Pikir Aku Di Serang Ternyta Itu Kekutan Ibuku, Kekutan Terakhir Ibuku Untuk Melindungiku"


Rashia Melihat Warna Yang Di Keluarkan Laksita Memenuhi Kamarnya Tapi Warna Itu Memudar Ketika Pinkky Memeluk Laksita.


"Seminggu Kemudia, Aku Mencari Tau Tentang Keluargaku, Aku Sampai Merubah Wujudku Menjadi Beast Tingkat Rendah" (Berubah Menjadi Warna Hitam)


"Apa Yang Kau Dapatkan?" Tanya Rashia


"Mereka Sudah Tidak Ada, Tapi Aku Masih Bisa Merasakan Kekutan Ibuku, Aku Sangat Senang Saat Itu, Aku Pun Mencari Tau Dengan Masuk Ke Dalam Istana, Ternyata Itu Bukan Ibuku Tapi Inti Kekutan Ibuku Yang...Hancur"


Rashia(Menutupi Mulutnya) Dan Pinkky Terkejut Sedangkaan Venian Mengepalkan Tanganya Karena Marah Tapi Dia Menahanya, Rashia Melihat Itu Tapi, Ia Diam.


"Setelah Itu?" Tanya Venian


Laksita Menggelengkan Kepalanya "Tiba-tiba Aku Sudah Ada Di Hutan"


"Di Hutan?"


Rashia Melihat Venia "Bertemu Denganku Dan Kelici"

__ADS_1


"Teleportasi"


Laksita Mengangguk "Kekuatan Terakhir Ayahku"


"Haaa" Venian Melihat Langit-langit Kamar Menahan Amarah.


5 Menit Kemudian


Mereka Mulai Tenang, Rashia Memanggil Pelayan Meminta Cemilan Dan Makanan Untuk Para Beast Juga Dirinya.


"Selanjutnya" Ujar Laksita.


"Aku" Ujar Pinkky


Mereka Bertiga Mengangguk Sambil Mengunyah.


"Aku Sama Seperti Rashia Dari Abad 21, Tepatnya 2013(Tahun Meninggal) Dan Namaku Novika Naura"


"Wahh" Venian Dan Laksita Melihat Pinkky Lalu Melihat Rashia Sedangkan Rashia Dan Pinkky Saling Memandang Sambil Tersenyum.


"Apa Kau Di Bunuh Monster Juga?" Tanya Laksita


"Tidak, Aku Mati Karena Sakit" Pinkky Melihat Laksita "Sakit Yang Parah Dan Entah Kenapa Aku Merasa Bersyukur Untuk Itu"


Rashia Dan Kedua Beastnya Terkejut, Mereka Bertiga Saling Memandang Lalu Melihat Pinkky Yang Sedang Tersenyum Kecil.


"La-lalu?" Laksita Melihat Pinkky.


"Aku Memiliki Orang Tua Tapi Sama Seperti Tidak Memilikinya" Senyum


"Maksud Mu?" Tanya Venian


"Saat Aku Sakit Mereka Jarang Melihatku Saat Sakit, Mereka Malah Menyuruh Orang Untuk Mengantarkan Keperluanku. Terkadang Aku Berfikir, Apa Aku Anak Mereka? Atau..Aku Sampai Melupakan Wajah Mereka Karena 3 Tahun Lamanya Aku Tidak Melihat Mereka"


Mereka Bertiga Terkejut


"Umur Berapa Kau Sakit?" Tanya Rashia


"Aku Di Diagnosa Saat Umur Sekitaran 8 Tahun Dan Itu Terakhir Aku Melihat Orang Tuaku. Aku Meninggal Umur 11 Tahun Dan Saat Itu Orang Tuaku Tidak Ada, Jadi Aku Meninggal Tanpa Ada Keluargaku Yang Melihatku"


Rashia Menutup Mulutnya Karena Terkejut Juga Tidak Menyangka "Apa Ada Orang Tua Seperti Itu?" Batin Rashia.


"Apa Itu Diagnosa?" Tanya Venian


"Dokter Memberitahukan Penyakit Apa Yang Ada Di Dalam Tubuhmu"


Lakista Dan Venian Mengangguk Lalu Mereka Berdua Saling Memandang.


"Apa Orang Tuamu Bekerja?" Tanya Rashia


"Sepertinya Begitu, Aku Juga Tidak Tau"


"Lalu Nama?" Tanya Laksita


Pinkky Melihat Laksita "Saat Aku Diagnosa Sakit, Mereka Mendebatkan Namaku, Kata Mereka Namaku Pembawa Sial"


"Kau Juga Di Katakan Pembawa Sial?" Rashia Melihat Pinkky


Pinkky Terkejut "Hm" Air Mata Jatuh


Rashia Terkejut.


"Kata Mereka Aku Pembawa Sial" Melihat Rashia


"Maaf" Rashia Menunduk.


Laksita Dan Venian(Singa Kecil) Mendekati Pinkky Yang Menunduk Menangis.


"Saat Aku Dengar Merekaberdebat, Aku Pikir Hanya Nama Ku Tapi Ternyata Aku Juga Di Anggap Pembawa Sial Bagi Orang Tuaku..Huhuhu"

__ADS_1


Rahia Menunduk "Apa Mereka Juga Menagnggapku(Alana) Pembawa Sial, Hingga Mereka Menghentikan Pencarianku?" Batin Rashia.


Laksita(Ikut Menangis) Dan Venian Memeluk Pinkky.


__ADS_2