AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
IA SEDANG SAKIT.


__ADS_3

Rashia Melihat Alana Yang Berlutut Di Depan Ibunya Yang Sedang Menagis, Ia Juga Ikut Menagis Sambil Menahan Auranya.


"Itu Salahku, Seharusnya Aku Menjaganya Dengan Baik" Ujar Duchess Sambil Menangis Tersedu-sedu


"Itu Bukan Salahmu Nak, Tapi Salah Ku. Sebagai Raja Dan Seorang Kakek Aku Tidak Bisa Menjaga Rakyat Dan Juga Cucuku" Raja Memeluk Duchess


"BAGAIMANA?" Tanya Rashia


Alana Berdiri "SEMUA KEPUTUSAN ANDA DI TANGANMU"


"BAGAIMANA DENGAN DEBUT NANTI?"


Alana Tersenyum "TERSERAH PADAMU DAN TERIMA KASIH, SEKARANG AKU BISA PERGI DENGAN TENANG"


Rashia Menuduk Sambil Tersenyum.


"TOLONG BERIKAN LAH MEREKA HADIAH ATAS NAMAKU"


Rashia Tersenyum Kecil Lalu Melihat Alana Yang Perlahan-lahan Mulai Menghilang


"BAIKLAH, AKU AKAN MENCARI HADIAH YANG COCOK DENGAN MEREKA"


Alan Tersenyum "TERIMA KASIH RASHIA, MARI KITA BERTEMU LAGI DI KEHIDUPAN BERIKUT NYA"


"BAIKLAH" Senyum


Alana Pun Menghilang


"Aku Akan Membantu Kalian Mencari Lady Asadel"


Raja Dan Duchess Terkejut


"Tapi, Bagaimana Jika Ia Tidak Ingin Bertemu Atau Kembali Ke Kerajaan?"


Raja Dan Duchess Saling Memandang


"Tidak Apa-apa, Yang Penting Kami Tau Alana Ada Di Sini" Jawab Duchess


"Baiklah, Aku Akan Mencoba Menghubungi Atau Mencarinya. Pasti Dia Belum Pergi Jauh Dari Wilayah Ku"


"Terima Kasih, Terima Kasih Banyak Viscountess "


Rashia Tersenyum


Malam Tiba


Pinkky Menunggu Rashia Dengan Cemas Di Kamar


Selesai Makan Malam


"Haaa, Lelah"


Zola Membukakan Pintu


"RASHIAAA" Panggil Pinkky Mengagetkan Rashia Dan Ketiga Beast


"Apa? Kenapa?" Kaget


Ketiga Pelayan Juga Ikut Kaget


Pinky Terbang Ke Arah Rashia "MONSTER"


"Ha?"


"Kata Peri Penjaga, Para Monster Mulai Bersiap Untuk Menyerang"

__ADS_1


Rashia Terkejut "Ahk Yang Benar Sajaa" Rashia Berbalik Ke Ruang Rapat "Panggilkan Semua Orang"


"Baik Nona" Ujar Zena Yang Langsung Berlari Ke Arah Bel Untuk Memanggil Para Pekerja


"Burung, Bisa Kau Memeriksanya?"


"Tentu Saja" Tome(Manusia) Berlari Ke Arah Balkon Lalu Berubah


"Para Peri Sekarang Sedang Cemas Dan Ketakutan" Ujar Pinkky(Kelinci) Yang Berada Di Pelukan Rashia.


"Venian(manusia) Persiapkan Diri Mu"


"Baik"


Raja Dan Duchess Mendengar Suara Bel, Mereka Berdua Keluar Dari Kamar


Para Pekerja Berlari Ke Arah Ruang Rapat


"Apa Yang Terjadi?" Tanya Duchess


"Kami Juga Tidak Tau Duchess, Saya Permisi" Jawab Salah Satu Pelayan Yang Di Tahan Duchess


Rashia Pertama Tiba Di Ruang Rapat, Ia Pergi Kearah Balkon


"Ah Sial" Rashia Melihat Aura Hitam Para Monster


Mereka Semua Masuk, Tome Kembali


"Naik Dan Lihat Lah Sendiri" Ujar Tome


Rashia Terkejut, Rashia Pun Naik.


"Apa Itu Sebuah Pohon?" Rashia Kaget Melihat Pohon Yang Begitu Tinggi.


"Benar Itu Pohon, Mereka Menumbuhkan Pohon Sampai Setinggi Itu" Jawab Pinkky Yang Juga Terkejut.


Mereka Sampai Di Pulau Enclave,Rashia Turun Dari Punggung Tome


"Burung, Kembali Lah Kau Lalu Katakan Pada Mereka Bersiap Lah Berperang. Jangan Biarkan Raja Dan Duchess Merasakan Aura Kekutan Ku, Jaga Mereka Jangan Biarkan Mereka Keluar Atau Membantu. Jaga Semua Perbatasan Dan Minta Bantuan Pada Para Pelaut"


"Lalu Bagaimana Dengan Mu?" Tanya Tome


Para Peri Keluar


"Aku Akan Tetap Di Sini" Rashia Menutup Hidung Juga Mulutnya "Aura Mereka Benar- Benar Menjijikan. Apa Yang Kau Tunggu? Pergilah" Menatap Tome


Tome Pun Pergi Dengan Kecepatan Penuh.


"Nak" Panggil Green


"Rashia" Panggil Pinkky


Rashia Berbalik


"Ini Rashia Rania, Pemilik Wilayah Azalea" Pinkky Memperkenalkan Rashia Pada Para Peri


Rashia Menatap Mereka Dengan Mata Kuning Nya


"Wilayah Azalea?" Shore Bingung


"Wilayah Utara Sekarang Bernama Azalea"


Rashia Melihat Ke Arah Laut


"Sepertinya Dia Gugup" Ujar Green

__ADS_1


"Rashia Kau Baik-baik Saja?"


"Ini Adalah Perang Pertama Ku, Jadi Aku Sedikit Gugup"


Pinkky Tertawa Kecil "Bukankah Kau Sudah Pernah Bertarung Sebelum Nya"


"Iya, Tapi Saat Itu Ada Burung Dan Venian Tapi Sekarang Hanya Aku Dan Kau Juga Para Peri Yang Aku Tidak Tau Apa Kekuatan Mereka Dan Aku Juga Merasa Canggung Dengan Mereka"


Para Peri Saling Memandang (Mengerti Apa Yang Di Katakan Rashia)


***


"BERSIAPLAH BERPERANG, JAGA SEMUA PERBATASAN DAN MINTA BANTUAN PARA PELAUT. PARA MONSTER SUDAH DEKAT" Ujar Tome Yang Masih Di Atas


"Di Mana Nona?" Tanya Yara


"DIA BERADA DI PULAU ENCLAVE, MELINDUNGI PARA PERI"


"KAU MENINGGALKAN NYA LAGI DI SANA" Ujar Laksita (Wujud Asli)


"DIA...AKAN MENGGUNAKAN KEKUATAN NYA"


Mereka Semua Terkejut


"Nona Baru Saja Sembuh" Ujar Zola


Mereka Di Kejutkan Suara Auman Singa


"PERGILAH, JALANKAN PERINTAH NYA. LALU KAU BURUNG" Venian Menatap Tajam Tome, Tome Terkejut "URUSAN KITA BELUM SELESAI"


"HAA, AKU HANYA MENJALANKAN PERINTAH NYA" Ujar Tome Sedih


Yara Dan Ivy Bertugas Menjaga Kamar Raja Dan Duchess, Kelton Menjaga Pintu Masuk Kastil(Pagar). Zola Dan Zena Mengungsikan Penduduk Di Dalam Kastil Bagian Timur(Tempat Para Pelayan) Dan Barat (Tempat Para Prajurit)


Laksita Mengeluarkan Sihir Untuk Menghalau Aura Rashia Agar Tidak Sampai Kastil.


Para Ksatria Menjaga Perbatasan Pelabuhan Dan Mereka Menyebar Sepanjang Lautan, Para Prajurit Pergi Ke Arah Penduduk Dan Para Pelaut, Venian Ikut Bersama Mereka.


Raja Keluar Dari Kamarnya Begitu Juga Dengan Duchess


"Ayah, Aura Ini..Ini Monster" Ujar Duchess


"Kau Benar"


"Yang Mulia Raja" Panggil Ivy Sambil Membungkuk "Tolong Tetaplah Di Dalam Yang Mulia, Duchess"


"Apa Yang Terjadi?" Tanya Raja


"Maaf Atas Ketidak Nyamannya, Sepertinya Kami Di Serang Jadi Tolong Tetaplah Di Dalam" Jawab Ivy


"Kami Akan Membantu" Ujar Duchess


"Terima Kasih Atas Niat Baik Anda Duchess, Tapi Kami Bisa Mengatasinya"


"Tapi Ini Monster Dalam Jumlah Banyak"


Ivy Mengepalka Tanganya (Tidak Bisa Merasakan Aura) "Tolong Tetaplah Di Dalam Yang Mulia"


"Lalu, Bagaimana Dengan Viscountess?" Tanya Duchess


"Beliau Sedang Berada Di Garis Depan"


"Tapi, Ia Sedang Sakit"


Ivy Terdiam "Silahkan Duchess" Membuka Pintu Kamar "Tolong Maafkan Ketidak Sopan-nan Kami" Ivy Dan Yang Lain Membungkuk 90°

__ADS_1


"Kami Mengerti" Ujar Raja.


Mereka Pun Masuk Ke Kamar


__ADS_2