
Selesai Mempersiapkan Diri, Rashia Pergi Ke Arah Kamar Yang Sudah Di Persiapkan Untuk Bertemu Dengan Raja Dan Duchess
"Nona" Panggil Dalbert Gugup
Flint Melihat Dalbert
"Apa Anda..."
"Untuk Sekarang, Tetaplah Diam" Potong Ivy
Mereka Semua Terkejut, Rashia Tersenyum Kecil
"Jangan Terlalu Keras Ivy" Rashia Melihat Ivy
"Maafkan Saya Nona"
Para Ksatria Dan Prajurit Yang Menjaga Rashia Berdiri Di Depan Rashia Lalu Berlutut "Maafkan Kami Nona"
Rashia Berhenti "Tidak Apa-apa, Aku Mengerti. Seperti Yang Kalian Tau, Tapi Sejujurnya Aku Tidak Ingat Dan Tidak Ingin Ingat. Kalian Mengerti Kan"
"Kami Mengerti Nona, Maafkan Kami"
Rashia Tersenyum, Mereka Melanjutkan Perjalan Ke Arah Kamar.
***
"Bibi Green" Panggil Pinkky
"Nak, Kau Di Sini" Green Menghampiri Pinkky, Ia Melihat Sekitar Pinkky "Kau Sendiri"
"Iya Bibi" Pinkky Melihat Sekitar "Sepertinya Kalian Sedang Sibuk"
Green Berblik "Sedikit, Kami Menumbuhkan Pohon Yang Tumbang Karena Serangan Kemarin"
"Begitu Ya, Apa Ada Yang Bisa Aku Bantu?"
"Tidak Ada, Ngomong-ngomong Di Mana Pemilik Wilayah?"
"Ah Itu, Rashia Masih Memiliki Banyak Pekerjaan Tapi Katanya Jika Sudah Selesai Rashia Pasti Akan Kemari Dan Dia Juga Pasti Akan Pergi Ke Beberapa Pulau Lainnya"
"Begitu Ya" Green Melihat Ke Arah Laut
"Hmm?" Pinkky Ikut Melihat "Apa Mereka Peri Pendatang"
"Mereka Dari Wilayah Azalea"
Pinkky Terkejut
"Mereka Pindah Kesini, Karna Rumah Mereka Di Wilayah Itu Akan Di Tebang Karena Pembangunan" Green Melihat Pinkky
"Begitu Ya" Jawab Pinkky Biasa Saja
"Apa Itu Benar?" Tanya Peri Laki-laki Yang Memiliki Sayap Berwarna Kuning Dan Hijau.
Pinkky Dan Green Berbalik, Green Menunduk.
"Auranya Aneh" Batin Pinkky
"Kau Belum Menjawab Ku Siluman" Ujar Peri Itu
"Benar, Wilayah Azalea Sedang Membangun Beberapa Bangunan dan perumahan rakyat"
Pinkky Dan Peri Itu Saling Memandang.
"Nak, Dia Adalah Ketua Kami Namanya Shore" Ujar Green Gugup
Para Peri Berkumpul
"Apa Pulang Ini Juga Akan Di Buat Bangunan?" Tanya Shore
__ADS_1
"Entahlah, Aku Tidak Tau" Jutek
Shore Mengerutkan Alisnya.
"Tuan, Biarkan Saya Yang Bicara" Ujar Green Khawatir
"Silahkan"
"Nak"
Pinkky Menatap Green
"Maaf Tapi Sepertinya Kau Harus Tetap Di Sini, Sampai Pemilik Wilayah Itu Datang Kemari"
Pinkky Terkejut Lalu Tersenyum "Apa Kalian Ingin Menjadikan Aku..."
"Benar" Potong Shore
"Oe Diamlah" Ujar Pinkky Kesal
Para Peri Terkejut
"Siluman" Tegur Green
"Haa, Namaku Pinkky Bibi Lalu Kau Tau Bibi. Aku Kesini Untuk Menyampaikan Pesan Baik Pada Kalian, Dan Aku Sangat Menghormati Mu Tapi.." Pinkky Menatap Para Peri "Kalian Ingin Menangkap Ku, Agar Temanku Itu Kesini"
Para Peri Menatap Pinkky
"Kalian Pikir Kembali Niat Kalian Itu"
"Kami Harus Melindungi Tempat Kami" Ujar Salah Satu Peri
"Apa Aku Pernah Bilang, Temanku Kesini Untuk Menumbangkan Semua Pohon Atau Memburu Kalian? Ha?" Marah
Mereka Semua Diam juga kaget
"Dan Juga, Kalian Bisa Bernegosiasi Dengan Nya Jika Kalian Ingin Menjaga Pulau Ini"
"Tentu Saja Bisa, Dia Itu Manusia Bukan Monster"
"Kapan Dia Akan Kemari?"
"Entahlah” Pinkky Melihat Ke Arah Laut(Arah Wilayah Azalea) "Dia Masih Sangat Sibuk, Aku Saja Susah Untuk Berkomunikasi Dengan Nya"
Mereka Semua Terkejut Juga Khawatir
"Katakan Padanya Untuk Percepat"
Pinkky Melihat Shore
"Para Monster Bersiap Untuk Menyerang Beberapa Pulau Lainya"
Pinkky Terkejut "Apa?!! Ah Yang Benar Saja"
"Benar Nak, Karena Itu Kami Sangat Cemas"
"Haa, Dia Baru Saja Sembuh" Pinkky Khawatir
"Bukankah Kalian Memiliki Pasukan Ras Mata Merah?" Tanya Salah Satu Peri
"Itu Bukan Milik Kami, Dan Kami Tidak Mungkin Meminta Bantuan Mereka Lagi. Tapi Entahlah, Aku Akan Memberi Tahukan Ini Pada Rashia. Aku Pergi Dulu"
Para Peri Mengangguk
***
Rashia Sedang Duduk Di Atas Tempat Tidur Yang Sudah Di Tutupi Tirai Putih.
Raja Dan Duchess Masuk, Mereka Berdua Terkjut Melihat Sebuah Ranjang
__ADS_1
"Maaf Atas Ketidak Nyamannya Yang Mulia Raja" Ujar Ivy
Raja Dan Duchess Hanya Menangguk, Lalu Mereka Duduk Di Depan Ranjang.
"Saya Memberi Salam Pada Raja Efraim Immanuel De Belgium Dan Duchess Patricia Mabelia Asadel. Saya Pemilik Wilayah Utara Yang Baru Rashia Rania, Maaf Atas Ketidak Nyamannya, Saya Baru Saja Sembuh Dari Sakit Jadi Mohon Di Maklumi"
Laksita Mengubah Suara Rashia Menjadi Lebih Dewasa Dan Terdengar Sakit.
"Senang Bertemu Dengan Anda Pemilik Wilayah Utara Yang Baru. Tidak Apa-apa, Kami Mengerti" Jawab Raja
"Terima Kasih Yang Mulia Atas Pengertiannya"
Para Beast Masuk Dengan Wujud Asli Mereka, Raja Dan Duchess Terkejut
"Anda Sampai Jauh-jauh Datang Ke Wilayah Utara, Pasti Ada Yang Anda Inginkan"
"Benar Sekali" Jawab Duchess Cepat Langsung Melihat Rashia
"Tenanglah Cia" Bisik Raja
"Aura Alana Sudah Hilang Ayah, Aku Takut.."
Raja Memegang Tangan Duchess
"DIA MENGHAWATIRKAN MU" Ujar Rashia Pada Alana
"APA AKU HARUS MEMPERCAYAI ITU SEBUAH KEKHAWATIRAN?" Alana Menatap Rashia
Rashia Menggelengkan Kepala.
"Katakan Lah Yang Mulia, Apa Ada Yang Bisa Saya Bantu?"
"Aku Mencari Cucuku" Ujar Raja
Rashia Diam
"Kekutan Besar Kemarin, Itu Milik Cucuku"
"Benarkah?" Rashia Pura-pura Terkejut
"Benar Viscountess Rania, Itu Adalah Putri Ku" Ujar Duchess
"Putri? Anda Memiliki Seorang Putri?"
"Iya, Saya Memilikinya Tapi..."
"Apa Putri Yang Hilang Itu?"
"Benar"
"Tapi, Bukankah Pihak Kerajaan Memberhentikan Pencariannya?"
Duchess Terdiam
"Itu Benar" Jawab Duchess Sedih Sambil Menunduk
"Maaf Jika Saya Lancang, Tapi Bisakah Anda Menceritakan Kenapa Putri Anda Bisa Hilang?"
Raja Dan Duchess Saling Memandang
Rashia Melihat Aura Keraguan Mereka "Kemarin Berkat Dia, Saya Tertolong Dan Masih Hidup Sampai Sekarang. Saya Sangat Berhutang Budi Padanya, Tapi Saat Saya Ingin Membalas Kebaikan Nya, Ia Malah Menghilang" Memancing.
Raja Dan Duchess Melihat Ke Arah Ranjang
"Lalu Di Mana Dia Sekarang?" Tanya Duchess
"Maaf Untuk Itu Saya Tidak Tau, Tapi Saya Yakin Ia Pasti Masih Di Sekitar Wilayah Ini"
Raja Dan Duchess Saling Memandang
__ADS_1
Duchess Menunduk , Ia Pun Mulai Menceritakan Kejadian Putrinya Yang Hilang Sambil Menagis. Raja Juga Menunduk Sambil Menahan Air Matanya.