AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
PENYAKIT RAJA SARGON.


__ADS_3

Selesai Mebersihkan Diri Rashia Makan Lalu Tidur.


Laksita Duduk Di Teras


"APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?" Tanya Pinkky(Gagak)


"TIDAK ADA"


Venian Naik Duduk Di Sebelah Laksita "KITA PASTI AKAN KE SANA, SABARLAH"


"AKU TAU" Pandangan Laksita Kedepan


Venian Dan Pinkky Menatap Laksita


***


Wilayah Nolbanca


Cassius Memasuki Kastil


"Selamat Datang Di Kastil Nolbanca Tuan Muda Cassius" Sambut Iris Vlad Baotin (Istri Ash) Sambil Menunduk.


Cassius Membalas Menunduk Sekali Lalu Masuk Ke Dalam. Mereka Duduk Lalu Mereka Berbincang-bincang Ringan.


"Apa Wilayah Azalea Sudah Bisa Di Masuki?" Tanya Cassius


"Belum Tuan" Jawab Iris


Cassius Mengetuk Kursi Dengan Jarinya "Dia Bekerja Dengan Keras" Batin Cassius


"Tuan, Bisakah Saya Bertanya?"


"Silahkan"


"Apa Lady Asadel Akan Menjadi Nyonya Muda?"


"Nyonya? Maksudnya?"


"Maafkan Kelancangan Saya Tuan" Iris Menunduk


"Tidak, Tidak Apa-apa. Jelaskan Padaku, Bagaimana Kau Bisa Berfikir Dia Akan Menjadi Nyonya?" Casius Menatap Iris Penasaran

__ADS_1


"Anda Sangat Susah Untuk Dekat Dengan Seseorang Tuan, Saat Saya Melihat Kedekatan Anda Dengan Kedua Saudara Anda Saat Pulang, Kami Semua Yang Ada Di Ruangn Itu Sangat Terkejut, Belum Lagi Kami Mencium Bau Manusia Dan Beast Pada Tubuh Anda Itu..." Jelas Iris


Exel Mengangguk(Berdiri Di Belakang Cassius) Sedangkan Cassius Terdiam Sambil Berfikir


"Anda Berubah Total Saat Mengenal Lady, Dan Anda Juga Mengatakan Ingin Bersamanya Jadi Saya Berfikir Anda, Ingin Menjadikan Lady Asadel...."


"Sejujurnya Aku Tidak Berfikir Untuk Menjadikan Rashia Seperti Yang Kalian Bayangkan, Aku Hanya Senang Bersamanya Juga Merasa Nyaman"


Exel Dan Iris Terkejut


"Menjadikannya Nyonya..Pikiran Itu Terlalu Jauh Tapi Akan Ku Coba" Cassius Melihat Iris


"Jadi Maksud Tuan, Tuan Hanya Ingin Berteman Dengan Lady?" Tanya Exel


Cassius Mengangguk "Benar Dan Menjadi Salah Satu Orang Yang Bisa Membantunya Dan Bersama Dengan Mereka Semua Itu Menyenangkan"


"Lalu Kenapa Anda Tidak Ingin Menjadi Penerus Tuan Vladamir?" Tanya Iris


"Karna Aku Memang Tidak Mau Dan Rashia Menjadi Alasan Yang Kuat Untukku, Aku Juga Mencoba Berbaur Dengan Manusia, Aku Juga Berencana Menjadi Salah Satu Bangsawan Dari Kerajaan"


"Kerajaan Yang Mana Tuan?" Tanya Iris


"Entahlah, Aku Belum Memikirkan Kerajaan Mana Yang Akan Ku Pilih Dan Kekuatanku Belum Cukup Kuat Jadi.. "


"Dan Satu Lagi, Aku Tidak Tau Sekuat Apa Rashia" Batin Cassius.


***


Kerajaan Belgium Sibuk Mempersiapkan Acara Untuk Penyerahan Mahkota Kerajaan Pada Balder Yang Akan Di Angkat Menjadi Raja. Beberapa Kursi Bangsawan Sudah Terisi, Kerjaan Juga Mengadakan Acara Penyambutan Untuk Kerajaan Wiroscar Yang Datang.


Edgar(Duke) Mengambil Sebuah Minuman Lalu Berjalan Pergi Ke Arah Balkon. Patricia(Duchess) Melihat Itu, Ia Ingin Menyusul Duke Tapi Karena Sedang Mengobrol Dengan Beberapa Bangsawan Ia Hanya Bisa Melihat Suaminya Pergi Sendiri.


Duke Berdiri Sambil Melihat Gerbang Masuk Ke Dalam Kastil Jamuan, Seseorang Mendekatinya.


"Duke" Panggil Sargon.


Edgar Berbalik, Lalu Menunduk "Saya Memberi Salam Pada Penguasa Kerajaan Wiroscar, Raja Sargon Vasw..."


"Hey" Sargon Memegang Pundak Duke "Kita Hanya Berdua Di Sini, Jangan Terlalu Formal"


"Bagaimana Pun Anda Seorang Raja Yang Mulia" Menunduk

__ADS_1


"Sebelum Menjadi Raja, Aku Adalah Teman Seseorang"


Sargon Dan Duke Saling Memandang Lalu Tersenyum, Mereka Berdua Berdiri Berseblahan Sambil Melihat Beberapa Kereta Bangsawan Yang Baru Tiba.


Sebelum Berteman Dengan Priyanka Dan Kedua Saudaranya, Duke Menjadi Teman Pertama Sargon Saat Mengunjungi Kerjaan Belgium Pertama Kali, Karena Mendiang Ayah Duke Ada Ksatria Istana Dan Duke Saat Itu Menggantikan Ayahnya Menjaga Keamanan Keluarga Kerajaan Wiroscar Yang Berkunjung Ke Kerajaan Belgium.


Sargon Melihat Duke Hanya Hanya Diam Terpaku Pada Bangsawan Yang Baru Saja Turun Dari Kereta Bersama Dua Putri Mereka.


"Bisakah Kau Juga Mengusir Para Bangsawan Menjijikan Di Kerajaan Ku?" Tanya Sargon.


Duke Terkejut Lalu Melihat Sargon, Ia Tersenyum "Dengan Senang Hati, Tapi Rajaku Lah(Efraim) Yang Berperan Penting Dalam Pembersihan Itu"


Sargon Tersenyum "Ya Aku Mendengarnya, Raja Sampai Jatuh Sakit Setelah Pembersihan"


Duke Terseyum Sambil Mengangguk.


Tiba-tiba Gelas Sargon Jatuh, Duke Terkejut.


"Anda Baik-baik Saja Yang Mulia?"


Sargon Memegang Tangannya Yang Bergetar "Maaf"


"Di Mana Obatmu?" Tanya Duke Khawatir.


"Tidak Ada Gunanya" Sargon Melepaskan Tangannya (Getarannya Mulai Reda)


"Kenapa? Apa Obat Yang Di Ciptakan Duke Foterstone Tidak Bisa Mengeluarkan Racun Itu?"


Sargon Tersenyum "Haaa, Tidak. Itu Hanya Meredakan Sakit Ku Tapi Racun Itu Masih Ada"


Duke Memanggil Pelayan Untuk Membersihkan Pecahan Gelas.


"Sudah 10 Tahun Tapi Belum Ada Perubahan?"


"Haaa, Begitulah"


Duke Kesal, Duke Melihat Sargon Yang Memegang Lagi Tangannya.


"Lalu Bagaimana Dengan Sihir Yang Sedang Kau Pelajari?"


Sargon Tersenyum Lalu Melihat Duke "Aku Masih Mempelajarinya, Dengan Bantuan Dan Kesabaran Ratu Aku Sudah Sampai Level 8 Tapi Terhenti" Melihat Tangannya.

__ADS_1


Thalius Meninggal Saat Masih Muda Karena Terkena Racun Raja Monster, Dan Racun Itu Menurun Pada Sargon. Saat Sargon Berumur 12 Tahun Ia Mulai Merasakan Sakit, Saat Sargon Berumur 15 Tahun Duke Foterstone, Tarad Nalaron Ayah Dari Permaisuri Kedua Sargon Belle Nalaron, Menawarkan Obat Penawar Racun Pada Ratu(Ibu Sargon) Dengan Syarat Sargon(Putra Mahkota) Akan Menjadikan Putri Mereka(Belle Yang Saat Itu Masih Berumur 9 Tahun) Salah Satu Istri Sargon Saat Menjadi Raja.


Ratu Yang Tidak Punya Pilihan Lain Dan Juga Tidak Tahan Melihat Sargon Kesakitan, Ia Pun Menyetujui Syarat Duke Foterstone. Obat Itu Memang Meredakan Sakit Sargon Tapi Tidak Bisa Mengeluarkan Racun Raja Monster.


__ADS_2