AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
ABAD 21.


__ADS_3

"CASSIUS VLAD LIONCART" Panggil Vladamir.


Cassius berbalik melihat ayahnya.


"Iya ayah, maksud saya Iya Ynag Mulia"


Cassius menunduk.


"Jelaskan"


Cassius menatap ayahnya dengan mata sebelah kanannya berwarna merah terang sedangkan mata kirinya berwarna ungu.


Vladamir terkejut.


Semua orang terkejut dengan perubahan mata Cassius.


Alis Vladamir mengkerut.


"Maaf ayah, seperti yang Anda ketahui dan kalian juga mencium aroma manusia dan beberapa hewan beast pada diriku"


Semua orang saling memandang.


"Aku akan bersamanya ayah" Tatap.


Mereka semua terkejut.


"Hahahahaha kau memang anakku"


Mereka semua terkejut dengan tawa Vladamir.


Cassius tersenyum.


Vladamir menatap Cassius dengan mata merahnya.


"Tapi apa kau tau siapa dia?" Tatap.


Cassius menunduk lalu tersenyum.


"Iya ayah, seorang penjelajah yang memasuki tubuh anak dari seorang Putri Raja kerajaan besar yang memiliki berkat dewa dan kakaknya pemilik pedang yang bisa membunuh klan kita" Senyum.


"Dan ayahnya terlalu kuat untuk Ksatria kita" Lanjut Vladamir


Cassius mengangguk.


"Tapi ayah, wajahnya di kehidupan sebelumnya hampir sama dengan ibu" Tatap.


Vladamir terkejut.


"Benarkah"


Cassius tersenyum sambil mengingat wajah Rashia dan ibunya yang terlihat mirip hanya berbeda warna matanya.


Rashia berambut coklat dan bermata hitam, sedangkan Ellena berambut coklat bermata coklat terang di kehidupan sebelumnya, sedang di kehidupan ini matanya berwarna ungu.


ELLENA ANYA ibu dari Cassius, ia seorang wanita dari abad 21,Ellena terlahir kembali saat ia meninggal karena di bunuh oleh pamannya.


Ia terlahir menjadi anak dari seorang penebangan kayu, ia pun tidak sengaja bertemu dengan Vladamir yang baru saja naik menjadi seorang pemimpin yang sedang mencari manusia untuk mangsa pertama dan terakhirnya di hutan.


Vladamir terpesona dengan kecantikan dan kesederhanaan Ellena, ia pun jatuh cinta dengannya.


Vladamir mempertahankan wujud manusia Ellena dengan tidak menggigitnya sampai Cassius lahir.


Wanita ras mata merah bisa melahirkan anak tapi salah satu dari orang tua mereka harus berkorban untuk memberikan kehidupan mereka pada anaknya, entah itu ibu atau ayah, bisa juga mereka mecari seseorang yang cocok dengan kehidupan anaknya tapi tidak dengan Cassius.


Cassius terlahir dari darah klan utama dan darah manusia yang masih murni, sangat susah mencari seseorang yang cocok dengan Cassius , Ellena pun mengorbankan kehidupannya untuk Cassius.


Setelah Ellena mati, ia di bakar dan abunya di simpang di dalam peti milik Vladamir, ia pun tertidur di saat itu, sampai 100 tahun lamanya.


ELDON VLAD FRASSENG, ia ras mata merah yang sangat tamak. Ia ingin menguasai klan utama dengan berkali-kali mencoba membunuh Vladamir tapi selalu gagal.


Ia juga mencoba untuk mengigit Ellena tapi Ellena di jaga ketat oleh Ksatria GILYDARK, Vladamir juga memasang penghalang kutukan di sekeliling Ellena dan hanya orang yang di ketahui Vladamir bisa mendekati Ellena.


"Lalu bagaimana rencanamu" Tanya Vladamir pada Cassius.


"Aku akan berlatih mengendalikan kekuatan ku dan aku ingin bertambah kuat melebihi mu ayah"


"Hahahahaha" Tatap.


"Baiklah, tunjukkan padaku dan kalahkan aku"


Cassius tersenyum.


"Lalu bagaimana dengan posisi mu kakak?" Tanya Raul.


RAUL VLAD LIONCART, adik tiri CassiusCassius. Kehidupan di berikan sang Ibu.

__ADS_1


"Kau kan ada, jadi gantikan aku"


"Apa!! Tapi.. "


Raul melihat Vladamir.


"Haaa... ASH VLAD BOUTIN"


"Saya yang mulia"


Ash menunduk.


"Ku percayakan putra kedua ku pada mu"


"Baik yang mulia"


"Ayah"


Shuutt.. Cassius bergerak cepat.


Cassius mendekati Raul.


"Maafkan aku adik, tapi sudah cukup waktu bermain mu"


"Benar kakak" Ujar CELLESTE VLAD LIONCART adik kedua Cassius. Kehidupan diberikan kepercayaan(Dayang) sang Ibu.


"Lihat ayah kita sudah tua"


Vladamir menatap Cassius.


"Maksud ku, ayah baru saja bangun jadi dia mungkin masih bingung dengan pekerjaannya dan sebagai anak yang berbakti, waktunya kita membantunya"


Cassius melihat Vladamir sambil tersenyum.


Cassius dan Celleste tertawa kecil di ikuti oleh beberapa orang yang di dalam ruangan.


Ash melihat Cassius.


"Ia merubah suana yang menegangkan menjadi lebih tenang" Batin Ash.


ASH VLAD BOUTIN, Ia sebelumnya adalah manusia yang menggantikan Ellena di gigit.Ia tetap di biarkan hidup oleh Vladamir karena ia adalah manusia terpintar.


Ras mata merah jika menggigit akan di gigit sampai Manusia itu MATI.


ASH VLAD BOUTINĀ  di beri wilayah juga nama ras mata merah dan di angkat jadi tangan kanan Vladamir.


NOLBANCA adalah wilayah netral, di wilayah bagian tenggara itu hidup ras mata merah campuran, entah itu campuran manusia, beast atau monster(Mutan).


Mereka juga di terkenal sangat pintar dalam pelajaran karna itu di wilayah itu di bangun sekolah dan pemilik sekolah itu adalah ASH VLAD BOUTIN.


2 hari kemudian.


ELDON VLAD FRASSENG di hukum mati, dengan di bakar dan abunya di hamburkan dari langit oleh ELMA VLAD BUDISLAV ras mata merah dari wilayah Barat LEVENA.


ELMA VLAD BUDISLAV adalah klan yang menghasilkan ramuan dan menciptakan racun sampai monster dan juga wilayah mereka tidak diapat di masuki oleh ras manapun kecuali klan Utama.


KLAN BUDISLAV sangat berhati-hati dalam menjalin kerjasama, hubungan juga persahabatan dengan seseorang dan mereka di kenal sebagai sosok ras mata merah yang misterius.


Kamar Cassius.


Cassius membaringkan tubuh basahnya di atas tempat tidur.


"Rindu... Aku merindukan DIA.. Bukan MEREKA"


"Haaaaa... Apa yang DIA lakukan sekarang... Bukan MEREKA lakukan sekarang?"


Cassius melihat langit-langit kamarnya.


Setelah Cassius kembali, Ia memfokuskan diri pada latihan dan cara mengontrol kekuatannya.


Cassius juga terkadang membantu adiknya dan beberapa kali berkeliling wilayahnya karena bosan. Ia juga sampai pergi ke wilayah NOLBANCA untuk melihat ras campuran karena merindukan DIA dan MEREKA.


Tring.... Tring... Tring... Rashia masuk ke dalam toko Madam Gilda.


"Selamat datang"


Madam Gilda berbalik, ia terkejut melihat Leofric masuk dengan beberapa anak.


"Ada apa ini?"


Rashia mendekati Madam Gilda.


"Maaf membuat Anda terkejut Madam, tapi bisakah kita berbicara sebentar" Senyum.


"Apa yang ingin dia lakukan?" Batin Leofric.

__ADS_1


"Ah, itu... "


Madam Gilda melihat beberapa anak yang ada di sebelah Leofric, lalu Ia melihat Leofric.


Leofric juga melihat anak-anak di sebelahnya lalu melihat ibunya sambil menggelengkan kepala.


"Madam!?"


Rashia melihat Madam Gilda.


"Ah, iya baiklah mari kita ke atas"


"Tapi sepertinya ini akan lama jadi.... "


Rashia melihat pintu toko Madam Gilda yang tergantung papan yang tertulis OPEN.


"Itu... Baiklah. Leofric"


Madam Gilda melihat Leofric.


Leofric mengangguk lalu ia menuju pintu untuk membalikkan papan OPEN menjadi CLOSE, lalu Ia mengunci pintu.


Madam Gilda melihat ana-anak.


"Kalian tunggu di ruang itu"


Madam Gilda menunjuk satu ruang untuk tamu yang menunggu pembeli.


Madam Gilda melihat Leofric. Leofric mengajak mereka semua ke ruang itu.


"Kelinci"


Rahsia melihat Novika.


"Bukankah kita harus punya ruangan bagus untuk bercerita"


Novika tertawa.


"Benar"


Rashia tertawa kecil.


Leofric dan anak-anak lain melihat Rashia.


"Mari Madam"


"Ah, iya"


Madam Gilda dan Rashia naik ke atas.


Novika pergi ke arah ruang tamu.


"Semoga berhasil Rashia Rania" Batin Novika.


Anak-anak mengikuti Novika.


Laksita melihat Novika yang sedang melamun.


"Hey Novika"


"Novika"


"Kelinciiii" Teriak.


"Yaaa?!!" Terkejut.


Laksita menatap Novika dengan datar.


"Maaf aku sedang memikirkan sesuatu"


"Oh, baiklah"


"Hey kucing, bisakah kau berhenti memanggil namaku?"


"Apa kenapa?"


"Aku tidak suka"


"Ha? Kenapa?"


"Tidak usah banyak tanya" Kesal.


Novika melihat ke arah jendela.


"Cih, apa-apaan itu"

__ADS_1


Laksita melihat ke arah sebaliknya.


__ADS_2