AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS

AKU PUTRI DARI SEORANG DUCHESS
MEMULAI PERUBAHAN.


__ADS_3

Paginya.


Selesai Sarapan Rashia Berjalan-jalan Mengelilingi Kastil(Kediaman) Tidak Lupa Ia Memakai Penutup Muka. Ia Menelusuri Semua Kastil, Pergi Ke Tempat Latihan Prajurit Dan Kstria, Tempat Menyimpan Persenjataan Dan Baju Perlengkapan Jika Terjadi Perang, Ia Juga Sampai Melihat Kamar Mereka. Rashia Mengelilingi Kediaman Bersama Ivy Dan Beberpa Dayang Juga Kstria Dan Prajurit. Ivy Menjelsakan Setiap Sudut Dari Rungan Yang Ada Didalam Kediaman.


Rashia Masuk Ke Dalam Kamar Prajurit Setelah Ia Melihat Kamar Kstatria, Ia Terkejut Kamar Para Prajurit Itu Berbentuk Ruangan Persegi Panjang Seperti Gudang Dan Terdapat Banyak Ranjang, Berbeda Dengan Milik Ksatria Yang Memiliki Ruangan Mereka Sendiri(Kamar).


Ivy Dan Yang Lain Mencegah Rashia Masuk Tapi Rashia Tetap Memaksa.


"Berepa Orang Yang Tidur Di Sini?" Tanya Rashia Sambil Berjalan Masuk Dan Melihat Sekitar(Langit-langit, Tembok, Ranjang Juga Lemari Para Prajurit).


"Sekitaran 18 Orang Nona" Jawab Salah Satu Prajurit.


"Ranjang Ini Berbeda Dengan Milik Para Ksatria Dan.." Rashia Berbalik Melihat Para Ksatria "Mereka Tidur Dalam Satu Ruangan, Sedang Para Ksatria Memiliki Ruang Mereka Sendiri"


Mereka Semua Saling Memandang.


"Itu Karena..." Ujar Salah Satu Kstatria


"Aa, Apa Karena Status Kalian Berbeda?"


"Benar, Kami Berbeda Dengan Mereka" Jawab Salah Satu Kstatria Tegas


"Phuft, Bagian Mana Kalian Beda?"


Mereka Semua Terkejut


"Kalian Terlihat Sama, Hanya Pakaian Kalian Saja Yang Berbeda" Rashia Berjalan Melewati Mereka Semua.


Rashia Melihat Bangunan Para Ksatria "Haa, Ini Nama Intimidasi" Beberapa Bangunan Milik Para Prajurit Ada Beberapa Yang Miring.


"Tuan Kelton"


"Iya Nona" Kelton Mendekati Rashia.


Rashia Melihat Ke Arah Bangunan "Bangun Ini Kembali, Buat 2 Lantai. Satu Kamar Terdapat 2 Ranjang" Melihat Kelton Yang Terdiam.


Mereka Semua Terkejut


"Apa Anda Mendengarkan Saya Tuan Kelton?" Tatap.


"Ah Iya" Menunduk "Maaf Kan Saya Nona"


"Karena Ini Akan Dalam Perbaikan, Para Prajurit Akan Di Pindahkan Di Tempat Para Ksatria"


"Ha?!!" Mereka Semua Terkejut


"Setiap Kamar Ksatria Di Isi Dengan 2 Ranjang Jadi Setiap Kamar Akan Di Tempatkan 3 Orang, Selama Ini Masih Di Perbaiki. Aku Ingin Ini Di Perbaiki Sekarang Juga" Jelas Rashia


Rashia Meliihat Kelton "Bisa?"


"Bisa Nona" Jawab Cepat


"Bereapa Lama Waktu Yang Di Butuhkan?"


"Sekitar Dua Minggu"


"Baiklah" Rashia Melihat Para Prajuru "Kerjakan Sekarang"


"Baik" Jawab Mereka Semua


Rashia Mengangguk "Mari Kita Lanjutkan" Melihat Ivy


"Silahkan Nona" Jawab Ivy Sambil Tersenyum Puas.


Rashia Berjalan Pergi


"Apa Dia Pemilik Wilayah Baru Tuan Kelton?" Tanya Salah Satu Prajurit

__ADS_1


"Benar Dia" Kelton Melihat Rashia Yang Berjalan Pergi Sambil Tersenyum, Lalu Ia Melihat Bangunan "Ini Benar Sudah Sangat Tua" Batin Kelton


"Baiklah Mari Kita Kerjakan" Ujar Kelton


"Baik" Jawab Para Prajurit.


Mereka Pun Mulai Bekerja, Rashia Berbalik Melihat Ke Belakang Lalu Tersenyum Rashia Pun Melanjutkan Berkeliling.


Sampai Lah Rashia Di Sebuah Lahan "Apa Ini Perkebunan?"


"Benar Nona, Ini Perkebunan Milik Kastil" Jawab Ivy


Beberpa Pekerja Mendekati Mereka Lalu Memeberi Salam "Selamat Datang Nyonya Ivy"


Mereka Semua Terkejut Para Perkerja Menyapa Ivy Terlebih Dahulu


Rashia Melihat Ivy, Ivy Gugup


"Apa Kau Sudah Menikah Ivy?" Tanya Rashia


"Hey Anak Kecil Jaga Bicaramu" Ujar Salah Satu Pekerja Dengan Marah.


Flint Dan Dalbert Kesal Dan Ingin Menagkap Sadie Kepala Pekerja Perkebunan Yang Memarahi Rashia


"Jangan" Cegah Rashia


Sadie Dan Beberapa Rekannya Terkejut Melihat Aura Flint Dan Dalbert


"Nona" Flint Dan Yang Lainya Melihat Rashia


"Jelaskan Baik-baik, Di Tidak Tau Siapa Aku"


"Sadie" Panggil Ive


"I-iya Nyonya" Takut


"Nona Ini, Adalah Pemilik Wilyah Yang Baru Namanya Rashia Rania"


"Tidak Apa-apa, Bangunlah" Rashia Melihat Sadie Dan Rekannya, Lalu Melihat Tanaman "Apa Kalian Juga Menanam Buah?"


"A-ada Nona Tapi Kebunnya Jauh Dari Sini, Anda Harus Naik Kereta Untuk Ke Sana" Jawab Sadie


"Begitu Ya" Rashia Melihat Sadie Dan Rekannya Yang Masih Berlutut "Kalian Sudah Bekerja Keras" Senyum


Sadie Dan Rekaannya Menunduk Tersenyum Haru


Rashia Pun Melajutkan Perjalanannya


"Huft" Rashia Kelelahan Juga Kepanasan


Ivy Dan Yang Lain Melihat Rashia


"Nona Anda Baik-baik Saja?" Tanya Yara


"Hehe Aku Hanya Lelah Dan Juga Panas" Menutupi Sinar Matahari


Mereka Semua Binggung Apa Yang Harus Mereka Lakukan


Yara Mengeluarkan Minuman Dari Dalam Cincinnya


"Nona Silahkan" Ujar Yara Sambil Memberikan Minuman Pada Rashia.


Mereka Semua Terkejut


"Ooh, Kau Terbaik" Rashia Kagum Pada Yara.


"Terima Kasih Nona" Yara Menunduk Malu

__ADS_1


"Nona Duduklah Di Sini" Ujar Dalbert Sambil Berlutut


Rashia Melihat Dabert "Phuft..Apa Anda Ingin Saya Duduk Di Pahamu Tuan Dalbert?"


"Ah Itu..Benar Nona, Maaf" Menunduk


"Hahaha" Rashia Mendekati Dalbert Lalu Duduk "Terima Kasih"


"Sama-sama Nona"


Mereka Semua Tersenyum, Para Pengawal Juga Prajurit Menghalangi Sinar Matahari. Rashia Tertawa Kecil.


"Kenapa Tidak Buat Kereta Bayi Saja" Ujar Pinkky (Telepati) Turun Dari Atas


Rashia Tersenyum Melihat Pinkky(Gagak), Rashia Memberikan Tangan Untuk Pinkky Mendarat.


"Baru Sehari Kau Disini Tapi Kau Sudah Akrab Dengan Mereka Semua" Pinkky Melihat Orang Sekitar Rashia Yang Sedang Melihat Ke Arah Mereka Berdua.


"Itulah Kekuatan Pemilik Wilayah" Jawab Rashia(Telepati) Bangga


"Phuft, Apa-apaan Itu" Tawa Pinkky


Rashia Ikut Tertawa "Di Mana Yang Lain(Venian Dan Laksita)?"


"Laksita Menemani Venian Untuk Membongkar Aibnya(Memberitahukan Siapa Dia) Pada Teman-temannya"


"Hahaha Aib"


Mereka Semua Binggung Melihat Rashia Tertawa.


"Fanny" Pinkky Melihat Fanny Yang Berbalik Pergi.


"Fanny?" Rashia Melihat Fanny Berjalan Pergi


Rashia Berdiri " Fanny" Panggil Rashia.


Mereka Semua Melihat Ke Arah Fanny Yang Berhenti Lalu Berbalik Melihat Ke Arah Rashia. Fanny Berjalan Ke Arah Rashia.


"Menunduk" Ujar Pinkky (Telepati) Pada Fanny.


Fanny Dengan Cepat Menunduk, Rashia Tersenyum Melihat Tingkah Fanny Yang Canggung.


"Santai Saja" Rashia Mendekati Fanny.


"Hufttt" Fanny Tidak Berani Melihat Sekitar Rashia, Ia Hanya Fokus Pada Rashia.


Dalbert Berdiri, Pinkky Pindah Ke Arah Fanny


"Apa Tidur Kalian Nyenyak?"


"Sangat Nyenyak"


"Syukurlah, Apa Tempat Itu Layak Maksud Tidak Ada Yang Miring Atau Apa?"


Mereka Semua Melihat Fanny


"Itu..Tidak" Fanny Yang Merasakan Tatapan Mereka Pun Mulai Gugup


"Haa Santai Saja Fanny, Mungkin Beberapa Hari Ini Aku Tidak Akan Menemui Kalian. Aku Harus Mengubah Beberapa Bangunan Yang Ada Di Sekitar Kastil Dan Banyak Lagi"


"Baiklah, Tidak Apa-apa. Jangan Terlalu Memaksakan Diri Rash...Nona" Fanny Melihat Orang Di Sekitar Rashia.


"Haaa" Rashia Melirik Ke Belakang "Kalian Semua Berbalik" Suruh Rashia.


"Baik" Mereka Semua Berbalik(Membelakangi Rashia Dan Fanny).


Rashia Melihat Fanny, Fanny Melihat Rashia Sambil Tersenyum Lalu Memeluk Rashia Pinkky Terbang, Rashia Terkejut Dengan Pelukan Tiba-tiba Fanny.

__ADS_1


"Kami Merindukanmu" Ujar Fanny


Rashia Tersenyum Lalu Membalas Pelukan Fanny "Aku Juga Merindukan Kalian Semua, Tolong Tunggulah Sebentar Lagi"


__ADS_2